SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 286


__ADS_3

Yosep duduk kembali dan berwajah dingin, "Cepat buat ketopraknya!" seru Yosep.


Ela menyeka air matanya, dan mulai meracik ketoprak, Ela bingung dengan kejadian barusan. "Terima kasih Yos!" balas Ela sambil menyeka air matanya, Ela sudah ingat bahwa Yosep adalah mantan pacarnya sewaktu SMP. "Suatu saat pasti aku ganti, terima kasih Yos."


"Tidak perlu!" Yosep melihat Ela sepertinya kelelahan mengulek-ulek bumbu kacang ketoprak, apalagi harus membuat 120 bungkus, pastinya membuat Ela kelelahan berat. "Sepertinya kamu lelah, lebih baik kamu istirahat. Biar saja yang meracik, kamu istirahatlah!"


"Jangan, biar aku saja. Aku janji berusaha sekuat mungkin menyelesaikan pesananmu Yos," balas Ela.


"Kamu masih tetap perhatian seperti dulu, meskipun kita sudah berpisah lama. Andai saja aku tidak meminta putus dahulu sewaktu keluar SMP, mungkin kita sudah menikah sekarang," batin Ela.


"Saya saja!" Yosep menarik batu ulekan.


"Saya saja!" Ela menarik batu ulekan.


"Saya saja Yos!"


"Saya saja Ela!"


"Saya saja, kamu kan yang beli Yos!"


Mereka berdua tarik-tarikan batu ulekan sambel, akhirnya Yosep menarik keras ulekannya, Ela juga ikut tertarik dan jatuh di pelukan Yosep, kedua mata mereka saling memandang.


"Djancuk jaran! Kenapa malah terjadi seperti ini, kurang asem! Bahaya, redcord ini!" batin Yosep.


"Ternyata kamu memang tambau tampan ya yos. Semoga saja kamu masih sendiri," batin Ela.


"Ehem, ehem!" Kipli sudah kembali dan berdehem keras. "Mas, mas, ingat mas sudah punya dua istri, mau lahiran lagi. Tak bilangin loh ya sama mba Rany dan mba Ryuna!"


Jdar!


Hati Ela bagai disambar petir, setelah mendengar penyataan Kipli bahwa Yosep sudah beristri. "Maaf Yos, aku yang salah!" Ela melepaskan pelukan Yosep.

__ADS_1


"Sudah tidak apa-apa, ini tidak sengaja. Sudah kamu duduk saja, nanti saya yang buat ketopraknya." Yosep mulai meracik ketoprak dengan kecepatan gaspol edan balap. "Oh ya Pli, kamu pulang saja dahulu, nanti mas nyusul!"


"Siap mas!" Kipli pulang membawa banyak bungkusan plastik es boba. "Ingat, jangan jelalatan matanya, awas tak bilangin mba Ryuna sama mba Rany."


Dalam setengah jam Yosep selesai membuat 120 bungkus ketoprak. "Terima kasih, ya Ela," ucap Yosep memasukan 120 bungkus ketoprak ke dalam 6 plastik besar. "Jika ayah ibumu sakit bawa saja ke rumah sakit Budi Asih Tecnology. Jika butuh pekerjaan hubungi saja Silvya, ini nomornya, dia sekretaris pribadiku! Bye!"


Ela tak percaya, bukan saja fisiknya yang berubah tapi segi ekonomi Yosep juga berubah. "Te-terima ka-kasih," balas Ela terbata-bata lalu mengambil kertas berisikan nomor Sylvia. "Sekali lagi terima kasih, Yos!"


Yosep lalu mengangkat keenam bungkus, lalu menghilang dari pandangan Ela, menggunakan jurus melipat langit dan muncul di tengah lapangan, membuat kaget semua orang.


"Haram jaddah!"


"Kampret!


"Sialan, untung jantungku gak copot!"


"Kunyuk!"


"Hahahaha," Yosep tertawa terbahak-bahak. "Sakti kan, hahahaha!"


Yosep membagi-bagikan ketoprkak dibantu Kipli dan Mahmud. Rany dan Ryuna yang sudah bangun sedang duduk taman atas rumah memanggil Yosep, "Mas! Mas!"


Yosep menoleh ke atas, "Ya sayang my love mas datang!" Yosep melompat tinggi, setinggi 20 meter dan mendarat tepat di samping Ryuna dan Rany. "Mau apa sayang? Lapar ya anak ayah? mucucucucu!"


