Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Part 1: Melawan Perampok


__ADS_3

Kembali ke cerita dimana Kirana yang ditinggal sendirian menjaga ruko yang menjadi kantor usaha Stealth Hunter Kiaro.


"Hmm... sepi juga kalau tanpa mereka" gumam dalam hati Kirana.


Kemudian Kirana membuka ponselnya.


Tiba-tiba ada empat laki-laki bertubuh kekar masuk ke dalam ruko.


Kirana yang sedang memulai memainkan ponselnya, sangat terkejut akan kehadiran empat orang laki-laki tersebut.


"Hei, serahkan semua harta-hartamu!" seru salah satu dari orang tersebut.


"Ma..mau apa kalian!" seru Kirana yang kemudian menyimpan ponsel di saku celana panjangnya


"Mau semua harta kamu, kamu sekalian juga boleh.He..he...!" ucap laki-laki kedua yang hendak memegang dagu kirana, namun Kirana menepisnya.


"Enak saja, tidak aku ijinkan!" seru Kirana yang seraya berpikir dalam hatinya.


"Bisa saja aku melawan mereka dengan pedang awan, tapi aku tak mau berurusan dengan polisi karenanya!"


"Berani ya kau!" seru laki-laki yang ketiga dan dia menarik lengan Kirana, dan Kirana berusaha melepaskan diri sebisa mungkin.


"Bugh..!" Kirana memberikan satu pukulan tepat di rahang kiri laki-laki ketiga yang menarik tangannya secara paksa.


"Kurang ajar! berani rupanya kau!" seru laki-laki itu yang kemudian memberikan sebuah tamparan di pipi sebelah kiri Ibunda Kiaro itu.


"Plakk...!"


Seketika itu juga pipi sebelah kiri Kirana muncul rona merah yang dirasa panas dan perih oleh Kirana.


"Aaaghh...!"


Kirana mengerang kesakitan dan mengusap pipi yang terkena tamparan oleh laki-laki itu untuk mengurangi rasa sakitnya.


"Kalian beraninya sama perempuan! dasar pengecut!" seru Kirana yang tak merasa takut.


"Apa kau bilang! kami pengecut!" seru laki-laki ke dua yang menarik rambut Kirana ke belakang.


"Aaaaghh..!" kembali Kirana mengerang kesakitan.


"Kalian memang pengecut!" seru Kirana.


Karena kesal dan geram dengan ucapan Kirana, laki-laki kedua itu yang lebih kencang menarik rambut Kirana dan memaksanya naik ke atas.


"Kau mau apain dia!" seru laki-laki ke satu yang melihat aksi laki-laki kedua yang memaksa dan menarik ramabut wanita pemilik ruko itu.


"Aku mau bersenang-senang sama dia, kalian cari barang-barang atau uang yang bisa untuk di jual. Setelah aku selesai, giliran kalian yang bersenang-senag dengan dia. Ha .ha..!" seru laki-laki yang menyeret Kirana itu.


Dia tak perduli walaupun Kirana meronta bahkan memukul dan menendangnya.


"Boleh juga, jadi kami dapat bagian untuk bersenang-senang ya! ha..ha..!"" seru laki-laki yang kesatu itu yang sangat senang.


"iya, dan puas-puasin dia nanti, ha..ha..!" ucap laki-laki kesatu itu yang terus menarik Kirana ke lantai atas.


"Ayo kita gasak barang-barang yang bisa dijadikan uang!" seru laki-laki kesatu.

__ADS_1


"Setuju!" seru yang lainya yang secara bersamaan.


Disaat semuanya sibuk mencari barang-barang berharga milik ruko, datanglah seorang laki-laki yang menghardik kawanan perampok itu.


"Apa yang kalian lakukan?" seru laki-laki yang baru datang itu, dia yang tak lain adalah Tony.


"Apa urusan kamu!" seru laki-laki ketiga yang berdiri berhadapan dengan Tony dengan jarak beberapa meter itu.


"Urusanku berusaha mengusik ruko ini! ruko ini adalah milik saudaraku, jadi kalian harus terima akibatnya!" seru Tony yang mulai bersiap menyerang kawanan perampok itu.


"Kurang ajar!" umpat laki-laki ketiga dan mereka mulai menyerang Tony.


Suami Maggie itu menahan, menangkis dan melawan balik serangan mereka.


"Bagh.... bugh... bagh... bugh...!"


