
"Penjagaanya ketat sekali, pantas saja mereka susah di endus keberadaanya. Tapi bukan berarti tidak bisa di kalahkan," ujar Yosep sambil menekan tombol jam tangan di tangan kanannya untuk merubah pakaiannya menjadi Cyborg armor suit.
Siska juga ikut melakukannya, Ryuna dengan gerakan secepat kilat menempelkan bom kecil seukuran lempengan tutup botol, pada setiap tiang menara pos yang di dalammya ada dua penembak jitu.
Lampu sorot tak mampu menyorot badan Ryuna yang gerakannya sangat cepat. Ryuna bersembunyi di semak-semak agak jauh dari menara pos, kemudian menekan tombol pengendali bom jarak jauh.
"Booom ...! Booom ...! Booom ...!" Semua menara pos meledak dan semua penembak jitu mati tanpa sempat berteriak, "cepat bunyikan alarm ada penyusup!" teriak penjaga yang berada di dalam pagar markas gembong narkoba.
Suara alarm berbunyi kencang dan terus menerus, semua penjaga bersiap menyambut kedatangan mereka bertiga. "Bu Siska itu tandanya, kita bergerak!" seru Yosep melambaikan tangan ke depan.
"Kodok buntal empat memanggil kepala bangkong!" ujar Gendhis dari saluran radio handsfree.
"Ya masuk kodok buntal empat, bagaimana situasi?" tanya Yosep melalui saluran radio handsfree.
"Raja jangkrik berhasil dijinakan, dan siap menuju ke sarang raja jangkrik, jarak kami sudah dekat," jawab Gendhis.
"Laporan diterima, segera menuju markas raja jangkrik!" titah Yosep.
Salah satu pasukan gembong narkoba membuka pintu utama markas, ratusan pasukan keluar dari pintu utama markas, semuanya bersenjatakan M-203.
"Sial! pasukan macam apa mereka? Senjatanya bikin gurih-gurih nyoy!" umpat Siska. "Sedangkan aku hanya membawa pistol revolver dan mag 4, ****** jaran."
"Tenanglah bu, santai," ujar Yosep menenangkan Siska. "Semua masalah bisa di atasi."
Ryuna melesat cepat dengan mengeluarkan pedang energi, bunyi tembakan menggema dan terdengar di setiap sudut markas. Ryuna menebas setiap leher prajurit yant ia temui dengan ganasnya, bagai singa menerkam mangsa. Tak ada satupun pasukan sempat berteriak sebelum terbunuh, Ryuna membunuh mereka sangat cepat, tepat dan tanpa suara.
"Lihatlah! Hanya beberapa saat Ryunssudah menumbangkan puluhan prajurit," seru Yosep sambil menunjuk ke arah Ryuna, tangannya yang menunjuk terlihat oleh pasukan lain.
"Bunuh! Penyusup itu berada dibalik semak-semak!" seru tentara bayaran satu.
__ADS_1
"Bu, kau menyelinaplah ke dalam. Carilah bukti sebanyak mungkin, aku akan memancing mereka!" seru Yosep yang keluar dari semak-semak.
Siska hanya menanggukan kepala lalu menuju sisi lain semak-semak sambil menodongkan pistol MAG 4 miliknya yang dilengkapi peredam.
Sesekali Siska berguling dan menembakan pistol tepat dikepala tentara bayaran, setiap tembakannya sangat akurat selalu mengenai kepala tentara bayaran.
Yosep keluar dari semak-semak dengan mengangkat kedua tangannya sebagai tanda menyerah. "Aku menyerah!" teriak Yosep.
Sepuluh tentara bayaran menodongkan senjata M-203 yang dilengkapi hulu ledak. "Bodoh! Memang kami akan mengampunimu, bantai!" titah kapten tentara bayaran dengan berteriak
Sembilan tentara bayaran menembakan hulu ledak yang dikeluarkan dari senjata M-203. Yosep menyeringai jahat dan membiarkan 9 hulu ledak mengenai tubunya.
"Boom ...! Boom ...! Boom ...!" Suara ledakan hulu ledak mengenai tubuh Yosep. "Hahahaha ... dasar anak bodoh, mampus kau!" umpat kapten tentara bayaran sambil tertawa.
