
"Dan setelah membebaskan para tahanan itu, kami kembali ke pantai pesisir Z" lanjut ucap Ruby.
"Dan Ruby saya ajak ke tempat tinggal kami di kota Ghuangzhou.
"Ohw jadi begitu, kenapa kamu tak cerita sedari semarin Putriku?" tanya Ratu Ayumi yang sedikit geregetan dengan putrinya itu.
"Bukankah ibunda sibuk dengan penemuan-penemuan ibunda?" balas tanya Ruby pada ibundanya.
"Oiya, ma'af ya sayang, kalau ibunda selalu sibuk akhir-akhir ini!" jawab Ratu Ayumi yang menyesal.
"Iya, sama-sama ibunda, Ruby juga minta ma'af " kata Ruby dan tak berapa lama datanglah para dayang yang membawakan makanan dan minuman untuk mereka.
Dan mereka segera menyantap hidangan itu dengan lahapnya.
Beberapa menit kemudian datanglah Raja Ekin bersama dua prajurit yang mengawalnya.
Semuanya berdiri dan menunduk untuk memberi hormat.
Setelah memberi kode untuk duduk, semuanya pun duduk dan mereka mulai berbincang-bincang.
"Apa yang ingin kalian sampaikan saudaraku Tony?" tanya Raja Ekin yang penasaran.
"Begini yang mulia Raja, mungkin yang mulia raja dan ratu sudah tahu hubungan kedua putra dan putri kita" kata Tony seraya menatap raja dan ratu kerajaan Petir itu.
"Iya, kurang lebihnya kami tahu" jawab Raja Ekin seraya menatap anak gadisnya.
"Nah bagaimana kalau kita resmikan saja hubungan mereka dan secepatnya kita berbesanan." ucap Tony yang membuat Raja Ekin, Ratu Ayumi dan Ruby terkejut dengan ucapan Tony tersebut.
"Ha..ha...ha..! tentu saja saya mau, bagaimana dengan kamu Ratuku?" tanya Raja Ekin pada istrinya.
"Tentu saja hamba setuju yang mulia!" jawab Ratu Ayumi sembari mengusap kepala putrinya dengan lembut.
"Nah sekarang, putriku kamu bersedia bukan untuk cepat-cepat menikah?" tanya Raja Ekin seraya menatap putrinya.
Ruby terdiam dan kemudian menganggukkan kepalanya seraya berucap "iya".
"Tapi aku punya satu permintaan untuk Dicky!" seru Raja Ekin yang menatap Dicky dengan tatapan tajam.
"Apakah itu yang mulia?" tanya Dicky yang penasaran.
"Aku mau setelah menikah, kalian tetap disini dan kalianlah yang kelak menggantikan aku memimpin kerajaan petir ini." kata raja Ekin seraya menatap wajah calon menantunya dengan rasa penasaran.
Dicky menarik nafasnya panjang dan mengeluarkannya pelan-pelan seraya melihat ke arah ayahnya.
__ADS_1
"Jangan tanya ayahmu ini, semua terserah kamu. Karena kamu sudah punya kehidupan sendiri" ucap Tony.
"Iya, saya bersedia tinggal di kerajaan Petir ini" ucap Dicky yang membuat Ruby sangat senang sekali dan dia sampai-sampai memeluk ibundanya dari belakang.
Ratu Ayumi pun ikut merasakan senang dengan kebahagiaan putrinya saat ini.
"Baiklah niat baik harus segera dilaksanakan dan kami yang ada di bumi berencana kalau pernikahan Dicky dan Ruby dibarengkan dengan pernikahan Adelia dengan Wallache, dan Kiaro dengan Caterina. Tepatnya bulan depan di villa pesisir Z." jelas Tony yang didengarkan semua yang ada didepannya.
"Bulan depan ya? baiklah kami setuju. Dan mulai dari sekarang akan kami persiapkan semuanya." ucap raja Ekin yang menatap Tony dan Dicky.
Kemudian mereka saling cerita dan bercanda sambil menghabiskan makanan yang telah disediakan oleh para dayang istana Petir.
Beberapa jam kemudian, Tony dan Dicky pamit undur diri.
"Mohon Ma'af yang mulia raja dan ratu, berhubung hari sudah menjelang sore, saya dan putra saya mohon undur diri." ucap pamit Tony seraya mengulurkan tangan kanannya.