"Aagh...!" laki-laki kesatu terkapar tak sadarkan diri.


"Bagh.... bugh... bagh... bugh...!"


"Aagh...!" laki-laki ketiga juga terkapar tak sadarkan diri.


"Hiaaat...!" Tony melakukan tendangan dan laki-laki keempat itu jatuh menimpa bangku hingga bangku itu patah.


"Brukk....!"


"Aaaggh...!" laki-laki keempat itu tak sadarkan diri.


Setelah beres dengan ketiga kawanan perampok itu, Tony menyadari tak adanya Kirana di sekitarnya.


"Aaargghhh....! tolooooong...! tolooong..!"


"Kirana! lantai atas, iya suaranya dari lantai atas!" seru Tony yang kemudian bergegas setengah berlari menuju ke lantai atas dengan menaiki tangga yang telah tersedia.


Sementara itu Kirana yang ditarik paksa oleh laki-laki nomor dua itu, terus meronta-ronta hingga sampai di lantai atas.


"Sesampainya di lantai atas, Kirana dihempaskan begitu saja diatas sofa.


"Bugh...!"


"Agh...!" suara Kirana yang kesakitan pada saat jatuh karena didorong ke sofa oleh laki-laki itu.


"Perempuan kau mengataiku pengecut, maka kau harus melayaniku agar kau tahu akan kekuatan aku!" seru laki-laki itu yang kemudian menghampiri Kirana dan memaksa membuka pakaian yang menempel di tubuh Kirana.


"Kurang ajar! pergi kau!" umpat Kirana yang menendang perut laki-laki itu.


"Bugh...!"


"Aaaghh...!" suara erangan laki-laki itu yang terpental hingga ke sudut ruangan itu.


Kirana memanfaatkanya untuk lari ke balkon, teras atas ruko dengan niat mencari pertolongan.


Namun baru saja sampai di pintu yang menuju ke balkon itu, rambut Kirana di tarik kembali oleh laki-laki itu.


"Aaaghh...!" Kirana mengerang kesakitan dan dia tertarik ke belakang dan jatuh ke pelukan laki-laki itu.

__ADS_1


Laki-laki itu menghempaskan diri bersama Kirana diatas tempat tidur, dan berusaha menindih Kirana.


"Aaargghhh....! tolooooong...! tolooong..!"


Kirana teriak sekuat tenaganya, dan meronta-ronta.


Dia sangat berharap ada yang menolongnya sebelum dia mengeluarkan pedang Awannya.


"Ha..ha...ha..! teruslah minta tolong, tidak akan ada yang bisa menolongmu saat ini!" seru laki-laki itu dengan senyum sinisnya dan berusaha menindih Kirana.


"Pergi kau..!" seru Kirana yang terus meronta-ronta.


Tiba-tiba saja ada yang menarik kerah baju laki-laki itu dari belakang, dan kemudian memberi hadiah tonjokan di pipi kiri laki-laki itu.


"Dugh..!"


"Arghh..!" erangan laki-laki itu.


Dan beberapa pukulan mendarat di perut laki-laki itu.


"Bugh... bugh... bugh...!"


"Aaaghh...!"


Laki-laki itu terduduk dan akhirnya ambruk dan tak sadarkan diri.


"To..Tony!" panggil Kirana yang berusaha bangkit dan membenahi dirinya yang acak-acakan.


"Kamu tak-apa-apa Kirana?" tanya Tony yang khawatir.


"Sakit sih!" jawab Kirana yang apa adanya.


"Kenapa tidak kamu hajar mereka dengan pedang awan?" tanya Tony yang penasaran.


"Mereka itu manusia, bukannya siluman atau makhluk kasat mata lainnya. Jadi kalau ada apa-apa2, entah itu terluka atau kematian, bisa-bisa kita yang dipenjarakan!" jelas Kirana yang mengikat rambutnya yang sudah dibenahinya.


"Oh iya, malah kita yang jadi berurusan panjang. Tapi seandainya aku tadi telat menolong kamu bagaimana?" tanya Tony yang menatap Kirana dengan rasa penasarannya.


"Ya apa boleh buat, pedang awan pun harus maju! he..he..!" jawab Kirana yang seraya terkekeh.


Tony mengulas senyumnya seraya menggelengkan kepalanya.


Kemudian Kirana menelepon polisi untuk membawa kawanan perampok itu.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan selalu dalam lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla...


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2