
Yosep keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk kimono dengan burung dalam keadaan tegang. Rany menutup mukanya dengan tangan kanan sambil menunjuk burung Yosep yang menegang dengan telunjuk tangan kirinya, "itu mas anunya nganu!"
"Apanya nganu?" tanya Yosep dan menelan salivanya melihat Rany yang sudah berganti pakain dengan dres putih dan panjang rok di atas lutut. Yosep tidak menghiraukan perkataan Rany dan langsung mendekap Rany dalam pelukannya dengan burung yang tegak tepat mengenai sarang burung milin Rany.
Rany hanya diam dan terpana, hatinya sudah ikhlas jika Yosep ingin melakukan adapun pada tubuhnya, cintanya sudah mengalahkan sisi rasional dalam dirinya. Yosep segera mencium bibir Rany yang merah merekah meskipun tanpa gincu, Yosep langsung memeluk pinggang Rany dengan erat. Nafsu ayam jantannya meningkat tajam seakan ingin memakan Rany penuh dengan kebrutalan dan melepaskan ciuman bibirnya.
"Aku mencintaimu sayang,"ujar Yosep pelan di telinga kanan Rany.
"Aku juga mencintaimu mas," balas Rany yang menikmati gesekan burung tegak milik Yosep yang sudah menancap tepat di ujung lubang hutan rimba miliknya meskipun terhalang dress bagian rok miliknya.
Yosep memajukan burungnya yang tegak sedikit agak condong kesepian dan membuat Rany mendesah menikmatinya dengan memejamkan mata, "aaakh ...! Jika mas ingin lakukan saja mas, Rany sudah siap."
Yosep melepaskan ciuman pada Rany dan langsung memeluknya dengan sangat erat, "maafkan mas hampir saja mas khilaf. Tak sepantasnya mas melakukan ini, nanti saja kita lakukan setelah menikah," bisik Yosep lalu melepaskan pakaiannya dan bergegas memakai pakaiannya.
"Aku tak pernah salah dalam menolongmu mas. Meskipun aku sudah rela mas renggut mahkota ini, namun mas masih bersikap layaknya seorang pria sejati," batin Rany lalu memeluk Yosep dari belakang.
Entah kenapa jika Rany berdekatan dengan Yosep, ia selalu ingin memeluk Yosep dan tak pernah ingin melepaskannya. Banyak kenangan manis yang ia simpan sewaktu masa-masa SMK dahulu, yang membuatnya mabuk kepayang setiap saat. Bisa dibilang Yosep adalah dambaan hati Rany sewaktu SMK meskipun waktu itu diantara mereka berdua tak ada satupun yang mengungkapkan perasaan itu, tapi mereka berdua teman berasa pacaran.
Rany hanya satu-satunya sahabat yang selalu mendampingi Yosep saat dihina, dibulli, dan dicaci oleh teman-teman sekelas Yosep. Meskipun berbeda jurusan, Rany dan Yosep selalu belajar bersama di perpustakaan.
Yosep melepaskan tangan Rany yang memeluknya lalu membagikan badan dan memeluk Rany, "coba saja kalau kita berpacaran dari dahulu, setidaknya mas punya bahu untuk bersandar disaat masa-masa terburuk di SMK dahulu," ujar Yosep yang teringat masa lalu di SMK yang selalu dibeli meskipun menjadi siswa berprestasi karena kemiskinannya ia selalu dicemooh.
"Ya mas tapi sekarang kita akan menikah bukan? Jadi sudahlah tak usah mengungkit masa lalu lagi. Lagipula mas sudah berubah hidupnya jauh lebih baik, lalu rencana mas apa sekarang?" tanya Rany.
__ADS_1
"Mas akan pergi ke jepang untuk mencari orang tua Ryuna sekaligus menyelesaikan urusan dengan seseorang yang pernah mau membunuh mas, sewaktu pulang dari Amerika. Setelah itu mas ingin menyiapkan pernikahan kita berempat, tapi apa kamu setuju jika mas juga menikahi Ryuna?" tanya balik Yosep.
"Rany bersedia saja mas, asal mas bisa berbagi adil bersama kami," jawab Rany dengan lembut.
