Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Berpisah Sementara Waktu


__ADS_3

"Apa kamu mau mengisi hatiku..?" tanya Ekin dengan lirih namun masih bisa di dengar oleh Luna.


"Tentu...Ekin, tapi kamu akan pergi..!" balas Luna sedikit sedih.


"Iya, tapi aku bisa mengunjungimu jika ada tugas di bumi nanti..!" kata Ekin seraya menatap intens kedua mata Luna.


"Janji..?!" seru Luna penuh harap


"Janji, aku akan menemuimu dan aku akan meminta restu kedua orang tuaku untuk menikahimu..!" janji Ekin.


"Terima kasih Ekin..!!" kata Luna seraya menyandarkan kepalanya di dada bidang Ekin.


Ekin kemudian mengecup kening Luna dengan mesranya.


Dan kemudian mereka saling cerita untuk masa depan mereka.


Sementara itu Maggie yang sedang menunggu kios, merasa jenuh karena sendirian.


Namun kemudian merasa sedikit terhibur saat melayani para pembeli, terutama banyak laki-laki yang membeli setangkai bunga mawar maupun berupa buket.


"Terima kasih, kapan-kapan mampir lagi ya..!!" kata Maggie seraya menundukkan kepalanya pada saat selesai melayani pembeli setangkai bunga mawar di kios bunga Rose.


Dan hal itu Maggie lakukan berulang setiap ada pembeli.


Tak berapa lama, Bocan datang saat Maggie melayani pembeli.


Dan Bocan pun langsung masuk dan melihat kelakuan putranya bersama kekasihnya Kirana.


"Hm..hm...hemm...!!"


Bocan berdehem dan sontak membuat Aaron yang memeluk Kirana terkejut dan reflek melepaskan Kirana.


Kirana yang menyadari siapa yang datang itu, mukanya langsung memerah bak udang rebus.


"I..ibu...!!" panggil Aaron yang kebingungan melihat sorot mata tajam ibunya.


"Dasar anak tak tahu diri..! ibu tadi menyuruh kalian ngapain..?" seru sekaligus tanya Bocan pada Aaron dengan menarik telinga sebelah kiri Aaron.


"I..ibu..ma"af..! kami kan akan berpisah lama..! jadi biarkan kami memadu kasih dulu Bu..!" ucap Aaron yang sedikit ketakutan bila ibunya sedang marah.


"Baiklah ibu maafkan, tapi..!!" kata Bocan seraya memandang kedua insan yang di mabuk asmara itu.


"Aku akan mengantar kamu dan Ekin sekarang juga ke istana langit." lanjut Bocan dengan sedikit menyungging senyum miringnya.


"A..apa.. sekarang Bu..!!" seru Aaron yang sangat terkejut dan kecewa.


"Iya, sekarang juga..!!" seru Bocan dengan lantang.


Kirana dan Aaron saling pandang dan kedua mata mereka berkaca-kaca.


"Kirana, panggil Ekin dan Luna sekarang juga..!!" perintah Bocan tanpa melihat Kirana, karena pandangannya tetap pada Aaron dengan tajam.


"Kamu ini ya..! kamu itu harus beri contoh yang baik..! bukannya seenaknya sendiri seperti itu..!!" seru Bocan kesal.


"Tapi Bu..!!" bantah Aaron sedikit memohon.

__ADS_1


"Tidak ada tapi-tapian..!" seru Bocan dengan geramnya.


Sementara itu Kirana yang mencari Ekin dan Luna dengan setengah berlari menuju ke tanah lapang.


"Ekin...Luna..!!" panggil Kirana yang melihat kedua sahabatnya itu tak ada di tempat.


"Ekin...Luna...!!" kembali Kirana memanggil mereka.


Sedangkan Ekin dan Luna yang sedang asyik bercumbu, tersentak kaget dan melepaskan ciuman mereka.


"Kirana memanggil..!!" bisik Luna dan Ekin pun melihat ke sumber suara yang memanggil mereka.


"Iya, itu dia..! ayo kita keluar sekarang..!!" seru Ekin dan keduanya pun keluar dari persembunyian mereka.


"Kirana..!!" panggil Ekin seraya menepuk bahu Kirana dari belakang yang sontak membuat Kirana terkejut dan kemudian membalikkan badannya.


"Ekin, Luna..!! kalian mengejutkanku..!!" seru Kirana yang menatap kedua sahabatnya itu bergantian.


