SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 155


__ADS_3

[Selamat majikan mendapatkan 10 poin skill detektif]


Yosep memutuskan untuk tinggal sampai waktu sewa di Hotel Mulianya habis. Yosep ingin menikmati hari-hari bersama Cinta keliling Jakarta sebelum Yosep pulang ke Indramayu sekaligus mengajari Cinta menjadi general manager Raimu building group.


Kali ini Yosep sangat kejam, dua securiti yang menghinanya di apartemen 1 park avenue dipecat tanpa pesangon. Mereka menangis bombay dan menyesali perbuatannya namun sayang semua sudah terlambat.


Di jakarta Selatan sendiri, para pebisnis dan crazy rich gempar, bahwa ada pengusaha muda membeli semua hotel, apartemen, dan perumahan di kawasan Kebayoran lama.


***


Di Istana Kepresidenan.


"Pak presiden ada kabar mencengangkan," ucap Pramono yang menjabat sekretaris negara dengan nada agak meninggi dan membulatkan mata.


"Ada apa pak Pramono? Anda seperti mendapatkan tegangan 100.000 volt di tubuh anda," balas Presiden Nakowi.


"Hehehe, bapak ada-ada saja. Begini pak, ada pengusaha muda, namanya Yosep Firmansyah umurnya 19 tahun mengakuisisi seluruh property di kawasan Kebayoran lama," jawab Pramono dengan menundukan kepala.


"Coba selidiki mungkin saja berkaitan dengan hacker dengan inisial anynomous dewa naga itu. Jangan-jangan memang dia," titah presiden Nakowi dengan sorot mata tajam, kelima jarinya mengetuk-ngetuk meja kerjanya.


"Sudah pak presiden, tapi data tentang Yosep Firmansyah tidak bisa di akses. Hanya memunculkan nama dan umurnya saja," balas Pramono.


"Benar-benar orang yang misterius, cepat selidiki dia dan perhatikan pemuda itu kegiatannya apa saja. Bila perlu 24 jam dan laporkan setiap kegiatannya pada saya secara berkala!" titah presiden Nakowi.


"Siap pak presiden!" ucap Pramono dengan menunduk hormat. Pramono segera mengirimkan 10 intel kepresidenan untuk menyelidiki Yosep.


***

__ADS_1


Satu minggu kemudian Yosep sudah berada di atas rooftop apartemen park avenue untuk menaiki Helikopter menuju Indramayu.


Yosep ditemani Cinta, "pak big bos sesekali ke Jakarta untuk melihat perkembangan Raimu Building Group," pinta Cinta yang membawakan koper Yosep berisi oleh-oleh dari Jakarta Selatan.


"Alah meninjau perkembangan konon, palingan juga kangen sama saya, pret!" ledek Yosep sambil menjulurkan lidahnya.


"Emang ga boleh?"


"Ya boleh saja sih, tapi mau dikeroyok empat calon istri saya, weee!"


"Ya, ya, ya gak deh. Tapi masa ga pernah melihat perkembangan Raimu building group?" tanya Cinta dengan mengerucutkan bibirnya.


"Bercanda, ya nanti akan datang meninjau. Kalau tidak ditinjau nanti kamu malah bikin usaha properti saya bangkrut lagi. Beli gedungnya kan pakai uang bukan pakai daun, ratusan milyar lagi," ledek Yosep dengan alis dinaik-turunkan. "Nanti saya kirimkan mobil supercar ke rumah kamu, semua pemimpin di perusahaan saya itu harus berkelas."


"Tapi, pak big bos ...." bantah Cinta terpotong.


"Tidak apa-apa kalau saya dipecat, asal nanti Cinta direkrut jadi istri kelima, Cinta siap. Bila perlu sekarang juga siap ke KUA," tantang Cinta dengan berkacak pinggang.


"Idih ngarep!" Yosep menyentil dahi Cinta, bagi Yosep Cinta adalah wanita pemberani yang suka marah, ketus, dan juga gampang menangis. Jadi Yosep suka sekali menggoda dan meledek Cinta. "Ya sudah nanti mobilnya akan dikirimkan Nyotnyokong satu minggu lagi, soalnya daripada nganggur dirumah dan tidak pernah ada yang memakai. Soalnya masih ada 7 mobil supercar lagi di garasi rumah."


