
Yosep dan Ryuna masuk ke mansion Himura mengikuti Sasaki, ternyata di dalam aula mansion sudah ada Albert, Raiden, Kokoci, dan juga Tarung yang sedang duduk Seiza menyesap teh macha bersama Kenshin Himura kepala klan Himura.
Yosep terkejut, Raiden, Kokoci, dan Tarung yang sedang menyesap teh langsung berdiri lalu membungkuk hormat. "Salam hormat tuan!" ujar mereka bertiga serentak diikuti Albert yang juga berdiri dan menjabat tangan Yosep.
"Hai bro! apa kabar? Kalian kok bisa bersama tuan Sasaki?" tanya Albert.
"Hahahaha ... dunia ini memang tak selebar daun kelor ya paman," tawa Yosep yang langsung menyambut tangan Albert lalu memeluknya. "Panjang ceritanya paman." Yosep melepaskan pelukan pada Albert dan memberi senyuman pada Raiden, Kokoci, dan Tarung sebagai tanda agar jangan canggung dengannya.
Kemarin juga ikut berdiri, "maaf tuan Albert ini dengan siapa?" tanya Kenshin dengan raut muka penasaran.
"Saya Yosep Firmansyah tuan, dari Indonesia!" ujar Yosep sambil membungkuk hormat pada Kenshin. "Senang berkenalan dengan anda."
"Saya Kenshin Himura, senang berkenalan dengan tuan Yosep," ujar Kenshin yang juga ikut membungkuk hormat. "Mari tuan silakan duduk!"
Yosep dan semuanya duduk Seiza lalu Kenshin menghidangkan teh macha untuk Yosep dan Ryuna yang baru ikut bergabung, Sasaki duduk di sebelah Kenshin.
"Sebenarnya bro Yosep adalah pemilik Ochobot Technology yang baru, saya hanya membantu bro Yosep saja. Semua kepemilikan saya sudah limpahkan pada bro Yosep," jelas Albert.
"Paman ... tapi ...," sela Yosep singkat.
"Sudahlah bro terima saja, toh tidak ada salahnya. Xerox Corporate juga dibawa naungan Ochobot Technology seperti halnya Kostra International yang sudah berhasil bro akuisisi bukan?" ujar Albert sambil mengerlingkan mata.
"Salam hormat tuan Yosep!" ujar Kenshin dan Sasaki serentak lalu menundukan kepala ke arah Yosep. Setelah bangun dari menunduk hormat Sasaki membisikan sesuatu ke telinga Kenshin tentang kejadian beberapa saat yang lalu.
Mata Kenshin membulat dan memukul ke lantai, "sialan! Mereka selalu berani mengusik kita, bahkan kau Sasaki juga mau dibunuh oleh mereka. Kita tak boleh membiarkan mereka berbuat semena-mena saat ini," teriak Kenshin dengan raut muka memerah karena geram dan menggertakan gigi.
__ADS_1
"Kenapa tuan Kenshin?" tanya Albert dengan raut muka menyelidik.
"Zero enterprise menekan kami kembali, mereka ingin kami menjual 80% saham Xerox Corporate pada mereka. Benar-benar mereka membuat kesal, ditambah tadi Sasaki mau dibunuh oleh orang suruhan Patrick sialan itu, Abu jagal memang sudah gila," Jawab Kenshin dengan nada meninggi, matanya mulai memerah.
"Kebetulan sekali tuan Kenshin, saya juga sedang mencari Patrick, dia yang menjadi dalang penyerangan jet pribadi milik OT di wilayah udara samudra Pasifik beberapa minggu yang lalu. Saya ingin menghancurkan mereka sampai habis," ujar Yosep yang sedang menyesap teh hingga membuat cangkir teh itu remuk dan menjadi debu karena diremas oleh Yosep.
"Kita ingin membalas dendam tapi seluruh Yakuza di Jepang ada dalam kendali mereka. Untuk bisa masuk kesana kita harus bisa mengalahkan Serizawa dengan balapan di jalanan pegunungan Haruna," ujar Sasaki. "Kami selalu kalah dalam balapan, sudah 20% saham Xerox Corporate yang mereka miliki dari balapan, taruhan malam ini adalah 50% saham masing-masing perusahaan."
