SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 243


__ADS_3

Risadju memakai pakaian Yosep di belakang badan Yosep. "Cepatlah! Saya tak mau khilaf mengkhianati istri saya. Kamu itu cantik dan seksi, siapapun akan menyukaimu, tapi kok jomblowati?" seru Yosep.


"Berisik, bawel! Ya suka-suka akulah pacaran atau tidak kok babang tamvan yang repot. Aku menyukaimu babang tamvan, selama ini aku jomblowati gara-gara kaulah, coba kau aku jadikan istri pasti beres, statusku yang jomblowati ini terselesaikan." Risadju selesai memakai baju Yosep.


"Nanti kembalikan bajunya! Jika sudah sampai ke kota, saya tak punya baju lagi hanya tinggal dua setel pakaian soalnya," pinta Yosep dengan menyeringai kesal, selalu saja wanita barbar kelas berat ini meminta ia nikahi, Yosep membalikan badan dan menatap lekat Risadju membuatnya tersipu malu. "Hei! Hentikan, untuk terus mengejarku. Saya tak sebaik yang kamu bayangkan, memang wajah saya sangat tampan tapi saya juga kehilangan dua istri saya karena jatuh miskin."


"Ya sudah jadikan saja yang ketiga bereskan? Baguslah, sekarang sainganku telah berkurang dan kesempatanku menjadi istri ketiga terbuka lebar," Risadju mengerucutkan bibir. "Hanya wanita bodoh yang mau meninggalkanmu! Tidak bisa melihat berlian yang jatuh ke dalam kotoran."


"Ah sudahlah! Ayo kita pergi!" seru Yosep.


"Gendoong! Aku lemas, hmph!" Risadju menggembungkan pipi. "Tapi bagaimana para penjahatb di luar?"


"Sudah saya bereskan semua, ayo kita pulang!" Yosep menggendong Risadju dan berjalan cepat menuju bagian luar markas, peta harta karun baju Zirah gatot kaca juga sudah ia dapatkan di dalam ruangan bos White Jayapura.


Yosep menaruh Risadju ke dalam mobil Koyota hitam yang digunakan untuk menculiknya, kunci mobilnya masih tergantung disana.


Shua!


Shua!


Klang!


7 ninja elite White Jayapura di pimpin bos mereka bernama Ardhafa, melempar shuriken, kunai, bahkan fuma shuriken ke arah Yosep. Namun tak mampu menggores kulit Yosep sedikit pun, "Kamu cepat lari! Pergi dari sini! Bisa kan menyetir? Saya akan menahan mereka, lebih tepatnya harus dihabisi, cepat pergi! Nanti kita bertemu lagi di restoran" teriak Yosep menyeringai jahat.


Risadju menganggukan kepala dan mulai menyalakan mobil lalu di lajukan dengan kencang menyusuri jalan aspal di dalam hutan. Yosep tanpa basa-basi menghilang dari pandangan dan menendang kepala salah satu ninja elite hingga terlepas dari badannya, "Ajian baladewa futura!"


Bam!


Yosep kembali menghilang dari pandangan, enam ninja elite mulai waspada, "Hati-hati! Persiapkan diri kalian!" teriak Ardhafa. "Ajian kalaseta!"

__ADS_1


Cadar yang menutupi muka keenam ninja elite hancur, memunculkan pupil mata berwarna merah, tubuh mereka dipenuhi tato kutukan berwarna hitam dengan motif api. "Hahahaha, mampus kau! Suruh siapa kau membangkitkan cacing hitam menjadi naga emas!" Devla wakil boss White Jayapura terbahak-bahak.


"Hebat juga kalian bisa meningkatkan kekuatan kalian sampai pendekar iblis, tapi itu semua bukan masalah untukku, hahahaha." Yosep tertawa jahat, aura kaisarnya keluar lagi, matanya kembali berubah menjadi mata dengan riak hitam legam. "Daityas aksa! Ajian baladewa binjaka!"


Sriiing!


Kedua tangan Yosep diselimuti siluet dua naga hitam, kedua naga itu berputar melilit tangan Yosep. Ardhafa melambaikan tangan ke depan, memberi isyarat untuk menyerang Yosep.


Bam!


Swush!


Brak!


Devla maju, melesat cepat dan menghantamkan pukulan, Yosep mengadu pukulan Devla dengan pukulan kambal binjaka. Devla terpental dan menabrak dinding markas lalu tubuhnya luruh jadi abu, "Hahaha, pendekar macam kalian bukan tandingan diriku sang kaisar binatang suci. Akan aku habisi kalian dengan satu serangan! Ajian telapaka saketeng!" kedua siluet naga hitam berubah warna menjadi merah, kedua tangan Yosep juga bercahaya terang lalu di arahkan ke 5 ninja elite yang berpencar ke berbagai arah mengelilingi Yosep.


