SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip -36 Halangan pesta


__ADS_3

Yosep sudah berganti pakaian dengan setelan jas berwarna biru, Zahra memakai gamis dan hijab berwarna cream. Dawi juga memakai gamis dan hijab berwarna abu-abu.


Yosep mengendarai Koyota Alphard yang diberikan oleh Rany. Jarak ruko ke mansion milik Ziva kurang lebih 20 menit, terletak di dekat pantai Balongan Indah kawasan BBD (Balongan Business Districk).


Yosep hanya berbicara pada Dawi untuk menghadiri syukuran, bukan temu antar besan. Karena Yosep takut menyinggung perasaan Zahra, meskipun Yosep belum menerima lamaran Setyo untuk Ziva dan hanya menerima pemberian Setyo berupa saham Wijaya group dan perusahaan cabang Wijaya Group yaitu Wijaya Shield.


Setyo juga mengundang keempat keluarga terkaya yang lain di indramayu untuk datang di acara Syukuran Ziva.


Jayus Pratama bersama Rany datang dengan pengawalan ketat 20 bodyguard menggunakan mobil lamborghini aventador dan 5 mobil Koyota Aplhard.


Prasmana Samandha bersama Kartono menggunakan mobil Ferari Sport dan 1 mobil Pajero Sport dengan 5 bodyguard.


Raksa Rakuti bersama Panji Rakuti membawa mobil Pagani Huayra Tricolor dan dikawal 10 bodyguard dengan 3 mobil Koyota Alphard.


Jaka Tarub bersama Nehan Tarub membawa mobil Jaguar Sport dan tidak ada yang mengawal. Mobil jaguar Sport ini, yang tempo hari balapan dengan Yosep.


Suasana mansion Wijaya begitu ramai, ada banyak teman-teman pers juga yang meliput. Yosep, Dawi, dan Zahra turun dari mobil Koyota Alphardnya di halaman mansion yang luas. Yosep berpapasan dengan Kartono yang kembali ke parkiran. "Ternyata kau bocah miskin, ngapain kau kemari?" Cibir Kartono.


"Apa matamu yang cantik itu tak mampu melihat?" Balas Yosep mencibir Kartono dengan raut muka datar. Yosep sebenarnya malas meladeni hinaan Kartono, bagi Yosep sudah seperti suara petasan.


Hina Kartono dengan meludah ke tanah. "Cuih! mana mungkin bocah miskin sepertimu di undang ke pesta anak konglomerat. Paling juga kau jadi babu kan di pesta ini!"


Dawi sudah masuk duluan ke mansion untuk menemui Setyo. Zahra yang ada di samping Yosep geram dan wajahnya sudah memerah ingin sekali menampar Kartono, tapi Yosep tahan.


"Ya tidak apa-apa jadi babu. Daripada kaya tapi jomblo." Kata Yosep sambil memegang tangan Zahra lalu pergi meninggalkan Kartono.

__ADS_1


Mendengar pernyataan Yosep Kartono langsung kena mental, mukanya pucat pasi dan terduduk lemas. Kartono memang kaya dan cukup tampan namun ia mempunyai penyakit bau badan yang sangat menggangu, setiap pergi ke acara-acara besar ia harus mandi parfum. Tak ada satu pun wanita yang tahan akan bau badannya, bahkan wanita panggilan pun tak mau tidur dengannya.


"Awas kau bocah udik. Aku akan membalasmu!" Batin Kartono dengan menggertakan gigi.


Pestanya cukup ramai, Ziva memakai gaun seperti putri kerajaan berwarna putih sangat cocok dengan Ziva yang berkulit putih bagai salju. Rany memakai gaun berwarna merah marun juga sangat cantik dan seksi.


Ketiga wanita yang Yosep cintai sangat cantik malam ini. Yosep dengan raut muka datar menyembunyikan ekspresi kekaguman dalam hatinya.


Yosep menghampiri Setyo dan Jayus mencium punggung tangan mereka berdua satu persatu. "Nak Yosep di undang juga ke pesta ini?" Tanya Jayus dengan raut muka menelisik.


"Ya tentu saja, nak Yosep akan jadi menantu saya dan penerus Wijaya group." Kata Setyo dengan senyum ramah namun tatapan matanya tersorot tajam ke arah Jayus.


"Ya pak. Saya di undang sekaligus mau meminta bantuan pada Wijaya Shield untuk mengamankan Raimu CRC pada grand opening besok, hehehe." Kata Yosep dengan tertawa ringan.


"Sialan Setyo. Ternyata dia sudah melangkah jauh di depanku, tadinya Rany aku akan jodohkan Rany dengan Yosep. Tak kusangka pernyataan yang kemarin Setyo langsung tindak lanjuti." Batin Jayus.


