SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 301


__ADS_3

Yosep memulihkan luka yang dibuatnya pada Niva, "Te-terima kasih mas Nurul!" Nada membungkuk hormat.


"Kamu mengenalnya?!" tanya Niva yang lupa dengan penjual kopi yang pernah ia temui, ternyata itu adalah bos Yoo and Ra grup.


"Ya, kak Nurul adalah penjual kopi keliling, tapi wajahnya sangat tampan menggunakan setelan jas biru. Aku Nada Sentanu meminta maaf jika ayahku banyak melakukan kesalahan pada kak Nurul!" Nada berlutut di depan Yosep.


Deg!


Emosi Yosep kembali, dan memegangi dadanya yang sakit tiba-tiba, tanpa ia sadari Yosep mundur perlahan ke arah dinding kaca.


Prang!


Yosep terjun dari ketinggian lantai 20, sambil memegangi dadanya yang sakit. Ingatan-ingatan dirinya di masa lalu yang tersenyum bersama Ziva, Zahra, Rany, dan juga Ryuna, serta Dawi teringat sangat jelas.


Shua!


Brak!


Kepala Yosep pecah, tulang belulangnya remuk, tubuhnya kembali beregenerasi dengan cepat. Lalu bangkit, "A-aku, abadi?" Yosep membulatkan mata dan memegangi kepalanya yang utuh kembali. "Aku abadi! Aku menjadi dewa!"


Yosep terus berteriak, tapi tiba-tiba perutnya berbunyi dan demo parah, "Akh, sial! Jadi dewa kok tetap lapar. Pulang ah!" tubuh Yosep berkedip dan berpindah ke ruang makan mansion. "Mi! Yos, pulang, lapar!"


Rany dan Ryuna yang sudah sadar, mendengar suara Yosep, langsung bangkit. Dawi menatap heran Yosep yang sudah duduk di kursi meja makan dalam keadaan tersenyum, lalu mendekatinya dan memegangi dahinya, membolak-balikan telapak tangannya. "Yos kamu baik-baik saja kan?"


"Sakit mi, perutku yanh sakit, hehehe. Ingin makan, Yos lupa kalau sudah tiga puluh tiga hari Yos, belum makan, pffft!" Yosep tertawa riang menjawab pertanyaan Dawi.


"Syukurlah, mimi masak sayur asem, sambal kacang dan ikan asin kesukaanmu. Makanlah yang banyak!" Dawi menghidangkan makanan kesukaan Yosep.

__ADS_1


"Ayah juga ingin makan!" Albert, Kenshin, dan Jayus juga serentak ikut duduk.


"Dasar orang gila, oraaaa!" Rany dan Ryuna yang baru datang melihat Yosep sedang makan enak, bukan malah menjenguknya malah memukul pipi kiri dan kanan Yosep. "Rasakan pukulan dewi kembar, hmph!"


"Pfffft!" Yosep memuntahkan sayur asem yang baru di telannya. "Sayang mas, lapar tau, hmph! Apa gak kasihan sama mas sudah tiga puluh tiga hari 12 jam, 14 menit, dan 11 detik belum makan. Mas juga sudah sembuhin Ryuna kan? Jangan bilang Una gak sadar, hmph!"


"Apa pendapat mereka jika aku menjadi sudah menjadi manusia abadi seperti dewa saat ini? Tapi kok dewa juga lapar ya, kampret!"


"Sudah, sudah, ayo lanjutkan makannya, ibu masak banyak. Una dan Rany juga ikut makan, kapan lagi kita bisa menikmati masa-masa bersama seperti ini?" kata Dawi menghidangkan kembali makanan sampai mejanya itu penuh dengan makanan.


"Coba saja kalau mas lebih tegas, pasti Bunda Mala, dan ayah Setyo masih bersama kita disini." Yosep berhenti makan mengingat kenangannya bersama Setyo dan Mala. Yosep sama sekali belum tahu kabar mereka berdua, setelah pertengkaran Yosep dengan Ziva dan Zahra beberapa waktu yang lalu.


"Sudahlah nak, Setyo dan Mala baik-baik saja. Ayah sering menjenguk mereka dan tanpa sepengetahuanmu, ayah juga memberikan bantuan untuk mereka. Kasihan bagaimana pun juga Mala dan Setyo tetap sahabat baik ayah," kata Jayus menenangkan Yosep.


