
Jangan lupa like, koment, gift, dan vote agar author semangat menulis lanjutan chapter novel ini.
Mohon kritik dan saran yang membangun agar novel ini lebih baik lagi, jangan sungkan langsung berikan komentar cabe sahabat readers di kolom komentar.
[Telolet]
[Status]
[Nama : Yosep Firmansyah
Umur : 19 tahun
Skill : Dokter lv max. Direktur lv max. Paranormal lv2. Pialang saham lv max
Property : Sawah 10 hektar, ruko 2 lantai, perumahan elite Jatibarang City]
[Skill experience : Dokter level max (10.000/10.000)
Direktur level max (10.000/10.000)
Pialang saham level max (10.000/10.000)
Paranormal level 2 (13/100)
Detektif level 1 (10/50)]
Otot kuat level 1 (5/50)]
[Level majikan : menengah (90.500.000/1.000.000.000).]
[Saldo : 5.676.644.000 ]
[Level konversi pemula setiap kali berkedip di hargai 50 rupiah]
__ADS_1
[Cara menaikan level dengan menghabiskan uang. Semakin tinggi level semakin tinggi nilai konversi]
[Selamat menghabiskan uang majikan]
"Bang saya pulang dulu, kalau ada apa-apa hubungi saya ya!" Kata Yosep.
"Ya mas terima kasih. Biayanya berapa mas?" Tanya Jago.
"Tidak perlu bang. Semoga Mumun cepat kembali pulih. Sidik saya pulang ya!" Ucap Yosep.
"Ya kak. Terima kasih sudah menolong Mumun. Kalau ada waktu mampir ya kak!" Kata Sidik.
"Iya sama-sama tak usah sungkan. Assalamu'alaikum." Kata Yosep.
"Walaikumussalam!" Kata Sidik dan Jago serentak.
Yosep pergi meninggalkan rumah Jago untuk pulang ke VJC 01 dengan berlari sangat cepat, karena takut Dawi khawatir sudah 1 jam lebih Yosep belum pulang.
30 menit kemudian Yosep sampai di depan pintu VJC 01. "Tuan Muda kemana saja? nyonya sangat khawatir sedari tadi, karena tuan muda belum kembali." Tanya Kasno dengan raut muka khawatir.
Yosep masuk ke kamarnya untuk mandi. Yosep melihat lemarinya tak ada satupun baju, ia lupa kalau semua bajunya udah kebakar. "Waduh saya tidak punya baju. bagaimana ini?" Yosep menepuk jidatnya sendiri. "Uang banyak waktu tidak ada, sama saja bohong. Ya sudah nanti aku suruh Kasno untuk membeli baju!"
Dengan sangat terpaksa Yosep harus memakai baju yang kemarin. Lalu turun untuk makan, Dawi sudah menunggunya di ruang makan dan menegur Yosep. "Yos katanya kamu mandi, tapi bajunya belum ganti!"
"Maaf mi! Yosep tidak punya baju ganti, baju kita kan semuanya terbakar." Kata Yosep sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menyuruh Kasno dan kepala maid yang berambut pirang. "No nanti kamu sama dia, beli baju ya buat mimi dan saya. Oh ya saya lupa kalian semua belum aku beri nama, kepala maid aku beri nama Inem."
"Baik tuan muda!" Ucap Kasno dan Inem menerima uang dari Yosep 5 juta untuk membeli baju.
"Yos, kamu tuh aneh. Lihat pak Kasno sama Ibu inem itu ganteng dan cantik dengan wajah eropa. Masa kamu kasih nama Kasno dan Inem." Kata Dawi.
"Tidak apa-apa bu. Ini namanya kearifan lokal. Belum ada kan bule namanya pakai nama jawa Indramayu, hehehehe." Kata Yosep sambil terkekeh.
"Tuan muda apapun nama yang diberikan, kami semua senang menerimanya." Kata serentak semua pelayan.
__ADS_1
"Tuh mi! mereka saja tidak menolak, heheheh." Kata Yosep sambil mengelus hidung dengan jempolnya.
15 menit kemudian Yosep dan Dawi selesai makan dan pergi menuju restoran Raimu di kota Indramayu. Yosep membawa motor Yamaha R15 miliknya dan Dawi membawa motor Honda Advance 150. Karena hari ini setelah melakukan rapat di Restoran, Yosep akan pergi menuju kantor pusat Wijaya group di BBD (Balongan Busines Districk) untuk bertemu Setyo.
