
"Nyonya, aku ingin ke kota Yio Shan dahulu mencari tanaman obat."
Feng Xin meminta izin pada Lin Hua untuk pergi, tapi ada beberapa warga yang memperhatikan.
"Bukankah itu adalah buronan kerajaan Nanjing yang telah membantai keluarga Lu cabang Nanjing?"
"Iya, betul. Itu dia, ayo cepat beritahukan pada pasukan kerajaan."
Satu orang pergi mengikuti Feng Xin ke kota Yio Shan, sekaligus memberitahukan pada pasukan kerajaan bahwa Feng Xin akan kembali ke desa Suijin untuk mengobati Lin Mei.
Hadiah sayembara atas menemukan Feng Xin dalam keadaan hidup atau mati yang diberikan oleh kerajaan Nanjing adalah 10 juta mutiara Qi.
Makanya mereka tergiur akan hadiah tersebut dan segera melaporkannya pada pasukan kerajaan Nanjing.
Merasa diikuti, Feng Xin melesat dengan langkah Naga Darah ke arah kota Yio Shan.
Orang yang mengikutinya kebingungan, dengan mata berkeliling mencari pemuda berambut putih tersebut, "Cepat sekali, kemana dia?"
Feng Xin sudah tiba di sebelah barat kota Yio Shan dan mencari toko tanaman obat, kepalanya menengok ke kanan dan ke kiri dengan mata berkeliling.
"Aiih ... kenapa aku selalu lemah melihat wanita yang sakit. Tapi ... gairahku membara kalau melihat wanita yang sakit terus sehat, apalagi pemudi itu sangat imut dan mungil," gumamnya berpikiran mesum.
"Sialan, kenapa aku malah terbawa pikiran jahat. Semua ini gara-gara kadal buduk sialan itu. Sialan-sialan, sialan-sialan," batin Feng Xin memukul-mukul permukaan tanah dan dianggap gila oleh para pejalan kaki yang berlalu lalang di sekitarnya.
"Aduh, aku tak menyangka pemuda setampan ini malah stres."
"Mungkin ditinggal kekasihnya."
"Mana mungkin, kecuali dia sampah."
"Kalian memang bodoh. Tentu saja akan ditinggalkan karena level kultivasinya hanya di fase Gathering Qi bintang satu."
"... ...."
"... ...."
Para pejalan kaki bergosip ria tentang Feng Xin yang bertingkah laku seperti orang yang tak waras.
"Aduh, kenapa aku jadi seperti ini?" Feng melirik ke kiri dan ke kanan lalu menepuk jidatnya sendiri.
Ia sadar setelah mendengar banyak suara-suara sumbang mencemooh dirinya.
Feng Xin segera berlari cepat dengan menundukan wajah karena sangat malu.
Benar-benar memalukan.
Feng Xin berhenti di sebuah bangunan bertuliskan 'Paviliun Lotus Semesta' dan merupakan cabang asosiasi alkemi di kekaisaran Han.
__ADS_1
Feng Xin masuk dengan berjalan santai, ia tak merasa jika dirinya sudah menjadi buronan kerajaan Nanjing.
"Nona, aku meminta teratai merah berusia 100 tahun, ganoderma hujan berusia 100 tahun, dan lumpur kerbau merah," pinta Feng Xin dan melanjutkan, "Apakah disini menjual tungku juga?"
"Baik, tuan. Tapi harganya cukup mahal karena ini sangat langka, untuk pembelian tungku harus melewati ujian dahulu untuk menjadi seorang alkemi, tuan," jawab pelayan wanita yang melayani Feng Xin di meja kasir.
Pangeran pertama kerajaan Nanjing bernama An Jing menyela dengan berteriak, "Jangan berikan pada laki-laki itu! Dia buronan yang membantai klan Lu seorang diri! Tangkap dia pasukan!"
"Baik, pangeran!"
10 anggota pasukan kekaisaran Nanjing di fase Golden Core bintang sembilan mengelilingi Feng Xin.
"Nona, jangan dengarkan dia! Aku akan membayar 10 kali lipat atas semua tanaman obat itu. Asal paviliun Lotus Semesta mau mengamankan mereka, jika tidak ...."
Feng Xin membuka segel seni bayangan darah dan menciptakan 20 kembaran dirinya.
Semua mata melebar dengan raut muka seputih kertas.
"Aku tak segan-segan menghancurkan paviliun Lotus Semesta, bahkan kerajaan Nanjing. Guruku Jendral Jia Xu ada di restoran Hao Ling, jika kalian berani menangkapku. Tahu kan nasib kerajaan Nanjing akan bagaimana?" ancam Feng Xin dengan menaruh tangan dileher lalu digoreskan.