"Baiklah, kita akan bertemu kembali bulan depan." ucap Raja Ekin seraya menerima uluran tangan Tony dan menepuk pundak Tony secara pelan-pelan.
"Sebetulnya Ruby masih rindu padamu, Dicky" ucap Ruby yang meneteskan air matanya seraya menerima uluran tangan Dicky.
"Bersabarlah sayang, aku juga masih merindukan kamu" ucap Dicky sambil menyeka air mata Ruby.
"Hm..hm...! nanti kebablasan, ayo cepat kita segera pulang!' seru Tony yang menarik lengan putranya.
"Daa... Dicky, Daa...ayah Tony!" seru Ruby seraya melambaikan tangan kanannya.
Sementara Aaron meniup peluit yang diberikan Aaron untuk memanggil Awan putih kecil.
"Priiit..!" dan muncullah Awan putih kecil yang melesat yang dalam sekejap kilat telah sampai di depan Tony dan juga Dicky.
Kemudian keduanya naik ke atas punggung Awan putih kecil itu.
Sekali lagi Tony dan Dicky melambaikan tangannya pada Ruby dan kedua orang tua Ruby.
Dan Ruby juga membalas lambaian tangan tersebut.
Awan putih kecil itu membawa ayah dan anak itu melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke bumi lebih tepatnya di depan Kios bunga rose.
...****...
Tiga puluh hari kemudian, hari sebelum tiga pernikahan berlangsung.
Terjadi kesibukan di kios bunga Rose dimana Maggie, Kirana, Kelly danbyang lainnya menyiapkan bunga dan segala sesuatunya untuk pernikahan dan kesemuanya akan dibawa ke Villa pesisir Z.
__ADS_1
Kirana, Aaron, Adelia, Caterina dan Kiaro terlebih dulu berangkat ke Villa Pesisir Z untuk mengurus catering dan berberes-beres Villa pesisir Z itu.
Hari berikutnya Tony, Maggie dan Dicky yang berangkat ke Biola pesisir Z dengan membawa pakaian pengantin yang sudah mereka pesan dari butik dan juga souvenir-souvenir yang diperlukan dalam pernikahan tersebut.
Dan saat ini kesibukan berpindah di Villa pesisir Z.
Sebagian sibuk mengurus dekorasi pernikahan dan juga catering-catering untuk pernikahan.
Sementara itu Kelly dan Jimmy masih tinggal di kios bunga rose, karena selain menunggu datangnya bunga-bunga yang masih segar, mereka juga akan menjemput Vivian dari asramanya.
"Pa, kenapa perasaanku tidak enak sekali ya?" tanya Kelly pada suaminya Jimmy.
"Iya, aku juga demikian adanya. Apabtelah terjadi sesuatu dengan Vivian ya?" tanya jawab sekaligus tanya Jimmy yang merasa was-was.
"Grrrr..!''
Terdengar suara raungan binatang buas dari halaman belakang.
"Suara apa itu?" tanya Jimmy yang meningkatkan kewaspadaannya.
"Dari suaranya seperti suara Harimau atau macan!" bisik Kelly yang mendekatkan dirinya pada suaminya.
Dan tak berapa lama muncullah dua ekor binatang buas dihadapan Jimmy dan Kelly.
"Siluman Harimau, Siluman Macan Kumbang..!" seru Jimmy dan Kelly secara bersamaan.
"Iya ini kami, kami datang karena mendengar kabar kalau kalian akan mengadakan tiga pernikahan sekaligus. Maka dari itu yang mulia raja Siluman Rajawali memerintahkan kami untuk datang ke pernikahan itu sebagai perwakilan yang mulia raja siluman Rajawali!" jelas Siluman Harimau seraya menatap Kelly dan Jimmy dengan tajam.
"Iya, kami memang akan mengadakan tiga pernikahan, dan yang kesemuanya diadakan di pesisir pantai Z." ucap Jimmy yang menjelaskan.
"Lantas kenapa kalian tidak oergi ke pesisir Z?"tanya siluman macan kumbang.
"Kami masih menanti kedatangan bunga-bunga yang masih baru dan segar dari petani yang biasa mensuplai bunga-bunga yang nantinya akan digunakan untuk tiga pernikahan nanti!" jelas Jimmy yang menatap kedua siluman binatang buas itu.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla...
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
__ADS_1
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...