Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Dendam Ginna : Luna yang Terpedaya


__ADS_3

Tak berapa lama, mobil yang di kendarai Tony sudah menepi di depan ruko.


"Akhirnya kita sampai juga!" ucap Kirana yang merasa lega.


Tiga gadis dan satu laki-laki keluar dari mobil, mereka melangkahkan kaki menuju ke dalam ruko.


"Kalian bersih-bersih dulu ya, biar aku masak buat kita semua!" ucap Kirana pada Maggie, Luna dan Tony.


"Masak yang enak ya sob!' goda Luna.


"Pastinya!" ucap Kirana seraya tersenyum.


Tak berapa lama, Jimmy dan Kelly datang.


"Selamat sore!" ucap salam Kelly dan Jimmy bersamaan.


"Selamat sore juga, eh kalian bagaimana dengan kuliah kalian?" tanya Kirana seraya memasak mie goreng.


"Kami bisa satu kampus dan satu ruangan." kata Jimmy seraya mengambil segelas air putih.


"Oh, syukurlah!" kata Kirana yang selesai memasak mie gorengnya.


"Kakak masak apa sih? baunya harum!" tanya Kelly yang memang merasakan masakan Kirana yang harum dan enak.


"Ah ini hanya mie goreng biasa!" ucap Kirana seraya mengulas senyumnya.


Tak berapa lama Maggie dan Kelly turun dari lantai atas.


"Kirana,..!" seru Maggie yang sudah sampai di hadapan Kirana.


"Maggie, sudah selesai mandinya?" tanya Kirana yang kemudian melepas apronnya.


"Iya sekarang giliran kamu untuk mandi!" seru Maggie yang kemudian membuat minuman untuk semuanya.


"Ok!" balas Kirana yang kemudian melangkahkan kaki menuju ke lantai atas.


Sedangkan Tony juga sudah selesai dengan dengan ritual mandinya, juga ikut bergabung di meja makan.


Mereka bercerita tentang satu dengan lainnya.


Tak berapa lama Kirana juga selesai dengan acara bersih-bersihnya.


Dan kini mereka makan bersama walaupun hanya dengan mi goreng.


Selesai makan, para gadis ada yang mencuci piring ada ada yang membersihkan meja


"Kalian semua, setelah selesai sebaiknya kalian segera ke lantai atas." kata Tony yang tiba-tiba merasakan sesuatu yang akan datang, namun dia belum bisa meyakininya.


"Baik Tony!" ucap Maggie dan yang lainnya.


Kemudian Kelly, Maggie, Kirana, dan Luna melangkahkan kaki ke lantai atas.


Toni mengikuti mereka, karena akan membuat sebuah pagar dewa.


Yang nantinya tidak akan bisa di tembus oleh siluman, kecuali Manusia itu sendiri yang keluar dari pagar dewa.


Setelah berkomat-kamit merapalkan mantera, kedua telapak tangan Tony yang semula di tangkupkan kemudian di dorongan ke depan dan muncullah sinar kuning yang membentuk pagar mengelilingi ruangan dimana keempat gadis itu akan beristirahat.


"Ingat ya! kalian jangan sekali- kali keluar dari pagar ini!" pesan Tony.


"Iya Ton, kami akan ikuti pesan kamu." ucap Kirana dan semuanya masuk ke kamar.

__ADS_1


"Kalau ada apa-apa, hubungi aku. Aku dan Jimmy akan tidur di dalam mobi di depan ruko " pesan Tony yang memandang yang memandang satu- persatu gadis yang ada di depannya.


"Baik kami mengerti" ucap Maggie.


Kirana dan yang lainya kemudian tidur, walau dengan rasa khawatir, namun mereka tetap berusaha menutup kedua mata mereka.


Setelah memastikan semuanya tertidur, Tony kemudian turun dan menemui Jimmy.


"Jimmy ayo kita pergi dari sini." ucap dan Tony yang bangkit duduknya dan Jimmy mengikutnya.


"Oiya Jim, sebelumnya tolong masukkan motor kamu ke dalam ruko. Malam ini kita tidur di dalam mobil" perintah Tony.


"Baik kak Tony!" ucap Jimmy dan adik Kirana itu melakukan perintah Tony.


Setelah itu, Tony dan Jimmy masuk ke dalam mobil Tony untuk beristirahat.


Mungkin karena kecapekan, mereka semuanya kemudian tertidur dengan pulasnya.


Dan mereka tak menyadari adanya sesuatu yang masuk ke dalam ruko.


Sesuatu itu yang tak lain itu adalah seekor ular kobra.


Ular itu masuk melalui lubang bawah pintu. Sesosok ular cobra itu merayap sampai ke lantai atas.


