SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip - 98 Pemandangan Gratisan


__ADS_3

Ryuna memberikan semua jam tangan khusus yang bisa memberikan penggunanya cyborg armor suit. Tapi setelah misi ini selesai, mereka harus mengembalikannya kembali untuk melindungi rahasia teknologi Ochobot Technology.


Yosep bersama Siska berada di dalam yacht menuju pulau Biawak, Ryuna sendiri mengendarai speed boat terlebih dahulu untuk menghancurkan teknologi stealth yang terpasang di setiap sisi pulau biawak.


Gendhis dan Serena juga sama mereka menggunakan yacht menuju pantai glayem. Di sana Kirno sudah menunggu mereka berdua, Kirno diperintah Yosep untuk menjemput Gendhis dan Serena di pantai Glayem menggunakan mobil mini van kepunyaan Wijaya Shiled. Kirno juga ditugaskan Yosep untuk membantu Gendhis dan Serena menangkap Brock. "Hai Kirno!" panggil Serena. "Kita bertemu lagi."


"Ya!" saut Kirno dengan raut muka datar.


"Kenapa keluarga tuan Yosep itu tampan-tampan ya?" pikir Gendhis.


"Orangnya juga keren," batin Serena memuji.


"Masuk!" seru Kirno. Gendhis dan Serena memasuki mobil, Serena di samping Kirno serta Gendhis di belakang meskipun hanya tersedia dua tempat duduk. Kirno memacu mobilnya menuju desa Srengseng untuk mencari keberadaan Brock. Jarak Pantai Glayem ke desa Srengseng cukup dekat hanya 5-10 menit jika perjalanannya dengan kecepatan 80-90 km/jam.


Kirno memarkirkan mobilnya di alfamart Srengseng, agar tidak ketahuan. Mereka bertiga sudah menyamar menjadi warga biasa, Gendhis memakai dres biru selutut, Serena memakai pakaian yang cukup seksi dres sepaha. Gendhis dan serena dibekali armor cyborg suit dalam jam tangan yang terpasang di tangan kiri masing-masing.


Mereka menuju alamat yang diberikan Yosep, sebuah rumah mewah yang dijaga banyak centeng. Serena dan Gendhis berpura-pura berjalan di depan gerbang pintu melenggak-lenggok bak super model untuk mengelabui para centeng. Kirno mengamati dari balik semak-semak," nampaknya penjagaanya ketat, lebih baik kita langsung terobos saja," gumam Kirno melalui radio suara yang dipasang ditelinga mereka masing-masing.


"Baik, meskipun banyak penjaga, kita yakin bisa melumpuhkan mereka semua dan membawa Brock ke pulau Biawak," balas Serena dengan lirih.


Kirno berguling ke arah pagar lalu melompat untuk meraih bagian tertinggi pagar dan mulai memanjat untuk melewati pagar setinggi empat meter, lalu mengamati dari bagian atas pagar, bagaimana situasi di dalam untuk bisa menyelinap masuk. Ada beberapa penjaga yang wara-wiri sedang patroli, Kirno gerakannya sangat cepat dan berhasil membuat mereka semua pingsan dengan memukul tengkuk mereka.

__ADS_1


"Sisi utara bersih," gumam Kirno melalui handsfree di telinga kirinya.


Gendhis ke arah selatan dan Serena ke arah timur, Kirno segera membereskan semua penjaga yang ia temui dengan cepat, tanpa bisa membalas serangan Kirno. Semua penjaga di buat pingsan, Gendhis dan Serena melakukan hal yang sama, mereka langsung menyelinap masuk dan melumpuhkan semua penjaga keamanan.


Sisi barat rumah Brock adalah sungai dengan jurang yang cukup dalam, dengan begini Brock tidak mempunyai jalan keluar, karena Mereka bertiga sudah menutup semua jalur kabur untuk Brock.


Mereka akhirnye bertemu di dalam, semua penjaga tak ada satu pun yang luput dan dibuat pingsan. Kini hanya tersisa Brock di dalam yang sedang bermain-main dengan 3 wanita sekaligus, terdengar ******* dan erangan dari kamar Brock.


