
"Kirana..! ka.kamu tak apa-apa..?" tanya Aaron yang memeriksa keadaan Kirana dan mendapati ada luka di lutut sebelah kiri Kirana.
"Sakiit...! sakit Aaron....!!" jawab Kirana yang menahan sakit dan tangisnya.
"Kakinya langsung membiru..! Racun yang mematikan..!!" seru Ekin yang melihat luka di lutut kiri Kirana.
"Kirana,..!!" panggil Aaron yang menatap wajah Kirana yang kini memucat.
"Haaa..haaa...haaa...ha...!! kini giliran kalian berdua yang akan merasakan sengatan beracunku..!!" seru siluman kalajengking itu dengan tawa kemenangannya.
Sementara itu Nicky yang melihat langsung mantan kekasihnya terluka, juga merasa cemas.
"Kirana, semoga kamu tak apa-apa..! aku sangat mengkhawatirkanmu...!" seru dalam hati Nicky yang tak mampu berbuat apa-apa.
Karena selain di samping Kirana ada Aaron, juga karena takut akan kemarahan papanya.
"Haa..ha...! rasakan..! ayo siluman kalajengking, serang mereka..!" seru David dengan senyum sinisnya.
"Itu pasti..! tuanku David...!!" balas siluman kalajengking dengan yakinnya.
"Kurang ajaaar....!! rasakan pembalasanku..!!" umpat Aaron yang penuh amarah, telah membuat bola-bola cahaya biru yang kemudian diarahkan ke tubuh siluman kalajengking.
"Hop...hiaaat..!!"
"Bouuuuumm...!!"
"Bouuuuumm...!!"
"Bouuuuumm...!!"
"Aaaghh...!!"
Siluman kalajengking itu terpukul mundur beberapa meter dengan memegangi dadanya.
"Bedebaaahh...! rasakan ini..!!" seru siluman kalajengking yang kembali menyerang Aaron dengan sengatan beracunnya.
Sengatan beracunnya itu berkali-kali mengarah ke Aaron, dan Aaron menghindarinya ke samping terus kesamping dan berputar.
Siluman Kalajengking itu terpancing dan ikut berputar, mengikuti arah Aaron berlari yang menjauhi Ekin dan Kirana.
Dan saat itulah siluman kalajengking dalam kondisi yang lengah, dan hal ini di manfaatkan oleh Aaron untuk menyerang siluman Kalajengking itu.
Aaron mengeluarkan pedang cahayanya dan dengan sekali tebasan, ekor siluman kalajengking yang ada sengatan beracunnya itu putus jadi dua.
"Hop hiaaat....!!"
"Blessshh....!!
" Aaghh....tak pernah kusangka, hidupku akan berakhir tragis seperti ini..? tapi aku bangga, karena bisa mati ditangan dewa perang..! aaaghh.....!!" ucap siluman kalajengking itu untuk terakhir kalinya.
Dan akhirnya siluman itu menghembuskan nafas terakhirnya dan keluarlah mutiara siluman warna putih dari dalam tubuh siluman kalajengking itu.
__ADS_1
Aaron segera menangkapnya, dan kemudian menyimpannya , dia kembali menghampiri Kirana dan Ekin.
Sedangkan tubuh siluman kalajengking kini sudah menjadi abu dan beterbangan tertiup angin.
"A..apa..! kurang ajar..!" umpat David yang geram, karena kedua silumannya telah tewas di hari yang sama dengan para anak buahnya.
Tanpa di sadari Kirana, Aaron dan Ekin, David mengeluarkan senjata api berupa pistol yang mengarah langsung pada Kirana.
Tapi Nicky mengetahui kecurangan yang dilakukan papanya atas kekalahan kedua siluman dan anak buahnya.
"Dorr.....!!"
"Dorr...!!"
"Aaaaghhh...!!"
Bunyi yang menakutkan terdengar yang seolah membuat semuanya terhipnonis mencari arah sumber suara.
Peluru kecil dari sebuah pistol sang papa mengenai putranya sendiri, karena Nicky menjadikan tubuhnya tameng saat papanya David mematik pistolnya dan mengarahkan langsung pada Kirana, mantan kekasih yang masih di cintainya itu.
"Nicky..dasar anak bodoh..!!" umpat David saat mengetahui senjata apinya salah sasaran.
"Nicky...!!" teriak Kirana saat mengetahui Nicky terkena dua tembakan sekaligus, untuk menyelamatkan dirinya.
Aaron dan Ekin yang penasaran menoleh ke arah Nicky yang bersimbah darah dan terbaring tak berdaya.
"Ki..ki...rana ma..ma...af kan a..ku..!!" racau Nicky yang berusaha merangkak menghampiri mantan kekasihnya di sisa tenaganya.