"Ya mas lapar, dede bayi pengen makan ketoprak tapi di warungnya. Mas bisa anterin kan?" tanya Rany.


"Ya mas. Una juga nyidam makan ketoprak tapi makan di warung ketopraknya," timpal Ryuna.


Chris menelepon pada Yosep, "Bos, ini aku lagi di jalan. Mobilnya sudah ada yang bayarin, tuan bos besar Albert. Lima menit lagi kami sampai," ucap Chris pada sambungan telepon.


"Sudah dibayarin ayah?" Yosep mematikan sambungan telepon dengan membulatkan mata, "Padahal saya tidak bilang sama ayah mau beli mobil. Kenapa ayah bisa tahu? Jangan-jangan menggunakan scout, sial ayah masih saja memata-mataiku, preet!"

__ADS_1


Lima menit kemudian Chris tiba bersama 9 orang tim throne army dan manajer showroom di depan rumah Yosep. Sepuluh mobil Koyota 86 berwarna merah dan satu mobil Koyota Alphard.


Mobil berbaris rapi di samping jalan depan rumah Yosep, manajar showroom Koyota cabang Indramayu keluar dari mobil Koyota Alphard. "Ini tuan surat-suratnya, silahkan tanda tangan surat serah terimanya." Manajer Showroom memberika map berisi dokumen surat-surat mobil dan surat serah terima.


Yosep menandatangani surat itu dan memberika uang 10 juta pada manajer showroom. "Terima kasih pak, dan ini bonus dari saya," ucap Yosep.


"Terima kasih tuan. Anda selalu menjadi pelanggan tetap kami." Manajer showroom menunduk hormat. "Saya izin pamit tuan, sekali lagi terima kasih banyak."


"Tunggu pak manajer, bisakah anda siapkan 5.000 unit Koyota Avanza bulan ini? Saya mau bagi-bagi mobil untuk semua karyawan saya, nanti hubungi nona Sylvia untuk total pembayaran mobilnya, secepatnya ya pak! Ini nomormya." Yosep memberikan kertas berisi nomor Sylvia.


"Bisa tuan, sangat bisa. Saya usahakan paling lambat satu bulan, untuk totalnya kurang lebih 1 triliun. Nanti saya akan kirimkan invoicenya ke nona Sylvia." Manajer showroom pamit dan meninggalkan rumah Yosep dengan menggunakan taksi online.


"Chris, Jin, dan semuanya kau jaga rumah. Kalau mau main sana sama anak-anak, hehehehe. Saya mau jalan-jalan sama kedua istri saya, bye!" Yosep langsung menaiki mobil barunya menuju gerobak ketoprak Ela di pasar Trisi.


___


___


___


Yosep sampai di gerobak ketoprak Ela dan memarkirkan mobilnya, "Ela! Ketoprak tiga porsi!" pinta Yosep.


"Mas, kamu kenal dengan gadis yang menjual ketopraknya?" tanya Rany menelisik.


"Maaf sayang mas kenal, Ela mantan pacar mas waktu SMP. Itu pun baru bertemu tadi waktu mas beli ketoprak disini, tanya saja sama Kipli. Tenang, mas hanya mencintai kalian berdua." Yosep mencium pipi Rany dan Ryuna bergantian. "Ela tolong pesan 3 porsi makan sini!"


Melihat kemesraan Yosep bersama kedua istrinya membuat hati Ela seperti ditusuk-tusuk seribu jarum. "I-iya!" Ela meracik ketoprak dengan menitikan cairan bening di kedua pipinya.


"Kenapa hatiku sangat perih melihat mereka bertiga? Aku menyesal telah memutuskannya waktu itu," batin Ela.


Yosep sesekali melirik Ela, karena kasihan saja bukan karena ia pernah mencintai Ela. Apalagi kondisi Ela sekarang sedang banyak masalah, sebagai orang yang pernah mencintai Ela tentu saja Yosep agak miris melihatnya.

__ADS_1


Ryuna berdiri di samping Ela dan menyeka air matanya, "Penyesalan tak akan merubah hal yang telah dilewati, terimalah kenyataan bahwa apa yang kita pernah kita miliki terus dibuang, itu takan pernah kembali. Maafkanlah dirimu dan berdamai masa lalu," ucap Ryuna tersenyum ringan.


__ADS_2