
Peluh mengucur deras di dahi Yosep namun tak ada rasa lelah terpampang di wajahnya, malah Yosep semakin semangat.
500 orang pertama sudah selesai menikmati makanan dan minuman gratis, kini mereka mengulang antrian untuk membeli, Yosep menjual minumannya saja 5 euro dan sandwich ayam 8 euro, sandwich daging sapi 9 euro, sandwich ayam dan sapi 10 euro, begitu juga dengan harga hot dog serta hamburger.
Tapi mereka yang sudah merasakannya tidak mempermasalahkan harganya, malah memesan kembali untuk bekal makan siang. Dalam satu jam persediaan bahan sayur, buah dan daging Yosep tinggal sedikit hanya tinggal 50 porsi.
Antrian pagi sudah mulai berkurang dan stok terakhir makanan serta minuman pun habis. Semua bahan makanan, dan minuman yang dibawa Yosep ludes tak tersisa. Pagi ini Yosep mendapatkan 15.000 euro, Vera juga sangat senang meskipun sambil menjaga Alice.
Vera membawa Alice dan Argadhafa ke pasar membeli bahan makanan untuk persediaan jualan makan siang serta makan sore. Yosep ingin segera menyelesaikan misi mendapatkan 1 juta euro agar secepatnya bisa menemukan lokasi keberadaan artefak selanjutnya.
Yosep yang sedang membersihkan dapurnya tiba-tina di datangi oleh segerombolan preman penguasa di Amsterdam tentu saja bosnya adalah Van Amblas sang pengusaha dunia hitam.
Brak!
Salah satu preman menggebrak meja dengan seringai kesal, "Hai goblok! Suruh siapa jualan di tempat ini! Kau telah berjualan di wilayah kekuasaan kami!"
"Maaf tuan, kami sudah mendapatkan izin dari pejabat terkait, bahwa food truck milik kami bisa berjualan di seluruh wilayah Belanda. Jika ada masalah mari kita bicarakan baik-baik, silahkan duduk tuan!" Yosep keluar dari dalam mobil lalu mempersilahkan duduk para preman yang berjumlah 10 orang.
"Kalian harus membayar pajak pada kami 1000 euro, paham!" bentak Kruiz pemimpin preman sambil menggebrak meja.
"Benar-benar cari masalah ini para preman, kalau tidak ada misi saya sudah patahkan leher mereka, kampret!" batin Yosep.
__ADS_1
"Baiklah, tuan!" Yosep mengambil uang 1000 euro dari mesin kasir, aura membunuhnya dikeluarkan. Myke yang sedang membersihkan mesin es krim dan minuman juga merasakannya hingga membuatnya sesak nafas. "Ini tuan!"
Kesepuluh preman seperti di timpa beban gravitasi 100 kg, tidak dapat bergerak. Tangan Kruiz yang mau menerima uang 1000 euro pun tak mampu untuk digerakan. Kesepuluh preman itu badannya terkulai lemas, wajahnya pucat pasi, dengan keringat dingin yang mengucur derqs dari dahi dan tengkuknya. "T-t-tidak usah p-p-pemuda, a-a-ambil s-s-saja uang-ng-ngnya," ucap Kruiz terbata-bata.
"Saya tidak memukul mereka loh Jo, jangan sensitif," batin Yosep, "Saya juga tidak marah-marah."
[Alasan diterima. Ingat jangan sampai marah dan memukul misi akan gagal]
"Sudah terima saja, apalagi kalai kalian mampu membunuh bos kalian, saya beri uang masing-masing 1 juta euro." Yosep tersenyum jahat lalu memberikan uang 1000 euro itu pada Kruiz yang masih sesak nafas. "Kalau besok kurang uang datang lagi besok, ya."
"T-t-tidak a-a-anak mu-mu-da t-t-terima kasih." Yosep menarik kembali aura membunuhnya, kesepuluh preman yang dipimpin Kruiz lari tunggang langgang sambil terkencing-kencing.
"Huff ... huff ... huff ..." Myke bernafas lega setelah Yosep menarik lagi aura membunuhnya. "Bos ... huff ... jangan ... seperti itu lagi ... huff ... huff ... aku sesak dibuatnya, hah ...."