"Hah?! 7 mobil supercar lagi?!" ucap Cinta membulatkan mata dan mukanya di zoom. "Sebenarnya sekaya apa sih pak big bos ini?"


"Sudah jangan kaget begitu. Saya ini orang super kaya di bumi ini, orang terkaya nomor satu didunia saja masih kalah oleh kekayaan saya. Kalau tidak percaya tanya saja sama pak haji Udin," jawab Yosep sambil menepuk-nepuk dadanya. "Sudah saya mau pulang, jangan rindu ya sama saya, sampai gak mau makan, gak mau minum, apalagi sampai gak mau berak bahaya."


"Ya, tenang saja," ucap Cinta singkat lalu langsung memeluk erat Yosep.


Cinta merasa jika pertemuan ini adalah pertemuan terakhir dengan Yosep. Sebisa mungkin detik-detik terakhir ini, ia manfaatkan untuk bisa memeluk Yosep.

__ADS_1


"Aduh tuan muda ini ganjen sekali, kalau sampai empat nona muda tahu, pisangnya bisa disunat dua kali," gumam Nyotnyokong memijat keningnya. "Ya kalau memang suka sama mba Cinta jadikan saja yang kelima, jangan kucing-kucingan begini. Tapi saya juga belum mendapatkan jodoh semenjak mengabdi jadi bawahan tuan muda. Jomblo memang selalu ketinggalan, padahal muka saya gak jelek-jelek amat."


Nyotnyokong tidak sadar jika gumamannya didengar oleh Yosep yang telinganya sangat peka setelah mendapatkan skill detektif.


"Woy bro! Jangan melamun mulu, kalau iri bilang bro, hehehe. Ayo berangkat!" titah Yosep sambil melambaikan tangannya ke depan.


"Siap tuan muda. Ya saya juga ingin dapat pasangan tuan muda, masa tuan muda saja yang dikelilingi wanita-wanita cantik."


Nyotnyokong mulai menerbangkan Helikopternya, Cinta melambaikan tangan dan Yosep juga membalas lambaian tangan Cinta.


"Ya entahlah bro, padahal saya niatnya hanya ingin menikahi Rany. Tapi malah wanita-wanita itu mendekati saya, tapi semua wanita yang saya temui semuanya tidak gila harta. Seperti Rany dan Ziva memang sudah kaya dari orok, Zahra sekalipun bisa dikatakan pas-pasan dia mencintai saya dengan tulus. Dari pertama kali bertemu dengannya saya juga masih miskin tapi Zahra tetap mengungkapkan perasaannya.


"Ryuna meski hidup menderita dahulu, dia tetap kaya karena anak konglomerat pengusaha di Jepang. Sebenarnya wanita yang sama-sama miskin seperti saya dahulu, dan tetap mencintai saya adalah Devi, tapi saya hanya menganggapnya sebagai sahabat karena kita sudah bersahabat dari kecil. Vanya dan Wulan pun sama tapi awalnya hanya rasa kagum sama saya kemudian berubah menjadi rasa cinta. Kalau bro mau dekati saja 4 direktur yang saya sebutkan tadi, nih!" jelas Yosep lalu memberikan nomor telepon Cinta, Vanya, Devi, dan Wulan.


"Terima kasih tuan muda, saya berjanji akan membuat salah satu dari mereka berpaling dari anda, hehehe," ucap Nyotnyokong sambil tertawa ringan.


___


___


___


Di Istanbul Turki.


"Ayah, tidak apa-apa meninggalkan Yosep selama satu bulan?" tanya Dawi. "Bunda khawatir."


"Tenang saja, dia kan sudah besar istrinya mau empat lagi. Paling-paling juga lagi mencari tambahan istri lagi," jawab Albert. "Sudah tak usah dipikirkan, lebih baik kita fokus sama liburan kita, meskipun ada lalat-lalat selalu berdengung mengganggu, yang iri dengan kemesraan kita."

__ADS_1


Albert melirik ke arah Raiden, Kokoci, dan Tarung. Setiap kali Albert sedang menggombali Dawi, mereka selalu mengganggu.


__ADS_2