"Serizawa Akami terkenal sebagai LD (Lor Drift) di Jepang yang tidak pernah terkalahkan. Jika kami tidak datang maka semua saham Xerox Corporate automatis menjadi milik mereka, tapi jika kita menang kita bisa mengambil 20% saham kami kembali dan mendapatkan 50% saham mereka," jelas Kenshin.
"Jika kita berperang fisik kita pasti kalah, makanya kami memberi permintaan untuk balapan setiap bulan, tapi sayangnya kami tidak punya pembalap yang handal untuk melawan mereka," ujar Sasaki dengan raut wajah yang murung dan memijat keningnya.
"Kenapa tuan Kenshin tidak meminta bantuan kami, jangankan Yakuza seluruh Jepang jika kami ingin meluluhlantakan Jepang juga kami bisa," ujar Albert dengan menepuk-nepuk dadanya.
"Saya yang akan ikut balapan," ujar Yosep sambil mengacungkan tangan.
"Apa?!" teriak semua orang yang berada di ruangan aula mansion serentak.
"Ya tapi ada syaratnya, jika saya menang saya mau kalian tes DNA dengan Ryuna untuk membuktikan bahwa Ryuna adalah anak dari tuan Kenshin, adik dari tuan Sasaki," jawab Yosep.
"Tapi mas ...," potong Ryuna.
"Sudah ini demi kebaikan kita turuti saja," ujar Yosep sambil memandang lembut Ryuna.
"Jangan-jangan kalian jatuh cinta ya dan segera ingin menikah?" tanya Albert.
__ADS_1
"Yoi," jawab Yosep singkat.
"Cie-cie," ujar Kokoci.
"Yes, sebentar lagi kita jadi paman," ujar Tarung dengan senyuman khasnya.
"Kaizo kau ini, aku saja yang masih menjomblo belum dapat pasangan, malah kau duluan yang akan menikah dengan tuan, sib nasib jadi jomblo begini amat ya," ujar Raiden sambil menepuk-nepuk jidatnya sendiri.
"Bukan begitu jendral, ya bagaimana lagi adikmu ini yang seksi dan cantik disukai tuan Yosep. Tentu sajalah aku mau menikah dengannya, kapan lagi punya calon suami yang lembut seperti mas Yosep tapi keras di ranjang," ujar Ryuna dengan mata berkedip cepat.
"Ryuna, kamu ini kalau ngomong suka ngasal, asem!" cibir Yosep dengan raut muka kesal. "Kita ini belum ngapa-ngapain sudah ngomongin ranjang, dasar wanita mesum!"
"Baiklah tuan Yosep, Sasaki juga sudah mengatakannya tadi tentang Ryuna yang mirip dengan Una yang hilang 19 tahun yang lalu. Kami akan menerima persyaratan tuan Yosep, tolong menangkan balapan ini, " pinta Kenshin dengan menundukan kepala.
"Jangan sungkan tuan Kenshin, sudah kewajiban saya menolong semua sahabat paman Albert," ujar Yosep.
Mereka mengakhiri pesta minum tehnya, Yosep dipersilahkan istirahat dan mandi di kamar tamu mansion Himura. Karena pukul 22.00 waktu Jepang mereka akan balapan di gunung Haruna 55 mil dari barat daya Tokyo.
Yosep sedang berendam di kamar mandi ruang tamu mansion Himura, "Sungguh menyegarkan, balapan kali ini bukan balapan biasa tapi balapan jenis drift. Dan lawanku drifter nomor satu di Jepang, hmm ...," ujar Yosep sambil menghela nafas panjang.
"Mas kamu ada di dalam!" panggil Ryuna dari luar pintu kamar mandi.
"Ya saya lagi di dalam sedang mandi, kamu jangan masuk nanti bikin burung ini agak tegak berdiri seperti ayam jago berkokok sewaktu fajar menyingsing," sahut Yosep dengan berteriak dari dalam kamar mandi.
Ryuna hanya memakai handuk kimono berwarna putih dengan rambut lurus sepinggang dengan warna merah muda keunguan. Ryuna malah masuk kamar mandi dan melihat Yosep sedang berendam di bak mandi sambil memejamkan mata.
__ADS_1