Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Caty My Secret Girl (Hari Bersejarah Bagi Ovinnix dan Yibo)


__ADS_3

Mohon ma'af harap bijak dalam membaca, karena di episode ini ada adegan 18+. Terima Kasih.


...💗💗Happy Reading 💗💗...


Ayo kita sarapan!" kata Yibo yang memandang ke arah Ovinnix.


"Iya, ayo kita sarapan kak!" balas Ovinnix yang bangkit dari duduknya.


"Tunggu dulu, bolehkah kita sarapan yang lain dulu?" tanya Yibo yang mulai tak bisa menguasai dirinya.


"Sarapan lain?" tanya Ovinnix yang dengan polosnya.


Yibo tiba-tiba memegang dagu gadis yang ada dihadapannya saat ini.


Tiba-tiba bibir Yibo mendarat ke bibir pink milik Ovinnix.


Dengan perlahan-lahan Yipo melakukannya dan menikmati benda tipis dan kenyal yang beradu dengan mulutnya saat ini.


Ovinnix yang semula kaget sampai membuka matanya lebar-lebar, pada akhirnya menikmati permainan dari Yibo.


Cukup lama mereka melakukannya hingga Ovinnix hampir saja tak bisa bernafas.


Merasakan gadis yang ada dihadapannya itu kesulitan bernafas, Yibo melepaskan ciumannya.


"Host...host ..host...!"


Terdengar Ovinnix yang tersengal-sengal mengatur nafasnya yang membuat Yibo semakin menyukai gadis dihadapannya itu.


Diciumilah kedua pipi chubby Ovinnix dengan lembut Dan ketika hendak mengulanginya, tiba-tiba saja panggilan alam bengingatkan mereka.


"Krucuk-krucuk...!"


Keduanya saling mengulas senyuman mereka dan kemudian Yibo mengajak Ovinnix untuk sarapan dimana dia Yipo telah memasak dan menghidangkannya.


Keduanya sarapan dengan lahapnya dan saling bercerita dan bercanda.


Setelah selesai sarapan, mereka pergi ke supermarket terdekat dan mereka segera berbelanja kebutuhan mereka.Terutama pakaian untuk Ovinnix dan pakaian pernikahan mereka.


Setelah berbelanja, Yibo menjadi tokoh terkemuka yang akan membantu pernikahan mereka.


"Mohon ma'af, pernikahannya bisanya berlangsung besok pagi, apakah kalian mau bersabar sedikit?" tanya tokoh masyarakat itu.


"Baiklah semoga kita bisa bersabar sampai besok pagi!" ucap Yibo sembari mengulas senyumnya.


Setelah berpamitan Yibo dan Ovinnix pergi meninggalkan tokoh masyarakat di desa tempat tinggal Yibo.


Yibo dan Ovinnix kembali pulang ke rumah. Kemudian mereka makan siang dan setelah itu Ovinnix tidur di kamar dan Yibo tidur sofa ruang tamu,


Matahari telah condong ke barat dan Ovinnix bangun dari tidurnya.

__ADS_1


Dia kemudian mandi dan memakai pakaian yang tadi di belinya bersama Yipo.


Setelah merias diri, Ovinnix membereskan pakaian-pakaiannya ke dalam lemari. Kemudian dia keluar dari kamar.


Saat sampai di luar kamar, Ovinnix mencari keberadaan Yibo, sampai dia berkeliling di sekitar rumah tidak juga menemukan Yibo


Hingga akhirnya dia menemukan sebuah kamar yang tertutup rapat, dan Ovinnix curiga kalau Yibo ada di dalamnya.


"Apakah laki-laki yang bernama Yibo itu ada di ruangan ini ya?" tanya dalam hati Ovinnix.


Ovinnix berusaha membuka pintu, dan akhirnya pintu itu terbuka.


Gadis itu mengintip dan menyembulkan kepalanya dan dia melihat begitu banyak ramuan-ramuan dan alat-alat seperti miskroskop dan lainya tersedia diatas meja.


"Ruangan apakah ini? Ovinnix terus melangkah dengan hati-hati, dan dia melihat ada ruangan lain yang pintunya terbuka.


Dengan mengumpulkan keberaniannya, Ovinnix masuk dan mengedarkan pandangannya.


"Banyak buku disini, ini perpustakaan sepertinya!" gumam dalam hati Ovinnix yang tanpa sadar dia menabrak seseorang.


"Brukk!"


"Auh...!" suara erangan kesakitan Ovinnix pada saat terjatuh terduduk dan demikian pula yang menabraknya.


