SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 269


__ADS_3

Dua puluh kapal selam, siap meluncurkan rudal, sasarannya Argadhafa yang berada di tepi pantai. "Semua kapal selam siap luncurkan rudal!" titah kapten Van Der Boch.


Swush!


Shua!


Shua!


Rudal velocity meluncur cepat ke arah Argadhafa, "Tebasan bulan sabit!" Argadhafa menebas secara horizontal bertubi-tubi, muncul siluet sabit berwarna merah kehitaman, memotong satu persatu rudal yang diluncurkan dua puluh kapal selam secara beruntun.


Slash!


Jdar!


Boom!


Semua rudal hancur tak tersisa meledak di udara. Dua puluh kapal selam lain bersiap menembakan rudal lagi, Argadhafa melompat tinggi, matanya menatap tajam delapan puluh kapal selam yang tersisa, "Mungkin aku bisa mencoba menggunakan ajian yang diajarkan pertapa tua dukun hitam itu. Aku harus mencobanya," gumam Argadhafa.


"Niat ingsun matek Ajiku si Saipi Angin, lakuku ingiring barat lesus angin poncoworo. Bayu bojro sindung riwut, sakabehing kekayon kang katrajang podo sol rubuh, sakedip netro, lakuku wus kemput ing jagad wetan, kulon, kidul, lor. Yo iku bayumum si Kapi Putih titise roh ilapo jang ngelimuti jagad kabe." Argadhafa merapal mantra ajian saipi angin, mengumpulkan hawa murni di dalam tubuhnya. Tubuhnya diselimuti aura berwarna kuning setelah selesai merapal Argadhafa mulai menyerang kapal selam yang tersisa. "Tebasan bulan purnama!"


Slash!


Slash!


Siluet gelombang kejut berwarna merah kehitaman menghantam 10 kapal selam yang berada di dekat Argadhafa, dan memotongnya secara horizontal.


Jdar!


Jdar!


Sepuluh kapal selam meledak meledak, Arghadafa kembai ke permukaan pasir pantai dan mencoba berjalan di atas permukaan air laut. "Syukurlah ajian saipi angin tingkat dua masih aku bisa gunakan, kalau sampai tingkat pamungkas aku bisa terbang meskipun menggunakan banyak energi hawa murni," gumam Argadhafa.


Dua puluh kapal selam mendekati Argadhafa, dua moncong gatling gun dikeluarkan dari setiap kapal selam yang membidik tubuh Argadhafa.


Dor!


Dor!


Dor!


Empat puluh moncong gatling gun menembaki Argadhafa, tubuh Argadhafa yanh menggunakan ajian seta kalagondang berkedip sangat cepat ke segala arah, menghindari peluru gatling gun. "Tebasan bulan sabit!" Argadhafa mendekati satu persatu kapal selam dan menebas gatling gun.


Slash!


Slash!

__ADS_1


Duar!


"Tusukan taring naga!" Argadhafa bergerak cepat menusuk satu persatu tangki kapal selam dengan belati kalamurka.


Sring!


Duar!


Duar!


Dua puluh kapal selam meledak, kepulan asap dan api membumbung tinggi di udara, permukaan laut terbakar. "Cepat masuk ke dalam air!" titah kapten Van Der Boch melalui sambungan komunikasi radio kapal selam.


Tiga puluh kapal selam, menyelam cepat ke dalam laut. "Tak akan aku biarkan, ledakan cakar naga!" Argadhafa menancapkan belati kalamurka di permukaan air laut.


Jleb!


Permukaan air laut bergejolak hebat, siluet gelombang kejut berwarna merah kehitaman dengan tekanan kuat keluar dari belati kalamurka. Dua puluh kapal selam terpotong seketika menjadi beberapa bagian dan meledak.


Slash!


Jdar!


Jdar!


Di dalam pun arus laut berubah membentuk pusaran air yang sangat kencang, sepuluh kapal selam terseret pusaran air dan menabrak satu sama lain.


Boom!


Tersisa hanya dua puluh kapal selam. "Tembak kembali rudal kendali! Bangsat! Satu orang saja bisa menghancurkan 80 kapal selam. Dia itu manusia apa iblis? Kampret!" terika Kapten Van Der Boch melalui sambungan komunikasi radio kapal selam.


Bloom!


Bloom!


Zrash!


Dua puluh rudal kendali keluar dari dalam laut, bergerak ke udara di ketinggian 200 meter lalu meluncur cepat ke arah Argadhafa. "Sial, dalam satu waktu aku menggunakan lima jurus sekaligus dari belati kalamurka. Untuk menggunakannya lagi, aku harus menunggu 30 detik lagi, sisa waktu tersisa 5 menit lagi. Aku harus fokus membantai kapal selam yang tersisa," gumam Argadhafa, matanya menatap lekat ke arah dua puluh rudal kendali yang siap menghantamnya.


