SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip -100 Badan saja Besar Tapi Cengeng


__ADS_3

"Tidak apa-apa. Tapi kenapa Siska tiba-tiba mengkhianati kita? Apakah Siska telah merencanakan semua ini? Atau ia tiba-tiba berkhianat?" tanya Yosep dengan raut muka menelisik.


"Pergilah ke alam baka!" teriak Siska yang sudah memegang senjata M-203 yang dijatuhkan oleh tentara bayaran sebelumnya, Siska menembakan hulu ledak ke arah Yosep dan Ryuna.


"Gawat! Siska sudah tidak waras, dia akan menghanguskan kita, jurus moksala rudra," gumam Yosep yang langsung memeluk erat Ryuna lalu menghindari tembakan hulu ledak.


"Boom ...!" Hulu ledak mengenai meja yang digunakan oleh Yosep dan Ryuna untuk bersembunyi.


"Ryuna, kirimkan sinyal S.O.S dan titik kordinat ke Raiden agar mengirimkan bantuan. Aku takut tentara bayaran yang lain akan segera datang dari luar pulau," titah Yosep lalu mengerang lirih untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di tangan kanannya. Yosep berhasil mengeluarkan peluru lalu menelan pil kintamani untuk mengobati luka luar dan dalamnya.


Yosep juga menotok bahu Ryuna untuk menghentikan pendarahan, bahu Ryuna tertembus peluru yang ditembakan Siska, tulang sendi bahunya retak. Yosep sangat khawatir dengan Ryuna yang sudah pucat pasi wajahnya.


Yosep membantu Ryuna menelan pil jerangkong, untuk mengembalikan struktur tulang bahu kanannya yang retak. "Ini dua pil lainnya minumlah! Bersembunyilah sementara supaya kamu sembuh terlebih dahulu," seru Yosep sambil memberikan pil kelabang merah dan pil kintamanir2


"Terima kasih tuan, aku akan bersembunyi," balas Ryuna berjalan tertatih mencari tempat aman.


"Ternyata tuan melindungiku, sampai membuat tangannya sendiri terluka," imbuh Ryuna dalam batinnya.


"Mister nine bedebah, keluarlah! Jangan bersembunyi seperti pecundang. Mana keberanianmu yang telah menghancurkan paman Raksa, hah ...!" umpat Siska dengan berteriak.


"Aku sudah disini! Dan takan membiarkan penjahat siapapun berkeliaran baik berbaju aparat atau berdasi, apalagi telah membunuh dan menyakiti orangku. Matilah!" ujar Yosep dengan raut muka merah padam, Yosep sudah berada dibelakang Siska menggunakan jurus moksala Rudra dan melancarkan pukulan gada brahma hingga membuat dada Siska tertembus pukulan Yosep.


"Guhak ...!" Siska memuntahkan banyak darah di mulutnya. "A ... aku harus mati mengenaskan seperti i ... ini," ujar Siska dengan nada terbata-bata menahan rasa sakitnya lalu memejamkan mata dan tewas seketika.

__ADS_1


Yosep menarik tangannya yang menembus dada Siska, lalu menendang kepala Siska hingga terputus. Kebenciannya yang mendalam terhadap Siska tiba-tiba muncul, bagaimana tidak Yosep menghancurkan keluarga Rakuti karena mereka banyak memonopoli aparat penegak hukum untuk melakukan banyak pekerjaan kotor, salah satunya membuat Jayus Koma dan Ziva gila.


Setelah Yosep mengetahui jika Siska dibutakan dendam, Yosep mengambil keputusan untuk membunuh Siska. Yosep sudah tak peduli jika ia menjadi orang yang paling dicari karena terakhir bersama Siska. Setelah kasus ini selesai Yosep berencana ke jepang untuk menghabisi Patrick, dan mencari dalang dibalik penyerangan pesawat jet pribadi OT.


2 jam kemudian, Ryuna juga kembali pulih, Raiden, Kokoci, dan Tarung sudah datang di markas gembong narkoba beserta kapten hanoka Kinan dan kapten pancawijaya Wirya.


Kinan dan Wirya sangat bersedih hati serta menangis terisak-isak, setelah mengetahui Serena dan Gendhis terbunuh oleh Siska. "Aku harus balas dendam kepada keluarga Rakuti," ujar Wirya dengan raut muka geram dan memukul tiang besi hingga patah.


