
"Oh jadi begitu ya!" kata Kirana.
"Iya kak!" jawab Kelly yang menatap laki-laki itu dengan tatapan sinis.
"Ma'af ya Tuan, saya benar-benar sudah punya kekasih. Dan bila anda tak percaya, datanglah seminggu lagi ke sini." jelas Kirana.
"Sebelum kamu menikah, aku mau melamar kamu!" seru laki-laki itu yang masih ngeyel.
"Baiklah, kalau kamu masih juga tak percaya dan ngeyel juga! aku ingin mutiara siluman warna hitam sebanyak seratus biji dan juga mutiara siluman warna putih yang juga seratus biji. Apa kamu sanggup?" tanya Kirana dengan geramnya.
"Apa dengan dua ratus mutiara siluman itu kamu akan menerima aku?" tanya Laki-laki itu dengan semangat.
"Belum tentu!" jawab Kirana seraya mengulas senyum.
"Apa! dua ratus mutiara itu juga belum bisa membuka hatimu untukku?" tanya laki-laki itu yang penasaran.
"Iya, karena Aaron dulu juga mengumpulkan mutiara siluman. Dan itu harus dalam waktu satu Minggu!" jawab Kirana dengan senyum sinisnya.
"Dua ratus mutiara siluman dalam satu Minggu, itu saja belum tentu kamu terima?" tanya Laki-laki itu yang mulai berpikir.
"Iya dan ada lagi, kamu harus memelihara dan menyayangi dua ratus kucing Oyen, apapun warna bulunya." ucap Kirana dengan mengulas senyum karena dia yakin kalau laki-laki itu tak akan sanggup memenuhi permintaannya.
Dan itu berarti tak akan mengganggu pernikahannya dengan Aaron.
"Apa harus dipenuhi persyaratan kamu itu?" tanya laki-laki itu yang mulai tak yakin akan kemampuannya.
"Iya, bagaimana? apa kamu tak sanggup?" tanya Kirana yang menatap laki-laki itu tajam.
"Ok, akan aku usahakan!" seru laki-laki itu yang mulai ada rasa kepercayaan dirinya.
"Ingat ya, dalam waktu satu Minggu!" seru Kirana lantang.
"Oh iya, aku permisi!" ucap laki-laki itu yang kemudian pergi dari hadapan Kirana dan Kelly.
"Kak, apa kakak yakin kalau dia benar-benar memenuhi persyaratan kak Kirana?" tanya Kelly yang penasaran.
"Entahlah, tapi hanya cara itulah yang paling jitu untuk mengusir dia secara halus." jawab Kirana yang kembali menyusun pot-pot bunga.
"Benar juga kak! dia sukar sekali disuruh pergi. Sampai geram aku jadinya!" ucap Kelly yang sedikit emosi.
"Sudah, itu ada pembeli. Layani mereka! dan bilang kalau mulai besok kita libur dan hanya menerima pesanan buket saja!" ucap Kirana saat melihat beberapa pembeli yang sedang memilih-milih bunga.
"Ok deh kakak!" seru Kelly seraya menunjukkan jari jempolnya
__ADS_1
Suasana di kios bunga Rose kembali normal hingga sore hari.
...****...
Satu Minggu kemudian adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh sepasang sejoli yang ingin mengikat cinta kasih mereka.
Hari pernikahan telah tiba di depan mata, Aaron yang tampak gagah dan tampan dengan stelan Tuxido berwarna hitam.
Dan demikian pula dengan Kirana yang memakai gaun pengantin yang berwana putih.
Acara sakral itu, menjadi lebih bermakna dengan kehadiran Ratu Flower dan dua dayangnya dengan dikawal oleh panglima langit yang baru, Jacky.
Hadir pula Tony dan Maggie yang juga sangat diharapkan oleh Kirana dan Aaron.
Kirana dan Aaron saling bertukar Cincin. Dan keduanya saling berpandangan dengan tatapan kebahagiaan.
Aaron dan Kirana mengucap janji suci untuk bersatunya dua insan pada sang pencipta alam semesta.
