
"Kami masih menanti kedatangan bunga-bunga yang masih baru dan segar dari petani yang biasa mensuplai bunga-bunga yang nantinya akan digunakan untuk tiga pernikahan nanti!" jelas Jimmy yang menatap kedua siluman binatang buas itu.
"Drrrttt......drrrttt....drrrttt....!"
Tiba-tiba ponsel Jimmy berdering.
Jimmy segera mengangkat telepon tersebut.
...📲" Hallo, ada yang bisa saya bantu?"...
📲"Ma'af apa bisa bicara dengan tuan Jimmy?"
^^^📲"I...iya saya sendiri, ada apa ya?"^^^
📲"Mohon Ma'af, putri anda menghilang. Dan kami tidak bisa menemukannya"
^^^📲"A..apa! kenapa bisa menghilang?"^^^
📲"Ka..kami ti..tidak mengetahuinya, dia menghilang begitu saja!"
^^^📲"Kami akan segera kesana!"^^^
📲"I..iya tuan, dan mohon ma'af untuk sebelumnya ya tuan"
^^^📲"Sebelum putriku diketemukan, aku belum bisa mema'afkan kalian semuanya!"^^^
📲"I..iya tuan. Selamat siang!"
^^^📲"Siang!"^^^
Jimmy menutup teleponnya dengan geram.
"A..ada apa? apa ada kabar buruk yang menimpa putri kita?" tanya Kelly dengan cemas.
"Putri kita menghilang!" jawab Jimmy yang mengusap kepalanya dengan kasar.
Sedangkan Kelly terduduk dengan lemas.
Siluman harimau dan siluman macan kumbang yang mendengarkan kalau putri Jimmy dan Kelly menghilang, saling pandang.
"Saudaraku Jimmy, bolehkah kiranya kami membantu anda, untuk menemukan putri kalian berdua?" tanya Siluman harimau yang penasaran.
"Oh, tentu! Tapi bagaimana caranya?" 'tanya Jimmy yang belum mengerti.
"Aku boleh minta pakaian yang sering dipakai oleh putri kamu?" tanya siluman Harimau seraya menatap ke arah Jimmy dan juga Kelly.
"Akan saya ambilkan!" ucap Kelly yang berusaha bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju ke rumah Aaron dan menuju ke kamar putrinya.
"Sebelum kita ke tiga pernikahan itu sebaiknya kita bantu cari putrinya Jimmy terlebih dahulu!" seru Siluman Harimau pada sahabatnya siluman macan kumbang.
"Iya, sepertinya hilangnya Putri Jimmy memang sangat misterius!" ucap siluman macan kumbang.
__ADS_1
Tak berapa lama Kelly datang dengan membawa pakaian putrinya.
"Baju ini yang sering dipakai putri saya" ucap Kelly seraya menyodorkan pakaian santai milik putrinya pada siluman harimau.
"Apakah saya bisa lihat foto terakhir dari putri anda tuqn Jimmy?" tanya siluman Harimau itu seraya mencium aroma tubuh Vivian dari baju yang disodorkan oleh Kelly.
"Ini foto dari Vivian putri saya!" ucap Jimmy seraya menyodorkan ponselnya yang ada foto Vivian.
Setelah memperhatikan foto dan mencium bau dari baju Vivian, Siluman Harimau yakin bisa menemukan Vivian.
"Baiklah, sebaiknya kita pergi ke Asrama dimana Vivian sekolah dan juga menghilang!" seru siluman macan kumbang disat semuanya sudah bersiap untuk pergi.
"Iya, agar tidak menjadi pusat perhatian, kalian ikut naik mobilku saja!" seru Jimmy yang membukakan pintu mobilnya untuk siluman harimau dan juga siluman macan kumbang.
Setelah itu Jimmy masuk ke dalam mobil karena Kelly sudah masuk terlebih dahulu.
Mobil itu menuju ke asrama dimana Vivian menimba ilmu.
Sesampainya di asrama, Kelly dan Jimmy disambut kepala sekolah dengan rasa kekhawatiran yang begitu dalam.
"Bisakah anda ceritakan apa yang terjadi pada saat Vivian menghilang?" tanya Jimmy yang penasaran.
"Baiklah tuan, akan saya ceritakan. Waktu itu...." kepala sekolah menceritakan kejadian di asrama.
...~~~~...
Matahari seakan enggan terbit di atas langit Asrama. Awan seolah terlihat muram. Suara burung yang biasa berkicau di pepohonan depan kelas, kini seolah menghilang. Hening, hanya rekaman bel pertanda pergantian jam pelajaran yang selalu memecah kesunyian.
Para siswa yang mencarinya seolah tak lagi mendapat kepercayaan. Setelah kejadian pencarian Vivian di sumur, mereka berempat tak pernah lagi diajak bertukar fikiran untuk mencari keberadaan Vivian. Terakhir kalinya, mereka dimintai keterangan oleh pihak polisi. Setelah itu, mereka ditinggalkan. Â
Namun, ada salah satu siswa yang melihat bahwa ada hal misterius di balik hilangnya Vivian. Karena ketika ia mempersiapkan dekorasi ia merasakan ada hal aneh malam itu: suara, lolongan anjing, pintu lab yang terbuka dan tertutup sendiri, bau pandan dan melati, juga ada siswa yang tiba-tiba terbaring di sumur tua.