Shua!


Shua!


Untuk sementara Argadhafa tidak bisa menggunakan jurus belati kalamurka, ia hanya melompat ke kanan dan ke kiri, atau berguling ke kanan dan ke kiri untuk menghindari rudal kendali.


Shua!

__ADS_1


Shua!


Rudal itu tidak langsung meledak jika tak mengenai Argadhafa malah berbalik kembali menyerangnya. Rudal-rudal itu dikendalikan jarak jauh dari dalam kapal selam oleh para pasukan elit khusus Belanda.


"Mampus kau anak haram jaddah! Kali ini kau pasti mati, hahahaha!" Kapten Van Der Boch terus mengumpat sambil tertawa jahat. "Kendalikan rudal itu serentak untuk menyerang anak keparat itu!"


Dua puluh rudal kendali menyerang serentak dari berbagai sisi, untuk mengunci pergerakan Argadhafa. Waktu 30 detik sudah berlalu, Argadhafa menyeringai licik, "Tebasan bulan purnama!" Argadhafa menebas berputar 360 derajat secara horizontal.


Slash!


Jdar!


Jdar!


Dua puluh rudal kendali hancur dan meledak, dua puluh siluet bulat berwarna kuning menutupi pandangan. Argadhafa berlari di atas air, ia agak kesulitan melawan musuh yang berada di dalam laut, karena tidak bisa melihat letak pasti keberadaanya.


"Ledakan taring naga!"


Argadhafa kembali menancapkan belati kala murka ke permukaan air laut, jurus ini menguras 90% energi hawa murni di dalam wadah jiwanya. Muncul siluet naga merah kehitaman sangat besar, dengan panjang 50 meter dan lebar tubuh 30 meter.


Swush!


Siluet naga itu bergerak ke arah 20 kapal selam di kedalaman 200 meter. Matanya kuning menyala dengan aura yang mendominasi, semua pasukan elit khusus Belanda ketakutan, wajahnya pucat pasi, keringat dingin mengucur derqs di dahi dan tengkuknya. "Jangan takut itu hanya bayangan saja, tembak!" titah kapten Van Der Boch melalui sambungan komunikasi radio kapal selam.


Moral dan semangat pasukan elit khusus langsung naik kembali setelah mendengar perintah kapten Van Der Boch. Dua puluh kapal selam mengeluarkan moncong gatling gun, rudal-rudal pun ditembakan terus menerus secara beruntun untuk menghancurkan siluet naga merah kehitaman.


Dor!


Shua!


Shua!


Ratusan peluru dan puluhan rudal mengenai tubuh siluet naga, tapi malah membuat siluet naga itu semakin membesar setelah menghisap energi dari radiasi ledakan. Tubuhnya malah tambah besar diameter 40 meter dan panjang 100 meter. "Hahaha, kali ini kalian pasti mampus. Bodoh memberikannya energi justru malah akan memperbesar ukuran tubuhnya, hahaha! Makanlah nagaku!" Argadhafa tertawa jahat melihat semua kapal selam yang tersisa siap ditelan oleh siluet naga merah kehitaman.


Groaaar!


Mulut siluet naga terbuka lebat dan menghisap dua puluh kapal selam ke arahnya, "Sialan! Sialan! Aku tak mau mati! Aku tak mau mati!" teriak kapten Van Der Boch dengan raut muka pucat pasi.


Swush!


Siluet naga hitam menembakan semburan energi berwarna merah kebiruan dari dalam mulutnya, dua puluh kapal selam hancur seketika, semua pasukan elit khusus Belanda termasuk kapten Van Der Boch tewas dan tak ada yang selamat.


Argadhafa menarik belati kalamurka dari permukaan air laut dengam nafas terengah-engah, "Huff ... huff ... huff ... jurus ini menguras semua energiku, aku harus bergegas ke tepi pantai, kalau tidak aku bisa tenggelam karena kehabisan energi. Huff ... huff ... huff ...."


Sementara itu Yosep terus mengejar pesawat Amfhibi Vortex yang dikemudikan oleh Komandan Daskton. "Tuan perdana menteri, sepertinya kita dikejar!" ucap Komandan Daskton melalui komunikasi sambungan radio.

__ADS_1


"Tancap gas, jangan kasih kendor!" titah PM Stark Mute melalui komunikasi sambungan radio.


__ADS_2