"Aku berjanji akan selalu mencintai dan setia serta menafkahi istriku sampai maut memisahkan kita." janji Aaron.
"Aku berjanji akan selalu mencintai dan setia serta melayani suamiku dengan sepenuh hati sampai maut yang memisahkan kita" janji Kirana.
Semuanya tersenyum bahagia mendengar janji suci mereka berdua.
"Bersulang untuk kedua mempelai!" seru pembawa acara yang menuntun acara pernikahan Aaron dan Kirana.
Dan semuanya pun bersulang dan berharap doa yang terbaik untuk kedua mempelai.
"Akhirnya pernikahan yang selama ini dinanti-nantikan telah terlaksana." ucap Maggie yang sangat terharu terbawa suasana.
"Iya, seandainya kedua orang tuaku masih hidup!" ucap Kirana yang kedua netranya berkaca-kaca.
"Kirana, Ayah dan ibu Aaron kan juga orang tuamu Kirana!" ucap Ratu flower yang masih berada diantara mereka.
"Iya Ratu, hanya saja hamba begitu rindu sama kedua orang tua hamba." kata Kirana.
"Kak, kalau masalah rindu sama kedua orang tua kita, Jimmy juga rindu kak. Kak, kedua orang tua kita pasti saat ini juga tak menyukai adanya air mata kesedihan di pernikahan kakak." kata Jimmy yang berusaha menghibur kakaknya.
"Jimmy benar Kirana. Aku ada hadiah untukmu, mempelai perempuan!" ucap Ratu Flower seraya mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berhiaskan bunga-bunga yang cantik.
__ADS_1
"Terima kasih Ratu" ucap Kirana yang tak menyangka Ratu Flower akan memberinya hadiah.
"Buka saja Kirana!' seru Ratu Flower.
Dan Kirana membuka kotak itu dan dilihatnya sebuah cincin bermata biru yang sangat elok berada di dalamnya.
"Cincin?" tanya Kirana yang kemudian menatap ratu Flower seolah bertanya tentang cincin tersebut
"Ini cincin penyimpanan, jika kamu menggosok mata cincin yang bermata biru itu, maka barang yang ada dihadapanmu akan tersimpan di dalamnya. Dan kalau mau mengeluarkannya kamu harus menggosoknya sebanyak tiga kali dan menyebut benda yang akan kamu keluarkan, maka benda yang kamu sebut itu akan keluar dengan sendirinya.
"Baik yang mulia Ratu, saya mengerti. Terima kasih yang mulia!" ucap Kirana seraya menundukkan kepalanya.
"Iya, sudah!' ucap Ratu Flower seraya memberi isyarat tengadah pada Kirana dan Kirana menegadah dan mengulas senyum.
"Dan kamu Aaron!" seru yang mulia Ratu Flower.
"Hamba yang mulia Ratu" ucap Aaron seraya menundukkan wajahnya.
"Nampaknya Awan putih kecil sudah sangat cocok dengan kamu, jadi jangan kamu kembalikan padaku ya! saat ini dia milik kamu" ucap Ratu Flower seraya mengulas senyumnya.
"Terima kasih-terima kasih yang mulia Ratu!' ucap Aaron seraya menundukkan kepalanya.
Air mata Kirana semakin tak terbendung lagi.
"Sudahlah sayang, sekarang kan ada suamimu ini. Aku akan selalu mencintaimu, menjaga dan melindungimu sayang!" ucap Aaron yang menyeka butiran air mata yang jatuh di pipi chubby Kirana.
"Iya, aku percaya itu sayang" ucap Kirana yang mulai tersenyum.
"Nah, begitukan cantik!" goda Aaron.
Semuanya tersenyum bahagia, kemudian melanjutkan pesta pernikahan dengan acara berdansa bersama dengan pasangan masing-masing.
Setelah acara selesai Ratu Flower dan dua dayangnya serta Jacky, kembali ke istana langit.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
__ADS_1
...Terima Kasihh...
...BERSAMBUNG...