SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 130 Akhirnya Selesai


__ADS_3

"Yah, mas Ziva kan masih kangen, Ya sudah dech, janji ya!" ujar Ziva dengan menggembungkan pipinya.


"Ya deh mas Rany mengerti. Rany juga setelah ini agak sibuk mengurusi rumah sakit, gara-gara kamu mas rumah sakit di seluruh cabang baik Jabar, Banten, Jateng, dan Jatim ramai terus. Rany harus sering bolak-balik sama papah," Imbuh Rany.


"Ya syukurlah. Mas senang mendengarnya, maafin mas juga sudah jarang ke rumah sakit. Ya semoga semua dokter bisa menanganinya," balas Yosep lalu Rany mencium bibir Yosep.


"Hati-hati mas di Jalan!" seru Rany.


"Ya sayang, Rany juga!" balas Yosep.


Yosep menemuni Mala di dapur untuk memberikan hadiah kalung mutiara Jepang. "Bunda! Maaf baru bisa nemuin bunda, ini hadiah dari saya," ujar Yosep.


"Oh tidak apa-apa menantu kesayangan bunda. Bunda mengerti menantu sangat sibuk beberapa hari ini. Bunda juga lagi buat laporan ke menantu untuk membuka cabang di beberapa kota besar. Kasihan juga mereka harus datang jauh-jauh ke Indramayu, ada yang dari Bali, Jogjakarta, Semarang, Bandung, dan Jakarta juga ada, pelanggan kita," ujar Mala.


"Baiklah bunda. Yos percaya sama bunda untuk pengelolaannya. Lagi pula koki kita sudah banyak, jadi mimi dan bunda bisa fokus mengurus manajemen perusahaan," balas Yosep yang langsung pamit pada Dawi dan Mala.


Yosep bersama Zahra, naik mobil bugati chiron sport menuju balai Desa Patrol. "Akhirnya kita bisa bersama jalan-jalan, setelah sekian lama kita sibuk masing-masing," ujar Yosep.


"Ya mas, gara-gara mas Zahra harus kecapekan setiap hari. Perusahaan kita juga mendapatkan beberapa penghargaan seperti ISO 9001:2015 untuk produk bermutu yang higienis, banyak disukai pelanggan dan juga menyehatkan," balas Zahra.


"Sungguh? Mas senang mendengarnya. Lalu bagaimana dengan karyawan dan karyawati sudah dibayar gaji dimuka kan yang baru masuk. Dan juga berapa besaran untuk bonus awal bulan mereka karena setiap hari mereka selalu over target?" tanya Yosep.

__ADS_1


"Untuk sementara besaran kisarannya 10-20 juta sesuai level tingkatan karyawan. Zahra sudah mengkalkulasikannya dan akan terus meningkat, cuma Zahra agak bingung mengatur karyawan untuk libur ke Bali jadwalnya bagaimana?"


"Begini saja selesaikan semua orderan gudoudama yang belum dikirim. Lalu tutup orderan onlinenya selama satu minggu ke depan. Kita akan liburan bersama semuanya 1000 karyawan dan Karyawati ke Bali, semua aktifitas kafe dan produksi ditutup selama seminggu."


"Zahra booking tiketnya pulang pergi mulai dari sekarang, ya kira-kira setelah kita menikah. Yaitu tanggal 10 untuk keberangkatan dan 18 untuk kepulangan, dan tambahkan 1 juta per karyawan untuk uang saku. Booking juga hotelnya untuk kapasitas 1000 orang dari sekarang satu sampai 4 hotel, atau cari hotel yang kapasitasnya banyak," titah Yosep.


"Baik mas esok Zahra kerjakan. Lalu untuk fitting baju pengantin kapan mas?" tanya Zahra.


"Esok hari, siang pukul 13.00. Untuk Ryuna nanti menyusul setelah datang ke Indonesia, sekalian mencari wedding organizer untuk mengurusi pernikahan kita. Kalau masalah resepsi kita bisa menyewa hotel Ziva, menurut mas sangat mewah. Untuk catering kita gunakan saja catering Raimu, menurut mas itu saja," jawab Yosep.


