SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 203


__ADS_3

Devi dengan raut muka pasrah menerima keputusan Yosep. Sebelumnya juga sudah beredar kabar rumor bahwa Yosep akan membuat dua perusahaan baru di bidang fashion dan pembangunan, dijajaran direksi setelah runtuhnya pemerintahan Singapura dan berhasil dikuasai Indonesia.


Ranty naik jabatan menjadi CEO Raimu Fashion. "Nona Devi anda rekrut sebanyak-banyak operator, untuk pembangunan kembali negara Singapura. Desain tata kotanya saya sudah kirimkan ke email anda. Satu minggu lagi harus sudah selesai, zona netralisasi akan diberlakukan untuk negara baru Singapura untuk menetralkan partikel H2O. Nanti kita berdua yang akan menetralkan dataran Singapura dengan drone cypher tipe 7 terbaru yang sudah saya buat." Yosep menjelaskan panjang lebar.


Ketika mendengar kata berdua Devi langsung sumringah, Yosep akan melakukan sendiri jika pekerjaan itu sangat membahayakan anak buahnya.


"Bu Sarmila apakah stok pupuk untuk pengiriman ke 14 negara Uni Asian sudah siap?" Yosep menanyakan progres pengerjaan setiap divisi perusahaannya dan tepat waktu.


"Sudah, pak big bos. Kami membuat stok 3 kali lipat seperti biasanya. Data pemindahan ke 14 cabang juga sudah dipersiapkan, tinggal tunggu pabrik itu selesai, semua sudah dikoordinasikan dan diintergrasikan dengan PT. Jaya Abadi Logistik selaku kurir pengiriman ke seluruh negara," jawab Ibu Sarmila CEO PT. Alkimia Bharata Jaya.


"Pak Suparta, bagaimana dengan aplikasi yang digunakan untuk integrasi pemerintahan yang akan diluncurkan satu bulan lagi di negara New Singapura?" tanya Yosep.


"Semua aman, tinggal menunggu sinkronisasi dengan pihak Koyota Mobil selaku penyedia transportasi publik di New Singapura mulai dari MRT, KRL, LRT, Fying car, dan Highway train serta bus railink," jawab tegas Suparta.


"Sekarang kita ke Koyota Mobile? Bagaimana progresnya?" Yosep melirik Andi CEO Koyota Mobile.


"Sip pak big bos! Kami bekerja lembur terus. Semua sudah beres tinggal jalur semua transportasi publiknya. Jadi semua bisa langsung diintegrasikan sistemnya," jawab Andi tegas.


"Baik kerja teman-teman sangat bagus. Nona Cinta beli semua saham hotel dan apartemen yang potensial di Bandung, Surabaya, Jakarta, dan kota besar lainnya! Raimu high building harus mengukuhkan diri menjadi raja properti di Indonesia!" titah Yosep.


"Baik, pak big bos!" sahut Cinta menganggukan kepala.


"Hari ini rapat selesai! Bubar!" titah Yosep. "Untuk nona Vanya, nona Wulan dan nona Sylvia, jangan keluar dulu!"


Seluruh jajaran direksi keluar kecuali mereka bertiga. "Bagaimana progres Raimu CRC apakah sudah siap ekspansi ke 14 negara lain?" tanya Yosep.


"Secara mental kami sudah siap tapi ... kenyataanya kami belum siap. Untuk memenuhi permintaan pasar lokal saja kami sering kewalahan. Apalagi ekspansi ke 14 negara, aku rasa itu hal yang mustahil pak big bos!" jawab Vanya.


"Kita ekspansi tidak harus dengan fisik Raimu CRC-nya. Kita hanya ekspor gudoudama cake ke 14 negara. Saya lihat kamu orang yang sangat efisiensi dalam pemanfaatan karyawan. Kenapa tidak merekrut karyawan lebih banyak dan training dengan sangat baik, itu bisa membantu produksi juga bukan?" Yosep memberikan usulan untuk Vanya. "Jangan terlalu selektif dan beri kesempatan anak muda yang belum bekerja."

__ADS_1


"Baik, pak big bos!" Vanya menganggukan kepala.


