SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 277


__ADS_3

Kaptenn Baloteli pun pergi dalam keadaan pipis dicelana karena ketakutan. Belum pernah ia merasakan setakut ini pada orang lain, padahal Kapten Baloteli adalah kepala polisi di Sorento.


"Dia, dia bukan manusia, hawanya sangat menakutkan. Aku seperti bertemu malaikat kematian, benar- benar mengerikan," batin Kapten Baloteli.


"Sialan, hanya segitu saja nyalinya, saya pikir akan terjadi baku hantam atau baku tembak. Padahal tangan ini sudah gatal, tapi demi misi saya tahan," gumam Yosep kembali menaruh mangkuk untuk meracik bakso tapi dilihat semua stok baksonya sudah habis. "Eeeeh, sudah habis?!"


Yosep melihat kebelakang kembaran dirinya yang memakai topeng sedang sibuk melayani ribuan pelanggan, bahkam sampai duduk berjejer ke tepi pantai. Yosep hanya bisa menepuk jidatnya sendiri dan menggelengkan kepala, "Dasar ndeso! kemarin menolak sekarang doyan, kampret!" imbuh Yosep bergumam.


Yosep menelepon toko daging untuk mengirimkan 500 kg ke Veduchi, ia harus mulai membuat kembali stok baksonya. Ya meskipun akan merepotkan bagian dapur restoran Sambalado, tapi Veduchi dan Maldini sangat senang, jika Yosep sedang memasak. Apalagi Maldini, ia bisa belajar banyak dari cara Yosep memasak meskipun tergolong sangat cepat. "Ok baksonya sudah selesai mari kita berjualan kembali!" Yosep berjalan keluar ke arah gerobak baksonya.


Dalam dua jam Yosep menghabiskan 100 kg daging sapi untuk membuat bakso, banyak pelanggan yang belum kebagian rela menunggu agar bisa menikmati bakso Yosep. Di sesi pertama penjualan Yosep berhasil menjual 3100 porsi dan hingga sore hari Yosep menjual kembali sampai 5.000 porsi di bantu 50 kembaran dirinya.


"Akhirnya habis lagi juga, masyarakat Sorento ini gila, benar-benar penggila bakso. Dalam satu hari sampai 8000 porsi, restoran Sambalado pun kalah ramai dengan gerobak bakso geal-geol miliku, hmph!" Yosep menarik pelan hidungnya yang mancung.


[Telolet]


[Selamat majikan berhasil menyelesaikan misi]


[Misi : Hasilkan 10.000 euro dari mengemis di pantai Sorento, Italia untuk membuat gerobak bakso dan Hasilkan 100.000 dari jualan bakso.


Hadiah : Ajian saifi pamungkas


Batas waktu : 30 hari


Status misi : 100% (10.000/10.000) / 100% (100.000)


Hukuman : Rany dan Ryuna keguguran]


[System akan memulai penyatuan ajian saifi pamungkas pada tubuh majikan, di mulai 3... 2... 1...]


[0%]


[20%]


[40%]


[60%]


[80%]


[100%]

__ADS_1


[Penyatuan berhasil]


"Akhirnya misi membangongkan ini selesai, saya sudah bisa masuk ke dalam laut sekarang tanpa perlu khawatir lagi. Artefak babang tamvan datang!" batin Yosep.


Semua peralatan Bakso dan meja sudah dirapihkan. Esok hari Yosep akan pergi ke dalam laut Mediterania, jualan baksonya akan dipindahkan ke restoran Sambalado, dan Maldini yang akan jadi koki masaknya menggantikan Yosep, daftar menu bakso esok hari sudah resmi menjadi restoran Sambalado.


Ciiit!


10 mobil jeep range rover berhenti di depan gerobak Yosep, satu mobil berisi lima orang berpakaian serba hitam dengan membawa Uzi dan SMG.


Dor!


Dor!


Dor!


Insiden penembakan terjadi, Yosep sangat santai menghadapinya, karena tubuhnya sudah kebal terhadap peluru sampai tingkat peluru berlian karena sudah memilikia ajian saifi pamungkas.


Satu anak buah Mastuchi melemparkan granat pada Yosep. Tubuh Yosep tetap tak bergeming dari tempatnya, hingga granat itu meledak.


Boom!


Kepulan asap dan percikan ledakan menutupi tubuh Yosep, semua warga berhamburan lari dari pantai. "Hahaha, mampus kau, ayo pergi!" teriak Frederico.


