SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 150


__ADS_3

Helikopter Yosep sampai di rooftop apartemen 1 park avenue, kebayoran lama utara jakarta selatan. Outlet Raimu CRC cabang jakarta berada di ruko grand Safara. Yosep sampai di Jakarta pukul 13.00 WIB.


Zahra dan Vanya membeli lahan yang masih dikuasai pihak pengembang ruko grand safara dan membelinya. Di atas lahan seluas 100x150 meter persegi.


Tentu saja harga tanahnya sangat mahal 15 juta/meter persegi, namun yang membuat desain bangunan dan pembuatannya, tentu saja Devi dengan mengendalikan drone cypher tipe 1.


"Bro kamu pulanglah kembali ke Indramayu, nanti kalau urusannya sudah selesai, saya akan menghubungimu," titah Yosep.


"Tapi bos saya ...," balas Nyotnyokong terpotong.


"Sudah tenang saja, saya sudah sehat. Lihat ini!" Yosep memukul pintu masuk apartemen yang berada dirooftop.


Bang!


Pintu masuk apartemen langsung jebol, "tuh kan saya sudah sehat hehehe ... tenang saja, kalau ada apa-apa kamu saya hubungi bro!" imbuh Yosep tertawa dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Siap bos, jangan lupa hubungi saya atau yang lain ya!" Nyotnyokong kembali masuk ke Helikopter dan terbang ke arah Indramayu.


Yosep turun ke lantai dasar melalui lift, ia hanya memakai kaos oblong putih dan celana training hitam serta beralaskan sandal jepit. Ketika keluar dari lift Yosep diperhatikan securiti, "hai kamu! kenapa bisa masuk ke sini, gembel dilarang masuk! pergi sana!" ejek securiti apartemen lalu menarik kerah belakang Yosep seperti mengangkat anak kucing lalu menendang pantatnya.


Buak!


Yosep tersungkur di depan pintu lobi utama apartemen. "Hahaha, rasakan gembel memang tak pantas berada disini, hahaha," ejek pemilik kamar nomor 17 yang sedang berada di pintu utama lobi apartemen.


"Ini hunian orang kaya mana pantas gembel sepertimu berada disini, pergi sana!" ejek securiti dua sambil menyiramkan ember yang berisi air di kepala Yosep.


Byur!

__ADS_1


[Telolet]


[Misi : temukan perampok kafe Raimu CRC.


Hadiah : Seluruh perumahan, hotel, dan apartemen di kawasan kebayoran lama.


Batas waktu : 7 hari


Hukuman: -


[Selamat menjalankan misi]


Yosep tersenyum meskipun bajunya basah kuyup, "setelah ini saya pastikan kalian akan mengemis dan berlutut di kaki saya," batin Yosep sambil berjalan meninggalkan apartemen 1 park avenue menuju outlet Raimu di ruko grand safaara yang jaraknya hanya 1,4 km.


Yosep hanya bertelanjang dada, karena ia melepas kaosnya yang basah kuyup. Tubuh Yosep yang atletis dengan perut eight pack dan urat otot menonjol meskipun kulitnya sawo matang tapi pesona ketampanannya membuat para wanita yang melihatnya tergoda.


"Ya aku juga rela jika jadi pelampiasan hatinya," imbuh emak-emak teman wanita paruh baya dengan lirih.


Tapi banyak yang mencibir dan menyangka Yosep orang gila, "lihat sekarang orang gila ternyata tampan-tampan," ejek abang ojol yang sedang menyeruput kopi di warung kopi.


"Ya kamu benar, mungkin dia ditinggal kekasihnya. Makanya dia jadi gila," ejek abang ojol dua yang juga sedang menyedot es teh manis.


"Sok tahu kamu! Memangnya kamu bisa melihat dari wajahnya itu," balas abang ojol tiga sambil menoyor kepala abang ojol dua. "Menurut penerawangan mata kaca saya, dia itu orang super kaya yang apes, gara-gara gayanya mirip pak Bob Sadino, selalu sederhana dan low profile."


