Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Lima Pertemuan VI :Siluman Laba-laba dan Kaca Benggala


__ADS_3

Dan Aaron segera mencari BoCan dan yang lainnya, menuju ke kamar Dona.


"Blakk..!!"


Aaron membuka pintu kamar Dona secara kasar, dan dia mendapati sebuah ruangan yang luas dengan semua fornitur yang serba mewah.


Di sudut ruangan terdapat sebuah kaca yang lebih besar dari lainnya.



Sementara itu di atas karpet lantai di sisi depan tempat tidur, terdapat gulungan seperti kepompong yang menyembul kepala seorang wanita yang tak lain Dona, mamanya Kirana.


"Mama..!!" teriak Kirana saat melihat wajah mamanya yang begitu pucat karena energynya di serap oleh para siluman-siluman itu.


"Ki..Kirana, pa..papa...pergi....pergi jauuuh..!!" seru Dina dengan suara paraunya.


Nikholas dan Kirana tak mengindahkan seruan Dona, mereka menghampiri Dona dan berusaha melepaskan balutan sarang laba-laba yang mengikat Dona bagaikan kepompong.


"Om Nikholas dan Kirana minggir sebentar, biar aku belah sarang laba-laba yang membalut tubuh Tante Dona..!" kata Aaron yang bersiap dengan pedang cahayanya.


Ayah dan anak itu pun segera menepi, dan Aaron bersiap membelah kepompong dari sarang laba-laba itu dari tubuh Dona.


Dengan pelan Aaron membelah balutan itu.


"Sreeet...!"


Akhirnya tubuh Dona pun sudah terlihat dan nampak kurus dan lemah.


"Kurang ajar..!" kalian harus membayar atas perbuatan kalian..!!" seru siluman laba-laba yang telah masuk ke dalam kamar Dona.


Dan dengan melalui mulutnya mengeluarkan sarang laba-laba yang berbentuk tali, dan mengarah ke Kirana serta mengikatnya erat dan membawanya ke depan kaca besar itu,


"Aaroon..tolong..!!" seru Kirana.


Aaron tak mendengarkanya, karena masih berkonsentrasi membelah balutan kepompong sarang laba-laba yang membalut Dona.


Siluman laba-laba yang dengan kedua matanya yang mengeluarkan sinar merah, siluman laba-laba itu membuka portal ke dunia siluman.


Dengan cepat kilat, kaca itu seolah macan yang lapar dia menelan Kirana.


"Aarooooon..!!" teriak Kirana saat tubuhnya sudah masuk ke dalam kaca.


"Kiranaaaaa...!!" panggil Aaron saat sudah selesai membelah balutan kepompong itu dan baru menyadari Kirana dalam bahaya, dan kini Kirana telah lenyap.



...(Visual Siluman Laba-laba)...

__ADS_1


"Bodoh..! bodoh...! bodohnya aku..!!" Aaron mengutuki dirinya sendiri karena keteledorannya.


"Haa..ha...terima kasih telah mengantarkan pesanan kami, walau kami yang menandainya tak bisa memakannya. Paling tidak aku bisa menyumbangkan darah gadis suci itu pada kawan-kawan kami di dunia siluman.' jelas Siluman Laba-laba.


"Kirana..!!" Aaron merasa menyesal dan membayangkan jika kirana di dalam dunia siluman itu sendirian.


"Kau harus mati...!!" seru Aaron yang kemudian dengan pedang cahaya terus menyerang siluman laba-laba.


Siluman laba-laba itu dengan mulutnya yang mengeluarkan tali dari sarang laba-laba, mengikat tangan kanan Aaron yang membawa pedang cahaya dan secara otomatis Aaron tak bisa bergerak menggunakan pedang cahaya.


Namun Aaron tak kehilangan akalnya, dia menghantam siluman laba-laba dengan bola-bola cahaya melalui tangan kirinya.


"Doummm....!! Doummmm....!!"


Tubuh Siluman laba-laba itu menenerima serangan bola-bola cahaya yang mengakibatkan tali yang mengikat lengan Aaron itupun putus seketika.


Dan Aaron tak menyia-nyiakan waktunya, dia memutar pedang cahaya dan dengan melesat dia mengarah ke tubuh siluman laba-laba.


"Jlebb...!!"


Pedang itu bersarang ke tubuh siluman laba-laba.Dan darah berwarna hijau keluar dari sisi-sisi pedang cahaya.