"Pak big bos! Mohon maaf sudah ada 100 perusahaan yang siap ekspansi bisnisnya pada pembukaan negara New Singapura nanti. Mereka hanya meminta support dari kita!" jelas Wulan.


"Terus latih dan awasi mereka, jika mereka butuh dana berikan saja, asal 50% saham mereka harus mau dijadikan jaminan untuk kita," balas Yosep.


"Baik pak big bos!" Wulan menganggukan kepala.


Devi menunggu Yosep di luar gedung, Yosep keluar dari gedung Raimu Group karena harus melihat acara pesta buah di desa Pringgacala Karangampel.


Dor!


Peluru ditembakan dari atas gedung yang berseberangan dengan gedung Raimu Group. Penembak jitu mengincar kepala Yosep, Devi mendorong Yosep dan peluru itu bersarang tepat di bahu kiri Devi, darah mengalir deras dan membanjiri kemeja putih milik Devi.


"Cepat kejar penembak jitu itu!" titah Yosep dengan berteriak.


Dor!


Dor!


"Tenseigan!"


Yosep mengedarkan persepsi pandangannya untuk melihat peluru di dalam bahu kiri Devi yang sudah pingsan. "Maafkan aku Dev!" Yosep membuka kemeja putih Devi dan menutupinya dengan jas merah miliknya. Lalu menotok bahu kirinya dengan totok jari bumi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di bahu kiri Devi. "Berhasil!" Yosep berhasil mengeluarkan peluru itu.


Lalu menelankan pil kelabang merah dan pil kintamani untuk menutup luka Devi serta mengembalikan darah Devi yang sempat keluar banyak. "Semoga kamu selamat Dev!" lirih Yosep lalu memasukan Devi ke mobil miliknya, mobil itu diberikan Yosep sebagai fasilitas direktur.


Yosep mengemudikan mobil Devi dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit Budi Asih Technology. Di dalam perjalanan Yosep diikuti oleh 5 mobil mini van membawa masing-masing 5 orang berpakaian ninja hitam.


Dor!

__ADS_1


Mereka menembaki Yosep dengan senjata SMG, Yosep menyetir dalam keadaan panik menghindari deru peluru yang menyasar mobilnya. "Paman Anto tolong! Aku sedang dikejar orang berpakaian hitam seperti ninja!" Yosep mengirimkan pesan suara pada aplikasi Mangap Anto.


Yosep tidak bisa bergerak bebas karena kondisi Devi sedang kritis, wajah Devi semakin pucat. Yosep harus membawa Devi secepatnya ke rumah sakit, "Sial disaat seperti ini. Malah banyak orang yang menyerang. Aku Ceroboh tidak membawa Bro Kokoci untuk melindungiku sementara." Yosep membatin dan terus menggerutu, ia menyesal jika sedikit lalai kali ini.


Dor!


Dor!


Mereka terus menghujani tembakan pada mobil Yosep, dengan cekatan Yosep membelokan mobilnya ke kanan dan ke kiri. Yosep tidak bisa berkonsentrasi untuk menggunakan jurus melipat bumi, agar mereka lenyap dan tidak mengejar Yosep terus.


Dor!


Dor!


Mereka terus mengejar hingga jalanan kosong perbatasan antara Cirebon dan Kecamatan Krangkeng. Anto masih belum datang membantu, Yosep terus menelankan pil kelabang merah dua butir untuk mengembalikan kondisi Devi yang kekurangan darah. Sembari melihat ke kaca spion para komplotan ninja yang terus menembakinya.


Dor!


Dor!


Salah satu mobil mini van komplotan ninja, membuka bagian atapnya, salah satu ninja mengeluarkan meriam RPG dan membidik ke arah mobil Yosep. "Sial! Penjahat macam apa yang bisa menggunakan meriam RPG di tempat umum? Apakah Indonesia sudah seperti Suriah, Palestina atau Lebanon?" gerutu Yosep.


Swush!


Roket dilesatkan dari moncong meriam RPG, targetnya mobil Yosep. Dengan kecepatan tinggi hulu ledak meluncur dan menghantam mobil Yosep.


Boom!


Meriam meledak, kepulan asap menghalangi pandangan para komplotan ninja, tak ada lagi deru suara mobil Yosep terdengar.

__ADS_1


__ADS_2