SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 278


__ADS_3

PM Alesandro Nesta tergoda dan siap menentang UAA, dibawah naungan presiden Nakowi. Tentu saja Yosep sebagai kaisar bayangan sudah mengendus perbuatan mereka, dan harus menghabisinya dalam sekejap mata. Karena Yosep tak ingin membuat rakyat Italia bernasib seperti rakyat Singapura, Belanda, atau China.


Slash!


Slash!


Brug!


Yosep menebas pintu gerbang membentuk huruf x, pintu gerbang itu jatuh menimpa tentara bayaran yang sedang berjaga. "Aaaakh!" pekik empat orang penjaga yang tertimpa pintu gerbang.


Dor!


Dor!


Dor!


Tentara bayaran lain yang berada di atas menara tiba-tiba langsung menembaki Yosep dengan senapan AK-47, puluhan peluru melesat ke arahnya. Yosep bergerak cepat dengan tubuh santai, tubuhnya menghilang ketika peluru mau mengenainya, lalu muncul kembali.


"Sial! Dia itu hantu atau jin tomang, tak ada satu pun peluru yang mengenainya!" teriak tentara bayaran yang berada di menara pengawas, jarinya terus menekan pelatuk dan mengarahkan moncong senapan AK-47 itu pada Yosep.


"Tebasan bulan purnama!" Yosep menebas 360 derajat secara horizontal, siluet gelombang kejut berwarna merah kehitaman memotong 4 menara pengawas yang berada di sisi kiri dan kanan pintu gerbang lalu membuatnya roboh. "Aaaakh!" pekik delapan tentara bayaran.


Brug!


"Tebasan bulan sabit!" Yosep kembali menebas secara horizontal mengincar delapan kepala tentara bayaran satu persatu. Mereka sudah tak berdaya karena patah tulang tertimpa menara pengawas. Satu persatu kepala mereka terlepas dari badannya, terkena siluet sabit berwarna merah kehitaman.


Yosep berlari cepat ke arah halaman markas geng mafia Mastuchi. "Woy! Keluarlah! Atau saya ledakan markas reot ini!" ejek Yosep.


30 tentara bayaran keluar dari markas, mereka mulai menembaki Yosep dengan senapan SMG, Uzi, dan juga M173. "Habisi dia! Jangan kasih ampun, djancuk jaran!" teriak kapten Alegri.


Boom!


Dor!

__ADS_1


Klang!


Beberapa kali Yosep terkena peluru namun tak berhasil menembus kulitnya. Yosep menggigit bilah belati kalimasada, lalu membentuk kuda-kuda, kedua tangannya dikepalkan, "Ajian serat lawang saketeng!" Yosep mengarahkan kepalan tangannya bergantian. Dari kepalan itu muncul siluet bola berwarna emas lalu melesat cepat menghantam, sepuluh tentara bayaran.


Shua!


Boom!


Boom!


Sepuluh tentara bayarab dan 10 anak buah Mastuchi yang baru keluar dari dalam arkas tewas seketika tanpa bisa memekik. Pintu masuk markas sebelah utara hancur, "Jangan takut itu hanya trick, serang terus tembakan RPG!" teriak Kapten Alegri.


Shua!


Boom!


Boom!


Rudal dari pelontar hulu ledak RPG melesat dan meghantam Yosep. "Hahahaha, sudah kubilang bom saja tak mempan padaku!" Yosep tertawa terbahak-bahak dari kepulan asap, api dan debu. "Sekarang giliranku! Ajian serat Buto Agni!"


Tubuh Yosep membesar dua puluh kali lipat disertai kobaran api di sekujur tubuhnya. Belati kalamurka yang juga ikut membesar di ayunkan ke bagian depan sisi utara markas Matsuchi.


Shua!


Boom!


Markas bagian selatan meledak dan terbakar hebat, kobaran api membumbung tinggi, pekikan suara anak buah Matsuchi dan tentara bayaran menggema di bagian selatan markas. "Ayo kita kabur! Markas ini sudah tidak tidak aman," teriak kapten Aldo pada PM Alesandro Nesta dan Kapten Baloteli.


Mereka bertiga melarikan diri keluar dari pintu timur mengendarai dua jeep range rover. Mata Yosep di tembak dengan hulu ledak RPG oleh anak lima anak buah Mastuchi, sehingga Yosep tidak tahu jika kapten Aldo, PM Alesandro Nesta dan Kapten Baloteli telah kabur dari pintu markas bagian barat.


