SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 294


__ADS_3

Ruangan rapat menara Sentanu Grup.


Semua CEO Sentanu Grup sudah berkumpul. Wajah Raka begitu serius dengan sorot mata yang tajam, mukanya merah padam. Dua perusahannya TJG dan SL mengalami kebangkrutan, TJG hancur karena serangan Chris bersama kawan-kawan dan SL hancur karena investor menarik uangnya dari saham mereka.


Raka menatap Taufik dengan menyeringai geram, "Taufik! Dasar calon menantu tidak becus, mulai sekarang kamu dipecat! Mengurus para investor saja tidak becus, pergi dan keluar dari sini!" bentak Raka.


"Tunggu calon ayah menantu! Bukankah kemarin SL baik-baik saja, dan tak ada yang menarik saham mereka," bantah Taufik dengan sok percaya diri.


Raka melempar map berisi dokumen penarikan investor pagi ini ke muka Taufik, "Dasar bodoh baca ini! Kamu juga aku pecat jadi menantu! Pergi!" bentak Raka berapi-api.


Yosep yang mendengarkan melalui alat scout yanh dipasang pada bagian tengkuk Taufik dan Niva, tertawa sambil melayani pelanggan. "Hahahaha, sudah kubilang jangan menghina apalagi melawanku atau hancur. Dan ini akhirnya, rasakan kau! Rasakan! Hahahaha!"


"Bang! Jangan gila donk, masa gara-gara jualan kopi gila," kata pelanggan wanita.


"Ah maaf mbak, ini saya lagi dengerin drama di radio. CEO penghina orang kena azab dipecat oleh bos besarnya, hahahaha," balas pelanggan wanita.


"Oh ... bulat!"


Di dalam ruangan rapat Taufik yang masih duduk, melihat semua dokumen penarikan investasi pagi ini oleh para Investor. Wajahnya pucat pasi begitu melihat transaksi dana yang keluar, Taufik langsung terduduk lemas. "Ayah aku mohon maafkan mas Taufik, jangan dipecat jadi menantu dan CEO SL. Aku sangat mencintai mas Taufik, ayah," bela Niva.


"Tidak! Sampah tetap sampah! Cepat bawa dia pergi!" bentak Raka.


Dengan berat hati Niva membawa Taufik keluar dan kembali lagi memasuki ruangan rapat. Taufik keluar dari menara Sentanu Grup dengan langkah gontai plus lunglai, mukanya ditekuk dan berjalan kaki ke arah pintu gerbang menara SG. "Hai bro, bagaimanan kabarmu? Masib semangat, hahahaha. Ngopi donk ngopi, saya kasih gratis dech sampai kembung, hahahaha," ledek Yosep tertawa terbahak-bahak.


"Terima kasih bro. Lebih baik aku pulang ke apartemenku, sepertinya aku sakit." Taufik dengan raut muram berdiri di samping jalan menunggu mobil taksi daring tiba. "Hari ini nasibku sangat sial."


"Bukan sial, tapi azab atas apa yang kau hinakan padaku. Rasakan itu!"

__ADS_1


Di dalam ruangan rapat Raka masih terus memimpin rapat untuk menemukan langkah selanjutnya. Raka sudah kehabisan peluru untuk melawan Yosep, semua rencananya gagal. Dalam rapat ini juga Raka tidak membahas sedikit pun tentang rencana sebelumnya, menyuruh Dukun Mi'un dan Sarpin. Hari ini Yosep pulang tanpa menemukan bukti.


***


Vroom!


Vroom!


Chris dan tim throne army laki-laki sedang mengejar truk berisikan 10 ton pupuk alkimia yang akan dikirim ke Subang, mobil truk itu bukan mobil resmi PT. Alkimia Bharata Jaya. Yosep menyuruh mereka untuk mengawasi gerak-gerik Sentanu Grup, anak buah Arghadafa juga sudah disebar untuk melacak 100 ton pupuk yang disimpan Sarpin di hutan Loyang.


Sedangkan 100 ton lagi yanh disimpan Raka belum diketemukan. Lima mobil Koyota 86 memepet mobil truk, "Berhenti! Tepikan mobilmu!" teriak Steve.


