Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Caty My Secret Girl (Melawan Maling Tanaman)


__ADS_3

"Vivian tetap disini!" seru Kiaro saat selesai memarkirkan sepeda motornya dan melihat suasana kios yang tak seperti biasanya.


Gadis cilik itu menurut saja dan tak bergerak dari posisinya.


Sementara Kiaro bergerak mendekati si maling laki-laki itu.


"Hei kau mau apa di sini!" seru Kiaro yang sudah berada di belakang maling itu.


"Kurang aja! aku ketahuan!" gumam dalam hati maling laki-laki itu yang kemudian dia bersiul.


"Suit...!"


Dan datanglah dua orang laki-laki bertubuh gempal dengan naik dua sepeda motor dengan saling berboncengan.


"Oh, memanggil bala bantuan rupanya!" seru Kiaro yang memberi kode pada Kelly dan Maggie untuk menepi dan mencari tempat yang aman.


Kedua perempuan itu menepi dan Kelly melihat ke arah Caterina yang sibuk memegangi si maling wanita itu.


"Kak Maggie saya bantu Caterina, kakak panggil keamanan atau polisi!" seru Kelly yang membagi tugas.


"Oiya, benar juga!" balas Maggie yang berlari masuk ke kios mencari tas yang ada ponselnya di dalam tasnya tersebut.


Sementara itu Kelly mengambil tali dan membantu Caterina untuk mengikat si maling wanita yang ditahan oleh Caterina.


"Terima kasih bibi Kelly, kalau nggak pakai diikat, bisa-bisa aku seharian megangin ini perempuan! he .he..!"gurau Caterina.


Kelly hanya mengulas senyum dan membantu mengikat tangan si maling wanita itu.


Tak berapa lama Maggie keluar dari dalam kios, seraya memasukan ponselnya dalam tasnya.


"Aku sudah telepon kepolisian, sebentar lagi mereka akan datang kemari." ucap Maggi yang menghampiri Kelly dan Caterina.


"Baguslah kita segera mendapat bantuan!" seru Kelly dengan sedikit berlega hati.


"Dah, kamu sama bibi Kelly dan bibi Maggie!" seru Caterina seraya menatap wajah si maling perempuan itu.


"Dasar kau ya!" umpat si maling perempuan itu geram.


"Kamu mau kemana Caterina?" tanya Kelly yang penasaran.


"Caterina mau bantu Kiaro sebisa Caterina" jawab Caterina dengan mengulas senyum dan melangkahkan kaki menuju ke tepi jalan raya dimana Kiaro melawan empat maling laki-laki yang bertubuh gempal itu.


"Bagh ...bugh....bagh....bugh....!"


Jurus demi jurus telah terlewati dan salah satu maling itu sudah terkapar tak berdaya.


Caterina mendekati dan memunggungi Kiaro serta bersiaga untuk menyerang para maling itu.


"Kenapa kamu kemari? aku bisa mengahadapi mereka sendirian!" seru Kiaro dengan pandangan matanya tetap ke depan mengawasi para maling itu.


"Jangan khawatir, aku bisa jaga diri! kamu lawan yang dua dan aku lawan yang satu itu!" seru Caterina yang mulai maju dan menangkis serangan lawannya.

__ADS_1


Dan akhirnya Kiaro melawan dua orang maling dan Caterina melawan satu maling laki-laki itu.


"Hop hiaaat..!"


"Bagh ...bugh....bagh....bugh....!"


"Aaaghh....!"


Pukulan demi pukulan telah terjadi dan salah satu maling yang melawan Kiaro telah terkena pukulan Kiaro di ulu hatinya.


"Hop hiaaat..!" Caterina mulai menyerang.


"Bagh ...bugh....bagh....bugh....!" dia menangkis setiap pukulan lawannya.


"Dagh... dugh.... dugh... dugh...!'' tendangan demi tendangan dari Caterina saat melawan lawannya itu.


"Aaaghh....!" lawan Caterina terdorong jatuh mundur beberapa langkah sebelum akhirnya jatuh ke tanah.


Demikian pula Kiaro yang tinggal melawan satu orang yang akhirnya dikalahkan oleh Kairo dengan pukulan dan tendangannya.


