
Kembali pada kisah Kirana dan Oyen.
...🌷Happy Reading🌷...
Setelah dari bengkel sepeda kayuh, Kirana dan Oyen pun bergegas kembali menuju kios bunga Rose.
"Tumben kamu telat..! biasanya kami lebih awal .!" seru Maggie yang habis menyirami bunga.
"Maaf tadi aku jatuh, jadi aku kebengkel dulu untuk memperbaiki sepedaku yang tidak..!" jelas Kirana.
"Ohw..!! di tungguin tuh sama BoCan..!!"seru Maggie.
"Ada apa ya..?" tanya Kirana sedikit cemas.
"Entahlah..!" jawab Maggie sambil mengangkat kedua bahunya.
"Meoow...!"
Oyen segera masuk ke dalam kios.
Dan Kirana mengikuti dari belakang.
"Aaron...!!"
seru Bocan ketika melihat Oyen, dan oyen seketika ke pangkuan BoCan.
"Selamat pagi BoCan, kata Maggie anda mencari saya?" tanya Kirana saat masuk ke ruangan Bocan.
"Kamu tak biasa-biasanya terlambat, kenapa bisa terlambat?" tanya Bocan khawatir.
"E..tadi aku jatuh dari sepeda, karena itulah sepeda kirana rusak BoCan. Jadi Kirana pergi ke bengkel lebih dulu..!!" jelas Kirana.
"Benar begitu Aaron..!?" tanya Bocan pada Aaron yang memastikan kebenarannya.
"Meowww...!!"
Mendengar itu, BoCan pun tersenyum dan mengusap-usap tubuh Oyen.
"Kalau sudah tidak ada suatu hal lagi, Kirana kedepan ya..!!" seru Kirana.
"Tunggu..!!" seru BoCan.
__ADS_1
"Ya..!"
Kirana yang hendak ke depan kembali menoleh kearah BoCan.
"Sebaiknya mulai hari ini, kalian harus hati-hati. Aku merasakan firasat buruk akan datang pada kalian..!" kata BoCan dengan khawatir.
"Tentang apa ya BoCan?' tanya Kirana penasaran, demikian pula Oyen.
"Akan banyak siluman yang mengintai kalian, terutama kamu Kirana. Aku merasakan siluman yang menandaimu akan datang mencarimu." kata BoCan yang khawatir.
"Aaaa...BoCan jangan menakutiku..!!" seru Kirana cemas.
"Ini beneran Kirana..! seandainya aku tak menghadiri rapat dewan dewa dan peri di kerajaan langit, aku bisa membantu kalian." kata BoCan sedikit sedih.
"Jangan khawatir BoCan, kami akan baik-baik saja." kata Kirana yang tak ingin BoCan Khawatir.
"Kalau ada apa-apa, telanlah kelopak mawar putih ini. kelopak mawar putih ini telah aku mantrai, jika kamu menelannya satu kelopak saja, maka tanda yang di berikan oleh siluman yang menandaimu akan tersamarkan dalam waktu satu jam." jelas Bocan.
"Kalau begitu, aku makan aja tiap hari..? biar tersamarkan terus..!!" kata Kirana dengan entengnya.
"Coba saja kamu makan satu kelopak, kalau kamu doyan boleh-boleh saja kamu menelannya tiap hari." balas BoCan yang juga dengan entengnya.
"Hoek....Hoek...!!"
Kirana memuntahkannya kembali.
"Di telan jangan di muntahkan..!!" seru Bocan.
"Rasanya pahit BoCan..!!" kata Kirana dengan wajah bergidik.
"Siapa suruh mengunyah? aku kan menyuruhmu menelan. Paham..?" kata BoCan yang sedikit gemas pada Kirana.
"Eh iya ,paham...! jadi di telan seperti makan pil gitu ya..?" tanya Kirana dan di jawab anggukan sama BoCan.
Kirana pun mencoba menelannya sekali lagi. Dan akhirnya dia berhasil menelannya.
"Kok aku merasa seperti Oyen ya..! Oyen menelan mutiara, sedangkan aku menelan kelopak mawar putih." gumam Kirana.
Mendengar itu, Oyen pun tertawa.
__ADS_1
"Eh..ngetawain Kirana, awas kamu ya..!!" seru Kirana yang kemudian melempari Oyen dengan bantal sofa.
Oyen menghindar dan menjulurkan lidahnya.
"Malah mengejek nih kucing...!!' celetuk Kirana.
"Sudah-sudah .! kalau mau tanda itu hilang sama sekali, ada cara lebih cepat..!" kata BoCan dengan senyum mengembang.
"Dengan cara apa BoCan..!?" tanya Kirana yang menoleh begitu juga dengan Oyen.
"Kalian harus menikah..!" kata BoCan dengan memandang satu persatu.
"Aah BoCan, bahas itu lagi..! Kutukan Oyen kan belum selesai..?!" kata Kirana sambil menatap Oyen.
Oyen pun memandang Kirana,
"Kirana, kamu berharap sekali ya..! aku akan terus berjuang demi cinta kita..!" kata dalam hati Oyen.
"Oke..! aku harus segera pergi. Jaga diri kalian baik-baik..! Kirana jangan lupa makan kelopak mawar itu. Aku pamit..!" kata BoCan yang hanya menjentikan tangannya, keluar tongkat peri bermata bintang.
BoCan menaburi dirinya dengan serbuk bintang dari mata tongkat peri itu, BoCan pun berputar perlahan dan menghilang.
"Iy..ya..!!" Kirana yang belum sempat melanjutkan bicaranya, BoCan sudah menghilang.
Kini hanya tinggal Kirana dan Oyen.
Kembali Kirana mencoba menelan kelopak mawar itu, dan lama-lamaan akhirnya dia bisa menelannya.
Setelah menelan beberapa kelopak, Kirana bergegas ke depan kios membantu Maggie.
Sedangkan Oyen berkeliling kembali berburu Siluman.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...Bersambung...
__ADS_1