Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Part 14 ; Quality Time Aaron dan Kirana


__ADS_3

"Tenang saja sewaktu membongkar istana Siren, aku menemukan kitab ramuan mengubah duyung menjadi manusia" jelas Wallache.


"Benarkah?" tanya Adelia yang memastikannya.


"Iya, benar!" jawab Wallache sembari mengulas senyumnya.


Wallache kemudian mengeluarkan tas berwujud kerang yang dia gunakan untuk menyimpan pil ramuan yang sudah dia buat.



Setelah mengeluarkan pil ramuannya, Wallache menelan pil ramuannya sendiri itu.


Dan dalam sekejap Wallache Telang menjadi sesosok laki-laki tampan yang berdiri tepat dihadapan Adelia.


Adelia terkesima karenanya, dia tak menyangka Wallache berubah menjadi manusia lengkap dengan pakaian kerajaannya.


"Hei! kamu kenapa Adelia?" tanya Wallache melihat Adelia yang terbengong karena melihat penampilan Wallache yang sekarang.


"Eh, enggak...nggak apa-apa kok!" ucap Adelia yang saat ini rona wajahnya memerah seperti kepiting rebus.


"Kalau begitu ayo kita jalan" ajak Wallache pada Adelia.


"I..iya ayo!" balas Adelia yang masih terlihat gugup.


Kemudian mereka melangkahkan kaki menyusuri pasir tepi pantai pesisir Z.


...****...


Kembali ke cerita dimana saat Adelia berpisah dengan Aaron dan Kirana di tepi pantai pesisi Z.


Kirana dan Aaron saling pandang dan saling mengulas senyum mereka.


Tak berapa lama mereka telah sampai di tepi pantai pesisir Z.


"Kami akan tunggu kamu disini sembari kami menikmati indahnya pantai dan merdunya deburan ombak pantai Pesisir Z ini." ucap Kirana diantara semilirnya angin pantai pesisir Z.


"Iya, terima kasih untuk kalian berdua" ucap Adelia yang sembari mengulas senyumnya.


Adelia terus berjalan menyusuri bibir pantai pesisir Z untuk menuju ke teluk Athemoissa.


Sedangkan Aaron dan Kirana berjalan-jalan menyusuri deburan ombak tepi pantai pesisir Z sambil bergandengan tangan.



"Ini ceritanya kita Quality time begitu ya, he..he..!" ucap Kirana sembari menatap suaminya dengan mengulas senyumnya.


"Ya iya, kita pacaran lagi. Jangan sampai kalah sama yang muda-muda! ha..ha...!" balas Aaron dengan tertawa renyah.


"Hmm...! benar-benar seperti anak muda yang sedang berlibur, tanpa anak tanpa rutinitas keseharian" ucap Kirana sembari merasakan lembutnya angin pantai yang sepoi-sepoi menerpa wajahnya.

__ADS_1


"Kamu lapar tidak?" tanya Aaron seraya menatap wajah istrinya yang nampak berseri-seri tatkala angin menerpa wajahnya.


"Eh, iya. Ayo kita makan! perutku sudah meronta-ronta minta diisi" jawab Kirana.


"Kalau begitu, ayo kita cari warung makan" ajak Aaron.


"Iya, ayo kita cari yang sekalian ada es kelapa mudanya ya!" ucap Kirana seraya melihat ke deretan lapak warung makan yang ada di tepi pantai pesisir Z,


"Iya" ucap Aaron yang kemudian keduanya melangkahkan kaki melewati pasir putih pantai pesisir Z.


Dan akhirnya mereka sampai di depan warung makan yang menunya sesuai keinginan mereka.


Keduanya kemudian masuk ke dalam warung makan itu dan memesan makanan selera mereka masing-masing.


Dan tak lupa pula mereka memesan es kelapa mudanya.


"Bunda, tak menyangka banyak kenangan di pantai ini ya" ucap Aaron disaat selesai memesan pesanan mereka pada pelayan warung makan.


"Iya, mulai dari saat aku tahu bertemu ayah dan tahu keadaannya waktu itu, aku yang dijodohkan ayah dengan ayah Andy kala itu, saat si Oyen yang hilang, senja yang telah tiada sampai saat bertemu Asia dan keluarganya hingga perlawanan terhadap para Siren" jelas Kirana seraya menatap wajah suaminya yang saat ini mereka duduk berhadapan.


"Berarti kenangannya lebih banyak kamu dari pada aku, he..he..!" canda Aaron tapi memang benar adanya.


"Eh, iya bener! maka dari itu aku ajak suamiku ini untuk ikut mengantar sekaligus kita berlibur" ucap Kirana seraya mengulas senyumnya.


