
Aaron melangkahkan kakinya mencari tempat yang kemungkinan menjadi tempat persembunyian siluman kera.
"Kira-kira dimana dia ya?" tanya Aaron dalam hati dan kedua matanya menebarkan pandangan ke segala arah mencari tempat yang menarik perhatiannya.
"Uuuk...aaak....uuuk....aaakkk.....!!"
Tiba-tiba terdengar suara kera diatas pohon, melompat menuju pohon pisang yang buahnya sebagian sudah matang.
"Ah, itu ada kera. Mungkin dia tahu rajanya ada di mana!" kata dalam hati Aaron yang kemudian melangkahkan kaki menghampiri kera yang sedang makan pisang itu.
"Hai kera..! boleh aku tahu, dimana rajamu tinggal?" tanya Aaron pada kera itu.
Kera itu tidak menjawab, dia lari ketakutan dan masuk ke hutan lebat di belakang pohon pisang itu.
"Hai, tunggu..!" seru Aaron yang kemudian dia berlari dan mengikuti kemana larinya si kera itu.
Kera itu melompat dari pohon ke pohon, untuk menghindar dari kejaran Aaron.
Aaron berhenti untuk memperhatikannya dengan seksama, dia mengawasi kemana arah kera itu pergi.
Kera itu kemudian masuk ke sebuah goa, dan Aaron menghentakkan kaki melesat ke arah di mana kera itu masuk ke goa.
"Pasti siluman kera ada di sana!" seru Aaron yang terus melesat dengan ilmu meringankan tubuhnya.
"Hap....hap.....hap.....!!"
Aaron melompat menuju ke Goa, dengan memijakkan kakinya dari batu satu ke batu lainnya.
"Happ....!"
Tibalah Aaron di mulut goa dimana kera tadi masuk, yang lumayan besar dan sepertinya sangat dalam.
Aaron pun masuk ke goa itu dengan meningkatkan kewaspadaannya dan menebarkan pandangannya ke setiap sudut goa.
"Hmm...! kenapa sepi?" tanya Aaron dalam hati dan langkahnya terhenti, karena tiba-tiba dia di kepung puluhan kera berekor panjang.
"Uuuk...aaak....uuuk....aaakkk.....!!"
"Uuuk...aaak....uuuk....aaakkk.....!!"
Suara mereka yang nyaring memekikkan telinga, dan Aaron sempat menutup telinga karenanya.
"Berhentiiiiiii.....!!" Aaron berteriak.
Kera-kera itu seolah tak mengerti, mereka membuat suara lagi.
"Aku kesini mau bertemu raja kalian! dimana dia?" tanya Aaron dengan nada tinggi karena suara gaduh dari para kera ekor panjang.
"Kembali kera-kera itu tak menghiraukan Aaron.
"Apa kau mencariiku dewa Perang?" tanya bayangan dari dalam goa yang melangkah menghampiri Aaron dan perlahan-lahan terlihat wujudnya seekor kera yang berdiri tegap setinggi manusia dewasa dengan ekor panjangnya.
"Oh kau siluman Kera Ekor panjang!' seru Aaron yang menatap ke arah siluman itu.
"Iya ini aku! mau apa kamu mencariku?" jawab sekaligus tanya siluman kera ekor panjang.
"Bebaskan Dewi hujan sekarang juga!!" seru Aaron dengan lantang.
"Dewi bulan? dia tidak bersamaku!!" seru siluman kera itu dengan tatapan kebohongannya.
__ADS_1
"Apa kau masih mengingkari? kalau siluman kuda yang memberitahuku?" tanya Aaron pada siluman kera ekor panjang itu.
"Apa? kurang ajar! kenapa dia membocorkannya?" kata Siluman kera ekor panjang itu dengan geram.
"Kau mau apa? dia sudah tewas! Dan sekarang giliran kamu!!" kata Aaron sedikit menghardik.
"Tidak mungkin? apa kau sehebat ayahmu? si dewa pedang itu?" tanya siluman kera ekor panjang itu dengan penasaran.
"Apa kau mau mencoba?" tanya Aaron yang sudah dalam posisi bersiap siaga melawan siluman kera ekor panjang itu.
"Kurang ajar...! sok jagoan kamu..!'umpat siluman kera ekor panjang itu yang bersiap memberikan serangan.
