SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 164


__ADS_3

"Siap mas dokter, ini juga sebagai ajang balas dendam atas penghinaan Vanya beberapa bulan lalu." Prapto bangkit dari duduknya dan berkacak pinggang, dagunya sedikit di angkat bergaya bak bangsawan eropa. "Tapi apa yang harus bapak lakukan? Hehehe."


Yosep menepuk jidatnya sendiri, "hadeuh, gaya sudah keren, saya sudah menantikan kira-kira bapak Prapto mau memberikan rencana apa, malah bertanya balik, sue!" batin Yosep.


"Loh kenapa menepuk jidat, terpesona kah dengan gaya saya? Kayaknya gaya ini bisa menjadi magnet para perempuan mau menjadi istri kedua saya, hahaha!" canda Prapto dengan penuh percaya diri sambil melirik Sylvia.


"Hoek! Najis banget, sudah trauma sama rombongan sugar grand dady. Kemarin juragan Sastro, sekarang kakek Prapto, benar-benar kakek mesum," ejek Sylvia dalam batinnya dan menatap jijik Prapto.


"Saya kerjain saja bapak tua bangka ini, hehehe," batin Yosep menyeringai licik.


"Mas dokter! Mas!" panggil Prapto dengan berteriak.


"Oh ya bapak. Keren bapak bergaya seperti itu, ini buktinya waktu saya bergaya seperti itu Sylvia langsung kepincut." Yosep melirik Sylvia dan mengedipkan mata. "Ya kan Sylvia?"


Sylvia yang mengerti maksud Yosep langsung menjawab dan merangkul lengan Yosep. "Ya pak, saya langsung kepincut kemarin, waktu saya melihat mas Yosep," jawab Sylvia mengerlingkan mata.


"Baiklah gaya ini memang bisa membuat wanita terpesona hahaha." Prapto masih dengan gaya bangsawan eropa. "Kita kembali ke topik, apa rencananya?"


Yosep mentransfer uang 50 milyar ke nomor rekening PT.JAL, "kita akan menggratiskan biaya pengiriman selama satu bulan bila perlu dua bulan untuk seluruh kustomer, baik kargo, paket, pengiriman lewat jalur laut, lewat udara. Dan uang itu adalah modalnya untuk biaya bensin karyawan, buat pelanggan memilih kita, dan luncurkan pengiriman tercepat Jaya instan 1 jam gratis," jawab Yosep.


"Keren idenya! hari ini juga langsung di launching. Siap! saya akan langsung ke bagian pengadaan kendaraan, kita akan mulai dan saya jamin Nehan Logistik akan semakin nyungsep, hahahaha!" Prapto mengacungkan dua jempol pada Yosep lalu tertawa terbahak-bahak.


"Baik pak, kirimkan juga orang untuk mengawasi Nehan Logistik!" Yosep mencium punggung tangan Prapto. "Saya izin pamit bapak, salam buat ibu."


"Ya hati-hati di jalan!"


Yosep dan Sylvia keluar dari ruangan Prapto menuju parkir basemen. Nyotnyokong di suruh jalan-jalan ke seluruh Cirebon membawa mobil Lambhorgini Yosep. Nyotnyokong dikasih uang jajan 50 juta sama Yosep, untuk jalan-jalan.


Yosep bersama Sylvia mau ke grage mall, untuk mendandani Sylvia yang hanya memakai riasan sederhana dan baju yang sederhana.


"Kita ke mall pilih baju yang bagus, berapapun yang kamu mau ambil saja, saya yang bayar. Kamu itu sekretaris pribadi saya harus cetar di depan kolega-kolega saya, ok!"

__ADS_1


___


___


___


Yosep sudah sampai di lobi grage mall dan memberikan mobilnya pada petugas valet parking dan langsung membayarnya dengan menscan QR melalui smartphone miliknya. Semua orang di mall menatap lekat Yosep berjalan gagah bak raja, aura Yosep begitu mendominasi. Yosep yang ditatap seperti itu tersenyum manis pada mereka.


"Babang tamvan, aku rela digauli!" teriak pengunjung wanita.


"Ya aku juga rela dimadu!"


"Minggir babang tamvan miliku!"


"Gluk!" Yosep menelan salivanya, "jadi orang tampan banyak resiko, lari!"


