
Feng Xin salto ke belakang sambil melepaskan tebasan Cakar Naga Darah dan berhasil memenggal leher Kelabang Hitam.
ZRASH!
Feng Xin mengibaskan pedang iblis darah lalu memasukannya kembali ke sarungnya. Dengan senyum sumringah, Feng Xin mengambil inti monster kayu yang sudah keluar dari dada Kelabang Hitam.
"Sekarang dua inti monster saja dahulu aku serap. Sisa kekurangannya biar kembaran diriku yang mengurusnya." Feng Xin melihat penglihatan yang terkoneksi dari mata keempat kembaran dirinya.
Mereka hanya dalam beberapa menit, sudah menyapu bersih binatang spiritual di ranah tanah, dan batu.
Kemudian melanjutkan dengan tersenyum puas, "Mereka sangat bisa di andalkan. Aku akan mencari tempat untuk menyerap dua inti monster yang cukup besar ini."
Feng Xin berlari cepat ke dalam hutan, untuk mencari tempat yang sepi. Supaya bisa tenang menyerap inti monster dan akhirnya menemukan sebuah gua.
Feng Xin melangkahkah kakinya perlahan, persepsi tembus mata Naga Darahnya ia edarkan. Tatapannya sangat waspada, "Fyuh ... nampaknya tidak ada binatang spiritual di dalam," kata Feng Xin menghela nafas panjang.
Kepala Feng Xin berputar memindai ke segala arah, gua yang cukup gelap, hanya sedikit sinar yang masuk dan permukan tanahnya agak lembab.
Feng Xin memindai isi di dalam cincin semesta, dan matanya membulat, "Kakek Muka Beku sangat luar biasa. Banyak sekali sumber daya di dalam cincin semesta ini."
Namun sayang, di dalam cincin tersebut hanya ada sumber daya untuk menaikan level kultivasi. Bahkan satu butir mutiara Qi pun tidak ada, hanya ada 2 butir pil Anggrek Bulan level 7 yang tersisa.
Pil Anggrek Bulan berguna untuk mengembalikan energi yang terkuras habis.
"Sebagai salah satu Kaisar Iblis kakek Muka Beku memang hebat. 1 pil ini saja sudah cukup untuk mengembalikan energi Qi yang hampir terkuras habis." Feng Xin mengeluarkan pil berwarna biru dan seukuran biji jagung, lalu ditelannya mentah-mentah, "Aiiih ... pahit banget. Hoeeek ...."
Feng Xin merasa mual, baru pertama kali ia menelan pil rasanya sangat pahit. Bahkan lebih pahit dari diputusin , pas lagi sayang-sayangnya.
Tetapi, hanya dalam satu hembusan nafas, pil biru itu langsung bereaksi dan mengisi kembali energi Qi di dalam Dantiannya.
"Hoeek ... hosh-hosh ... untung saja pil ini sangat mujarab. Kalau tidak seumur hidup pun aku tak sudi menelannya lagi." Setelah mengatakan hal tersebut, Feng Xin langsung membentuk 2000 lapisan pelindung Naga Darah dan duduk bersila.
Dua inti monster langsung di taruh di depan kakinya yang sudah bersila lalu memejamkan mata.
__ADS_1
"Seni kebangkitan surgawi!" seru Feng Xin dan menyerap cepat energi spiritual dari kedua inti monster.
Lima hembusan nafas kemudian, permukaan tanah yang diduduki Feng Xin retak.
Tubuhnya menegang dengan urat otot menonjol di sekujur tubuh dan diselimuti aura merah darah, disertai fluktuasi udara di sekelilingnya.
Kembaran dirinya terbang masuk ke dalam gua dan membawa ratusan inti monster.
Baru saja mereka mendekat dalam jarak 10 meter, bola-bola inti monster dari berbagai ukuran, berbagai warna dan melayang mengelilingi tubuh kembaran diri Feng Xin, terhisap masuk ke dalam 2000 lapisan kubah berwarna merah darah.
Keempat kembaran diri Feng Xin langsung membalikan badan dan terbang keluar gua untuk mencari inti monster yang lain.
"Aaaargh ...!" Suara raungan Feng Xin kali ini menggelegar dalam radius 200 meter dari gua.
