
"Trang ... trang ...!" shuriken berhasil ditangkis oleh Ryuna, 10 ninja berbaju putih mengeluarkan pedang ninjato. "Pergi sana! Jangan ikut campur urusan kami untuk melenyapkan tuan Sasaki," teriak salah satu kapten ninja.
Yosep keluar dari mobil dan melipat kemejanya, "terserah sajalah mau ikut campur atau tidak yang jelas dimana ada keributan disitu ada saya, paham!" balas Yosep dengan nada meninggi. Laki-laki itu segera masuk ke dalam mobil Yosep, Ryuna bergerak cepat dan berhasil menendang salah satu ninja hingga membuatnya terpental menabrak tong sampah lalu pingsan.
"Brak ...!" suara salah satu ninja yang punggungnya menghantam tong sampah. "Sialan! Kalian benar-benar cari mati, serang mereka!" teriak kapten ninja lalu melempar 10 shuriken secara beruntun dan cepat ke arah Yosep.
"Jurus cakram visnu!"
"Trang ...!" shuriken itu mengenai tubuh Yosep seperti mengenai kulit yang terbuat dari baja, membuat 9 ninja menjatuhkan rahangnya karena tidak percaya shuriken yang tajam itu tak mampu melukai kulit Yosep sedikit pun.
"Ayo serang lagi, shuriken itu hanya seperti kapas bagiku," ujar Yosep yang berhasil menangkap satu shuriken lalu meremasnya menjadi debu. "Sekarang giliran kalian yang akan aku jadikan debu, jurus gada brahma!"
Yosep melesat secepat kilat memukul 5 orang ninja dan membuatnya terpental menbrak dinding pembatas jalan lalu muntah darah dan pingsan.
"Guhak ...!" 5 orang ninja mmuntahkan banyak darah lalu pingsan tersisa 4 orang ninja. Ryuna dengan tatapan kejam langsung menebas 3 kepala ninja dengan sangat dan rapi lalu tewas seketika. "Sekarang giliranmu!" teriak Ryuna lalu melesat dengan menghunuskan ke arah kapten ninja dan berhasil di tepis oleh kapten ninja.
Mereka beradu pedang begitu sangat lama, keahlian pedang kapten ninja sangat hebat bisa mengimbangi serangan tebasan Ryuna. Kapten ninja menemukan celah untuk menendang Ryuna namun berhasil ditepis oleh Ryuna, "hati-hati Ryuna!" teriak Yosep yang langsung memeluk Ryuna yang terpelanting oleh tendangan memutar yang sangat keras kapten ninja, tendangan itu hampir saja mengenai kepala Ryuna.
"Terima kasih mas," bisik pelan Ryuna pada telinga kanan Yosep yang berhasil mendarat dengan sempurna di atas pagar pembatas jalan.
"Kamu beristirahatlah, biar si bangau putih tong-tong itu menjadi bagianku," titah Yosep, Ryuna langsung turun dan berlari ke arah mobil lalu masuk ke dalamnya bersama laki-laki berkemeja putih. Yosep mengambil katana Ryuna yang tergeletak di tanah lalu mengibas-ngibaskannya ke udara beberapa kali.
__ADS_1
"Jurus angkusa sangkara!"
Yosep menebas ke arah kapten ninja, tebasan secara horizontal itu membentuk hembusan angin berbentuk siluet sabit yang begitu kencang ke arah kapten ninja. "Sial teknik pedang macam apa itu, aku belum pernah melihatnya," batin kapten ninja lalu menghunuskan ninjato lalu berguling ke arah kanan untuk menghindari serangan tebasan Yosep.
Sebelum berguling kapten ninja sempat sedikit menangkis serangan gelombang kejut siluet sabit dengan ujung ninjato miliknya namun sayang membuat ujung ninjato miliknya patah dan menjadi debu. "Hampir saja kalau tidak tubuhku ini bisa menjadi debu," batin kapten ninja lalu melempar beberapa shuriken ke arah Yosep dan menghunuskan pedang dengan secara cepat untuk menebas Yosep.
Shuriken itu berhasil di tangkis oleh Yosep dengan katanya miliknya tapi tidak dengan tebasan diagonal yang dilayangkan kapten ninja itu pun hanya membuat kemeja putih milik Yosep robek di bagian bahu.