Dan mereka saling beradu jurus.
"Hop hiaat...!!"
"Bagh....!!"
"Bughh....!!"
"Bagh....!!"
"Bughh....!!"
"Aaghh..!!"
Siluman kera itu terpukul mundur karena pukulan tangan kosong Aaron.
"Kurang ajar..! rasakan ini..!!" seru siluman ker ekor panjang yang kemudian menggunakan ekornya untuk melilit tubuh Aaron.
"Aaarrgghh..... aaarrgghh.... aaagrrh..!!'
"Aagh...! apa yang harus aku lakukan? A..aku hampir kehabisan nafas. Sesak sekali..!!" ucap Aaron dengan nafas tersengal-sengal.
"Haa..haa....! akhirnya aku bisa balas dendam atas kematian kedua orang tuaku!" ucap siluman kera itu dengan girangnya.
"A..apa maksud kamu?" tanya Aaron yang penasaran.
"Kedua orang tuaku telah dibunuh oleh ayahmu si dewa Pedang! Jadi sekarang aku balas dengan membunuh anaknya! ha..ha .!"jelas siluman kera ekor panjang dengan tawa yang menggelegar.
"Tolooooong...! Tolooooong....!!"
Tiba-tiba terdengar suara perempuan orang minta tolong.
"Dewi hujan..!!' seru Aaron yang teringat dengan tujuan semula, yaitu menolong dewi hujan.
"Apa kau mau berlagak menjadi pahlawan? menolong diri kamu saja tidak bisa, apa lagi mau menolong dewi hujan!' seru siluman kera itu dengan tersenyum sinis.
"Aaarghh..!! kurang ajar..! " umpat Aaron yang kini tubuhnya hampir lemas karena kehabisan nafas.
Tiba-tiba di pelupuk matanya ada bayangan Kirana yang berlatih pedang Awan.
"Hop hiaaat....!!"
"Weeeet.....! weeett......! weeet...!"
" Ki..Kirana semangatlah berlatih! aargh..,!!" racau Aaron yang terus mengingat Kirana.
"Pedang Awan? hei..! aku kan punya pedang cahaya! kenapa sampai lupa ya?" gumam Aaron yang kini tahu jalan keluar dari masalahnya.
__ADS_1
"Pedang cahaya....!!"
Seru Aaron yang memanggil pedang cahaya dari dalam dadanya.
Dan secara otomatis, pedang itu keluar dari dalam dadanya dan memotong ekor siluman kera ekor panjang yang melilitnya itu.
"Aaaaghhh...!!"
Kini giliran siluman kera yang kesakitan.
"Bedebah sialan...!!"
Umpat siluman kera ekor panjang yang dengan amarahnya.
Dan kini Aaron telah bebas dari lilitan ekor siluman kera ekor panjang itu.
Siluman kera ekor ekor panjang itu memegangi ekornya yang putus.
Aaron mengendap-endap masuk lebih dalam ke goa.
Dia mencari di mana suara minta tolong tadi.
"Dewi hujan...! dimana kau..!!" seru Aaron yang mengedarkan pandangannya ke dinding dan sudut goa.
"A..aku di sini...!"
Seru suara seorang perempuan yang kedua tangannya terikat pada dinding.
"Dewi hujan....!!"
Seru Aaron yang kemudian membebaskan. Dewi hujan.
"Terima kasih, bukankah kamu Aaron dewa perang?" tanya Dewi hujan itu saat sudah bebas.
"iya, saya Aaron! sebaiknya kita cepat pergi dari tempat ini! " seru Aaron dan Dewi bulan itu meng-iyakan.
Sementara itu, siluman kera ekor panjang sudah berada di luar goa.
Wujudnya kini berubah menjadi sepuluh dengan ekor yang sama panjangnya diikuti para pengikutnya.
Aaron yang sudah membebaskan Dewi bulan, juga keluar dari goa bersama Dewi hujan.
"Apa? siluman kera itu menjadi sepuluh?" tanya Aaron yang begitu terkejut saat melihat pemandangan apa yang ada di depannya.
"Iya, dia ada sepuluh!" jawab Dewi hujan yang tak kalah terkejutnya, ada sepuluh siluman kera ekor panjang dan puluhan pengikutnya.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1