"Sudah bukannya kita sudah menghabisi keluarga jahanam itu dan semua asetnya kita pindah tangankan," ujar Yosep menenangkan Kinan dan Wirya.


"Ya bos kau memang benar, tapi bagi saya Gendhis adalah sudah saya anggap anak sendiri bos, ... hiks ... hiks ... hiks ...," balas Wirya yang terisak menangis membelai mayat Gendhis, Kinan juga melakukan hal yang sama pada Serena membelai kepalanya yang berlumuran darah.


"Aku sudah membunuh wanita sialan ini, aku yang bersalah telah melibatkan mereka. Jika kalian ingin membalaskan dendam bunuhlah aku, karena aku tidak bisa melindungi mereka," ujar Yosep.


Kokoci, Tarung, Raiden dan Ryuna tak mengerti apa yang terjadi dengan mereka jadi mereka diam dan mengamati. "Kita akan kuburkan mereka setelah masalah ini selesai," ujar Yosep.


"Lalu langkah selanjutnya apa?" tanya Kinan.


"Rencana seperti dahulu, kita akan meretas tv nasional dan menyiarkan semua bukti keterlibatan Mayjen Rakha dan wakil kapolda Wisesa dalam proyek pengembangan glow ini, siapkan semuanya," titah Yosep yang sudah memakai topeng mister nine lalu meretas tv nasional.


"Bos tapi ini malam hari apakah ada yang melihatnya?" sanggah Wirya.


"Tenang saja, saya pastikan presiden nakowi juga akan melihatnya," jawab Yosep.

__ADS_1


Brock sudah terbangun dan dalam siaran langsung, "halo mister Dasmad alias Brock, selamat malam. Bagaimana anda senang di dalam markas anda sendiri?" tanya Yosep menyeringai licik dibalik topeng buto ijo miliknya.


"Apa-apaan ini?!" tanya Brock.


"Sudah jangan berkelit lagi, kami sudah menemukan banyak bukti tentang keterlibatan Anda, wakil Kapolda Wisesa dan Mayjen Rakha mengembangkan narkoba jenis baru," Yosep memutar video CCTV ruangab khusus markas gembong narkoba, di sana ada Rakha, Wisesa dan Brock yang sedang membicarakan proyek pengembangan narkoba jenis baru bernama glow. Mereka juga membicarakan pembelian pemancar stealth dan mesin conversion dari Ochobot Technology.


Brock terdiam dengan raut muka lesu karena sudah tak bisa berkelit lagi, semua bukti sudah disiarkan ke siaran langsung tv nasional.


Di rumah wakil kapolda Wisesa, "Sial ... Kenapa dia malah mengoceh? Dan kenapa semua bukti itu bisa tersiar ke seluruh tv nasional?" umpat Wisesa dengan raut muka lesu, ia sudah tak dapat bisa berkelit lagi.


Di rumah Mayjen Rakha yang sedang menonton tv, tiba-tiba ia terkejut dengan membulatkan mata setelah melihat Brock dan bukti yang tersiar ke tv nasional. "Sial ... siapa yang berani macam-macam denganku, aku akan membunuhnya," ujar Rakha dengan raut muka merah padam dan memukul meja hingga terbelah dua.


Di istana presiden, " tuan presiden lihatlah tayangan tv, mister nine kembali beraksi. Aku akan mencari lokasinya, dimana ia menyiarkan berita ini," seru Prapto.


"Telepon Jendral Juanda dan Kapolri Sutanto untuk membereskan anak buahnya itu!Berani-beraninya ia membuat kerusuhan dengan menggunakan teknologi dari Ochobot Technology," seru presiden Nakowi.


"Apa mister nine itu adalah anynomous dewa naga ya?" imbuh Presiden Nakowi mengelus dagunya dengan membatin.


"Baik tuan presiden," balas Prapto lalu menghubungi jendral Juanda dilanjut menghubungi Kapolri Sutanto melalui video call teleconference. Panggilan pun berakhir setelah presiden Nakowi memerintahkan untuk menangkap dan menghukum mati Mayjen Rakha serta wakil kapolda Wisesa.


"Bagaiamana kamu sudah menemukan letak lokasi mister nine itu?" tanya Presiden Nakowi.


"Ketemu tuan presiden, lokasinya di pulau biawak, 40 km dari pantai Ade Irma Cirebon," jawab Prapto.

__ADS_1


__ADS_2