SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 230


__ADS_3

"Mari pak masuk!" sekuriti bernama udin mempersilahkan masuk. "Pertanyaannya biar nona Ami yang menjelaskan."


"Tuan Yosep dan Nyonya Rany apa kabar? Sering sekali kesini? Ada yang bisa dibantu?" tanya Ami tersenyum ramah.


"Begini mbak Ami, istri saya dapat pesan sms dari customer pusat bank bki, kalau istri saya dapat undian mobil Lotus Elise, apa benar?" Yosep memperlihatkan isi pesan customer service bank bki dari smartphone milik Rany. "Ini mbak chat pesannya."


"Sebentar tuan dan nyonya saya lihat dahulu!" Ami melihat isi pesannya dan benar itu dari nomor customer service pusat bank bki. Ami mengecek langsung melalui sistem bank bki untuk melihat apa benar Rany mendapatkan mobil Lotus Elise secara daring. "Selamat tuan dan nyonya memang benar, nyonya Rany Citra Pratama mendapatkan hadiah utama mobil lotus elise!"


Yosep dan Rany membulatkan mata, mereka saling memandang, cairan bening keluar dari sudut kelopak matanya. Mereka berdua menangis haru lalu berpelukan, "Rany dapat mobil mas, hiks, hiks, hiks," lirih Rany.


"Ya sayang, kita dapat mobil," balas Yosep lirih. Ami pun jadi ikut menangis, untung saja lobi bank masih sepi dari para nasabah, mereka bisa dibuat malu dengan adegan peluk-pelukan sambil menangis bak drama korea.


Ami menelepon manajer bank bernama Rafael untuk mengonfirmasi, bahwa Rany sudah datang di lobi. Rafael baru dapat kabar dari kantor pusat bank bki bahwa nasabahnya yang bernama Rany Citra Pratama yang memenangkan hadiah utama Lotus Elise.


Mobil sedang dikirim ke kantor cabang bank bki cabang Jatibarang. Rafael turun menemui Rany dan Yosep, "Selamat tuan Yosep dan nyonya Rany!" Rafael menjabat tangan Yosep dan Rany bergantian. "Mobilnya sedang dikirim dari Jakarta, baru sampai Larangan mungkin 15menit lagi sampai kesini. Lebih baik kita ke atas, sambil menunggu saya ingin berbicara pada tuan dan nyonya, mari!"


Yosep mengikuti Rafael naik tangga ke lantai dua dan menuju ruangan Rafael. Sebagai tamu Yosep dan Rany diperlakukan sangat sopan oleh Rafael. "Silahkan duduk dan nikmati teh hangatnya!" seru Rafael.


"Apa yang anda ingin bicarakan dengan kami berdua pak manajer Rafael?" tanya Yosep.


"Saya ingin mengajak anda bekerjasama dengan berinvestasi pada bank bki, nilai ROI (return of invesment) 113%, jangka waktu 1 tahun," jelas Rafael.


"Baik, berapa investasi minimal yang bisa saya tanamkan modalnya?"


"1 milyar."

__ADS_1


"Kalau uangku sudah kembali, saya akan membeli semua saham bank bki untuk menghancurkan Wijaya grup, lihat saja."


"Saya beri 2 milyar, " ucap Yosep tegas. "Sayang bolehkan? Mas Janji akan ganti uangnya."


"Iya sayang tentu, Rany pasti dukung," balas Rany.


Rafael memberikan surat perjanjian investasi pads bank bki, karena Rany yang mempunyai nomor rekeningnya, Ranylah yang menandatangani surat perjanjian investasi. "Terima kasih tuan dan Nyonya Yosep, semoga kerjasama kita berjalan dengan lancar dan memberikan keuntungan berlimpah," ucap Rafael tersenyum.


"Sama-sama pak manajer Rafael," balas Yosep tersenyum. "Lalu untuk hadiah mobil, pajaknya ditanggung pemenang atau pihak bank?"


"Tenang saja tuan semuanya ditanggung pihak bank. Oh ya sepertinya mobilnya sudah datang, mari tuan dan nyonya!"


Mereka bertiga turun ke lantai satu dan keluat dari dalam bank ke halaman. Terlihat mobil truk kontainer tertutup, sang supir dan kernet truk sedang menurunkan mobil Lotus Elise sport berwarna kuning yang telah diikat pita merah.