"Maaf, maaf, saya kesal dengan para preman itu, daripada saya pukul lebih baik saya kerjain mereka, hehehe." Yosep menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Syukurlah pagi ini sangat ramai, pendapatan kita 15.000 euro."
"Hah! 15000 euro?!" Myke menjatuhkan rahangnya. "Gila memang gila! Baru jualan pagi ini saja sudah dapat 15.000 euro?!"
"Dalam strategi penjualan salah satu jurusnya biarkan mereka merasakan produk yang kita jual meskipun itu gratis. Mereka akan datang lagi, jika sudah merasakannya meskipun harganya itu mahal," jelas Yosep. "Kalau tidak kita gratiskan semua hitungan pada mesin kasir ini adalah 30.000 euro."
Mereka bertiga bersemangat karena Yosep sudah menggaji mereka di awal waktu. Yosep selalu memperlakukan anak buahnya seperti itu, karena punya prinsip dari sebuah pepatah bayarlah keringat karyawanmu sebelum keringat itu mengering. Yosep melakukannya lebih awal sebelum keringat itu keluar Yosep sudah membayarnya.
__ADS_1
Pukul 10.30 WB Argadhafa dan Vera bersama Alice kembali membawa bahan makanan baru yang sudah dibeli dari pasar. Yosep kembali membuka food truck miliknya, Myke dan Argadhafa menurunkan bahan makanan dan minuman untuk penjualan selanjutnya.
30 menit kemudian semua sudah siap di jual kembali, Yosep memamggil kembali para pelanggan melalui toa besar yang terpasang di atas mobil. "Selamat siang para pelanggan Yo and Ra Food Truck. Setelah pagi tadi tutup, Yo and Ra kembali buka dengan menu makan siang nasi goreng dan sate khas masakan Indonesia. Silahkan segera di pesan sebelum kehabisan, untuk promosi hri ini diskon 50%. Ayo segera dipesan sebelum kehabisan!"
10 menit pertama pelanggan masih sepi, hanya ada 10 pelanggan yang berani mencoba menu baru. Ada yang memesan nasi goreng yondaime hokage dengan warna kuning, nasi goreng shodaime hokage dengan warna hitam kecoklatan, nasi goreng nindaime hokage dengan warna putih, dan
nasi goreng sandaime hokage dengan warna merah. Setiap warna mewakili bahan dasar rempah yang digunakan hitam lada hitam, kuning bumbu kunyit, merah cabe, dan putih lada putih.
Untuk satenya sendiri, Yosep hanya menjual sate sapi dengan jenis sate taichan, sate maranggi dan juga sate bumbu kacang. Tentu saja semua bahan itu Yosep siapkan dengan ajian serat jiwa tatar bayu untuk mempercepat gerakannya dalam membuat bumbu dan juga tusukan sate.
3 orang memesan nasi goreng shodaime hokage di tambah sate taichan, 2 orang memesan nasi goreng sandaime hokage ditambah sate maranggi, 3 orang memesan nasi goreng nindaime hokage ditambah sate bumbu kacang, dan dua orang memesan nasi goreng yondaime hokage.
Awalnya mereka semua ragu untuk memakannya, bagi mereka makanan itu belum pernah mereka makan. Tapi Yosep memberikan garansi jika makanana yang dihidangkan Yosep tidak enak boleh tidak membayar tapi jika enak mereka harus membayarnya dua kali lipat.
Boom!
Kesepuluh orang memakan satu suapan sendok ke mulut masing-masing. Lalu mengunyah perlaha, semua orang berekspresi tegang, tak ada satu suara pun terdengar.
"Whoaaaaah! ... enak sekali makanan ini!" tiba-tiba satu pelanggan yang memakan nasi goreng yondaime hokage berteriak kencang. "Aku belum pernah merasakan masakan seenak ini, benar-benar lezat!"
"Masakan ini menusuk jiwaku yang sedang sedih karena jomblo, kesedihan karena kejomblowanku hilang seketika berganti rasa bahagia, enaknya!" pelanggan yang memakan nasi goreng shodaime hokage dan sate taichan berteriak kencang. "Rasa pedas sambalnya pas, tidak terlalu pedas dan tidak membuat mulut bahkan perutku yang sering terkena sakit maag tidak sakit."
__ADS_1