SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip -86 Tantangan


__ADS_3

Para super soldier yang berada di ruangan rahasia markas militer Ochobot city keheranan, bagaimana tidak Raiden adalah jendral mereka bisa dikalahkan oleh Yosep.


Ochobot City punya pemimpin tertinggi militer yang disebut Wind Direction Army (WDA) terdiri dari Jendral Raiden, Laksamana tarung, komandan kokoci dan kapten Kaizo.



Nama : Laksamana Tarung


Umur : 53 tahun



Nama : Kokoci


Umur : 43 tahun


ka



Nama : Kapten Kaizo


Umur : 29 tahun


Kaizo, Tarung, dan Kokoci pun tidak percaya Raiden yang dijuluki jack the riper bisa kalah oleh pemuda ingusan. Yosep dan Albert akan menuju lift tapi dihentikan oleh Laksamana Tarung


"Tunggu! Saya tak percaya jendral Raiden yang terkuat di antara kami bisa dikalahkan olehmu. Kami bertiga ingin menantangmu!" Ujar Laksamana tarung dengan raut muka kesal dan mengacungkan pukulan ke arah Yosep.


"Laksamana!" Teriak Albert.

__ADS_1


"Tidak apa-apa tuan Albert, saya mengerti!" Ujar Yosep dengan raut tersenyum. "Baik saya bersedia bertarung."


"Saya dahulu yang melawanmu!" tantang Komandan Kokoci. Ia langsung melesat dan menubrukan badannya ke arah Yosep, tapi Yosep hanya memiringkan badan untuk menghindari tubrukan Kokoci.


"Bam!" Suara badan Kokoci menghantam dinding besi yang membuatnya sedikit penyok. Walaupun badan Kokoci besar tapi gerakannya juga sangat cepat. Kokoci membalikan badan dan kembali menyerang Yosep dengan pukulan, Yosep juga melayangkan pukulan sehingga mereka beradu pukulan.


"Bang!" Suara dua pukulan beradu. Dua pukulan itu cukup kuat hingga menimbulkan gelombang kejut dengan radius 10 meter. "Hebat juga kau bisa menahan pukulanku," puji Kokoci sorot matanya menyeringai licik.


Kokoci dengan sigap menghantarkan pukulan lagi dengan tangan kirinya, Yosep menangkis dengan menyilangkan tangan di tengah dadanya hingga membuatnya terpental. Kokoci berlari cepat ke arah Yosep yang masih melayang di udara sebelum Yosep berhasil menyeimbangkan badan, Kokoci melayangkan pukulan bertubi-tubi.


Yosep menerima pukulan bertubi-tubi yang di arahkan Kokoci dengan tenaga penuhnya. Namun anehnya pukulan kuat itu tidak membuat Yosep terluka sedikit pun, hanya menguras stamina Kokoci yang terus-menerus memukul semua bagian tubuh Yosep.


"Sial, badanmu ini terbuat dari apa? Sangat keras sekali," umpat Kokoci dengan raut muka kesal. Yosep hanya tersenyum dengan sorot mata menyeringai licik lalu menendang tangan Kokoci sambil salto ke belakang dan mendaratkan tubuhnya 6 meter dari Kokoci


"Sekuat dan sekeras apapun pukulanmu takan bisa menggores sedikit pun kulitku ini." Ujar Yosep yang langsung melesat ke arah Kokoci dan menghantamkan jurus pukulan gada brahma.


"Jurus pukulan gada brahma!"


Laksamana Tarung mengerang, "aaaaargh!" Tubuh laksamana Tarung mengejang, urat ototnya keluar dan menonjol besar. "Mode bearimau!" Ujar Laksamana tarung kostum armor cyborg miliknya berubah menjadi besar dengan kuku kaki dan cakar yang sangat besar seperti cakar beruang.


"Wow! Sungguh sangat keren!" Puji Yosep dengan mata berbinar dan bertepuk tangan.


"Rupanya Laksamana sangat serius menghadapi bocah ingusan itu!" Gumam Kapten Kaizo.


"Lebih baik turuti tuan Albert jangan membantah, begini kan hasilnya." Ujar Raiden lalu menjitak kepala Kokoci.


"Hahaha! Bagus Raiden, bagus, hahahaha!" Ujar Albert sambil tertawa dengan mengacungkan jempol ke arah Raiden.