"Ya benar kata bro Jayus, ayo makan!" Kenshin menaruh satu ayam bekakak pada piring Yosep. "Makan yang banyak, agar kita siap menghadapi kenyataan di dunia luar yang sekarang naik turun. Kita butuh kekuatan untuk mengamankan posisi kita, setelah kejatuhan Ochobot City."


"Tidak apa-apa ayah, semua ini bukan salah ayah. Dokter Yadna orang yang baik, saya sudah mengamatinya. Dia hanya dikendalikan kekuatan jahat, saya harus membuat penangkal Bionex yanh dibuatnya. Guavani selamat dan mengirimkan contoh cairan Bionex yang ia temukan di dalam sisa-sia reruntuhan Ochobot City," jelas Yosep. "Untuk sementara kita fokus pada kelahiran Rany dan Ryuna, siagakan semua pasukan yang tersisa di pulau ini."


"Siap!" balas Jayus, Albert, dan Kenshin serentak.


___


___


___


Pukul 23.49 WIB.

__ADS_1


Rany dan Ryuna sudah merasakan kontraksi di perutnya, air ketubannya sudah mengalir deras sampai betis. Tim dokter sudah disiapkan, Yosep mondar-mandir tak karuan di depan ruang bersalin. Kali ini Dokter Sista beserta tim suster yang berjumlah 15 orang sedang menangani Rany dan Ryuna.


Rany sendiri bayinya membesar setelah diberi enerhi hawa murni oleh Yosep melalui ajian jagat saksana, makanya bayi Rany seperti bayi berumur sembilan bulan padahal kondisi hamilnya baru 6 bulan.


"Ah sial! Kenapa saya jadi grogi begini? Masa dewa grogi?" Yosep mondar-mandir sambil mengacak-acak rambutnya.


"Yos, tenanglah! Duduk sini!" Dawi melambaikan tangan, mencoba menenangkan Yosep. "Rany dan Ryuna baik-baik saja!"


Tiba-tiba Yosep menyeringai geram, "Semuanya jangan keluar dari mansion ini! Pelindung lotus semesta!" Yosep membuat kubah tak terlihat di dalam mansion dan di luar pulau, meskipun sudah dilindungi oleh formasi binatang suci, Yosep tak mau kecolongan kedua kalinya. "Bro Raiden, bro Kokoci dan bro Tarung, ikut aku, kita berpesta! Maaf istri-istri bro-ku. Saya pinjam suami kalian ya! Saya jamin mereka pasti kembali dan bisa buat anak lagi dengan kalian, peace!"


Buak!


"Ora!" Wulan, Gweny, dan Vanya memukul kepala Yosep bersamaan. "Awas saja kalau mereka pulang, hilang tiang tegaknya. Maka punyamu juga harus kami potong, hm!"


"Ampun Dj! Siap!" Yosep meringis kesakitan dan menggosok-gosok kepalanya. "Bye! Ayo bro!"


Tarung menekan tombol di jam tangannya, "Mode bearimau!" Tarung sudah memakai armor andalannya, berwarna hitam dengan tiga cakar besar.


Bletak!"


Yosep memukul kepala armor Tarung, "Ga da akhlak! Jangan berubah disini, apa kau mau merusak rumahku! Sudah tahu uangku tak sebanyak dahulu, di atmku hanya tersisa 500 triliun tau! Kampret!" teriak Yosep.


Sotry, bro, sorry! Terlalu bersemangat, hehehe!" Tarung menggaruk pipinya dengan cakarnya yang besar.


"Kami trio duren, duda keren juga ikut!" teriak Albert, Jayus dan Kenshin serentak. "Oraa!"


Di luar pulau Komodo, empat pasukan dari empat faksi mengepung pulau Komodo, mereka sama-sama ingin Yosep mati. Mereka terprovokasi oleh Bayanaka yang mencuci otak semua pemimpin faksi lain dengan menyamar menjadi setiap pemimpin semua negara dan yang aslinya di sekap.

__ADS_1


Jika rencanaya sudah berhasil Bayanaka akan pergi dan melepaskan semua pemimpin negara, lalu menanamkan Bionex pada tubuh mereka agar bisa dikendalikan. Bayanaka sangat menyukai konflik dan peperangan, semakin banyak perang, maka energi dalam tubuhnya semakin banyak, kekuatannya juga semakin meningkat pesat.


__ADS_2