SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 222


__ADS_3

___


___


___


Pesawat jet OT sampai di bandara Kertajati Majalengka, selama perjalanan dari Jepang ke Majalengka, Ziva dan Zahra selalu diam.


Ziva keluar terlebih dahulu, mencium punggung tangan Yosep lalu pergi tanpa sepatah kata pun dengan raut muka datar namun menaha cairan bening untuk tidak tumpah di sudut kelopak matanya.


"Mas, Zahra meminta maaf. Mungkin dahulu Zahra bisa menerima kenyataan kalau Zahra pernah hidup susah tapi selama kita menikah, mas selalu memanjakan Zahra dengan kemewahan dan harta berlimpah. Jika harus mengontrak, maaf mas Zahra tidak bisa. Lebih baik kita bercerai!" Zahra mencium punggung tangan Yosep dan pergi meninggalkannya.


[Jabatan pemimpin tertinggi Ochobot City selama 6 bulan ke depan dibekukan sementara]


Ziva dijemput Setyo dan Zahra dijemput oleh Mala. Yosep mengundurkan diri dari jabatan presiden UAA, dan menunjuk presiden Nakowi untuk menggantikannya. Dan ini terakhir kalinya Yosep harus menaiki pesawat jet OT.


"Ra, tunggu! Kita bisa bicarakan baik-baik. Kita baru menikah dua bulan. Bukankah kamu sudah berjanji untuk mencintai mas Yosep sehidup semati?" Rany memegang erat lengan Zahra.


"Lepaskan Ran!" Zahra melepaskan paksa genggaman tangan Rany lalu turun dari pesawat membawa koper miliknya.


Deg!


Dada Yosep sakit, merasakan orang yang dia cintai pergi meninggalkannya demi harta. "Sudahlah sayang tidak di usah kejar, semua orang punya pilihannya masing-masing." Yosep memegang lengan Rany. "Chris bawa Myke dan Alice ke VJC 01, aku akan pergi mencari kontrakan bersama Rany."


"Siap pak big bos!" 10 anggota tim Jester dan Yosep bersama Rany di jemput oleh tim mobil supercar.


___


___

__ADS_1


___


Matahari sudah sepenggalah naik, pukul 08.00 WIB.


Yosep bersama Rany turun di sebuah gang sempit daerah pasar Jatibarang baru dan tidak pulang ke VJC 01. Yosep bertekad membangun kembali kerajaan bisnisnya tanpa bantuan sistem, karena sistem membekukan semua aset miliknya kecuali VJC 01, semua perusahaan Yosep tetap berjalan tapi Yosep tidak bisa mengambil uang keuntungan dari perusahaan karena tabungan Yosep dibekukan oleh sistem. Yosep juga tak ingin merepotkan ibunya yang sedang mempersiapkan pernikahannya dengan Albert.


"Mas kita akan kemana?" Rany memegang tangan Yosep dan mengikutinya berjalan menyusuri jalan. "Apa kita kita akan mencari kontrakan?"


"Ya. Tapi mas sudah tidak punya uang cash, nanti mas coba negosiasi dengan pemilik kontrakan agar bisa bayar nanti setelah mas dapat uang. Maafin mas ya, buat Rany jadi gak nyaman seperti ini." Yosep berhenti berjalan dan menaruh koper milik Rany, di dalam koper itu juga ada 3 setel baju Yosep. Mereka berdua sampai di sebuah kontrakan yang cukup bagus. "Permisi bu! Saya dan istri saya boleh mengontrak disini?"


"Boleh. Harga sewanya 500.000/bulan, harus dibayar sekarang," ketus Marni pemilik kontrakan.


"Kalau dibayar satu minggu lagi boleh bu?" pinta Yosep.


"Kalau tidak punya uang jangan mengontrak! Pergi sana!" bentak Marni.


"Tunggu bu!" Rany mengeluarkan dompetnya dan memberikannya pada Marni. "Ini bu, uangnya!"


"Sudah mas. Itu juga uang mas juga yang masih tersisa. Tapi itu uang terakhir kita," balas Rany.


"Ya sudah. Nanti mas ganti ya!" Yosep bersama masuk ke dalam kontrakan yang cuma beralaskan tikar. Koper itu ditaruh di sudut ruangan. "Mas mau cari pekerjaan dulu, maaf kita belum bisa makan pagi ini."