Kokoci yang di jitak kepalanya oleh Raiden mukanya langsung berubah masam. "Ah sial, harga diri seorang Kokoci sudah jatuh karena di kalahkan oleh seorang pemuda." Batin Kokoci. "Mau di taruh dimana mukaku ini di depan anak buahku."

__ADS_1


Laksamana tarung berlari ke arah Yosep yang sudah menunggunya dan melayangkan cakar yang terbuat dari adamantium. Yosep menghindari cakaran Tarung dengan melompat dan mendaratkan tubuhnya dibelakang Laksamana Tarung.


Cakaran itu tidak mengenai Yosep tapi malah mengenai tiang berdiameter 5 meter dan tinggi 3 meter menjadi 3 potongan.


"Gluk!" Yosep menelan salivanya. "Fyuh! Hampir saja kalau sedetik saja telat tubuhku ini akan jadi daging cincang." Gumam Yosep. Laksamana tarung membalikan badan dan menebaskan lagi cakarannya Yosep menghindari cakaran itu dengan gaya kayang lalu menumpu pada tangan dan menendang muka Laksamana Tarung.


"Bam!" Suara tendangan Yosep mengenai muka Laksamana Tarung. Tubuh Laksamana Tarung tumbang ke tanah, Serangan Yosep belum selesai. Yosep melompat ke udara secara cepat dan melayangkan jurus tendangan mahesora dupa dengan lututnya, ke arah perut Laksamana Tarung


"Guhak!" Laksamana Tarung memuntahkan darah. Permukaan lantai yang terbuat dari Vibranium itu retak dan memunculkan kawah sedalam satu meter serta berdiameter 3 meter. Laksamana Tarung pingsan setelah memuntahkan banyak darah. Armor cyborg mode bearimau perlahan lenyap dan kembali seperti semula.


Kapten Kaizo membulatkan mata dan bergumam dengan nada terbata-bata, "ti-tidak mungkin!"


Yosep melambai-lambaikan tangannya ke arah Kapten Kaizo untuk memprovokasinya. "Ayo maju kalau kau berani. Kita lihat ajianku atau teknologimu yang akan menang!"


"Berani kau! Aku akan penyekan kau dan ku injak-injak hingga jadi es cincau!" Teriak Kaizo dengn raut muka kesal.


"Sudah Kaizo, hentikan!" Teriak Albert.


Kaizo tidak memperdulikan teriakan Albert malah langsung mengunuskan pedang laser runcing berwarna merah dari tangannya. "Pedang energi, gerakan pedang energi!" ucap Kaizo lalu tubuhnya berpindah tempat dan sudah berada di belakang Yosep lalu menebas pedang energinya secara horizontal


Yosep mengelak dengan merunduk, tebasan Kaizo tidak mengenai tubuh Yosep. Kaizo langsung melancarkan serangan selanjutnya dengan menebas secara vertikal dari atas ke bawah. Yosep salto ke belakang untuk menghindari tebasan pedang energi Kaizo, tebasannya hanya mengenai permukaan lantai dan membuatnya meleleh.


"Kenapa semua orang disini ingin membunuhku?" pikir Yosep. "Padahal saya hanya memenuhi undangan tuan Albert, mana Barjo tidak bisa dihubungi lagi, sial!"


Kaizo melesat cepat dan kembali menebas Yosep secara terus menerus, mulai dari serangan tusukan, tebasan horizontal, tebasan vertikal, hingga tebasan diagonal. Semua serangan Kaizo tak ada satu pun yang mampu mengenai Yosep, bahkan seujung rambut pun tak kena.


"Hai pecundang! Jangan seperti ayam sayur yang bisanya cuma lari kesana dan lari kesini. Ayo bertarung!" teriak Kaizo yang terus menebas Yosep tanpa henti.


"Kita sudahi saja pertarungan ini. Saya capek sekali, hah! hah! hah!" Ujar Yosep sambil menjulurkan lidahnya dengan nafas terengah-engah.

__ADS_1


"Jangan harap! Ceracak energi!" Ujar Kaizo lalu menghilangkan pedang energi dari tangannya dan menyentuhkan telapak tangannya ke permukaan lantai.


"Gawat! Serangan ini sangat mematikan. Kenapa Kaizo begitu ceroboh melakukannya? Padahal kita hanya di perintah untuk berduel dengan tuan Yosep." Gumam Raiden dengan membulatkan mata lalu tubuhnya berkedip.


__ADS_2