"Kampret! Baru saja aku mengganti pakaianku, kau sudah merusaknya dan membuatku marah. Rasakan ini jurus mahadewa nagapasa!" teriak Yosep dengan mengarahkan telapak tangannya ke arah kapten ninja.
muncul siluet berbentuk panah berwarna emas lalu melesat ke arah kapten ninja yang jaraknya 10 meter dari Yosep.
"Guhak ...!" kapten ninja memuntahkan banyak darah dan langsung tewas seketika. "mampus kau kecoa!" teriak Yosep yang menepuk-nepuk tangan bahu dan dadanya yang penuh debu, akibat hempasan serangan jurus panah mahadewa nagapasa.
Sasaki Himura keluar dari mobil Yosep, "terima kasih tuan!" ujar Sasaki dengan membungkuk hormat.
"Sama-sama," balas Yosep dengan membungkuk hormat juga.
"Perkenalkan nama saya Yosep Firmansyah dari Indonesia," imbuh Yosep yang sudah terbangun dari membungkuk hormatnya lalu menyodorkan tangan untuk berjabat tangan.
"Saya Sasaki Himura, senang berkenalan dengan tuan Yosep. Karena tuan Yosep sudah menolong saya dari ninja-ninja itu, izinkan saya mengundang tuan ke kediaman kami sebagai rasa ucapan terima kasih," ujar Sasaki dengan bibir melengkung membentuk senyuman.
__ADS_1
"Senang juga saya berkenalan dengan tuan Sasaki," ujar Yosep.
"Ryuna keluarlah!" imbuh Yosep memanggil Ryuna yang berada di dalam mobil sambil melambaikan tangan.
Ryuna keluar dari dalam mobil lalu membungkuk hormat dan menyodorkan tangan untuk berjabat tangan dengan Sasaki, "Saya Ryuna Himura senang berkenalan dengan anda, saya calon istri tuan Yosep"
"Saya Sasaki Himura, senang berkenalan dengan nona Ryuna Himura," ujar Sasaki yang sejenak tertegun memandangi Ryuna dari atas sampai bawah, dengan tatapan menyelidik.
"Ehem ...!" Yosep berdeham keras karena sedikit cemburu Sasaki memandangi Ryuna begitu cukup lama dan memegang tangannya begitu erat.
"Maaf tuan Yosep, saya hanya seperti begitu familiar dengan wajah nona Ryuna, apalagi nama marganya sama dengan saya. Ditambah nona Ryuna wajahnya mengingatkan dengan adik perempuan saya yang hilang 19 tahun lalu diculik oleh anak buah Zero enterprise," jelas Sasaki. "Tapi ya sudahlah, mari tuan kita ke kediaman saya!"
Sasaki lalu menelepon supir untuk menjemput dirinya yang berada di distrik Shibuya, tempat kediaman klan Himura berada di distrik Shinjuku.
10 menit kemudian muncul mobil Toyota 86 berwarna merah menghampiri Sasaki, "mari tuan Yosep ikuti mobil kami!" pinta Sasaki lalu masuk ke dalam mobilnya.
Mobil Sasaki memimpin dan Yosep mengikutinya dari belakang, "Ryuna kamu tidak kepikiran, nama tuan Sasaki mempunyai nama marga klan yang sama denganmu, setelah mas perhatikan muka kamu dan tuan Sasaki sangat mirip seperti keluarga, coba kamu perhatikan!" ujar Yosep.
"Benar juga mas, Ryuna juga berpikir seperti itu. Bisa jadi mereka adalah keluarga Ryuna. Dilihat dari wajah tuan Sasaki sepertinya memang mirip dengan saya, tapi kita lihat saja mas dan menyelidikinya lebih lanjut," ujar Ryuna dengan raut muka berbinar-binar karena ia sebentar lagi akan bertemu dengan keluarganya meskipun itu baru dugaan saja.
45 menit kemudian Yosep dan Sasaki sampai di sebuah mansion dengan banyak penjaga. Mansion itu mempunyai bentuk pagar modern tapi di dalamnya sangat kental dengan nuansa bentuk bangunan tradisional Jepang. Sasaki keluar dari mobilnya, begitu juga Yosep, waktu sudah menunjukkan pukul 17.30 waktu setempat ditandai matahari yang mulai menyingsing ke ufuk barat.
__ADS_1