Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Siluman Anjing Hitam


__ADS_3

Setelah makan siang, Maggie dan Kirana kembali melayani pembeli bunga.


Kirana lupa tidak menelan kelopak bunga mawar putih yang di mantrai itu.


Tiba-tiba seekor anjing warna hitam berada di depan kios menatap ke Kirana dengan tatapan tajam.


"Grrr.....!!"


"Maaggie...! aku takut..! anjing itu menatapku seolah-olah mau mengigitku..!!" ucap Kirana yang sembunyi dari balik punggung Maggie, penuh ketakutan.


"Aku juga takut..!! ah coba kita semprot aja dengan air pakai selang yang biasa buat menyiram bunga..!!" ide Maggie.


"Tapi dia akan semakin marah tidak..!!" tanya Kirana yang Khawatir.


"Coba aja dulu..!!" ucap maggie yang sudah siap dengan selangnya.


"Srooooott...!!"


Maggie mengarahkan air selang itu pada Anjing hitam itu.


Anjing itu semula pergi, namun beberapa menit kemudian kembali dengan berdiri seperti manusia dan memakai mantel warna merah dan hitam.


Dan masih menatap Kirana tajam.



Oyen yang semula mau meneruskan berburu silumannya di tanah lapang, mendadak berhenti.


Ada perasaan tak enak yang dia rasakan.


"Meooonngg...!!"


Kucing itu mengusapkan tubuhnya pada Kirana, agar gadis itu memperhatikannya.


"Apa Oyen..? Kirana takut nih...!!" kata Kirana yang masih bersembunyi di belakang tubuh Maggie.


"Meoong..!!


Oyen menggigit ujung bawah rok Kirana dan menariknya untuk masuk ke dalam kios.


"Kau menyuruhku masuk..? untuk apa..??" tanya Kirana yang penasaran dan mengikuti Oyen yang seakan ingin di ikuti.


Berhentilah Oyen di bawah meja, dan dia menatap ke atas seolah memberi petunjuk pada Kirana.



"Kau menyuruhku untuk apa..??" tanya Kirana yang bingung.


"Meooowww...!!"


Kirana pun melihat keatas, sesuai petunjuk Oyen.


"Mawar putih...! oh iya..! Kirana belum menelannya lagi..!!" seru Kirana yang baru sadar kalau belum menelan kelopak mawari putih yang dimantari itu.

__ADS_1


Segera Kirana menelannya sebisa mungkin, karena dia mengira anjing yang di depan tadi bukan anjing biasa.


"Makasih Oyen, kamu telah mengingatkan Kirana...!!" seru Kirana


"Toloooong....!!!"


Terdengar suara Maggie meminta bantuan.


Oyen segera keluar ruangan, dan Kirana masih berusaha menelan lagi kelopak mawar putih itu.


"Meeooooong...!!"


Oyen melihat siluman anjing itu berbalik menyemprot Maggie.


Mendengar Meongan Oyen, Siluman anjing Hitam itu mengarahkan selang ke arah Oyen.


Oyen yang takut dengan air itu, melompat kesana kemari menghindari percikan air dari selang yang diarahkan Siluman Anjing hitam itu padanya.


Tak mungkin Oyen akan menggunakan jurus pengendali udaranya, nanti akan menjadi seperti siluman ayam tadi. Akan membuat tenaga yang terbuang sia-sia.


Oyen mencoba dengan sorot matanya, namun itu juga sia-sia.


Siluman anjing Hitam itu terus menyemprot Oyen, dan terus menerus.


Oyen yang tubuhnya mungil itu pun terlempar beberapa langkah dan membentur tembok.


"Meeeoooonnngg..!!


"Oyeeeeenn..!!"


Teriak Kirana yang dengan keberanian dari mana, dia melempari Siluman anjing itu dengan pot-pot yang berisi tanah itu.


"Blogh...!!


"Blogh...!!


"Grrr..!"


Siluman anjing Hitam itu mengeram kesakitan, namun dia berusaha menakuti Kirana dengan taring giginya.


Kirana yang sebetulnya takut, namun dia lebih berusaha untuk berani.


Di ambilnya balok kayu yang akan dibuat untuk menata pot-pot itu, dia lempar ke arah Siluman anjing itu.


"Klotak...!!"


Siluman Anjing Hitam itu bisa menghindarinya.


Dan balok kayu itu pun jatuh di ruang hampa.


Kirana mengambil batang bambu dan mengarahkan pukulannya pada Siluman anjing itu.


"Tokk...!! tokkk...!!"

__ADS_1


Dua pukulan mendarat di kepala Siluman Anjing hitam itu, dan lawan Kirana itu pun sempoyongan.


Maggie yang melihat aksi refleks Kirana itu menutup mulutnya seolah tak percaya.


Siluman Anjing hitam yang tadinya ambruk, kini berusaha bangkit lagi.


Kirana tak mau memberi kesempatan siluman anjing Hitam itu.


Gadis itu memukul kembali siluman anjing hitam itu.


"Tokkk...!! Tokk..!! Tokkkkk..!!"


Di pukulan terakhir itu, batang bambu itu patah jadi dua.


"Brugh...!!"


Siluman anjing hitam itu ambruk lagi.


Kirana membuang batang bambu itu dan bergegas menghampiri Oyen dan menggendongnya.


Rupanya Siluman anjing hitam itu berusaha bangkit lagi.


Melihat hal itu, Maggie menggambil pot bunga yang terbuat dari semen dan berisikan tanah, dilemparkannya pada siluman anjing hitam itu.


"Ughhh...!"


Tak ayal, siluman anjing hitam itu ambruk untuk kesekian kalinya.


Dan kali ini tak bangkit lagi.


Mutiara putih dengan lebih besar bentuknya dan berpelangi, muncul dari tubuh siluman anjing hitam itu.


Oyen walau sedang terluka nekat melompat dan menelan mutiara putih itu


Dan tubuh siluman anjing hitam itu berubah menjadi abu.


Kali ini tidak di terbangkan angin. Tapi


hanyut karena aliran air dari selang tadi.


Abu Siluman anjing hitam itu pun masuk ke dalam selokan.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2