Suara raungan itu terus terdengar hingga detik berganti detik, menit berganti menit, jam berganti jam dan hari berganti hari..
Selama 14 hari, Feng Xin merasakan tubuhnya seperti ditusuk-tusuk ribuan pedang, ribuan tombak dan puluham jarum peniti secara bersamaan.
BOOM!
Suara ledakan yang sangat dahsyat hingga menyebabkan permukaan tanah dalam radius 500 meter bergetar dan retak.
[Witwiiw! Selamat, tuan berhasil menaikan level jiwa spiritual ke level berlian]
[Selamat, tuan telah memenuhi syarat untuk membuka seni api ilahi]
[Seni api telah terbuka dengan pengendalian 0%]
Suara mekanisme sistem itu membuat Feng Xin membuka mata,dan nafasnya terengah-engah.
Tapi dibalik rasa sakit yang luar biasa, Feng Xin tersenyum puas, level jiwa spiritualnya telah naik ke level Berlian.
Bersamaan itu pula, seni api ilahi sudah bisa dibuka, dan target pertama Feng Xin adalah membuat bubuk Xano menggunakan seni api ilahi.
__ADS_1
"Suaramu sangat merdu sistem. Aku menyukainya, cepat beli poin skill High dan buat pengendalian seni api ilahi menjadi 100%." Feng Xin tersenyum puas dan bangkit berdiri.
[Memotong 3000 poin Waifu dan dikonversikan menjadi 300.000 poin skill High untuk meningkatkan pengendalian seni api ilahi sampai 100%. Dimulai dalam 3 ... 2 ... 1 ....]
[0% ... 15% ... 25% ... 35% ... 45% ... 55% ... 65% ... 75% ... 85% ... 95% ... 99% ... 100%]
[Pengendalian seni api ilahi telah meningkat sampai 100%]
[Selamat, tuan bisa menggunakan seni api kaisar, seni api pohon suci, seni api surgawi, seni api emperor, seni api darah, seni api nirwana]
Energi Qi berkumpul di depan Feng Xin, semakin lama semakin besar, menggumpal seperti bola.
Lalu menjadi api yang berkobar tapi memiliki 5 warna yang berbeda. Api ilahi masuk ke dalam pusar Feng Xin, atau lebih tepatnya Dantian Feng Xin.
Hawa panas menyebar ke seluruh aliran nadi di tubuh Feng Xin, membuat bulir-bulir cairan hitam keluar dari tubuhnya dan berbau sangat busuk.
"Uhuk-uhuk ... bau sekali cairan keringat ini." Feng Xin menutup hidungnya rapat-rapat, tapi tetap saja bau itu menusuk hidungnya, "Hoek ... untung saja artefak ini mampu membersihkan secara otomatis. Jadi wajahku yang super tampan ini tetap aman."
Feng Xin tidak mengetahui jika kenaikan level jiwa spiritualnya mengundang beberapa kultivator dari sekte Dewa Perang yang ditugaskan oleh Lu Bu untuk mencari penyebab fenomena petir kebangkitan Naga Perak.
"Jin Yu, sepertinya yang membuat keributan akhir-akhir ini ada di dalam gua tersebut." Han Nu menunjuk pelan gua.
"Tetap waspada Han, bisa jadi di dalam gua tersebut ada binatang spiritual di tahap Legenda." Jin Yu mengingatkan Han Nu, karena mereka berdua hanya di tahap Gathering bintang lima.
Lu Bu menganggap itu masaalah sepele, jadi mengutus murid luar sekte Dewa Perang untuk menyelidiki fenomena tersebut.
Feng Xin melihat mereka sudah berada di luar gua dari salah satu kembaran diri Feng Xin yang bersembunyi untuk mengawasi sekitar gua.
"Aku ingin lihat, apa yang mereka lakukan disini. Lebih baik aku keluar untuk melihat." Feng Xin melangkahkan kakinya cepat menuju mulut gua.
Yin Ju dan Han Nu juga melangkah tapi pelan, penuh kewaspadaan dengan manik mata seperti elang.
"Mohon maaf, tuan-tuan. Apa yang sedang anda cari di gua ini?" Suara Feng Xin mengejutkan mereka berdua dan Han Nu reflek menusuk Feng Xin.
__ADS_1