Swush!


Swush!


Setengah markas White Jayapura hancur jadi debu, 3 orang ninja elite juga hancur, Rado yang masih berada di dalam markas juga tewas jadi debu.


"'Gluk'!" Ardhafa dan Yonka menelan salivanya, wajahnya pucat pasi, tubuhnya bergetar hebat seperti gempa 9,9 skala richter. "Ampun tuan! Ampuni kami! Kami khilaf tidak bisa memandang tingginya gunung kembar, dan dalamnya samudra hindia."


"Cih payah! Hanya segitu saja kemampuan kalian, benar-benar mengecewakan." Yosep berdecih dan menyeringai jahat, Yonka dicekik oleh Yosep lalu di angkat tubuhnya. "Selamat menemui dewa kematian!"


Krak!


Blar!

__ADS_1


Yosep mematahkan leher Yonka dan tubuhnya luruh jadi debu. Ardhafa memeluk betis kanan Yosep dan memohon dengan penuh iba, "Ampuni aku tuan! Ampuni aku rela jadi budak tuan!"


"Baiklah!" Yosep menyeringai licik. Aura kaisarnya hilang dan sadar kembali, nafasnya sedikit memburu, sebenarnya Yosep juga tak ingin membunuh Ardhafa karena ia merupakan bagian penting petunjuk untuk mencari keberadaan baju zirah gatot kaca. "Tapi jika kau mengkhianatiku, tubuhmu akan meledak! Ajian ciung wanara!"


Slurp!


Yosep menempelkan telapak tangannya ke kening Ardhafa, kepulan asap muncul di kepalanya, Yosep melepaskan telapak tangannya, ada motif kepala naga di dahi Ardhafa lalu lenyap. "Hormat pada yang mulia kaisar!" Ardhafa berlutut satu kaki dan menyilangkan tangan kanan ke dada kiri, wajahnya ditundukan.


"Jangan terlalu sungkan. Bawa aku ke kota dan saya akan merubah penampilanmu! Jadi anak buahku harus tampan dan berwibawa, lihat ini beberapa anak buah langsungku!" Yosep memperlihatkan foto Chris, Jin, Karwi, Riko dan Satrio pada Ardhafa, mereka semua putih serta tampan-tampan. "Keren kan?"


"Ya tuan sangat keren dan tampan, saya juga mau, saya juga mau!" Ardhafa mengangguk-anggukan kepalanya. "Ayo tuan saya hantar ke kota!"


"Memang kamu masih punya mobil? Lihat setengah markasnya sudah saya hancurkan! Keren kan?" Yosep menepuk-nepuk dadanya. "Kaisar rich!"


"Apanya yang keren, dasar bos gila! Markasku hancur malah dibilang keren, djancuk jaran," batin Ardhafa menyeringai kesal.


"Ada bos, aku masih punya mobil jeep disana!" Ardhafa menunjuk gua yang bersebrangan markas, tempat Ardhafa menyimpan barang jarahan dan rampokan dari penduduk. "Aku juga menyimpan harta rampokanku disana!"


Bletak!


Yosep memukul kepala Ardhafa, "Kembalikan semua harta jarahan itu! Saya tidak suka punya anak buah suka mencuri atau merampok. Lebih baik kita jalan kaki saja, jika mobil itu hasil dari rampokan! Kalau kamu butuh uang, butuh rumah, dan mobil bilang saja. Saya pasti akan memberikannya!" Yosep membuka tas punggungnya dan memberikan uang 30 juta dari amplop coklat miliknya. "Ini uang untukmu dan gaji pertamamu! Gunakan baik-baik, jangan boros!"


"Terima kasih tuan! Terima kasih tuan!" Ardhafa mengambil uang itu dengan raut wajah sumringah, padahal ia sering sekali mendapat harta rampokan tapi hidupnya selalu gelisah.


"Kita lomba lari saja sampai kota, yang kalah traktir makan, bagaimana?" Yosep menaik-turunkan alisnya. "Oh ya nama kamu siapa?"


"Aku Ardhafa Wiraguna bos, panggil saja Dhafa," ucap Ardhafa tersenyum ramah.


"Saya Yosep Firmansyah, biasanya anak buahku memanggil saya pak big bos!" balas Yosep tersenyum ramah juga.

__ADS_1


__ADS_2