Yosep langsung memegang tangan Sylvua dan berjalan cepat, melewati kerumunan wanita. "Sekarang sudah tahu kan, jadi pemuda tampan seperti saya repot. Saya juga repot, kamu juga jatuh cinta sama saya," ucap Yosep.


"Aw! Dasar wanita sok batu, padahal waktu di laut, mas tolong saya mas, mas tolong anak saya mas," ejek Yosep dengan bibir bagian bawah dimonyongkan.


Sylvia menginjak lagi kaki Yosep, tapi Yosep menghindar dan menggantikannya dengan kaleng bekas, "aw, awas kau mas, haaaa, sakit!" pekik Sylvia lalu menangis, kakinya lebam setelah menginjak kaleng bekas.


"Ah payah, katanya cewek batu, injak kaleng saja lebam kakinya, ayo sini!" Yosep memberikan pil kintamani pada Sylvia. "Minumlah!"


Sylvia dengan wajah imutnya menggeleng-gelengkan kepalanya, "maunya di suapin!" pinta Sylvia.


"Ya, ya, ya, dasar sok batu, ini!" Yosep menjulurkan tangannya ke bibir Sylvia.


"Gak mau, gak mau, pakai ini!" tunjuk Sylvia ke bibir, meminta Yosep menyuapi pil kintamani dengan bibirnya.


"Hmmm, dasar cewek belanda yang agresi!"

__ADS_1


"Agresif!"


"Ya itulah pokoknya!" Perut Yosep mules ingin kentut, lalu memasukan pil kintamani ke ujung bibirnya dan mendekatkan kepalanya ke kepala Sylvia.


Pes!


Tangan Yosep menutupi belahan pantatnya, Sylvia sudah memejamkan mata, "rasakan ciuman pantatku!" Tangan Yosep yang menutupi belahan pantatnya di tarik ke depan hidung Sylvia dan menutupnya.


"Hoek, hoek, hoek, bau banget mas sial kamu mas. Awas saja kamu mas!" Sylvia membuka mulutnya karena mual mencium bau kentut Yosep dan muntah-muntah namun tak mengeluarkan air. Yosep secepat kilat memasukan pil itu pada mulut Sylvia.


Gluk!


"Hahahaha!" Yosep tertawa terbahak-bahak sampai perutnya mulas.


***


Di seluruh outlet Jaya abadi logistik se Indonesia. Para pelanggan menyambut baik peluncuran gratis ongkos kirim sampai 1 bulan, karyawan juga sumringah karena mereka diberi bonus 1 juta per 100 paket yang dihantar selama satu bulan, diluar gaji mereka 10 juta/bulan. Semakin banyak yang dihantar semakin banyak pula, bonus yang mereka dapatkan.


Prapto melihat data transaksi pelanggan dari laptopnya, sudah ada satu juta paket yang sudah dihantar oleh karyawan JAL, hanya dalam waktu 1 jam peluncuran. "Mampus kau Frans! Hahahaha," Prapto juga melihat video di seluruh cabang Nehan Logistik begitu sepi, video itu dikirmkan mata-mata JAL yang disuruh oleh Prapto.


Prapto juga mengiklan promosinya itu di tv nasional dan radio nasional, semua pelanggan nasional menyambut baik program JAL. "Semua persiapan selesai, tinggal tunggu hasil akhirnya," ucap Prapto menyeringai licik.


***


Di kantor Nehan Logistik, Frans yang sedang melihat televisi membulatkan mata, "bajingan kau Prapto. Kau sudah membuat bangkrut kami, hari ini kami kehilangan omset 15 milyar," Frans memukul meja dengan keras hingga berlubang. "Kau memang ingin kami hancur, tapi kami tidak akan membiarkannya."


"Jarwis lakukan promo yang sama!" titah Frans.


"Maaf tuan anggaran kita tidak ada, kalkulasi saya untuk butuh 100 milyar untuk menyaingi mereka. Apakah tuan punya?" tanya Jarwis.


Nehan masuk ruangan, "sudahlah pah kita jual saja Nehan Logistik. Kita tidak akan bertahan lama, seharusnya papah menerima tawaran bro Yosep, bukan malah menantangnya," usul Nehan.

__ADS_1


"Anak bodoh! Tahu apa tentang Nehan Logistik, lebih baik kau pergi sana kuliah!" usir Frans.


__ADS_2