"Baiklah terima kasih sayang," ujar Yosep lalu mengecup lembut bibir Rany, seolah sekarang menjadi candu bagi Yosep dengan kelembutan bibir Rany yang merah merekah.
Pipi Rany memerah setelah dicium Yosep, "mari mas kita keluar! Ziva dan Ryuna sudah menunggu" ajak Rany.
Entah mengapa di hati Yosep dari sekian 3 orang lain yang lebih ia sangat cintai cuma Rany. Mungkin memang cinta Yosep pada Ziva dan Zahra awalnya lebih ke arah kasihan, jika tidak ada misi mungkin Yosep hanya ingin menikahi Rany saja.
Yosep dan Rany keluar kamar, Ziva bersama Ryuna sudah menunggunya. "Ziva, mas akan pergi bersama Ryuna ke jepang sekarang ada urusan penting, kalian kembalilah ke kafe ya ...," titah Yosep.
"Tapi mas ...," potong Ziva. Rany yang sudah mengerti menyeret tangan Ryuna untuk meninggalkan Yosep dan Ziva berdua saja lalu menunggu mereka di lobi hotel.
Yosep memeluk erat Ziva, "maafkan mas sayang. Setelah urusan ini selesai kita akan menikah, mas janji," bisik pelan Yosep.
"Ia mas janji, tapi mas juga ingin menikahi Ryuna juga. Bagaimana Ziva setuju?"
"Tidak apa-apa mas, Ziva mengerti mas sudah menjadi orang yang sangat terkenal dan berkuasa saat ini. Jadi wajar saja jika mas mempunyai istri yang sangat banyak, asal mas bisa adil Ziva paham," jawab Ziva.
"Terima kasih sayang," ujar Yosep lalu melepaskan pelukan eratnya pada Ziva dan mencium bibirnya dengan sangat lembut.
Ziva yang belum siap dicium Yosep yang begitu mendadak menjadi malu sekali, wajahnya semerah tomat tapi ia membalas ciuman Yosep dengan sangat lembut juga. Mereka berdua berpagutan cukup sangat lama, hingga tak menyadari pegawai hotel yang lalu lalang melihat mereka.
__ADS_1
"Ehem ...," Setyo berdeham keras yang sudah berada di belakang Yosep. Mereka berdua langsung melepaskan ciuman mereka. "Dasar anak muda zaman sekarang, suka blak-blakan," cibir Setyo.
"Eh, ayah. Maaf ayah, maaf, hehehehe, " ujar Yosep dengan membagikan badan sambil tertawa dan mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ya kalau mau sah cepat disalin dong. Jadi kapan sahinnya?" tanya Setyo.
"Setelah saya pulang dari jepang ayah, saya berencana untuk menikah dengan mereka berempat," jawab Yosep.
"Memangnya mau mamah satu lagi?" tanya Setyo.
"Ya ayah," jawab Yosep singkat.
"Ya sudah kalau ayah sih, pasti testing kalian saja tapi ingat jangan menyakiti Ziva kalau tidak anime itu ayah potong," ujar Setyo sambil membentuk tangan katanya seperti gunting.
"Aw ...!" pekik Yosep membayangkan burung miliknya dipotong. "Ya sudah saya mau berangkat sekarang juga ke jepang."
"Hati-hati di jalan, kalau ada apa-apa hubungi ayah," ujar Setyo.
"Ya ayah, nanti saya belikan oleh-oleh dari jepang," ujar Yosep sambil mencium punggung tangan Setyo lalu pamit undur diri menuju lobi hotel.
"Sistem 3 aktif, pengendali jarak jauh," panggil Yosep pada jam tangan hitam di tangan kirinya.
[Perintah suara diterima, mobil akan tiba dalam 5 menit]
__ADS_1
Mobil Lambhorghini Veneno Roadster keluar dari garasi VJC 01 lalu melaju dengan kecepatan 250 km/jam menuju Lohbener hotel anda resort. Yosep dan Ryuna keluar dari hotel menuju samping jalan raya, Yosep melambaikan tangan pada Rany dan Ziva.
Mobil itu tiba tepat di depan Yosep yang sudah menunggu di samping jalan raya depan Lohbener hotel anda resort.