"Aaagh.. biarlah aku mati, tapi aku puas telah melempar pesanku ke dunia siluman.Kalian tak kan bisa menemuinya lagi..!! ha..ha..!!" kata terakhir siluman laba-laba dengan senyum kepuasannya.


Tak berapa lama muncullah mutiara siluman berwarna Pelangi, dan Aaron pun mengambilnya dan kemudian menyimpannya.


"Ibu..Kirana Bu...! Kirana masuk ke kaca itu..!!" seru Aaron sambil menunjuk ke arah kaca besar yang ada di sudut ruangan.


"Kaca Benggala..!!" seru BoCan yang tersentak kaget saat melihat kaca tersebut.


"Ibu tahu kaca apa itu..?" tanya Aaron yang penasaran.


"Itu kaca adalah portal penghubung ke dunia siluman.Kalau siluman bisa saja keluar masuk dengan kekuatannya sendiri karena mereka siluman. Sedangkan kita butuh dua dewa dan satu peri untuk membuka portal itu.


"Dua dewa dan satu peri..? bisa aku, ayah dan ibu..?" tanya Aaron sambil berpikir


"Kamu tidak bisa, karena kamu sedang masa kena kutukan, sebaiknya kita panggil Tony untuk membantu kita..!" seru BoCan.


Tiba-tiba terdengar suara Auman yang sangat amat keras yang mengandung tenaga dalam mengakibatkan benda-benda yang terbuat dari kaca pun pecah dan tak kecuali kaca benggala.


"Aaauuummmmmmm.....!!"


"Praaang..!!"


Kaca yang menghisap Kirana bak macan lapar itu pun pecah dan tak berbentuk lagi.


"Kaca itu..!!" seru Aaron, BoCan, Nikholas dan Dona serempak.

__ADS_1


"Apa yang terjadi..?" tanya Andy yang baru saja membinasakan siluman singa dan langsung mencari keluarganya.


"Kirana di telan kaca benggala..! dan kini kaca itu pecah..!!" jawab Aaron yang sangat khawatir.


"Aaron kita masih ada kesempatan menyelamatkan kirana..!!" kata Andy yang mencoba menenangkan putranya.


"Bagaimana caranya tuan..?" tanya Nikholas yang memapah Dona menghampiri mereka.


"Benar kita masih ada kesempatan. Aaron... Kau harus ke kerajaan langit. Di istana ada kaca benggala milik Ratu Flower, kau harus minta bantuan pada Ratu dan Raja...!" jawab Rosa yang masih ingat kalau dulu Ratu Flower pernah menunjukkan kaca benggala yang sama bentuknya.


"Tapi bagaimana Aaron ke kerajaan langit Bu..?!" tanya Aaron yang saat ini tenaganya belum cukup akibat kutukan dari si kucing hitam Archie.


"Kau pulanglah ke kios, dan makanlah kelopak mawar putih yang biasa Kirana makan. Setelah itu hentakkan kakimu dua kali dan berputar lah. Maka kau akan sampai di kerajaan langit." jelas Bocan yang kini memeriksa Dona.


"Baik ibu, ayah, Om Nikholas dan Tante Dona.. Aaron pergi lebih dulu..!!" pamit Aaron sambil melangkahkan kakinya.


"Ingaat jangan ceroboh dan selalu hati-hati..!!" pesan Andy pada putranya, yang khawatir.


Karena ini berarti dia akan berpisah lagi dengan anak semata wayangnya.


"Iya..!" jawab Aaron sambil bergegas keluar dari kamar Dona dan menuju ke tempat dimana tadi dia memarkirkan sepeda motornya.


Sementara itu, BoCan memberitahu Nikholas, kalau Dona harus segera di sembuhkan.


"Aku bisa menyembuhkan Dona, tapi kita harus ke kios bungaku, karena ramuannya ada disana." kata BoCan.


"Baiklah, ayo kita kesana..!" kata Nikholas.


Dan Nikholas pun membopong Dona turun bersama BoCan dan Andy menuruni tangga dan mereka menuju ke dalam mobil Andy.


Mobil itu pun kini melaju menjauh dari Rumah Dona.


...~¥~...


Akhir dari Lima pertemuan. Nikholas bertemu dengan Dona, Istrinya.


Novel ini ada benang biru dengan Novel Gadis Tiga Karakter.


...💗💗💗💗💗💗...


...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2