SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 139


__ADS_3

"Siap tuan!" ujar serentak prajurit super elit.


"Baik, saya ingin mengetes kekuatan kalian. Ayo kita latih tanding sebelum kita bertempur malam ini!" titah Yosep.


Semua prajurit bingung saling menatap termasuk Komander Lontong dan kapten Moka dengan menjatuhkan rahangnya. Baru kali ini punya big bos ingin latih tanding dengan mereka prajurit super elit.


Mereka belum mengetahui jika Yosep adalah seorang petarung level dewa sekarang. Albert hanya memberitahu jika Ochobot Technology akan diwariskan pada anak angkatnya yang masih sangat muda punya talenta kepemimpinan yang sangat baik dan jenius, bukan seorang petarung, "hah?!" ujar semua prajurit elit dengan menjatuhkan rahangnya.


"Kenapa kalian meremehkan saya?" tanya Yosep dengan tersenyum manis. "Baiklah kalau saya terpukul oleh kalian saya akan berikan uang 10.000 dolar USD dan fasilitas rumah mewah, serta mobil sport."


"Badas hadiahnya!" batin Lontong.


"Okelah kalau begitu. Saya tak akan setengah hati," batin Moka.


"Saya boleh ikut tuan?" tanya Lontong dengan muka berbinar.


"Sial, prajurit elite macam kita diremehkan!" umpat Riko dalam batinnya.


"Ayo cepat! Semua prajurit pun tak masalah! Jangan terlalu sungkan kerahkan semua kemampuan kalian. Jangan sampai pukulanku ini mengenai perut atau kepala kalian, hehehe ...," ledek Yosep.


Riko yang menggebu-gebu langsung melesat dan melayangkan pukulan hook dari tangan kanannya, Yosep menghilang dari pandangan Riko dan muncul di samping Riko yang hanya memukul angin.


"Ctak ...!" Yosep menyentil dahi Riko dan membuatnya terpental lalu menabrak dinding. "Dalam pertarungan itu bukan emosi dan terlalu bersemangat yang di dahulukan tapi ketenangan," ujar Yosep sambil melambaikan tangan untuk memprovokasi mereka.


Prajurit super elite lain bernama Koga sudah berada di belakang Yosep melayangkan tendangan ke kepala Yosep. Tubuh Yosep reflek langsung menunduk, tendangan Koga juga hanya mengenai angin. Yosep bangkit dari merunduk dan langsung menyikut perut Koga hingga membuatnya terpental.

__ADS_1


"Keren serangannya, menyerang dadakan tapi perhatikan keseimbangan dalam menendang agar tak diserang balik," ujar Yosep yang langsung diserang pukulan beruntun oleh kapten Moka.


Yosep dengan santai sambil tersenyum menghindari semua pukulan cepat Moka. Yosep memiringkan kepala, badan dan juga kadang merunduk. Moka melakukan pukulan beruntun cepat ke arah Yosep mulai dari pukulan jab, hook, cros, dan upercut.


Tapi tak satupun pukulan itu mengenai Yosep, "sial tuan Yosep ini manusia apa dewa sih? Aku memukul padahal dengan sangat cepat, biasanya target pemain boxing profesional juara satu didunia pun akan tumbang dengan pukulanku ini, kampret!" gerutu Moka dalam batinnya.


Stamina Moka mulai berkurang karena melesatkan ratusan pukulan secara cepat dan terarah pada Yosep, namun tak ada satu pun yang mengenainya. Moka terengah-engah dan dimanfaatkan oleh Yosep untuk membalas. Yosep menyentuh dada bagian tengah Moka dengan ujung jarinya.


Bang!


Moka terpental dan menabrak tiang hingga membuat bengkok. "Ayo kita serang bersama! Hadiahnya kita bagi saja!" teriak Ronta mengajak prajurit super elit lainnya.


10 prajurit elit mengepung Yosep termasuk Ronta dengan melayangkan tendangan dan pukulan dari kiri dan kanan Yosep, bahkan ada yang meloncat dan ingin menghantamkan pukulan. Yosep tersenyum sinis, ketika mereka berada dalam jarak serangnya, ia langsung menyentil 10 prajurit elite pada bagian dahi, mulut, lengan dan perut.


Ctak!