Supir truk kontainer memberikan kunci pada Rafael, lalu Rafael memberikan amplop coklat berisi surat kendaraan dan BPKB mobil. "Terimalah tuan Yosep dan Nyonya Rany ini milik anda berdua. Semoga hadiah ini bisa menginspirasi para nasabah dan masyarakat lain bahwa bank bki bukan bank abal-abal."


"Ya terima kasih manajer Rafael. Kami izin pamit!" Yosep langsung masuk mobil bersama Rany lalu melajukan ke VJC 01.


Telolet!


Yosep menekan klakson mobil barunya, bunyinya memang sedikit aneh. Butler bernama Sadikin menghampiri pintu gerbang karena mobil itu bukan mobil milin Yosep. Jendela kaca mobil Yosep dibuka dan Yosep menheluarkan kepalanya. "Bro tolong bukain!" Sadikin membukakan pintu gerbang.


"Selamat datang pak big bos!" sapa Sadikin tersenyum. Yosep sudah kehilangan dua butler kesayangannya, Kirno tewas dan Nyotnyokong jadi presiden China menggantikan Nyot Suzu.


Yosep memarkirkan mobilnya di halaman depan VJC01 lalu keluar dan berjalan menggandeng Rany. Semua butler dan maid membungkuk hormat bak seorang dan ratu yang terhormat lewat.

__ADS_1


"Selamat datang tuan muda dan nona muda!" Mereka menyapa Yosep dengan tersenyum ramah.


Yosep dan Rany hanya tersenyum dengan menganggukan kepala menyapa salam dari mereka.


Greb!


Dawi berlari dan langsung memeluk Yosep, cairan bening di sudut kelopak matanya tumpah ruah. "Yang sabar ya nak ini ujian. Pak Setyo dan Ibu mala satu minggu yang lalu kemari. Mereka meminta maaf dan sangat menyesal atas keputusan Zahra dan Ziva menceriakanmu nak. Tapi kenapa Yos gak pulang kerumah? Jika butuh uang Yos kan bisa minta sama mimi."


"Tidak mi, Yos ingin mandiri. Dan Yos beruntung punya istri Rany yang selalu setia dan terus mendukung Yos." Yosep melirik Rany penuh dengan tatapan kekaguman.


Dawi memeluk Rany, air matanya masih mengalir, "Terima kasih anak ibu masih mau menemani Yos. Ibu sangat sayang sama Rany, dan ibu mohon jangan tinggalkan Yos!"


"Ya bu, Rany janji. Rany juga sangat mencintai mas Yosep, Rany rela juga hidup miskin asal bersama mas Yosep, hiks, hiks, hiks," balas Rany. "Tapi mas Yosep selalu memberikan keberuntungan dan kerja keras bu. Dalam satu bulan mas Yosep menghasilkan uang 4.5 milyar dari makelar beras bu."


"Anak pintar!" Dawi mengelus rambut Yosep. "Ayo kita makan dahulu!"


Mereka makan bersama di meja bundar tapi Albert tidak kelihatan. "Ayah mana mi?" tanya Yosep penasaran membuat Dawi murung.


"Sibuk sekarang. Kata ayah akses kamu ke Ochobot City dibekukan, jadi ayah yang menggantikanmu. Ibu sama ayah kayaknya akan batal nikah 4 bulan lagi, kalau ayah sibuk terus," ucap Dawi murung.


Rany melirik Yosep dan menggembungkan pipi, "Ya begitulah bu sama saja kayak Rany, sering ditinggal sewaktu mas Yosep memegan pimpinan tertinggi Ochobot City di tambah jadi jabatan Presiden UAA. Mas Yosep jarang dirumah, tapi sekarang Rany seneng banget mas Yosep bisa selalu bersama Rany."


"Terus kapan beri mimi ibu cucu Yos? Dan juga bagaimana dengan Ryuna, apakah dia juga sudah minta cerai?" tanya Dawi membuat Yosep terpukul kembali. "Maaf jika mimi bertanya seperti itu."


"Entahlah mi. Ryuna hanya bilang ingin pulang dan liburan di Jepang serta tak ingin memberatkan kehidupan Yos setelah tak punya uang. Yos hanya takut jika kondisinya jauh seperti ini, dan bisa saja Ryuna hamil tanpa sepengathuan Yos," jawab Yosep murung membuat Dawi bersedih.

__ADS_1


Rany juga merasakan apa yang Yosep rasakan, tapi Ryuna dalam satu bulan ini tidak pernah menghubungi Yosep. Jadi Yosep menganggap Ryuna juga sama ingin menceraikannya.


__ADS_2