
"Kamu kenapa?" tanya Kirana saat masuk dan mengambil gelas.
"Kok ada air di sini ya kak .?" tanya Kelly yang kemudian mengambil kain pel.
"Nggak tahu, apa mungkin Oyen..?!" jawab Kirana yang kemudian menengok ke arah Oyen.
Oyen masih pura-pura tidur.
"Bisa jadi..!!" sahut Kelly setelah selesai dengan urusan ngepelnya.
"Oyen...! Kirana mau ngomong nih..!!" kata Kirana yang habis minum air dan Menghampiri Oyen yang masih bermalas-malasan di sofa.
"Tidur apa pura-pura tidur ya..? Kirana gelitikin ya..!!" kata Kirana yang mulai iseng menggelitikin Oyen.
.
Oyen pun bangun karena kegelian.
"Meooooowww....meoooowwww...!!"
Oyen memberi tanda kalau tidak mau di gelitikin dengan kaki depannya, namun Kirana semakin menggebu menggoda Oyen.
Mereka saling canda, Kelly yang menyaksikan hanya menggelengkan kepala dan tersenyum.
Tak beberapa lama ada yang datang. Kelly keluar untuk mengetahui siapa yang datang.
Ternyata Maggie dan BoCan yang datang.
Maggie dan Kelly menyirami bunga. Dan BoCan pun masuk ke dalam kios.
"Kirana..!!" panggil Bocan namun dia tak menoleh ke sofa melainkan mengambil gelas dan hendak minum.
"Eh iya..! BoCan sudah pulang..?" sahut Kirana yang kemudian menghentikan aksinya dan melihat BoCan dan demikian pula Oyen.
Saat melihat siapa yang memanggil Kirana, Oyen kaget dan langsung berdiri.
"Ibu....!!!" kata Oyen namun bila di dengar di telinga manusia hanya meong nya.
"Meooooowww...!!"
BoCan yang sedang minum,mendengar suara Meongan Oyen langsung tersedak.
"Hukk... huk....Hukk....!!
"BoCan..! BoCan tidak apa-apa..??" tanya Kirana yang khawatir, namun sedetik kemudian dia sedikit mundur saat melihat kedua mata BoCan mengeluarkan sinar kuning keemasan.
BoCan menggunakan kekuatan perinya untuk melihat sesuatu yang tak bisa di tangkap dengan biasa.
"Aaron...! Aaron ...!! putraku...!!" seru BoCan yang kemudian merentangkan tangannya seolah mengharap pelukan.
"Meooowww....!!"
Oyen pun melompat ke dada BoCan dan mereka pun saling peluk.
__ADS_1
"Aaron..? BoCan tadi bilang Aaron..? BoCan tahu nama Oyen..??" kata Kirana dalam hati dan.memandang keduanya dengan tak percaya.
"Bo..BoCan kenal Oyen..?" tanya Kirana heran.
"Kirana, berarti benar instingku. Kamu yang akan membawa putraku kemari...!!" seru BoCan yang kemudian duduk di Sofa dan memangku Oyen.
"A...anda ibunda Oyen eh..Aaron..??" tanya Kirana yang terkejut.
"Iya..!!" Jawab BoCan sambil mengusap punggung Oyen dengan lembut.
"Sebentar..! kamu bilang tadi Aaron..? berarti kamu lihat dia dalam wujud aslinya..?" tanya BoCan yang penasaran.
"He..eh, Oyen bisa berubah jadi Aaron kalau menelan mutiara putih dari siluman-siluman yang di lumpuhkan Oyen..!" jelas Kirana.
"Jangan-jangan kalian pacaran ya..?!" goda BoCan, hal itu membuat wajah Kirana merona dan gadis itu menunduk menyembunyikan rasa malunya.
Pandangan BoCan mengarak ke Oyen.
Kirana pasti dah lihat wajah tampan kamu ya..? makanya dia kesemsem sama kamu ya..? sama kayak Leony yang suka sama kamu..!!" goda BoCan sambil membuat oyen berdiri.
"Meooow...!!"
"Aaron yang menggoda Kirana duluan BoCan..!!" seru Kirana yang nggak mau dibilang suka duluan sama Aaron.
"Benar begitu..?" tanya BoCan sambil melirik Kirana.
"Meeoooowww...!!"
"Wah..! ternyata gadis di sampingku ini bukan gadis sebarangan..! he..he..! bisa menaklukan hati putraku..! padahal putri Ratu Flower yang jelas-jelas keturunan dewa dan peri, tak mampu menaklukkan hati putraku..!!" jelas Bocan yang terus mengusap kepala Oyen.