"Tidak apa-apa mas. Nanti Rany bersihkan dahulu kontrakannya." Rany mencium punggung tangan Yosep, lalu menyapu dan mengepel lantai kontrakan.


"Mas pergi ya sayang!" Yosep mencium kening Rany. "Baik-baik di rumah ya sayang."


"Ya mas hati-hati!" Rany melanjutkan membersihkan kontrakan.


"Rany akan selalu menemani mas apapun yang terjadi. Rany janji akan jadi istri yang baik buat mas, semoga " batin Rany.

__ADS_1


Yosep berjalan ke pasar baru Jatibarang matanya berkeliling mencari pekerjaan. Satu persatu Yosep mendatangi toko untuk mencari pekerjaan. Kulit Yosep sekarang putih bersinar, semua wanita yang memandang sangat terpesona.


"Permisi mbak! Apakah ada pekerjaan disini?" tanya Yosep lugu.


"Ada mas tamvan, tapi hanya jadi kuli angkut beras. Mau?" Yuli menatap Yosep penuh rasa suka, matanya berkedip cepat.


"Kali saja dengan merekrut mas tamvan ini jadi karyawanku bisa menarik para pelanggan untuk datang ke toko beras ini," batin Yuli wanita berumur 30 tahun.


"Tidak apa-apa mbak. Kerja apapun saya mau." Yosep menganggukan kepala dengab tersenyum. "Lalu apa yang harus saya kerjakan sekarang?"


"Jangan panggil mbak, panggil saja aku ses Yuli. Itu ada beras baru datang satu mobil kecil, tolong turunkan ya mas tamvan. Aku panggil kamu mas tamvan saja ya!" Yuli menunjuk mobil bak terbuka kecil berwarna hitam yang baru saja diparkirkan.


"Baik ses Yuli. Terserah ses Yuli saja, saya sih yes saja, hehehe." Yosep menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu mulai mengangkat 100 karung beras 10 kg dan 20 karung beras 50 kg.


Yosep melakukannya dengan sangat cepat hanya 15 menit, ia selesai memindahkan 150 karung beras.


"Hah?!" semua orang yang melihat menjatuhkan rahangnya termasuk Yuli. Yosep sekali angkat 5 sampai 6 karung berisi beras 50 kg dan 10 karung beras 10 kg. "Dia itu kuat sekali dan sangat cepat seperti man of steel."


Banyak ibu-ibu dan gadis muda mengunjungi toko Yuli. Mereka ingin berswafoto dengan Yosep, toko Yuli sangat ramai pembeli karena Yosep sang pembawa berkah. Dalam satu jam stok karung beras Yuli habis terjual, Yosep bolak-balik mengangkat karung beras membuat peluh di dahinya keluar deras.


"Terima kasih mas tamvan. Ini aku beri bonus 200.000 karena kamu tokoku jadi ramai pembeli. Pulanglah esok hari kesini lagi ya! Aku mau menutup toko karena sudah habis berasnya." Yuli memberikan 4 lembar uang pecahan 50.000 dan menutup tokonya lebih awal jam 11.00.


"Aku beli makanan dahulu untuk Rany, kasihan istriku itu pasti belum makan."


Yosep berjalan ke arah warung nasi padang untuk membeli dua bungkus nasi padang. Lalu pulang ke kontrakannya yang tak jauh dari pasar Jatibarang baru.


"Sayang aku pulang, bawa makanan kesuakaanmu!" Yosep masuk ke kontrakannya yang sudah terbuka pintunya dan membulatkan mata ketika melihat Jayus sudah duduk di dalam. "Papah, kapan kemari?"


Yosep langsung mencium punggung tangan Jayus. "Barusan nak, tapi kenapa kamu tidak bilang sama papah. Kamu bisa tinggak dirumah papah, dan tidak harus tinggal di kontrakan." Jayus mukanya murung dan tidak tega kalau Yosep dan Rany harus tinggal seperti ini.

__ADS_1


"Tidak apa-apa pah. Saya yakin nanti kita berdua bisa melewati ini semua, tapi mohon maaf pah kami berdua sudah memutuskan untuk tinggal disini karena kami gak mau merepotkan papah," ucap Yosep menundukan wajahnya.


__ADS_2