"Akhirnya selesai juga membereskan kalian!" seru Caterina yang kemudian di bantu Maggie mengikat para maling itu.


"Iya, buat susah saja!" seru Maggie yang geregetan.


Tak berapa lama, para polisi berdatangan dan menangkap para maling itu dan Maggie diminta memberikan laporan ke kantor kantor kepolisian.


"Mama...!" panggil Vivian pada saat melihat Kelly dan semua sudah dalam keadaan tenang.


"Ayo kita benahi semuanya pot-pot dan bunga-bunga yang hancur karena perkelahian tadi!" seru Kiaro dan semuanya setuju.


Kemudian semua bahu membahu membereskan semuanya sesuai posisi semula.


Tak berapa lama, Aaron dan Jimmy pulang dari tempat mereka kerja.


"Kami pulang!" ucap Aaron dan Jimmy secara bersamaan.


"Yah kalian, kenapa pulangnya nggak sedari tadi?" gerutu Kelly yang sedikit kesal.


"Sebaiknya kita tutup kios bunga Rosenya, karena hari sudah beranjak sore" ucap Jimmy yang melihat jam tangannya.


"Iya, Kairo dan Caterina, bantu aku menutup kios bunga rose ini." pinta Kelly.


"Iya bibi" jawab Caterina.


"Iya Tante!" balas Kiaro.


"Vivian, ayo pulang sama papa nak!'' seru Jimmy dan Vivian menghampiri papanya.


Jimmy, Aaron melangkahkan kakinya menuju ke mobil mereka masing-masing dan setelah itu mereka menuju ke rumah.


Sementara itu Kelly membereskan semua hand buket yang terlanjur dia buat bersama Maggie pada saat sebelum mengetahui itu bagian rencana dari para maling tanaman milik kios bunga rose.

__ADS_1


Kiaro dan Caterina sibuk menyirami tanaman bunga.


"Caterina, bela diri kamu lumayan juga tadi!' seru Kiaro sambil mengarahkan selang ke arah tanaman bunga yang ada di hadapannya.


"Iya lumayanlah, ayah dulu sering mengajariku!' jawab Caterina yang sedang menyapu lantai di teras kios bunga rose.


"Oh, begitu ya!" ucap Kiaro, namun tiba-tiba timbul keisengannya.


Kiaro mengarahkan selangnya ke arah Caterina, dan seketika itu juga Caterina terkejut dan melompat kecil untuk menghindarinya.


"Kiaro..!" seru Caterina yang kemudian melangkahkan kakinya menghampiri Kiaro dan berusaha merampas selang air itu.


Terjadilah perebutan selang dengan serunya dan tanpa terasa kedua mata mereka berdua saling menatap intens.


"Hm ..hm.! Caterina, bantu bibi memasak!" seru Kelly setelah menutup dan mengunci pintu kios bunga Rose.


"Ah, Tante tidak tahu apa, kalau keponakannya sedang usaha" gerutu Kiaro kesal.


"ma'af deh keponakaan Tante yang paling ganteng, tapi kan Tante memang sedang butuh bantuan. Apa lagi bibi Maggie beluama ulang dari kepolisian." jelas Kelly seraya mengulas senyumnya.


"Iya-iya, tante memang benar." ucap J


Kiaro sembari tersenyum dan sekali lagi melihat paras cantik pujaan hatinya.


"Tapi sebelumnya Caterina mandi dulu bi!" seru Caterina yang merasa risi karena bajunya yang basah karena tadi di semprot air sama Kiaro.


"Iya, bolehlah.Tapi cepat sedikit ya!" balas Kelly yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke rumah kediaman Aaron


Kiaro dan Caterina menyusul dengan naik sepeda motor sport milik Kiaro.


Sesampainya di rumah, Kiaro dan Caterina membersihkan diri mereka di kamar mereka masing-masing.


Kelly memasak, Aaron, Jimmy dan Vivian yang sudah mandi dan berganti pakaian, bercengkrama di ruang keluarga.


Tak berapa lama Maggie pulang dan dia langsung melangkahkan kaki menuju kamar tamu dan membersihkan dirinya.


Caterina dan Maggie telah selesai dengan berhiasnya, kemudian mereka melangkahkan kaki menuju ke dapur dan membantu Kelly memasak.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla...


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2