"Sial, kenapa malah ada suara seperti ini?" gumam Gendhis dengan menyeringai kesal, karena tak tahan dengan kelakuan Brock Gendhis bertindak gegabah langsung menendang pintu dengan keras dan membuatnya jebol.


"Brak...!" Pintu ditendang oleh Gendhis dan terdorong mengenai kepala Brock. Suara erangan berubah menjadi pekikan, tiga wanita yang tidak memakai sehelai benang itu pun kaget dan beringsut ke bawah tempat tidur, menutupi semua tubuhnya dengan apapun yang bisa menutupi tubuhnya yang sudah polos bak lukisan rose dalam film Titanic.


"Jangan bergerak!" teriak Serena yang sudah menodongkan senjata ke kepala Brock, Kirno hanya mengawasi dari balik dinding dekat pintu, sesekali Kirno memunculkan kepalanya ke depan pintu melihat pemandangan gratisan.


"Cepat pergi!" teriak Serena dengan wajah merah padam, "atau kubunuh kalian semua!"


Tiga wanita itu langsung mengambil baju mereka dan bergegas pergi meninggalkan kamar Brock. "Hai bro! Jangan diam saja ikat dia!" panggil Gendhis ke Kirno dengan berteriak. Kirno langsung mengambil borgol yang sudah disiapkan oleh Gendhis dan Serena, borgol itu diberikan oleh Siska.


Kirno memanggul Brock yang tubuhnya lumayan besar dan gendut, kepala botak serta kumis seperti pak Raden seperti memanggul karung beras. Kirno memasukan Brock ke dalam kantong mayat dan menguncinya lalu menaruh di bagian belakang mobil.


Mereka bertiga bergegas kembali menuju pantai glayem, dan melanjutkan perjalanan ke pulau Biawak.

__ADS_1


Sementara itu Ryuna dengan speed boat, mengelilingi pulau Biawak yang tertutup oleh teknologi stealth. Ryuna mencari sinyal pemancar stealth dengan scanner mask cyborg yang sudah menutup kepalanya. Yosep dan Siska masih menunggu kabar dari Ryuna, ia memberhentikan Yacht miliknya jauh dari titik kordinat pulau Biawak sekitar 3 kilometer.


Ryuna mulai menemukan satu persatu pemancar stealth dan menghancurkannya, ia tidak rela jika teknolog stealth milik OT digunakan untuk berbuat kejahatan. Total ada 8 pemancar stealth yang terpasang di setiap ujung sisi pulau Biawak.


"Lapor semua area bersih. Mohon kepala Bangkong menuju sasaran, ganti!" ujar Ryuna melalui sambungan radio handsfree ditelinga kirinya.


"Dimengerti! kepala Bangkong dan kodok buntal dua segera menuju sasaran," balas Yosep melalui sambungan radio handsfree juga.


"Persiapkan kita akan beraksi, lets party baby!" ujar Yosep sambil menjilat bibirnya dan menyolek dagu Siska.


"Dasar gak waras!" umpat Siska dalam batinnya tapi perasaanya menjadi senang karena dagunya di colek oleh Yosep.


Yosep menempelkan lempengan bulat seperti tutup botol berwarna hitam kemerahan di nahkoda Yacht dan menekannya.


[Stealth technology actived]


Deru mesin suara yacht tidak lagi terdengar meskipun Yosep memacu yacht itu dengan sangat cepat. Teknologi stealth milik OT bukan hanya mengilangkan suatu benda tapi juga semua keberadaanya termasuk suara.


"Mas Ryuna itu punya banyak teknologi yang super, dengan begini kita bisa masuk ke pulau Biawak tanpa ketahuan," ujar Siska.


"yoi donk!" ujar Yosep. "Ryuna gitu loch!"

__ADS_1


Ryuna sudah memasuki pulau Biawak yang sangat dijaga ketat, bukan hanya ratusan tapi ribuan. Ada puluhan menara pos di sepanjang pagar setinggi 10 meter dengan besi runcing di atasnya, pada setiap pos ada dua penembak jitu dan lampu sorot yang terus bergerak secara automatis ke kanan dan ke kiri.


__ADS_2