Mau tak mau, Aaron menuruti keinginan Kirana, Aaron membopong Kirana sampai di samping Nicky.
Sedangkan David duduk bersimpuh di samping putranya.
Penyesalan mendalam menghinggapinya, namun semua telah terjadi.
Nasi sudah menjadi bubur, dan tak mungkin bubur bisa menjadi nasi kembali.
Dan demikianlah yang dialami David dan Nicky.
David terus menangis dan meratapi kesalahannya.
Luna yang berubah menjadi seekor kucing kecil, yang sejak tadi bersembunyi kemudian keluar dari persembunyiannya, karena di lihatnya situasi sudah tak memanas lagi
Kucing imut itu segera menghampiri Ekin, lalu Ekin menggendongnya dan mendekati Aaron dan Kirana yang terluka yang kini ada di samping Nicky dan David.
"Nicky..ka..kamu harus kuat..!!" ucap Kirana seraya menatap Wajah Nicky yang sudah pucat, walaupun Kirana sendiri juga dalam keadaan wajah yang pucat karena menahan rasa sakit di lututnya.
"Ki..Kirana, ma..maaf kan a...aku...! A..a.ku men...cin..taimu se..Jak du...lu...! Aaagh....!!" kata terakhir Nicky dan dia menghembuskan nafasnya yang terakhir.
"Nicky....!!" teriakan Kirana dan David bersamaan.
Kirana mengguncang-guncang tubuh Nicky seolah belum percaya kalau Nicky benar-benar meninggal.
__ADS_1
"Nicky...!! ka..kamu bercanda kan..? ka..mu masih hidup kan..? Nicky.....Nicky.....!!?" racau Kirana diantara isakan tangisnya.
Ada perasaan marah dan kesal yang ada di dalam hati Aaron saat melihat kekasihnya menangisi mantan kekasihnya yang baru saja meninggal dunia itu.
Namun Aaron berusaha menepis semua rasa itu, baginya kini kesembuhan kaki Kirana.
"Kirana, ayo kita pulang ke tempat Ibu..! " ajak Aaron seraya menepuk pundak Kirana.
"Ya..tapi Nicky bagaimana..?" tanya Kirana yang masih terisak.
"Kirana, kaki kamu harus cepat di obati. Kalau tidak, kamu akan kehilangan satu kaki nantinya..!!" bujuk Ekin dan Aaron meng-iyakan.
"Lagi pula Nicky biar di urus papanya..!!"ucap Aaron yang mendekat pada Kirana.
"Iya, tuan David saya turut berduka cita dan ma'af saya harus pamit..! permisi..!" kata Kirana seraya menatap David.
"Terima kasih Kirana, dan saya juga minta maaf bila telah berbuat salah. Sekali lagi saya minta ma'af..!!" ucap David sambil menangkupkan kedua tangannya sembari menundukkan kepalanya.
"Sama-sama tuan David..!!" balas Aaron seraya membopong Kirana kembali, dan kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan David yang di rundung duka atas kematian putranya akibat kecerobohan David sendiri.
Ekin bersama Luna mengikuti Aaron dari belakang.
"Ekin, sebaiknya kita memakai ilmu meringankan tubuh kita, supaya cepat sampai ke tempat Ibu..!!" ucap Aaron yang memandang wajah Kirana yang memucat dan mulai tak sadarkan diri.
"Itu yang aku pikirkan dari tadi, sebaiknya kamu duluan. Karena aku tak tahu tempat ini..!" balas Ekin.
"Baiklah, aku akan bertelepati dengan ibu sebentar..! untuk meminta petunjuk arah..!" ucap Aaron yang kemudian menutup mata dan memusatkan konsentrasinya dia berkomunikasi dengan ibunya.
"Ibu, ananda sudah kembali ke dunia manusia. Beri petunjuk arah pada ananda untuk ke tempat ibu, Kirana saat ini dalam bahaya...!!" ucap Aaron dalam hati yang sedang bertelepati bersama ibunya Rosa.
"Aaron, cepatlah kemari dengan mengambil arah ke barat dari tempatmu berdiri..! cepatlah, racun itu mulai menjalar..!!" seru Bocan dari komunikasi jarak jauh dengan Aaron.
"Baik Bu..!!" Aaron mengakhiri telepatinya dan membuka kedua matanya perlahan-lahan.
"Bagaimana Aaron..!?" tanya Ekin yang penasaran.
"Kita harus ke barat .!!" ucap Aaron, dan keduanya pun menghentakkan kakinya dan melesat ke arah Barat sesuai petunjuk dari Rosa.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
...Bersambung...
__ADS_1