SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 176


__ADS_3

Author neminta maaf jika chapter ini terlalu lama updatenya. Author update dari jam dua siang sampai sekarang belum bisa release, masih di review oleh pihak NT.


Di Kantor W.O. Ngarepkeun.


Tim ZZRR sedang berkonsultasi dengan Kohreng, pemilik W.O. untuk baju yang akan dipakai, ketika akad dan resepsi. Akad akan di adakan di masjid islamic center Indramayu dan resepsi akan di adakan di aula hotel Balongan. Kohreng menepuk jidatnya sendiri, baru kali ini ia menangani acara pernikahan empat wanita sekaligus. "Maaf nona, memangnya setampan dan sekaya apa sih calon suami kalian berempat?" selidik Kohreng.


"Nanti juga tuan Kohreng akan tahu, setampan dan sekaya apa calon suami kami. Memangnya tuan Kohreng tidak mengenalnya?" tanya balik Ziva. "Calon suami kami, mas Yosep Firmansyah itu terkenal. Sekarang masuk jajaran orang terkaya nomor satu di Indonesia."


"Gluk!" Kohreng menelan salivanya dan mengernyitkan dahi. "Apa?! Orang kaya nomor satu di Indonesia?!"


Brak!


Tiba-tiba pintu ruangan kantor Kohreng didorong paksa, "Kohreng! Cepat urusi pernikahan putraku! Kalau ada yang sedang konsultasi minggir dahulu. Pernikahan keluarga ningrat kami lebih penting," teriak Agnia Sutresna keluarga nomor satu terkaya di Jawa Barat.


Ryuna berdiri, "maaf bu! Kami sedang konsultasi dan mendapatkan antrian pertama. Bisakah ibu menunggu terlebih dahulu?" tanya Ryuna dengan nada lembut.


"Hai wanita karbitan, tahu apa kamu tentang antri-mengantri, pokoknya keluarga kami harus di dahulukan. Memangnya kalian tidak tahu siapa saya, hah? Orang terkaya nomor satu di Jawa Barat. Kalian hanya para wanita ******, tahu apa tentang kami," bentak Agnia berapi-api.


"Sudah mba, lebih baik kita menunggu saja diluar!" Zahra berdiri dan menenangkan Ryun yang geram, ingin sekali menampar wanita paruh baya itu.


"Kita yang waras lebih baik mengalah, ayo mba kita keluar!" ajak Ziva.


"Apa kamu bilang, saya gak waras. Rasakan ini!" Agnia melayangkan tamparan namun berhasil di tangkap oleh Rany.


Tap!


"Kami sudah mengalah dengan anda dan berbaik hati, tapi ibu malah menampar mau saudari kami Ziva. Apa ibu tak tahu jika kami adalah calon istri orang terkaya di Indonesia? Dan aku Rany Citra Pratama adalah anak dari Jayus Pratama orang terkaya kedua di Indonesia. Paham!" bentak Rany.


"Lepaskan tanganku, kalian hanya empat wanita karbitan. Jangan bermimpi di siang bolong menjadi orang kaya, kalian hanya menjual tubuh cantik kalian demi uang," ejek Agnia.


Byur!


Ryuna mengangkat galon dan menyiramkannya pada Agnia, "maaf ibu yang terhormat, tangan saya terpeleset dan juga saya mencium bau tahi kucing dari badan ibu. Jadi saya tak sengaja menyiramkan air galon ini pada ibu yang terhormat," ejek Ryuna dengan raut muka datar, seolah ia merasa tak bersalah.

__ADS_1


"Awas kalian, saya akan membalas kalian semua!" ancam Agnia berapi-api dan meninggalkan ruangan kantor Kohreng. Ziva yang usil sengaja menaruh kakinya memanjang sedikit untuk menjegal langkah kaki Agnia, membuatnya tersandung dan jatuh ke lantai.


Buk!


Ziva bersiul dan menatap ke atas, ke kiri dan ke kanan. "Kalian membuat saya muak, Jonki buat mereka menyesal!" titah Agnia berapi-api pada Jonki kepala bodyguard keluargan Sutresna.


"Baik Nyonya," balas Jonki menundukan wajah.


"Kalau mau ribut jangan disini, lebih baik kalian keluar!" bentak Kohreng. "Disini tempat konsultasi acara pernikahan, bukan ring tinju!"


Plak!


Jonki menarik kerah Kohreng dan menamparnya, "bukan urusanmu!" Jonki menampar lagi hingga 10 kali bolak balik, hingga membuat wajah Kohreng bengkak mirip kepala babi.


Plak!


Plak!


Grab!


Brak!