"Aku kangen wujud aslimu..!!" seru BoCan saat menatap Oyen. Karena dalam pandangannya dia hanya melihat wajahnya saja.
"Oyen bisa berubah sekarang, tapi saya tidak bawa bajunya. Kayak kemarin saja kami sampai malam terjebak di sini..!!" jelas Kirana.
"Pantas saja aku merasakan aura Aaron, jadi kemarin malam kalian ada di sini?" tanya Bocan sambil memandang Oyen.
"Iya..! karena Aaron hanya berbalut selimut dalam ruangan Bocan..!!" jelas Kirana.
"Aaron, pakai kalung peri ini ya, jika kamu berubah sewaktu-waktu..! kamu akan tetap pakai baju. Kalung ini hanya berguna untuk dirimu sendiri. Tidak bisa di gunakan untuk orang lain, karena ini kalung khusus untuk peri...!!" jelas Bocan yang kemudian memakaikannya pada Oyen.
"Coba bagaimana dia berubah..??" tanya bocan. yang penasaran.
"Dengan menelan mutiara putih ini BoCan..!!" jawab Kirana sambil menunjukkan satu plastik klip berisi tiga mutiara putih.
BoCan pun mengambilnya dan menyiapkan pada Oyen.
Kirana menutup matanya, dia malu bila harus melihat Oyen berubah jadi Aaron yang tanpa busana.
Beberapa detik kemudian Oyen berubah wujud.
Aaron meraba tubuhnya dia berubah ke wujud ke wujud aslinya dan dia memakai baju.
" Aaron..!!" teriak BoCan dan menghambur pelukan pada putranya. Dia memeluk, mencium kening dan pipi putranya.
__ADS_1
"Ibu..! Aaron juga kangen sama ibu..!!" kata Aaron saat dalam pelukan Ibunya.
BoCan melihat Kirana yang masih menutup matanya.
Kini sofa itu diduduki tiga orang.
Aaron memberi isyarat pada ibunya untuk diam.
"Kirana..!!" buka dong matanya..! aku kan ingin lihat indahnya bola matamu..!!" seru Aaron.
"Nggak..!! kamu akan menodai mataku..!!" seru Kirana yang masih menutup kedua matanya dengan telapak tangan kirinya.
"Kalau masih tak percaya, aku cium lho..!!" seru Aaron sambil meraih tangan kanan Kirana dan menarihnya di dadanya.
Telapak tangan kanan Kirana itu pun mulai bergerilya eh. salah meraba dada Aaron yang memakai Sweater.
Perlahan Kirana membuka matanya setelah meyakinkan dirinya kalau Aaron memakai baju.
"Aaron..!!" Kirana memeluk Aaron. Entah mengapa dia sangat merindukannya.
Aaron pun tersenyum dan juga BoCan ikut tersenyum.
Tiba-tiba Maggie dan Kelly masuk tanpa mengetuk pintu.
"Permisi..! BoCan kami mau pul....!!!" pamit Maggie yang terputus karena melihat teman kerjanya itu dalam pelukan laki-laki yang tampan seperti artis Mandarin Aaron Kwok itu.
"Aaron Kwok..! bo..boleh kita foto bareng..!" seru Maggi yang mengeluarkan ponselnya demikian pula Kelly.
"Hei..! A..apaan..!! nggak boleh..!!" seru Kirana yang menyadari teman-temanny mulai usil, maka dia duduk di pangkuan Aaron berharap bisa menutupi wajah Aaron dari kedua kakak beradik itu.
Maggie berusaha menengok ke sisi samping Kirana dan demikian juga Kelly yang mengok ke sisi lain Kirana.
"Di bilangin nggak boleh ya nggak boleh..!! kalian ini ngeyel ya...!!' seru Kirana geram.
Tapi beda dengan Aaron, dia malah mengaitkan kedua tangannya di perut Kirana, dia memeluk Kirana dari belakang.
BoCan yang melihat tingkah ketiga pegawainya, akhirnya berdiri sedikit kesal.
"Apa kalian tak menganggapku ada..??" tanya Bocan sambil berkacak pinggang.
...~¥~...
...Yuk dukung Novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA, dengan memberi like/komen/♥️/⭐5/🎁 maupun vote-nya ya.....
...Dukung juga di novel saya yang lainnya.....
...*CINTA UNTUK YULIA...
...*GADIS TIGA KARAKTER...
...*HITAM BUKAN HITAM HIDUPNYA....
...*JADIKAN AKU YANG KEDUA...
...Terima kasih....
...Bersambung...
__ADS_1