Zahra yang mendengar pernyataan Ziva, hatinya hancur berkeping-keping dan penuh penyesalan. Kenapa tidak kemarin-kemarin ia ungkapkan perasaanya pada Yosep. Siapa tahu Zahra masih ada kesempatan untuk memiliki Yosep sebelum Ziva itu yang ada dipikiran Zahra. "Saya Zahra!" Kata Zahra dengan raut muka menahan air matanya agar tak menangis di depan mereka semua.


"Saya mengerti, saya meminta maaf pada Zahra dan Rany. Mas Yosep sudah mengatakan semuanya pada Ziva tadi pagi di kantor. Kalau mas Yosep sebenarnya juga menyukai Kak Rany dan kak Zahra namun ia selalu ragu mengatakan pada kalian karena status mas Yosep sendiri orang tidak berpunya. Saya juga tidak ada niatan menyakiti hati kalian dan Ibu." Jelas Ziva.


"Deg!" Jantung Rany dan Zahra berdenyut kencang.


"Mas Yosep juga menyukaiku?" Pikir Zahra dengan seribu tanda tanya di otaknya. "Tapi ini sangat sulit menyukai tiga orang sekaligus."


"Sungguh tak kusangka Yosep juga membalas cintaku." Mata Rany berbinar tapi ada ekspresi kebingungan dari tatapan matanya. "Aku harus berbagi cinta dengan mereka."

__ADS_1


Setyo mengumumkan bahwa Yosep adalah calon suami Ziva dan akan menjadi penerus Wijaya Group saat ini. Nehan, Panji, dan Kartono serta Angga yang sudah lama mengincar Ziva untuk menjadi istri mereka harus gigit jari.


"Sial kau Yosep! bocah miskin. Dulu kau Rany kau rebut sekarang Ziva. Akan kuberi kau pelajaran nanti!" Gumam Kartono yang di dengar oleh Angga karena tak sengaja ia lewat di samping Kartono.


"Jadi dia banyak musuh juga rupanya! aku bisa memanfaatkan dia, untuk menjatuhkan si Yosep itu. Orang yang ku kirim kemarin malah bisa dikalahkan dengan mudah." Batin Angga. Tapi Angga tidak mengetahui jika Yosep akan menjadi direktur Wijaya Shield menggantikan dirinya.


"Hancur sudah harapanku!" Batin Nehan dengan raut muka sedih. "Tapi wajah Yosep itu seperti sangat familiar, aku pernah melihatnya dimana ya?"


"Sebagai seorang pria aku menerima kekalahan. Tapi perjuangan ini tak akan pernah berakhir untuk mendapatkan Ziva. Sebelum janur kuning kering berwarna coklat, Ziva masih bisa menjadi miliku." Batin Panji dengan menyeringai licik.


Tiba-tiba Kanit Reskrim polres Indramayu Bu susan datang untuk mencari seseorang. "Maaf tuan Setyo jika kami mengganggu, kami sedang mencari seseorang bernama Angga Prasetya. Karena diduga telah menjadi otak atas penyerangan dan penculikan mas Yosep Firmansyah." Kata Susan dengan nada suara tegas. "Tangkap Angga segera!"


Anggota polisi yang lain segera menyergap Angga, namun Angga berlari keluar dengan gesit. "Sial, anak buah yang ku kirimkan ternyata buka mulut pada polisi!" Batin Angga yang terus berlari ke arah pintu mansion, dan mencoba masuk ke dalam mobil miliknya.


Yosep segera melepaskan jas miliknya. "Zahra mohon maaf bolehkah aku menitipkannya padamu? aku akan mengejar buronan itu!"


Zahra menerima jas berwarna biru Yosep lalu memeluk jas itu. "Hati-hati mas!" Kata Zahra dengan nada lembut.


Yosep lalu bergegas lari mengejar Angga, anggota polisi yang lain juga mengikuti dari belakang dan berteriak!" Pak Angga segera berhenti atau kami lakukan tindakan tegas!" Lalu melepaskan tembakan peringatan ke atas udara.


"Dor!" Suara tembakan polisi. Angga tidak menggubris tembakan peringatan lalu masuk ke dalam mobilnya dan bergegas meninggalkan halaman parkir mansion Wijaya.


Nehan juga ikut mengejar dan segera masuk ke dalam mobil jaguar sport miliknya. Yosep menghadang Nehan dan berteriak. "Tunggu aku ikut!" Yosep lalu masuk ke dalam mobil Nehan.


"Biar aku yang menyetir, aku pasti bisa mengejarnya, jika mobilmu rusak aku yang akan menggantinya." Kata Yosep dengan sorot mata yang tajam.

__ADS_1


"Baik!" Nehan lalu berganti posisi dikursi samping kemudi. "Sepertinya aku kenal denganmu!"


"Maaf aku belum pernah bertemu denganmu!" Yosep dengan raut muka datar, segera memundurkan mobil Nehan seperti pembalap profesional dengan suara mobil berdecit, dan asap mengepul dari ban yang bergesekan dengan permukaan tanah.


__ADS_2