1 jam kemudian Yosep sampai di Raimu CRC (Cafe, Resto and Catering). Pak Sudaryawan para pekerjanya sangat profesional dalam 2 hari semua ruko di sulapnya menjadi Restoran dan cafe yang begitu elegan.
Yosep segera menuju ruang meeting kareja sudah memberitahukan sebelumnya ke Zahra dan Mala untuk mengumpulkan semua karyawan di ruang meeting lantai dua untuk memulai persiapan besok.
"Assalamu 'alaikum. Selamat pagi teman-teman, salam sejahtera untuk kita semua. Saya meminta maaf karena pakaian saya seperti ini. Hari ini saya ingin mendiskusikan untuk grand opening besok pukul 10.00 WIB." Kata Yosep dengan penuh wibawa direktur karena mempunyai skill direktur level max.
"Pak Yosep untuk biaya rincian ada di laporan ini, kami membutuhkan dana 50 juta untuk stok bahan selama 1 bulan." Ucap Zahra memberikan laporan pengajuan biaya stok bahan untuk Raimu CRC selama bulan februari.
"Baik saya akan memberikan uang 100 juta untuk modal awal. Nanti Zahra atur saja bersama Ibu Saya, dan Ibu Mala. Selebihnya nanti buat biaya promosi atau biaya darurat. Untuk sementara itu saja, ada tambahan?" Tanya Yosep sambil menulis beberapa poin di papan tulis.
"Maaf pak Yosep untuk gaji kami bagaimana? Saya Bondan mewakili teman-teman." Tanya Anak gelandangan laki-laki bernama Bondan.
"Untuk gaji kami sesuaikan dengan upah minimum kabupaten indramayu tahun 2021 yaitu Rp 2.400.000/bulan dan tunjangan 1.600.000/bulan berupa biaya kesehatan, makan, dan transportasi. Bonus pencapaian target bulanan 1.000.000/karyawan, itu saja untuk sementara. Nanti ada penambahan untuk gaji ke 13 dan juga THR, kami informasikan selanjutnya total presentasenya." Jawab Yosep.
"Mas Yosep sungguh detail dalam memberikan penjelasan tentang gaji, dan sangat optimistis tentang Raimu CRC ini hingga memberikan gaji yang cukup tinggi untuk staff biasa." Batin Zahra.
"Ada yang perlu ditanyakan lagi? untuk masalah pengaturan karyawan saya serahkan kepada Ibu Mala, nanti yang akan jadi owner di Raimu CRC ini dan dibantu Zahra selaku Manager. Untuk masalah menu nanti bisa didiskusikan bertiga Ibu Mala, Ibu Dawi, dan Zahra." Kata Yosep. "Saya harap teman-teman semua bekerja dengan penuh semangat, ramah pada customer dan juga menjaga kualitas."
"Alhamdulillah kalau gajinya segitu sangat banyak. Saya akan semangat kerja." Batin Munaroh.
"Mas Yosep bagai malaikat yang mengangkat derajat kami, dari gelandangan jadi orang yang berkecukupan." Batin Ranty.
Dan banyak ucapan-ucapan dalam batin mereka, hingga sampai ada yang menangis dan memeluk Yosep satu persatu. Yosep dibuat bingung oleh tingkah para anak gelandangan.
"Baik aku mengerti. Tak usah sungkan begitu, kita sama-sama membangun Raimu CRC ini supaya bisa bermanfaat orang banyak. Oh ya saya ada kejutan ini gaji pertama untuk kalian semua, saya paham kalian butuh jajan dan belanja pakaian, serta hanphone, hehehehe." Kata Yosep sambil terkekeh lalu memberikan satu persatu uang 4 juta ke masing-masing anak gelandangan.
"Makasih pak, makasih banyak!" Ucap serentak anak gelandangan. Mala, Zahra, dan Dawi juga ikut menangis melihat momen ini. Yosep sudah menyediakan uang total uang 300 juta, karena sebelumnya Yosep mampir dahulu ke kantor pusat bank ABC.
"Setelah ini kalian bisa belanja ke mall, untuk beli baju dan handphone. nanti tunggu mobil yang akan menghantar ke sana. Jangan boros-boros ya sisanya di tabung. Kalian belanjanya bersama mba Zahra ya, biar nanti bisa di arahkan. Saya akan pergi dahulu ke kantor pusat bank ABC untuk membuatkan rekening!" Ucap Yosep dengan senyum yang ramah lalu menelepon Kasno untuk membawa 10 mobilnya ke Raimu CRC.
__ADS_1
"Yeay ke mall!" Teriak Laksmi dengan wajah riang.