"He..he..! biasa saja kamu" ucap Aaron dan datanglah pelayan warung makan sembari membawa pesanan mereka.


"Ayo kita makan!" seru Kirana yang mulai tak sabar untuk memakan menu makanan yang dihidangkan oleh pelayan warung makan tadi.


"Eh iya" ucap Kirana dan keduanya berdoa, lanjut memakan semua pesanan mereka.


"Jika melihat semua makanan ini, jadi mengingatkanku pada saat kita di dunia siluman" ucap Aaron yang tiba-tiba saja.


"Eh, kenapa memangnya?" tanya Kirana yang penasaran namun tetap mengambil dan memakan makanan yang ada dihadapannya .



"Maksud ayah apa ya?" tanya Kirana pada suaminya.


"Di sini ikannya di bumbui dengan melimpah ruah, sedangkan pada waktu di dunia siluman kita tak pernah merasakan makanan senikmat ini." jelas Aaron yang mengingat kejadian beberapa puluh tahun yang lalu di saat mereka berada di dunia siluman.


"Iya, tidur saja hanya diatas batu!" ucap Kirana yang membenarkan perkataan Aaron.


"Ayo kita habiskan makanannya, sayang kan sudah kebeli kalau tidak dihabiskan!" seru Aaron dan mereka menyantap makanan yang ada dihadapannya dengan lahapnya.


Tak berapa lama mereka telah selesai makan, setelah itu meminum kelapa muda yang juga menjadi pesanan mereka.


Setelah selesai, Aaron segera membayar makanan dan minuman yang telah mereka santap sore itu.


Keduanya kemudian melangkah keluar dari warung makan dan menuju ke tempat dimana mobil mereka terparkir.

__ADS_1


"Sebaiknya bagaimana, kita tunggu Adelia disini apa tunggu dia di villa?" tanya Aaron yang meminta pendapat pada isterinya.


Sebaiknya kita tunggu disini, karena kalau kita menunggunya di Villa, maka akan kejauhan bila kita akan menjemput dia." jawab Kirana yang memberi solusi.


"Baiklah kalau begitu kita tunggu di dalam mobil saja!" seru Aaron.


"Iya, itu lebih baik!" seru Aaron yang kemudian membuka pintu belakang mobilnya, untuk Kirana.


"Kenapa membuka pintu mobil di belakang? bukannya di depan?" tanya Kirana yang penasaran.


"Kitakan cuma nunggu Adelia, jadi santai-santai sajalah di kursi belakang!" jawab Aaron pada saat Kirana masuk dan Aaron memberi kode pada Kirana untung menggeser posisi duduknya.


Kirana menurut saja, dia menggeser kan tubuhnya ke posisi tepat di belakang kursi kemudi.


Aaron masuk dan memposisikan dirinya duduk sejajar dengan Kirana.


Ketika melihat isterinya sedang mengotak-atik ponselnya, tiba-tiba saja Aaron merebahkan kepalanya tepat di atas kedua paha Kirana dan menjadikannya bantal.


"Hei sayang, kamu ngapain?" tanya Kirana yang kemudian meletakkan ponselnya di dalam tasnya.


"Katanya hari ini Quality time kita, jadi jangan ada ponsel diantara kita!" seru Aaron yang kemudian memejamkan kedua matanya.


Kirana yang mengerti maksud dari suaminya kemudian mengusap dengan lembut dahi sampai rambut suaminya, hingga sang suami tertidur pulas dan Kirana perlahan juga ikut memejamkan matanya.


Satu jam kemudian posisi mereka bergantian, Aaron yang dalam posisi duduk dan Kirana yang berbaring.


Hari makin beranjak malam, dan Aaron merubah kursinya, agar bisa untuk tidur berdua.


Kirana mengambil selimut dan bantal di bagasi mobil, dan keduanya kini sudah dalam posisi terbaring dengan sejajar.


"Istriku, kenapa tiba-tiba aku ingin ya!" ucap Aaron seraya melirik isterinya.


"Ingin apa?" tanya Kirana yang belum paham maksud dari suaminya.


"Masak nggak paham!" seru Aaron seraya mengusap kepalanya dengan kasar. Sedikit kecewa dengan sikap Isterinya.


"Apa sih?" tanya kirana yang sebetulnya sudah paham dengan makssud dari suaminya.


"Ah masak nggak paham juga? kita buat adik yuk untuk Kiaro ya?" ucap Aaron yang kemudian memposisikan wajahnya mendekati wajah Kirana.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla...


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...

__ADS_1


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2