
Jangan lupa like, koment, gift, dan vote agar author semangat menulis lanjutan chapter novel ini.
Mohon kritik dan saran yang membangun agar novel ini lebih baik lagi, jangan sungkan langsung berikan komentar cabe sahabat readers di kolom komentar.
Untuk update setiap hari minimal 1 chapter pukul 12.00 WIB.
[Telolet]
[Status]
[Nama : Yosep Firmansyah
Umur : 19 tahun
Skill : Dokter lv max. Direktur lv max. Paranormal lv2. Pialang saham lv max
Property : Sawah 10 hektar, ruko 2 lantai, perumahan elite Jatibarang City]
[Majikan berhasil mendapatkan 10 poin pengalaman untuk skill detektif karena berhasil menemukan penyebab kecelakaan]
[Skill experience : Dokter level max (10.000/10.000)
Direktur level max (10.000/10.000)
Pialang saham level max (10.000/10.000)
Paranormal level 2 (5/100
Detektif level 1 (10/50)]
[Level majikan : menengah (85.500.000/1.000.000.000).]
__ADS_1
[Saldo : 4.007.024.000]
[Level konversi pemula setiap kali berkedip di hargai 50 rupiah]
[Cara menaikan level dengan menghabiskan uang. Semakin tinggi level semakin tinggi nilai konversi]
[Selamat menghabiskan uang majikan]
"Oh seperti itu ternyata, poin pengalaman akan di dapatkan jika melakukan yang berkaitan dengan skill yang aku punya, namun beberapa skill sudah level maksimal. Skill pialang saham juga aku belum pernah mencobanya karena terlalu fokus terhadap raimu resto, cafe and catering. Aku harus bergegas agar senin besok bisa grand opening!" Yosep segera melajukan motornya dengan cepat menuju ruko.
Ditengah jalanan kosong ada mobil sport jaguar hitam yang sedang melaju kencang Yosep menyalib mobil itu seperti seorang pembalap profesional.
"Sial berani sekali motor itu membalap mobilku yang keren ini!" Ucap Nehan dengan raut muka kesal lalu menginjak gas mobilnya sekencang-kencangnya. Motor Yosep dan Mobil Nehan saling salib-menyalib untuk saling mendahului.
Nehan berhasil mendahului motor Yosep dan mengeluarkan jari jempol kebaeah dari jendela mobilnya. Yosep menyeringai jahat lalu menarik gas motornya, dengan kecapatan penuh Yosep berhasil mendahului mobil jaguar sport milik Nehan dan menghilang dari pandangan Nehan.
"Sial dia itu manusia apa setan? mobilku berhasil dikalahkan olehnya, sial, sial, sial, kalau bertemu dengannya lagi aku pastikan dia akan kalah olehku!" Umpat Nehan lalu memberhentikan mobilnya di tepi jalan dan memukul-mukul setirnya.
Setelah 15 menit Yosep sampai di ruko, Mala, Zahra dan Dawi sedang memasang dekorasi ruko di bantu 20 anak gelandangan yang sudah berganti baju seragam. Mala sudah mempersiapkan kemarin untuk make over para gelandangan menjadi bersih agar penampilannya menarik. Ada 15 orang perempuan dengan umur 17 tahun dan 5 laki-laki seumuran Yosep berumur 19-20 tahun.
Ruko yang Yosep tempati sangat luas sekarang muat untuk tidur hingga 30 orang di lantai dua, anak gelandangan tidak perlu khawatir untuk mereka istirahat. Yosep memarkirkan motornya, depan ruko dihias ada air mancur buatan, kursi dan meja bundar berjejer rapi memutari air mancur.
Depan halaman ruko ini dibuat taman bunga dengan air mancur dikelilingi meja bundar untuk tempat makan pelanggan. Rany sudah pergi dari ruko karena ada hal penting yang harus di urus di kantor pusat Budi Asih group.
"Bagaimana bu apakah sudah selesai maaf Yosep terlambat!" Yosep sambil membungkukan badan.
"Tidak apa-apa nak Yosep semuanya hampir selesai, karena ada anak-anak ikut membantu dan juga orang yang dikirim pak Sudaryawan juga sangat membantu serta bekerja sangat profesional, hari senin Raimu cafe, resto, and catering bisa grand opening!" Ucap Mala.
"Tante ibu dimana?" Tanya Yosep.