"Kita tidak bisa melawan monster seperti itu, anak buahku banyak yang tewas. Tuan perdana menteri minta bantuan saja pada Presiden Donald Duck, bahwa Yosep sedang menyerang Itali dengan sangat diktator," usul Mastuchi menyeringai licik.


"Ok kita akan minta bantuan aliansi USF untuk menangani si monster dungu itu, lagipula Italia sudah menjadi bagian dari Aliansi USF, mereka pasti akan membantu. Menurut informasi Aliansi USF juga sangat menaruh dendam pada mantan presiden UAA itu, tapi kenapa dia ada di Italia?" PM Alesandro Nesta mengelus dagunya, "Apa yang sedang dia lakukan?"

__ADS_1


Yosep menyimpan belati kalamurka di inventori sistem. Lalu memukul markas dengan pukulan ajian serat buto agni, markas Mastuchi hancur luluh lantak, semua anak buah Mastuchi dan tentara bayaran tak ada yang selamat semuanya terbakar menjadi abu.


Grrr!


Boom!


Yosep mengaktifkan reinka aksa mencari keberadaan kapten Aldo, PM Alesandro Nesta dan Kapten Baloteli, serta pasukan elit Italia. "Sial mereka berhasil kabur, saya tak bisa mengejarnya sekarang, efek penggunaan ajian serat buto agni terlalu lama, menguras hawa murni milikku, huff ... huff ... huff ...." Nafas Yosep terengah-engah, tubuhnya mengecil, lalu berjalan ke arah luar hutan Santa Fortunata Campogaio, Sorento.


Yosep berjalan dengan tertatih dan agak sempoyongan. "Menjadi kuat memang sangat hebat, tapi dengan tubuh manusia seperti ini saya selalu kelelahan. Padahal kaisar galak itu keturunan dewa, tapi kenapa malah tubuhku tak ada dewa-dewanya sedikitpun. Kalau mantap-mantap pun sudah keluar ya tetap lemas, bukannya dewa itu kuat mantap-mantap meskipun sudah keluar ya tetap tegak?" Yosep meracau tidak jelas dan duduk dibawah pohon cemara.


Veduchi menelepon Yosep bahwa restorannya diserang oleh kelompok bersenjata dan menculik Del Piero. "Bedebah beraninya melakukan cara licik!" Yosep menyeringai geram, lalu memukul pohon cemara itu hingga roboh jatuh ke permukaan tanah.


Bam!


Brug!


Aliansi USF segera mengirimkan kapal perang dan jet tempur mereka dari pangkalan USF terdekat di Mesir. Kondisi darurat di Italia kembali diberlakukan, suara sirine terdengar keras sampai ke telinga Yosep.


Tiiiuw!


Tiiiuw!


[Perhatian! Perhatian! Kepada seluruh warga Italia, negara kita dalam kondisi perang. Dan pemicunya adalah mantan presiden UAA, Yosep Firmansyah. Barang siapa yang berhasil menangkap hidup atau mati akan diberi hadiah 10 juta euro]


Semua warga Italia kaget terutama warga Sorento, mereka mengenalnya sebagai penjual bakso yang sedang viral, tiba-tiba pemerintah Italia menganggapnya seorang pemicu perang. "Baiklah jika kalian menginginkan perang!" Yosep mengambil smartphone miliknya di saku celana dan menelepon markas pusat Ochobot City. "Jendral Raiden! Lakukan penaklukan terhadap Mesir dan juga Italia, usahakan jangan sampai melukai warga sipil!"


"Siap big bos!" balas Jendral Raiden dari sambungan telepon.


Yosep segera meminum pil nawadewanata, untuk memulihkan energi hawa murninya, meskipun hanya 10%. "Saya akan cari sampai ke lubang semut, kalian telah membuatku marah besar!" Yosep menyeringai geram. "Jurus melipat langit!"


Cwuszh!


Yosep muncul di pangkalan militer Italia, Del Piero ternyata disekap disana. Kali ini Yosep harus menyelinap untuk menyelamatkan Del Piero. Yosep tidak boleh frontal menyerang langsung, takut Del Piero di lukai oleh mereka.

__ADS_1


Kondisi sudah malam pukul 22.00 WI, Yosep kembali mengeluarkan belati kalamurka, untuk membunuh satu persatu tentara yang berjaga di seluruh kawasan pangkalan militer.


Yosep bergerak tanpa suara, di depan ada dua penjaga secepat kilat Yosep bergerak dan menusuk leher kedua penjaga lalu menyeret mayatnya untuk disembunyikan agar tidak ketahuan oleh penjaga yang lain.


__ADS_2