Kepulan asap menutupi pandangan sepuluh tentara bayaran. "Tak terasa hulu ledak ini, hanya seperti seblak level pedas 3 saja. Cuma bau kencur," ejek Yosep yang masih utuh badannya, tak ada sedikit pun luka yang tergores dikulitnya.
"Apakah?!" ujar sepuluh tentara serentak dengan membulatkan mata, sedetik kemudian kepala mereka terpenggal. Mereka semua melihat badannya sendiri yang telah terputus.
"Kitab ajian nawadewanata memang hebat," puji Yosep dengan bergumam lalu tubuhnya berkedip dan hilang dari pandangan.
Gendhis, Serena, dan Kirno bersama Brock yang dipanggul seperti karung beras, sudah sampai di tepi pantai pulau Biawak. Mereka membulatkan mata melihat pemandangan ratusan dibantai tanpa kepala.
"Sepertinya trio bangkong memang lebih menakutkan," batin Serena.
Semua area berhasil dibersihkan, Ryuna sudah masuk ke dalam markas. Banyak orang berpakaian putih seperti dokter. Mereka adalah para dokter ahli kimia yang sengaja di sewa untuk membuat narkoba jenis baru namanya Darker.
Darker terbuat dari tumbuhan hasil mutasi genetik dan perkawinan genetik antara kecubung, ganja, dan koka yang diekstrak dengan mesin conversion. Perkawinan genetik ini menjadikan tumbuhan baru yang bernama glow.
Efek penggunaan glow adalah nafsu birahi meningkat, kekuatan otot meningkat, halusinogen dan paranoid, jika dikonsumsi lebih dari 5 gram bisa membuat pengguna brutal tanpa ampun.
__ADS_1
Ryuna langsung menghancurkan mesin conversion, Siska langsung membuat rekaman video sebagai barang bukti. Sedangkan Yosep mengambil semua data tentang glow yang tersimpan di salah satu komputer kepala proyek pengembangan glow.
Semua bukti berhasil di ambil termasuk bukti kalau Mayjen Rakha dan wakil kapolda Wisesa ikut andil dalam pengembangan proyek Glow.
"Kita semua mendapatkan bukti, lalu apa yang kita lakukan selanjutnya?" tanya Ryuna.
"Tentu saja kita memberikan bukti ini ke Kapolri," jawab Siska.
"Tidak, kita akan membuat mereka sendiri mengakuinya," tolak Yosep sambil menyeringai jahat.
"Tuan! Kami sudah datang!" panggil Gendhis yang masuk ke dalam ruangan penelitian bersama Serena dan Kirno.
"Ryuna amankan semua orang yang terlibat!" titah Yosep.
"Baik tuan!" balas Ryuna yang langsung mengikat semua pegawai berbaju dokter, ada 30 orang.
"Ya, Gendhis kau membawa peralatan yang aku pinta?" tanya Yosep mengenai topeng buto ijo, mister nine.
"Ya tuan aku membawanya tapi kita kekurangan anggota, hehehe. Dua anggota lain kan tidak berada disini," jawab Gendhis.
"Tidak masalah, kita masih punya bu Siska dan Ryuna. Meskipun nanti aneh anggota mister nine yang dahulu tiga lelaki kekar berubah menjadi dua wanita cantik dan seksi, hehehe," ujar Yosep sambil tertawa.
"Mister nine?" batin Siska membulatkan mata. "Jadi mas Yosep adalah orang yang sudah menghancurkan keluarga Rakuti dan Samandha. Tak disangka aku yang sudah lama mencarinya untuk balas dendam malah bertemu disini."
Siska langsung menembak kepala Gendhis, Serena, dan Kirno, mereka bertiga tewa seketika. Lalu mengarahkan ke arah Ryuna, namun berhasil di tepis oleh Yosep, tangan kanannya terluka dan Ryuna juga terkena tembakan Siska tepat di bahu kanannya. Tembakan Siska sangat akurat, celah cyborg armor suit berhasil ia tembus.
"Apa yang kau lakukan Siska?" teriak Yosep dengan membulatkan mata, lalu berubah merah padam.
Siska tak menggubris teriakan Yosep dan terus menembak tanpa henti, "tuan kau tidak apa-apa?" tanya Ryuna yang dipeluk Yosep dengan tangan kirinya, tangan Ryuna memegang erat bahu kanannya yang terkena peluru Siska.
__ADS_1
Maaf ya updatenya sedikit author sedang sakit flu, batuk dan demam.