Tersisa 9 prajurit elite termasuk Lontong. Yosep menggerakan lehernya ke kanan dan kekiri serta kedua tangannya hingga bunyi bergemeretak. "Ayolah masa langsung kalah semua, saya naikan hadiahnya 50.000 USD. Ayo! Masa prajurit elit pakai sentilan langsung knocked out (K.O), ayo!" seru Yosep memprovokasi mereka.


8 Prajurit elite terdiam, kakinya seperti terpaku. 10 prajurit saja Yosep bisa kalahkan dengan mudah apalagi mereka, itu yang mereka pikirkan. Tanpa basa basi Yosep langsung menghilang dari pandangan, menyerang satu persatu prajurit dengan pantat, sikut, jempol bahkan hembusan nafas hidung.


8 Prajurit elite semuanya terpental terkena serangan Yosep sambil memekik keras. Tersisa Lontong dengan tekad kuat, Lontong yang sudah di depan Yosep langsung melesatkan front kick ke perut Yosep. Reflek Yosep memiringkan pinggangnya ke kanan dan front kick Lontong hanya mengenai angin, lalu Lontong memutar kaki kanannya yang untuk front kick ke arah kiri untuk melayangkan side kick.


Yosep tidak menangkisnya melainkan hanya merunduk sambil tiarap. Side kick Lontong lagi-lagi mengenai angin. Dalam kekesalan, Lontong menarik kakinya dan mengangkat kaki kanannya ke atas dengan tumit ia menghantamkan down kick ke Yosep yang tiarap. Yosep menjulurkan lidah lalu berguling ke kiri dan mentackle kaki kiri Lontong dengan kaki kanan Yosep dalam keadaan terlentang.


Buk!

__ADS_1


Lontong terjatuh ke tanah dalam keadaan terlentang. Sekali lagi Yosep menyerang dalam keadaan terlentang dengan mengangkat kaki kanannya tepat di atas perut Lontong dan menghujamkan down kick.


Buk!


"Aaaaakh ...! pekik Lontong sambil memuntahkan air dari dalam mulutnya, lantai ruangan retak hingga memunculkan kawah dibawah tubuh Lontong.


Semua prajurit dibikin babak belur, belum perang sudah lemas duluan. Yosep menghampiri mereka satu persatu dan memberikan pil kintamani dari dalam kantong plastik ajaibnya. "Ini makanlah pil ini. Luka kalian akan sembuh dalam sekejap!" seru Yosep.


Mereka semua menelan pil kintamani, anehnya dalam sekejap semua luka luar dan dalam tubuh mereka langsung pulih. "Wow ... emejing! Badas pil ini!" puji serentak semua prajurit dengan wajah sumringah.


"Baiklah setelah pertempuran ini selesai, kalian akan saya latih dibawah pengawasan saya sendiri. Teknik bela diri kalian memang hebat tapi reflek dan juga pertahanan kalian hancur!" ujar Yosep memberikan arahan.


Mereka semua malu sekali, 21 orang dikalahkan hanya seorang, mereka menundukan kepala menyadari kebanggaan dan kesombongan sebagai prajurit super elit diruntuhkan oleh Yosep seorang diri. "Siap tuan!" lirih serentak semua prajurit super elit.


"Mana suaranya?!" tanya Yosep dengan nada meninggi.


"Siap tuan!" jawab serentak semua prajurit super elit dengan nada datar.


"Mana suaranya?!" tanya Yosep dengan berteriak.


"Siap tuan!" jawab serentak semua prajurit super elit dengan berteriak.


"Bagus gitu donk, kekalahan itu awal dari kemenangan. Terus berusaha pasti suatu saat mungkin salah satu diantara kalian bisa mengalahkanku, hehehe ... tapi bohong!" canda Yosep.


Yosep meninggalkan ruangan prajurit super elite dengan menyandarkan kepalanya di atas tautan kedua tangannya yang berada di belakang kepala, untuk memeriksa pekerjaan Guavani memproduksi banyak drone cypher.

__ADS_1


Setelah Yosep keluar ruangan semua prajurit bergunjing ria, "asem, kita jadi bulan-bulanan tuan Yosep. Baru datang kita sudah dibikin babak belur, pasti latihannya mengerikan," gerutu Ronta sambil memonyongkan mulutnya.


"Ya kamu benar, sentilannya sangat sakit tahu. Tubuhku terpental jauh tadi, bagaimana kalau di pukul dengan pukulannya, kita sudah jadi bubur darah," imbuh Riko menggerutu juga.


__ADS_2