"Alah, kamu lebih sok tahu lagi, gak mungkin pemuda seperti itu orang kaya yang menyamarlah, low profil lah, atau sederhanalah. Aku gak percaya, bullshit!" ejek abang ojol dua yang membalas toyoran abang ojol tiga.


Tiba-tiba Yosep menghampiri warung kopi, "permisi abang, boleh bantu saya untuk menghantarka ke alamat ini!" pinta Yosep sambil menunjukan smarthpone miliknya, alamat ruko grand safara.

__ADS_1


"Bisa bang tapi harus lewat aplikasi," sahut abang ojol satu.


"Oh gitu ya bang, saya belum paham. Saya baru tiba di Jakarta jadi belum mengerti tentang cara memesan transportasi di ibu kota. Maaf kalau saya seperti ini, saya baru turun dari apartemen 1 park avenue malah disiram air sama secuiriti," ucap Yosep dengn bibir melenngkung membentuk senyuman dan mengambil uang dua lembar pecahan 100.000. "Kalau ada yang mau saya bayar 200.000, ini uangnya!"


"Ya sudah saya mau bang," sahut abang ojol 3 yang langsung berdiri dari duduknya.


"Tuh kan penerawangan mata kaca saya, kalau abang ini orang kaya, blee!" imbuh abang ojol tiga sambil menjurkan lidah ke arah abang ojol dua dan tiga.


Yosep menaiki motor honda beat berwarna hitam, milik abang ojol tiga. "Bang boleh kenalan, nama abang siapa? saya Yosep!" ucap Yosep memberitahukan namanya. "Abang hebat bisa menerawang, kalau saya orang kaya, hehehe."


"Nama aku Dani bang, ah aku cuma bercanda saja sama mereka. Memangnya betul abang Yosep orang kaya?" tanya Dani sambil mengemudikan motornya ke arah grand ruko safara 3 menit lagi akan sampai disana.


"Ya bisa dibilang begitu, bang Dani punya jaket satu lagi? Kalau punya saya beli ya, soalnya saya malu jika ke mall mau beli baju dalam keadaan begini, bisa-bisa diusir sekuriti lagi, hehehe," jawab Yosep lalu bertanya kembali pada Dani.


"Punya bang, ada di jok saya. Tidak usah bang, saya kasih buat abang saja gratis. Ongkos yang diberikan abang sudah cukup banyak, anggap saja itu uang buat beli jaket saya," jawab Dani, akhirnya mereka berdua sampai di depan outlet Raimu CRC.


Dani memarkirkan motornya di halaman parkir Raimu CRC, lalu mengambilkan sweater hitam miliknya. "Bang Dani masuk dahulu, kita makan dahulu sudah waktunya makan siang, tenang saja saya yang punya kafe ini. Jadi bang Dani makan yang banyak, saya yang traktir!" pinta Yosep.


"Baiklah jika abang tidak memaksa, maka saya yang memaksa ingin ditraktir, hehehe," canda Dani.


Yosep masuk ke pintu kafe dan langsung disambut ramah oleh semua karyawan kafe. "Selamat datang pak big bos!" Pengunjung yang sangat ramai di kafe pun bingung dibuatnya, mereka menatap lekat Yosep. Vanya memberitahukan Pak Darli Manajer Raimu CRC cabang jakarta kalau Yosep siang ini akan berkunjung.


Yosep membalas mereka dengan tersenyum lebar, "silahkan kembali bekerja!" titah Yosep. "Pak Darli tolong layani mas Dani, dan berikan makanan yang terbaik dan termahal di kafe ini sepuasnya!"


"Siap pak big bos!" sahut Darli.


Dani menjatuhkan rahangnya, ternyata Yosep memang orang kaya, "apa?! mata kaca saya tidak berbohong ternyata, padahal saya asal bunyi. Ini namanya sudah jatuh ketiban bidadari seksi ditambah ketiban uang sekarung, tambah hot!" batin Dani membulatkan mata.

__ADS_1


__ADS_2