Ciiit!


Mobil truk mengerem mendadak dan berhenti di jalan raya Celeng, kelima mobil Koyota juga ikut mengerem, Chris, Steve, Jin, Satrio dan Kardawi keluar dari mobil. "Turun! Cepat!" teriak Satrio, sopir truk pun turun karena ketakutan. "Mana surat-surat pengiriman pupuk dari PT ABJ?"


"Katakan dimana kamu mengambil pupuk ini?!" Chris menarik kerah supir truk. "Aku akan memberimu uang jika mengatakannya!"


"Gudang Si-silih Asih Cirebon," jawab supir truk terbata-bata.


"Jadi benar, informasi dari anak buah Komandan Arghdafa," gumam Chris. "Satrio bawa mobil truk ini ke gudang pupuk, biar sopir truk ini menjadi urusanku. Pak supir ayo ikut aku!"


Sopir truk masuk mobil Chris untuk dibawa ke kantor Wijaya Shield di Klayan untuk di interogasi. Satrio menelepon pak Awi untuk datang ke jalan Raya Celeng bersama pak Sumadi untuk mengambil mobil Koyota 86 miliknya, sedangkan ia mengendarai truk.


Chris yang sedang mengendarai mobilnya ke arah Klayan Cirebon menelepon Yosep. "Bos, kami mendapatkan sedikit petunjuk sisa 90 ton pupuk. Ternyata berada di Silih Asih Cirebon, untuk detailnya kita bertemu di kantor Wijaya Shield!" terang Chris dalam sambungan telepon.


"Good job, berita bagus. Saya sendiri masih buntu disini, belum menemukan petunjuk. 30 menit lagi saya sampai disana!" balas Yosep dalam sambungan telepon.

__ADS_1


___


___


___


30 menit kemudian Yosep sampai di menra Wijaya Shield yang sudah dirubah lebih megah. Supir truk menceritakan semuanya pada Yosep tentang siapa saja yang terlibat dalam pengiriman ini, dan dimana gudang pupuk itu berada.


"Paman Anto siapkan pasukan, sekarang paman Anto yang menggantikan CEO Argadhafa selama ia sedang bikin anak di hawai bersama Risadju," titah Yosep.


"Hahahaha, bikin anak, bulam madu kali ah big bos!" Chris dan Anto tertawa serentak termasuk supir truk yang mendengar candaan Yosep.


"Ya sama saja, memang bulan madu ngapain coba kalau gak bikin anak disana? Jangan sotoy ah, paman Anto dan Chris kan masih jomblo mana tahu kegiatan orang bulan madu, hmph!" Yosep menggembungkan pipinya.


"Ya maaf bos!" balas serentak Chris dan Anto dengan raut muka muram, setelah kena mental diejek jomblo.


"Hati-hati pupuk itu jangan sampai rusak!" titah Yosep. "Terima kasih pak sudah kooperatif dengan kami, dan ini uang 50 juta. Jika bapak butuh pekerjaan supir bisa datang menemui saya di desa Mundakjaya blok Munjul, tanya saja nama saya Yosep semua orang pasti tahu."


"Siap bos!"


"Te-terima kasih tuan!" balas sopir truk bernama Kurnadi.


Seratus orang anak buah Argadhafa di Menara Wijaya Shield disiapkan, untuk menggerebek gudang pupuk di Silih Asih Cirebon. Dua puluh mobil Koyota disiapkan, semua anak buah Argadhafa masuk ke mobil dan siap meluncur ke arah Silih Asih.


"Semoga kali ini bisa menemukan petunjuk keberadaan siapa dalangnya. Ini benar-benar membuatku pusing, baru kali ini saya menghadapi penjahat serapih ini pekerjaannya."


Yosep berteleportasi untuk pulang ke rumahnya, bagaimanapun juga masakan Ryuna dan Rany selalu ia rindukan ketimbang Yosep makan di luar. "Sebelum bertarung kita makan dahulu, supaya pertarungan ini tidak terganggu dengan suara perut yang berdemo," gumam Yosep yang sudah berada di taman atas rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2