"Ovi..!" panggil seseorang laki-laki.


"Kamu sedang apa Yibo?" tanya Ovinnix yang penasaran.


"Ini kerjaku, untuk biaya kuliah dan makanku ya beginilah kerjaanku!" jawab Yipo yang menunjukkan setumpuk buku-bukunya.


"Maksud kamu apa?" tanya Ovinnix yang penasaran.


"Aku seorang peneliti, sebagian hasil penelitian aku jual dan sebagian lagi aku bukukan dan sampulnya atas nama aku" jelas Yibo.


"Peneliti ya, boleh aku bantu?" tanya Ovinnix, karena Ovinnix itu sebetulnya adalah seorang peneliti di kerajaan kucing, hanya saja pamornya kalah karena fisiknya.


"Iya, kamu mau bantu aku?" tanya Yibo yang penasaran.


"Benar, aku ingin sekali bantu kamu dalam menyelesaikan apa yang akan kamu teliti" jawab Ovinnix yakin.


"Baiklah, ayo ikuti aku!" seru Yibo yang kemudian melangkahkan kakinya dan Ovinnix mengikutinya sampai mereka ke ruangan yang sebelumnya.


"Ovi, kenapa kamu bisa sampai disini?" tanya Yibo penasaran seraya meletakkan buku-bukunya.


"Tadikan Ovi cari kak Yibo dimana-mana nggak ada, dan tinggal di ruangan ini saja yang belum aku lihat" jelas Ovinnix.


"Oh, begitu ya. Kalau begitu, bantu aku selesaikan masalah penelitianku ini ya!" ucap Yibo dan Ovinnix dengan senang hati membantu Yibo dalam menyelesaikan penelitian Yibo.


Terkadang mereka saling memandang dan mengulas senyum di setiap kesempatan.

__ADS_1


Tanpa terasa karena sudah larut malam dan kelelahan, mereka tertidur di dalam ruangan itu dengan posisi duduk di kursi dan kepala di bangku.


Keesokan paginya,


"Huaahahemm...! jam berapa ya?" ucap Yibo saat membuka mata dan melihat jam tangannya.


"Jam tujuh, gawat! bisa terlambat ini!" seru Yibo dan dengan segera dia membangunkan Ovinnix, yang juga masih tertidur .


"Ovi, bangun! kita bisa terlambat nanti!" seru Yibo seraya menggoyang-goyangkan tubuh Ovinnix.


Gadis itu bangun dan awalnya juga terkejut karena dibangunkan secara tiba-tiba.


"Kita kan ada janji sama tokoh masyarakat sini, kalau kita akan menikah pagi ini " jelas Yibo yang semangat.


"Eh iya, ayo kita mandi!" seru Ovinnix dan mereka menuju ke kamar mandi masing-masing.


"Ovinnix di kamar mandi di kamar Yibo, sedangkan Yibo di kamar mandi di kamar tamu.


Setelah mandi dan berhias, mereka segera berangkat ke tempat diamna mereka melangsungkan upacara suci cinta mereka.


Ovinnix dan Yibo resmi menjadi suami istri, dengan Yibo yang masih sekolah di akademi kedokteran dan punya pekerjaan sebagai peneliti dan sekarang ini Ovinnix menjadi asistennya.


Kehidupan Ovinnix semenjak menjadi gadis yang baik menjadi berubah drastis, dimana dirinya bertemu dengan orang baik seperti Yibo yang melindungi dan menafkahinya serta memberikannya pelajaran tentang kebaikan dan ketulusan.


...****...


Sementara itu di rumah Aaron, Andy dan Rosa masih di antara putra, menantu dan cucu-cucunya.


"Anak kita satu Aaron, bersyukur kita dapat tambahan anak. Yaitu Jimmy, Maggie dan Adelia, kita seperti keluarga besar saja sekarang ini" Ucap Rosa yang bersedekah dan dengan senyum kebahagian memandang semua keluarganya.


"Iya sayang lengkap sudah kebahagiaan kita!" ucap Andy yang kemudian memeluk isterinya dari belakang dan mencium rambut wangi bunga milik isterinya itu.


"Tapi kak Andy, aku tidak enak kalau seperti ini terus, aku punya putri yang harus aku hidupi. Tak mungkin jika aku harus tergantung pada keluarga kak Aaron dan kak Kirana terus-menerus." kata Adelia yang membuat Rosa dan Andy saling pandang.


"Benar juga, lantas kamu mau apa?" tanya Andy yang penasaran.


...~Â¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2