Krak!


Frederico tewas seketika, anak buah Mastuchi yang lain menembaki Yosep, tapi tak ada satu pun peluru yang bersarang ditubuh Yosep yang seperti bongkahan baja.


Klang!


Klang!


Klang!


Yosep sudah menonaktifkan ajian baladewa among slira, ia hanya seorang diri melawan 49 anak Mastuchi yang bersenjatakan lengkap. "Percuma, peluru itu tak akan mempan padaku!" teriak Yosep lalu mengangkat mobil jeep range rover dan melemparnya ke arah mobil di belakangnya.


Krat!


Swung!


Boom!

__ADS_1


Kedua mobil meledak dan menewaskan delapan anak buah Mastuchi yang tidak sempat mengelak. Tubuh Yosep terus dihujani ratusan peluru, tapi membuat empat puluh satu anak buah Mastuchi sedikit putus asa karena tidak bisa menembus kulit Yosep.


Klang!


Klang!


Klang!


Mereka perlahan mundur, sambil melempari Yosep dengan granat, bom asap dan menembakan RPG. Jalanan di pantai Sorsnfo benar-benar mencekam sore ini, Yosep terus menggiring anak buah Mastuchi ke tepi pantai agar tak merusak fasilitas umum dan juga melukai warga.


Boom!


Boom!


Klang!


"Hahaha, enak juga punya ajian saifi pamungkas, anti ledakan, hahahaha!" Yosep mengangkat mobil truk sampah di sampingnya, lalu melemparnya jauh ke arah anak buah Mastuchi yang berlari ke arah tepi pantai.


Brak!


Mobil truk sampah itu menimpa lima orang anak buah Mastuchi hingga tewas seketika. Polisi sektor Sorento dan tentara datang bersenjatakan lengkap, mereka bingung sebenarnya yang penjahat Yosep atau anak buah Mastuchi.


Suara tembakan terus menderu, tentara dan polisi Sorento tak ikut campur kali ini. Di satu sisi Mastuchi adalah sekutu gelap mereka, dan disisi lain mereka takut dengan Yosep yang seperti monster.


"Menyerahlah, atau saya akan habisi kalian semua!" teriak Yosep. Tiga puluh enam anak buah Mastuchi tak menggubris peringatan Yosep, malah terus menembakinya. Yosep mengeluarkan belati kalamurka dari inventori sistem. "Baiklah jika kalian masih bersikeras ingin membunuhku, tebasan bulat sabit!"


Slash!


Slash!


Yosep menebas kepala anak buah Mastuchi satu persatu dari jarak jauh dengan mengeluarkan siluet sabit berwarna merah kehitaman. Kepala mereka terlepas dari badannya, cairan merah menyembur keluar dari batang leher mereka.


Crash!!


Dalam sekejap Yosep membunuh tiga puluh anak buah Mastuchi dan membanjiri tepi pantai dengan cairan merah. Permukaan pantai yang berpasir pantai putih berubah merah, air laut dipantai yang biru berubah ungu.


Semua polisi dan tentara lari tunggang langgang ketakutan melihat pembantaian sekejap mata yang dilakukan Yosep. Mereka benar-benar melihat dengan mata kepala sendiri apa yang disebut genosida.


Yosep hanya menggelengkan kepala melihat polisi dan tentara yang gagah berani hanya melihatnya membantai banyak orang terkencing-kencing. "Saya harus habisi ke akarnya supaya daerah pantai ini aman dari mafia!" gumam Yosep lalu berteleportasi menggunakan ajian melipat langit.


Cwuszh!

__ADS_1


Yosep muncul di pintu gerbang utama markas Mastuchi, di dalam markas Mastuchi sedang rapat dengan Kapten Baloteli, Jendral Aldo, dan PM Alesandro Nesta. Italia yang masih dalam zona bebas wilayah alias netral tidak memilih UAA atau USF, ditawari presiden Donald Duck untuk masuk dalam jajaran Aliansi USF dengan imbalan alutsista seperti tank, armor, senjata ledak, kapal perang dan pesawar jet tempur.


PM Alesandro Nesta tergoda dan siap menentang UAA, dibawah naungan presiden Nakowi. Tentu saja Yosep sebagai kaisar bayangan sudah mengendus perbuatan mereka, dan harus menghabisinya dalam sekejap mata. Karena Yosep tak ingin membuat rakyat Italia bernasib seperti rakyat Singapura, Belanda, atau China.


__ADS_2