"Ma'af habisnya ..! kalian lama nggak keluar..! ja..jadi kami sembunyi deh..!!" balas Ekin seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Memangnya ada apa Kirana..?" tanya Luna yang penasaran.


"Bocan memanggil kalian..!!" jawab Kiran yang kemudian ketiganya bergegas masuk ke dalam kios bunga Rose.


"Kami menghadap, memangnya ada apa bi..?" tanya Ekin yang penasaran.


"Kita berangkat ke kerajaan langit sekarang juga .!!" jawab Bocan yang sudah sedikit merubah suasana hatinya.


"Sekarang...!!" seru Ekin dan Luna bersamaan.


Ekin dan Luna.


"Apa kalian keberatan..?" tanya Bocan penasaran.


"I..iyalah ..! kami baru saja mengikat janji, dan kami masih ingin bersama. Apa bisa ke kerajaan langitnya di nanti malam, atau besok saja..?" kata Luna yang mencoba menawar.


Kirana yang mendengar kata dari Luna itu reflek melebarkan kedua matanya.


"Aduh Luna .kenapa bicara seperti itu pada Bocan..??" kata dalam hati Kirana.


"Kau kira ini di pasar Luna..? tidak ada acara tawar menawar..!!" seru Bocan dengan tegas.


"Apa boleh buat, kita menurut sajalah..!!" ucap Ekin yang pasrah.


"Bagus, Aaron kalau kamu bagaimana..??" tanya Bocan yang menatap Aaron tajam.


"Baiklah, tapi aku ingin memeluk Kirana sekali lagi Bu..!!" ucap Aaron dengan menangkupkan kedua tangannya.


"Baiklah .!" kata Bocan dengan mengedipkan kedua matanya.


"Aku juga ya bi..!!" ucap Ekin uang juga memohon.


Bocan sedikit melunak dan dia mengiyakannya dengan menganggukkan kepalanya.


Seketika Aaron memeluk Kirana dengan erat dan Ekin pun demikian.

__ADS_1


"Kirana.,! jangan pernah berhenti melupakanku ya..!!" bisik Aaron di telinga Kirana dan pun mendengarkannya dengan jelas.


"Iya, kamu juga ya..! jangan tergoda wanita lain..! ingatlah aku, aku selalu menunggumu di sini..!!" balas ucap Kirana.


"Iya sayang..!!" ucap Aaron yang terus memeluk Kirana dan seolah tak mau lepas


Demikian pula dengan Ekin, dia memeluk dan menciumi kening Luna dan terus berkata,


"Aku sangat mencintaimu .!!"


dan Luna pun membalas "Aku juga mencintaimu Ekin..!"


"Plok..plokk...plokkk....!!"


Bocan bertepuk tangan memberi kode untuk dua sejoli itu melepaskan diri dari pelukan mereka.


Dan dengan berat hati, mereka saling melepaskan.


Kini Aaron, Ekin dan Bocan melangkah masuk ke dalam ruangan bocan.


Kirana dan Luna mengikuti ketiganya di belakang dan saling bergandeng tangan.


Bocan pun merapalkan mantera dan dalam dalam sekejap ketiganya menjadi tiga cahaya yang melesat jauh menembus atap menuju ke langit.


Kirana dan Luna hanya bisa memandangi dengan kedua mata mereka yang berkaca-kaca.


Kirana dan Luna saling berpelukan.


"Kenapa harus terjadi pada kita ya..! kenapa harus ada LDR sih..!" racau Luna diantara tangisnya.


"LDR sesama manusia di bumi itu masih mending, masih bisa saling telepon maupun video call. Tapi kita .! Disana mana ada telepon atau ponsel...! bisanya telepati. Sedangkan kita tak punya kemampuan itu..!!" racau kirana yang masih berpelukan.


Cukup lama mereka saling menangis, hingga tanpa sadar Maggie memberi mereka tissu.


"Sampai kapan kalian terus menangis .? kalian lapar tidak..?" tanya Maggie, karena waktu telah menunjukkan pukul sebelas lebih tiga puluh menit.


"Iya, tentu kami sangat lapar Maggie..! kamu yang beli makanan ya..!" ucap Kirana yang menyeka air matanya dan memudian menangkupkan kedua telapak tangannya.


"O..iya..iya deh..!!" jawab Maggie yang walaupun enggan, namun tetap berangkat juga.


Setelah Maggie berangkat membeli makanan, Kirana dan Luna mencuci muka mereka dan kemudian ke depan kios bunga guna melayani para pembeli.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


.


__ADS_2