"Aku akan menghabisi gadis itu!" seru siluman ular kobra itu yang berusaha menerobos pagar dewa yang dibuat oleh Tony.


"Auw..!"


Namun tak juga berhasil, kepalanya terantuk pagar dewa itu.


"Ah sial! ada pagar dewa yang melindunginya, bagaimana agar aku bisa masuk?" ucap ular kobra itu yang juga merupakan perwujudan Ginna, putri Ratu siluman ular kobra.


"Baik kak!" balas Ginna yang kemudian berkomat-kamit untuk merapalkan mantera.


Dan berubahlah dirinya menjadi sosok laki-laki yang mirip dengan Ekin.


Kemudian sesosok laki-laki yang bersama Luna itu merubah dirinya menjadi kepulan asap hitam yang tak lama kemudian memanggil Luna dari alam bawah sadar Luna.


"Luna... Luna... aku datang! aku datang sayang, aku merindukanmu..!" suara sesosok laki-laki itu merubah suaranya menjadi Ekin, dan berusaha untuk masuk ke dalam mimpi Luna.


Luna yang dalam keadaan mata tertutup bangkit setelah mendengar suara yang mirip dengan suara Ekin itu.


"Ekin, itukah kamu?" racau Luna dalam tidurnya yang seolah dia melihat Ekin.


"Iya, kemarilah sayang. Aku rindu kamu, Luna... Luna...!" suara Ekin itu terus memanggil Luna.


Luna terus berjalan dan menerobos pagar dewa yang di buat Tony.


Tiba-tiba tubuh Kirana bergetar hebat.


Cahaya biru keluar dari dalam tubuh kekasih Aaron itu.


"Apa yang terjadi padaku?" tanya Kirana yang bangkit dari tidurnya dengan posisi duduk.


"Pedang awan! Lu..Luna berhenti!" seru Kirana yang merasakan seperti dibangunkan benda yang ada dalam tubuhnya, dan beberapa saat kemudian Kirana menyadari apa yang telah terjadi.


Kirana mengambil ponselnya dan segera menelepon Tony.


📲"Hallo..!"


^^^📲"Tony, ada yang terjadi pada Luna. Dia keluar dari pagarvdewa dan tak mendengar suaraku!"^^^

__ADS_1


📲 "Apa keluar dari pagar dewa? gawat!"


^^^📲"Iya,"^^^


📲"Aku akan kesana!"


Tony langsung menutup ponselnya.


Kirana segera membangunkan Kelly dan Maggie.


"Maggie... Kelly bangun., !" panggil Kirana seraya menggoyangkan tubuh kedua kakak beradik itu.


Kedua kakak beradik itu bangun dan membuka kedua mata mereka.


"Ada apa Kirana?" tanya Maggie seraya menguap mengumpulan nyawanya.


"Luna keluar dari padat dewa, tadi aku panggil dia. Dan dua tak meresponku!" ucap Kirana dengan ke khawatirannya.


"Tapi kita tak boleh keluar dari pagar dewa!," seru Maggie yang juga khawatir.


"Maggie dan Kelly, kalian di sini ya! aku akan mencari tahu apa yang terjadi." ucap Kirana yang kemudian berdiri dan pedang awan telah keluar dari tubuh Kirana dengan sendirinya.


"Hati-hati Kirana!" pesan Maggie dan Kirana menganggukkan kepalanya.


Kirana keluar dari pagar dewa yang di buat oleh Tony dan melangkahkan kakinya menuruni anak tangga.


Gadis itu pun terkejut, saat melihat apa yang telah terjadi di depannya.


Sementara itu Tony yang telah menerima telepon dari Kirana, berpesan pada Jimmy.


" Jimmy ..bangun!" seru Tony yang membangunkan Jimmy.


"Huahahem...! ada apa kak Tony?" tanya Jimmy yang masih berusaha mengumpulkan nyawanya.


"Sesuatu telah terjadi di dalam ruko, kamu di sini saja dan jangan di keluar dari mobil kalau situasi belum aman!" pesan Tony.


"Iya, Jimmy mengerti Kak Tony!" ucap Jimmy.


Tony keluar dari mobilnya dan melangkahkan kaki menuju ke dalam ruko di mana ke empat gadis yang di kenalnya, berada di dalamnya.


Tony membuka pintu ruko dan masuk ke dalam ruko.


Dan betapa terkejutnya Tony yang melihat apa yang juga di lihat Kirana.


Luna memeluk seekor ular kobra yang besar dan ular itu telah menancapkan kedua taringnya tepat di leher Luna.


Beberapa saat kemudian, tubuh Luna jatuh lunglai diatas lantai.


...~Â¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2