
Pagi hari pukul 10.00 di kios bunga rose, keadaannya cukup ramai.
Semua mendapat bagian dalam tugas.
Maggie dan Tony mengambil bibit bunga dari petani, Luna mengantarkan pesanan beberapa buket bunga ke Rumah sakit, dan kini tinggal Kirana, siluman harimau, Jimmy yang masih terbaring dan Kelly yang menjaga Jimmy.
Tiba-tiba ada ada pesanan dari seseorang, yang meminta Kirana yang mengantarkannya.
"Maaf siluman Harimau, kamu jaga Kelly dan Jimmy sebentar ya..! saya mau mengantarkan pesanan buket bunga buat pelanggan..!!" ucap Kirana.
Sebetulnya Siluman Harimau ingin ikut, tapi karena Kelly hanya dengan Jimmy yang masih sakit, maka mau tak mau dia harus tinggal di kios untuk menjaga adik Kirana dan adik Maggie yang berada di dalam kios.
"Baiklah Kirana, tapi janji kalau kamu akan pulang dengan selamat..!!" ucap siluman harimau yang merasa cemas.
"Iya, aku janji akan pulang dengan selamat. Lagi pula Kirana sudah terbiasa antar pesanan, jadi jangan khawatir ya..!!" ucap Kirana yang sedikit menenangkan Siluman Harimau.
Dengan menggunakan sepeda kayuh milik Maggie, Kirana berangkat mengantarkan pesanan Buket untuk pemesan.
"Dari alamat yang tertera, sebetulnya aku sedikit ragu. Alamatnya seperti alamat rumah tuan Peter, tapi kenapa yang pesan namanya Lilith....?" tanya dalam hati Kirana yang sebetulnya sedikit ragu.
"Lilith..? hmm...nama yang aneh..!" gumam dalam hati Kirana.
"Oiya, Tuan Peter...! Bu..bukankah dia papanya Alexander..? Oh tidak..! ini benar alamatnya tuan Peter..!!'' gumam Kirana yang mulai gelisah.
"Semoga saja tidak terjadi apa-apa..!! Aamiin..!" do'a dalam hati Kirana yang tetap mengayuh walaupun hati bimbang.
Tak berapa lama Kirana telah sampai di tempat tujuannya.
"Hmm...rumahnya masih sepeti yang dulu, besar dan megah..!!" ucap dalam hati Kirana saat sudah sampai di depan rumah mewah itu.
"Lebih baik aku tanya satpam penjaga rumah itu, siapa tahu aku salah alamat..!!" kata dalam hati Kirana yang hari ini memakai celana jeans warna hitam dengan Sweater rajutan dari benang wool berwarna merah.
Kekasih Aaron itu melangkah mendekati pos satpam, untuk bertanya.
"Maaf pak Satpam, apakah di sini ada yang bernama Lilith..?" tanya Kirana saat menemui satpam penjaga rumah Tuan Peter.
"Ada, ooo...mau mengantar bunga ya..? sudah di tunggu oleh nyonya Lilith di dalam nona..!!" jawab salah satu satpam itu.
"Apa tidak bisa lewat anda pak satpam..?" tanya Kirana yang sebetulnya enggan untuk masuk ke dalam rumah mewah itu.
"Ma'af nona, nyonya ingin bertemu dengan anda..!!" seru satpam itu.
"Oh begitu ya..! Baiklah, akan saya sampaikan sendiri, permisi..!" pamit Kirana yang kemudian mengayuh kembali sepedanya dan dia masuk ke dalam rumah.
"Nyonya..? apa dia istri tuan Peter..?" tanya Kirana yang penasaran.
Kirana berhenti tepat di depan teras rumah, dia mengambil buket dan kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu masuk rumah mewah itu.
__ADS_1
Belum sempat Kirana mengetuk pintu, sudah terdengar suara yang menyapa dari dalam rumah.
"Masuk saja, aku sudah menunggumu Kirana...!!" suara dari dalam rumah dengan nada tinggi.
"A..apa..! dia tahu aku disini..??" gumam kirana dalam hati.
Kirana melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah, dan seketika kedua tangannya merinding.
Seperti ada hawa selain manusia di sekitar rumah itu.
Nampak seorang wanita dengan memakai dress ketat panjang selutut yang berwarna hitam dengan rambut mengkilap yang di ikat menggantung ke bawah.