"Ok mas!" balas singkat Zahra.


Tak terasa mereka sampai di balai desa lama Patrol, karena tanah yang akan dibeli dari petani berada di wilayah desa Patrol lama. Warga yang mempunyai tanah sudah berkumpul total ada 9 orang.


"Orang kaya itu sangat aneh. Saya pikir yang membeli tanah kami itu orangnya sudah tua ternyata masih sangat muda, seumuran dengan anak Saya Febri," batin Samol salah satu petani pemilik sawah dua hektar.


Yosep tersenyum ramah dan berjabat tangan dengan pak kades Patrol Sukiwo serta pak Camat Tarto. "Selamat datang mas Yosep, kami sudah menunggu anda," ujar Tarto.


"Maaf ya pak jika sudah lama menunggu," balas Yosep.


"Ah tidak mas Yosep. Kami baru saja berkumpul, silahkan dimulai saja!" pinta Sukiwo.

__ADS_1


"Baik tanpa membuang waktu lagi kita mulakan saja. Perkenalkan saya Yosep Firmansyah, saya datang kesini untuk membeli tanah bapak dan ibu sekalian semua yang berada di sebelah selatan jalan raya pantura Patrol."


"Saya memberikan harga 1 hektar persegi di depan 2 juta per meter dan 2 hektar-9 hektar ke belakang 1,8 juta permeter. Bagaimana bapak dan ibu, hari ini juga saya akan bayar cash," ujar Yosep sambil membuka koper besar berisi 55 milyar.


Semua mata terbelalak dan berbinar-binar, "maaf mas Yosep kami meminta harganya 3 juta permeter semuanya rata, bagaimana?" nego Sardi pemilik sawah 2 hektar di depan jalan raya Pantura Patrol.


Mereka semua berpikir Yosep akan menolak, "baiklah saya terima. Bapak dan ibu bawa sertifikatnya kan?" tanya Yosep.


"Bawa mas Yosep," ujar serentak semua warga.


"Baik, karena uang saya kurang, karena 1 hektar sawah sama dengan 6,3 milyar. Saya kekurangan 13 milyar, nona Zahra akan mengambil uangnya dulu di cabang terdekat," ujar Yosep. Zahra membawa mobil Yosep ke cabang bank Abc terdekat di dekat pasar Patrol.


20 menit kemudian Zahra membawa koper berisi uang 15 milyar. "Baik nona Zahra sudah kembali. Kita mulai saja transaksinya, Pak Kades dan Pak Camat jadi saksi ya. Nona Zahra tolong buatkan tanda terima ya, setiap kali transaksi selesai," titah Yosep.


"Baik mas!" balas singkat Zahra. Yosep mulai memanggil satu persatu para warga pemilik lahan dan mulai memberikan uang cash 6,3 milyar kecuali pak Sardi ia mendapatkan uang senilai 12,6 milyar. Zahra juga sudah memberikan tanda terima pembelian pada semua warga dan warga juga memberikan sertifikat tanahnya.


"Terima kasih bapak dan ibu telah menjual tanahnya ke saya. Semoga bapak ibu ikhlas dan ridho serta uangnya menjadi berkah buat bapak dan ibu semuanya," ujar Yosep sambil membungkuk hormat.


Yosep juga memberikan pak Kades Sukiwo dan Pak Camat Tarto masing-masing 1 milyar, "terima kasih mas Yosep. Kalau butuh bantuan jangan sungkan, kami akan membantu dengan senang hati," ujar camat Tarto.


"Sama-sama pak. Begini bisa mencarikan saya orang yang bisa menimbun tanah ke tanah saya seluas 10 hektar itu. Kalau bisa besok sudah siap bekerja, beserta alat seperti buldoser dan lain-lain," pinta Yosep.

__ADS_1


"Bisa mas Yosep. Saya pastikan esok hari mereka akan mulai menimbunkan tanah ke lahan. Saya akan menghubungi mas Yosep jika ada kendala," balas Pak Kades Sukiwo.


__ADS_2