Beberapa siswa memutuskan untuk kembali bermalam di Asrama barangkali bisa mendapatkan petunjuk tentang keberadaan Vivian.
Selasa malam mereka pamit kepada wali asrama untuk belajar kelompok. Tak mungkin mereka berbicara jujur. Karena mustahil wali asrama mengijinkan mereka pergi.
Mereka harus membuktikan, setelah mereka merasa malu akan ide yang ia cetuskan beberapa hari lalu.
Mereka memulai dari ruang audio. Kali ini mereka membawa senter barangkali, nanti lampu tiba-tiba mati.
Ruang Audio terkunci, tak ada tanda-tanda apapun di sana. Sekolah hening, bener-benar berbeda dengan malam ketika mereka mempersiapkan dekorasi untuk perlombaan bulan bahasa. Tak terdengar suara burung hantu, Jawa, tak ada pula suara lolongan Anjing malam.
Mereka memberanikan diri berjalan ke arah WC untuk mengecek tempat ketika mereka melihat penampakan hantu dengan wajah penuh darah, mata melotot seolah akan keluar.
WC laki-laki sepi, tak ada petunjuk apapun. Hanya terkadang terdengar suara tetesan air dari keran yang udah usang sehingga air sedikit bocor. Bau pesing pun masih bertengger di sana.
Beda dengan WC perempuan, nyaris tidak tercium bau. Bahkan terdapat pewangi di dalam WCnya. Mungkin, para siswa pria beranggapan bau pesing adalah aroma terapi yang tidak tertandingi. Mereka hanya tersenyum simpul, melihat dua tabiat yang 100% berbeda antara murid perempuan dan laki-laki dalam memperlakukan Per-WC-an.
Mereka melanjutkan perjalanan menuju sumur tua tempat di mana salah satu murid asrama yang pingsan.
Tak seperti biasanya, malam itu hening sekali. Tak ada suara anak-anak muda yang biasanya memacu motor mereka untuk balapan liar. Padahal ketika benar-benar diadakan lomba balap, mereka tak pernah mau ikut serta.
__ADS_1
Suara burung hantu pun hanya terdengar samar. Yang ada hanya suara jangkrik yang berlomba memikat daya tarik. Katak pun tak begitu bergairah untuk bernyanyi malam itu.
Namun, tiba-tiba bulu kuduk mereka berdiri. Ada hembusan angin tipis menerpa wajahnya. Mereka kaget sedikit saja. Kali ini rasa penasaran ingin menemukan jawaban, mengalahkan rasa takutnya pada keadaan.
Mereka juga mendengar suara langkah sepatu di belakangnya. Seperti ada sosok yang mengikuti. Mereka arahkan senter ke belakang, namun tidak ada. Hanya koridor yang sedikit terang dengan lampu usang yang terpasang.
"Ah, itu hanya halusinsiku belaka." batin salah satu siswa itu.
Kemudian mereka melanjutkan langkahnya, saat sampai di kantor guru, tepatnya di tangga ia melihat kelebatan sesosok wanita berambut panjang.
Tidak begitu jelas, karena, tiba-tiba lampu senternya mati. Sialnya, lampu penerangan Asrama tiba-tiba ikut mati.
"deg..deg..deg..deg..deg..deg.."
Tiba-tiba dada para siswa itu berdebar. Gelap sekali di sekolah, lampu senter entah mengapa tiba-tiba tak mau berfungsi. Padahal seingat mereka baru satu minggu battery senter diganti baru.
Mereka mencoba menghibur diri, mencoba memotivasi diri agar tetap berani. Namun, kadang situasi yang gelap di tambah sosok yang tadi ia lihat samar, kini menghilang dalam kegelapan.
Pintu kelas tepat di samping mereka berdiri, mulai terbuka secara pelan. Seolah ada yang membuka pintu. Lalu, ada suara kursi tergeser. Suara langkah kaki perlahan terdengar mendekatai. Suara langkah itu semakin keras terdengar. Semakin dekat, dekat, dan dekat.
Gemetaran, mereka masih berusaha, menggerak-gerakkan center, siapa tahu bisa hidup kembali. Dan mereka mulai cemas.
"Ayolah, kumohon center... hiduplah..." ucap salah satu siswa yang juga menyalahkan diri sendiri mengapa di saat genting seperti ini ia lupa membawa Handphone. Setidaknya, lampu handphone mampu memberinya penerangan.
Sebenarnya mereka ingin berlari saja, namun rasa penasaran mengalahkan segalanya. Dipukul-pukulkan center itu, belum juga hidup.
Sementara kursi di dalam kelas mulai berasa ada yang mengakat, dan dilemparkan.
"brak....." keras sekali, seperti orang yang sedang emosi, dan membanting kursi sejadi-jadi.
Lampu center mereka masih belum hidup,
Dari belakang mereka mendengar suara wanita tertawa pelan. Ia terdengar, lalu kemudian menghilang. Suara tertawa, kini berubah menjadi tangisan. Leher belakang mereka dingin, seperti ada seseorang yang meniupkan udara. Suasana semakin mencekam.
"ayolah... ayolah." Drama center dan lampu asrama itu memang membaut suasana menjadi semakin mencekam.
Tiba-tiba ada sekelebat bayangan seorang perempuan yang berlari kecang tepat di depan mereka.
Mereka alihkan pandangan pada bayangan itu, namun hilang ditelan gelap.
...~Â¥~...
...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla...
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...