Pangeran An Jing langsung kabur beserta 10 anggota pasukan kerajaan Nanjing. Mereka kabur terbirit-birit sampai-sampai kencing di celana.
"Ma-maafkan kami, tuan muda. Paviliun Lotus Semesta akan memberikan gratis tanaman obat yang tuan ---"
"Siapa yang berani menggratiskannya tanpa seijinku, hah!" potong Fung Su, kepala cabang Paviliun Lotus Semesta di kerajaan Nanjing.
"Ha-ha ...." Feng Xin tertawa terpingkal-pingkal sampai perutnya sakit dan menghilangkan semua kembaran dirinya. "Tuan, jangankan pil level 3. Pil level 7 juga bisa kubuat. Bahkan guruku Jendral Jia Xu, hanya bisa membuat pil level 4, ha-ha ...."
"Jangan sombong dan jangan membual bocah tua! Kita bertaruh jika kau tidak bisa membuat pil level 3 kau harus membayar 100 kali lipat tanaman obat yang kau pesan ---"
"Kalau aku bisa, aku mau ketua asosiasi alkemi pusat mengangkatku menjadi penerusnya dan seluruh orang asosiasi alkemi pusat tunduk dibawah perintahku," potong Feng Xin menyeringai tajam.
Ekspresi ketajaman mukanya mampu menusuk relung hati dan pikiran siapapun yang memandangnya.
"Baiklah, tapi itu hanya mimpimu saja, ha-ha ...." Fung Su tertawa sinis.
"Nona, berikan aku tanaman yang aku pesan dan berapa harganya?" tanya Feng Xin.
Pelayan wanita itu menjawab dengan ketakutan, "Semuanya 30.000 mutiara, tu-tuan muda."
"Baiklah, ini sesuai janjiku yang pertama." Feng Xin memberikan 300.000 mutiara Qi dan melanjutkan, "Untuk harga 100 kali lipatnya nanti ya. Itu juga hanya dalam mimpimu nona, ha-ha ..."
Pelayan wanita itu memberikan 1 botol lumpur kerbau merah, 1 batang teratai merah , dan 1 daun ganoderma hujan kepada Feng Xin.
Fung Su menuntun Feng Xin ke arah ruangan tungku paviliun Lotus Semesta dan membiarkannya untuk meramu pil sesuka hati.
[Witwiiw! Identifikasi tanaman herbal menggunakan seni 9 bintang: Naga Hijau yang disinkronisasi dengan Mata Naga Darah]
__ADS_1
---------------¤---------------
[Nama Tanaman: Teratai Merah]
[Umur: 999 tahun 362 hari]
[Nilai pemurnian: 20%]
[Nilai medis: 10%]
---------------¤---------------
---------------¤---------------
[Nama Tanaman: Ganoderma Hijau]
[Umur: 989 tahun 362 hari]
[Nilai pemurnian: -10%]
[Nilai medis: 15%]
---------------¤---------------
---------------¤---------------
[Nama Tanaman: Lumpur Kerbau Merah]
[Umur: 10 tahun 162 hari]
[Nilai pemurnian: 30%]
[Nilai medis: 5%]
---------------¤---------------
Feng Xin yang melihat panel hologram dibuat marah. Semua tanaman yang dibelinya mahal-mahal tak ada bedanya dengan rumput dipinggir jalan.
"Benar-benar sampah dan tungku itu juga barang sampah busuk, sialan!" batin Feng Xin semakin kesal.
Feng Xin memasukan ketiga bahan tersebut ke dalam tungku, dan membakarnya dengan api pohon suci, tapi dengan suhu api kecil pada suhu 20 derajat celcius.
Feng Xin mencoba melakukan pembersihan dahulu menggunakan energi jiwa spiritualnya. Lalu memurnikannya dengan energi Qi yang dipanaskan dengan api pohon suci dengan suhu 30 derajat celcius.
Prosesnya sangat lama hanya untuk pembersihan dan pemurnian.
Tentu saja membuat Fung Su tersenyum girang karena merasa seolah di atas angin, karena menganggap Feng Xin tidak bisa meramu pil.
__ADS_1
"Fyuh ...." Feng Xin menyeka bulir-bulir cairan asin di dahinya dan bergumam, "Aku dibikin lelah menggunakan banyak energi jiwa spiritualku. Untung saja level jiwa spiritualku sudah di tahap bumi, kalau tidak aku bisa pingsan."