"Di dapur sedang menata kitchen set bersama Zahra. Soalnya ibu kamu bilang resto ini kan dibuat konsep open kitchen jadi ibumu bilang konsep ini akan membuay resto ini punya daya tarik tersendiri." Jawab Mala.
__ADS_1
"Oh ya tante. Kata Ibu dahulu waktu masih muda pernah jadi koki di salah satu restoran bintang lima terkenal. Karena menikah dengan ayah jadi ibu berhenti dari profesi kokinya." Ucap Yosep.
"Pantas saja ibu nak Yosep begitu lihai kalau begini kita punya dua koki. Tapi untuk hidangan dessert tante belum bisa paling juga Zahra yang sering membuatnya, karena waktu SMK mengambil jurusan tata boga dan mengkhususkan diri untuk membuat berbagai jenis desert."
"Untuk menu cafe ibu belum kepikiran namun untuk menu catering semuanya sudah siap karena memang tante punya menu andalan catering yang sudah terkenal enak di lidah pelanggan." Jelas Mala.
"Kalau menurut saya menunya yang mudah di jangkau kalangan bawah, menengah, dan atas saja tante misal bakso, mie ayam, dan nasi goreng tapi kita akan membuat teknik pemasaran diferensiasi mulai dari seragam karyawan menggunakan cosplay anime dan menunya juga menggunakan nama-nama anime. Bagaimana bu?"
"Saya setuju anime sudah menjamur dan mendarah daging di kehidupan Rakyat indonesia mulai dari generasi 90an sampai milenial. Ide nak Yosep sangat brilian!" Puji Mala.
"Kita riset pasar dahulu, kita tentukan target market dahulu untuk cafe kita. Jika bagus dan kita bisa mempertahankan kualitas dalam satu bulan. Kita akan mengeluarkan menu baru setiap bulannya!" Ucap Yosep
"Baik nak, ibu setuju dengan konsep ini. Jadi tidak sabar menunggu grand opening!" Ucap Mala.
Yosep meninggalkan Mala dan menuju dapur untuk bertemu Dawi. Yosep menceritakan semuanya bahwa pelaku pembakaran gubuknya adalah Udin yang disuruh juragan Sudrajat.
"Mimi sudah mengira kalau juragan Sudrajat pelakunya. Dia tak pernah berhenti mengejar mimi. Mimi menolak cinta juragan Sudrajat waktu masih muda karena dia suka mabuk-mabukan dan berjudi, Ayah mimi juga kakek Darni tidak menyukai juragan Sudrajat karena sering merampas hak orang lain. Mimi tak menyangka juragan Darwin dak Juragan Sudrajat bersekongkol mencuri tanah kakek Haji Rasim." Ucap Dawi dengan raut muka marah dan matanya memerah.
"Sudahlah bu, yang penting pelakunya sudah tertangkap!" Ucap Zahra sambil memeluk dawi. "Zahra mengerti perasaan ibu, tenangkan diri ibu!"
"Ya nak Zahra terima kasih sudah menenangkan ibu!" Ucap dawi mengelus pipi Zahra dengan lembut seperti anaknya sendiri.
"Alamak! gawat kalau begini, Zahra sangat pintar mengambil hati mimi. Bisa-bisa kalau begini terus aku disuruh menikahi Zahra." Gerutu Yosep dalam batinnya karena bimbang siapa yang dicintainya Rany atau Zahra.
"Mi aku sudah membeli motor untuk mimi, motornya ada di luar takut nanti aku agak sibuk bekerja di rumah sakit. Ibu bisa ke ruko sendirian, untuk mobil Alphard nanti Zahra atau tante Mala saja bawa kerumahnya." Ucap Yosep.
"Ya yos. Lalu nanti kita akan tidur dimana nanti malam?" Tanya Dawi. Disini belum rapih lantai duanya. Masa tidur di rumah Zahra lagi tak enak merepotkan mereka."
Untuk tidur mimi tidak usah khawatir, aku akan memberikan kejutan untuk mimi. Pokoknya malam ini kita akan tidur nyenyak, hehehe." Ucap Yosep sambil mengelus hidungnya.
Tiba-tiba Yosep mendapatkan telepon dari rumah sakit Budi Asih tehcnology bahwa ada seorang pasien perempuan yang menderita penyakit aneh dan sangat histeris. Yosep segera bergegas menuju rumah sakit Budi Asih Technology karena tak ada satupun yang bisa menangani pasien perempuan muda tersebut.
__ADS_1