Jonki bangun menyeka darah di sudut bibirnya, "cih hanya segitu saja, serang wanita bau kuda itu!" Jonki berdecih lalu berteriak menyuruh anak buahnya untuk menyerang Ryuna.


Agnia masuk ke dalam mobil Koyota Alphard dalam keadaan basah kuyup, raut mukanya memerah dan menggertakan gigi, penuh emosi.


Ziva ikut keluar, Rany masih di dalam membantu Kohreng bangun, sekaligus melindungi Zahra karena tidak bisa berkelahi.


10bodyguard berbaju hitam mengepung Ryuna, Ziva meloncat dan melayangkan tendangan ke kepala salah satu bodyguard.


Bang!


Salah satu Bodyguard terpental dan menabrak pagar pembatas yang terbuat dari beton, hingga membuatnya pingsan.

__ADS_1


"Hebat juga kau!" puji Jonki. "Sergap mereka!"


5 orang bodyguard mengeroyok Ryuna dan 5 orang mengeroyok Ziva termasuk Jonki. Mereka melayangkan pukulan dan tendangan pada Ryuna serta Ziva. Mereka berdua sangat lincah menghindari serangan 10 orang bodyguard, tak ada satu pun serangan yang mampu menggores kulit, mereka berdua.


Bag!


Ryuna melompat dan melakukan tendangan memutar 360 derajat, 5 bodyguard langsung terpental dalam keadaan memutar, tulang lehernya retak. "Cih! Hanya itu kemampuan kalian, badan saja seperti badak, ditendang sudah seperti angsa, lehernya patah semua. Pergi sana!" Ryuna mengejek sambil berdecih.


Melihat anak buahnya kesakitan Jonki, menghentikan anak buahnya menyerang, "sudah! Kita bawa dahulu teman kita," ucap Jonki berapi-api, menunjuk Ryuna dan Ziva. "Nanti kita buat perhitungan dengan mereka, bawa mereka!"


Merka membawa teman-temannya yang terluka dan memasukannya ke mobil, lalu tancap gas meninggalkan kantor W.O. Ngareupkeun.


Di dalam kantor, "tuan Kohreng kami meminta maaf, jika kami membuat keributan. Semua kerusakan pada kantor biar kami yang ganti," ucap Rany.


"Tidak apa-apa nona Rany, saya yang harusnya meminta maaf. Tidak bisa memberikan kenyamanan pada pelanggan, bagaimana fiting bajunya dilanjutkan?" tanya Kohreng yang wajahnya bengkak.


"Ya tan Kohreng, tapi tunggu untuk fiting bajunya, kita tunggu mas Yosep. Kita pilih dahulu saja kartu undangannya saja," imbuh Zahra.


Seteah beberapa saat Yosep tiba di depan kantor W.O. Ngarepkeun di hantar taksi online. "Kenapa kantornya jadi berantakan begini?" gumam Yosep, dia berjalan ke arah halaman parkir kantor dan melihat mobil Rany disana. "Mereka pasti sudah di dalam."


Ryuna menggandeng lengan Ziva layaknya saudara sendiri, dan masuk ruangan kantor Kohreng. Yosep juga menyusul setelah Ziva dan Ryuna masuk. "Waduh! Kenapa jadi berantakan seperti ini?" tanya Yosep yang sedang melihat karyawan OB membersihkan air yang ditumpahkan oleh Ryuna dan pintu yang sedikit rusak.


"Maaf tuan anda siapa?" tanya Kohreng pada Yosep.


"Saya calon suami mereka berempat, mau fiting baju, tuan." jawab Yosep.


"Wow emejing, mantul. Ternyata anda tampan sekali tuan, pantas saja keempat nona-nona ini klepek-klepek," puji Kohreng. "Maaf tuan ada gangguan teknis, silahkan duduk, dan ini contoh baju pengantinnya!"


Kohreng memberikan buku album contoh baju pengantin pada Yosep. "Untuk akad pakai yang ini saja, resepsinya ini, ini, dan ini, konsepnya bangsawan jawa," tunjuk Yosep pada baju pengantin berwarna putih dengan hijab untuk akad dan resepsi pakaian bangsawan jawa. "Bagaimana sayang?"


"Baik mas, nanti kita coba dulu bajunya," balas Ryuna dengan wajah sumringah. "Akhirnya sejengkal lagi bisa bersanding denganmu mas."


"Ya, ya Ryuna. Kita akan berbagi suami, hehehe," timpal Zahra.

__ADS_1


Yosep senang melihatnya mereka berempat sangat akur dan tidak ada yang iri, malah seperti kakak beradik yang saling melindungi.


__ADS_2