Dia duduk dengan anggun di sofa tamu, dan menatap Kirana dengan tatapan tajam dan senyuman yang sinis.
"Ma..ma'af..! a..apa anda nyonya Lilith..?" tanya Kirana yang sedikit gemetaran.
"Iya saya Lilith, dan kamu duduklah di sampingku...!" seru Lilith seraya menepuk-nepuk sofa di sebelahnya.
"Baik nyonya, ta..tapi buketnya..!!" balas Kirana seraya menunjukan bullet yang dia bawa.
"Oh, letakkan di atas meja..!" seru Lilith seraya menunjuk meja di hadapannya
Kirana meletakkan buket bunga mawar di atas meja yang di tunjukan oleh Lilith.
Kemudian dia duduk di sofa samping Lilith.
Sementara itu Kirana mempunyai pandangan sendiri pada Lilith.
"Wanita ini dari nama sudah aneh, cara memandangku pun aneh..? apa dia orang jahat..?!" gumam dalam hati Kirana saat melihat tatapan mata Lilith yang tajam.
"Apa hubunganmu dengan Alexander..??" tanya Lilith tiba-tiba.
"Alexander..?" tanya Kirana yang penasaran .
"Iya, Alexander..! dia suamiku, dasar pelakor..!!" seru Lilith yang tiba-tiba dengan kedua mata yang memerah.
"Siapa yang pelakor..! Dia bukan siapa-siapa saya..! saya sudah punya kekasih..!!" seru Kirana yang kemudian berdiri dari duduknya.
"Oya..? aku tak percaya..!" seru Lilith yang yang juga bangkit dari duduknya dan mendekat pada Kirana.
Kirana mundur menjauhinya, dan tiba-tiba Lilith sudah berada di belakang gadis itu.
"A..apa..! apa kau Bu..kan manusia..?!" seru Kirana yang berusaha mengelak namun Lilith bisa menangkapnya.
"Aku siluman kelelawar, akulah yang menjadikan Alexander seorang Vampir..!!" ucap siluman kelelawar itu seraya menarik rambut Kirana dan terlihat leher jenjang Kirana. Membuat air liur Lilith menetes karena ingin menggigit dan menghisapp darah suci Kirana.
"Aaaghh...! A..apa..! si..siluman...?" ucap Kirana yang kini bingung harus bagaimana.
__ADS_1
"Lilith...! apa yang akan kau lakukan padanya...!!" seru seseorang laki-laki yang baru masuk dan berlari menghampiri Lilith yang sudah siap menggigit Kirana.
"Alexander..! kau sudah pulang..??"tanya Lilith yang menoleh ke arah Alexander.
"Iya, jangan kau sentuh Kirana..! lepaskan dia..!" seru Alexander dengan geramnya.
"Aku ingin darahnya, darahnya bisa membuatku awet muda..! ha..ha...!!" balas Lilith dengan seringai senyum yang mematikan.
"Tak kan ku biarkan...!!" ucap Alexander yang berusaha melepaskan Kirana dari Lilith dan dia berhasil.
Lilith dan Kirana kini terpisah, Kirana berlari menjauh.
"Pergi dari sini Kirana..! cepat pergi..!!" seru Alexander yang memeluk Lilith agar tak mengejar Kirana.
Dan Kirana berlari menuju ke pintu keluar rumah.
"Aaaghh..! sialaan...! tak kan ku lepaskan kau pelakor..!!" seru Lilith dengan geram dan dia menghempaskan tubuh Alexander ke sofa.
Lilith mengejar Kirana, dan Alexander berusaha bangkit dari duduknya dan dia mengejar Lilith yang juga mengejar Kirana.
"Aku berada di bawah matahari, mungkin dia bisa hangus seperti vampir kemarin...!!" kata dalam hati Kirana yang kini sudah naik sepeda jatuhnya .
Namun tidak seperti yang di bayangkan oleh Kirana, Siluman kelelawar itu sudah berdiri tepat di hadapannya.
"Ka..kau..! kenapa tidak hangus..?" tanya Kirana dengan ketakutan dan penasaran.
Secara dia sekarang ini ada di luar rumah dengan matahari tepat diatas kepala.
"Ha ..ha...! kau kira aku seperti cecunguk-cecunguk kemarin..!!" seru Lilith dengan tertawa lebar.
...~¥~...
Jangan lupa mampir dan beri dukungan untuk novel terbaru Author ya..🙏🏻😍
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...