SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 296


__ADS_3

Markas rahasia organisasi Tenshin, kutub selatan.


Dokter Yadna sedang menatap cermin dan muncul bayangan tubuh seseorang dengan wajah mirip Yosep, namun dengan pupil mata hitam legam, bertaring dan bertanduk merah. "Bagaimana dokter Yadna, semua persiapannya?" tanya kembaran kaisar wijaya kusuma bernama Bayanaka. "Aku sudah melahap jiwa kembaranku, dan menipu penerusnya. Demi kebangkitan kekuatanku yang tersegel hampir 5.000 tahun."


"Tinggal satu lagi, yang mulia. Setelah kita menemukan makam nawadewanata dan memancing orang itu ke situs gunung padang, maka semua persiapan selesai," jawab Dokter Yadna menunduk hormat. "Kita serahkan saja pada penerus Wijaya Kusuma untuk mencarinya, dia juga butuh untuk mengobati istrinya. Kita juga sudah memasukan banyak mata-mata ke Ochobot City."


"Kerjamu sangat bagus Yadna. Aku pastikan setelah kebangkitan semua prajuritku dan menguasai dunia bahkan galaksi, aku Bayanaka Wijaya, inkarnasi dari sisi gelap dewa Koun'o (Jayalaksana) akan menjadikanmu Jendral pasukanku, hahahaha!" Bayanaka tertawa jahat di dalam cermin lalu hilang dari pandangan Dokter Yadna.


"Huff ... huff ... huff ...." Dokter Yadna nafasnya memburu setelah Bayanaka keluar dari tubuhnya. "Ini semua salahku yang membuka makam antah berantah di situs gunung padang. Akhirnya seperti ini, dunia akan kacau, sial! Aku tidak tau harus menghentikannya bagaimana?"


***


Satu bulan kemudian.


Kipli dan Saprol yang mengikuti turnamen Taekwondo Seindramayu berhasil merebut juara satu dan dua. Satrio terus melatih mereka selama satu minggu sebelum perlombaan.


Kondisi Yosep masih koma, Ryuna juga koma selama satu bulan. Kandungan Rany semakin membesar di angka enam bulan, selama satu bulan Rany tinggal di hotel terdekat milik Pratama grup, agar tak bolak-balik untuk menjaga Yosep dan Ryuna yang masih dalam perawatan.


"Uhuk, uhuk, uhuk," Yosep membuka matanya perlahan dan melihat Rany duduk tertidur di sampingnya dengan wajah pucat terlihat dari bibirnya berwarna merah muda pudar. "Saya dimana?"


"Mas kamu sudah sadar?" Rany terbangun dari tidurnya, lalu memeluk Yosep karena saking rindunya. "Ini di rumah sakit mas. Bagaimana keadaanmu mas?"


"Mas lapar, ingin makan bakso delapan porsi dan minumnya es teh manis sembilan gelas." Raut muka Yosep lesu dan tampak pucat pasi, satu bulan ia tak sadarkan diri. "Mas sudah berapa lama ada dirumah sakit?"


"Satu bulan mas, soalnya mas koma. Una juga ikut koma selama satu bulan dan belum sadar sampai sekarang," balas Rany dengan raut muka khawatir karena Ryuna koma dalam keadaan hamil.

__ADS_1


"Lalu bagaimana anak mas di kandungan Ryuna? Apakah baik-baik saja?" tanya Yosep.


"Dokter sudah berupaya keras, tenang saja anak mas kuat kok. Malah bayi Ryuna lebih aktif daripada bayi di dalam kandungan Rany," jawab Rany dengan raut muka muram karena iri pada Ryuna.


Yosep bangkit dari tidurnya, memegang perut Rany. "Ajian kusuma jiwa!" sekujur tubuh Rany diselimuti aura biru. Setelah itu Yosep langsung menaruh kedua telapak tangannya pada perut Ryuna, "Ajian jagat saksana! Ajian kusuma jiwa! Guhak!"


"Mas kamu tidak apa-apa?" Rany yang panik langsung menyeka darah di mulut Yosep, tak sadar jika bayi yang dalam kandungannya aktif lalu membesar seperti bayi sembilan bulan. "Aakh! mas sakit!"


Ryuna juga terbangun, membuka mata dan merasakan perutnya sakit. "Aw, mas perut Ryuna juga sakit! Aaaakh!" teriak Ryuna.


Yosep berlari dalam keadaan gontai sampai menabrak pintu, tim throne army yang berada di luar ruangan terkejut mendengar teriakan Rany dan Ryuna lalu membuka pintu. "Bos, kenapa bos!" tanya Jin dengan raut muka panik melihat Yosep terkapar di permukaan lantai.


"Jin, tolong panggilkan dokter Sista! Ryuna dan Rany mau melahirkan," lirih Yosep meringis kesakitan.


"Mas cepat mas! Bayi kita akan lahir!" teriak Rany.


Dokter Sista datang bersama suster Marni, suster Freya, Suster Siska dan juga suster Marimar. Mereka langsung membawa Ryuna dan Rany ke ruangan bersalin.


"Sial, disaat seperti ini malah tubuhku drop. Saya harus kuat, ayoo! Demi bayiku Agito Himura dan Akira Pratama!"


Yosep mencoba bangkit, "Jin tolong ambilkan pil nawadewanata di kantong plastik itu!" Yosep menunjuk kantong plastik hitam yang berada di meja. "Cepat jin!"


Jin sigap mengambil kantong plastik hitam dan memberikannya pada Yosep, "Ini tuan muda!" kata Jin.


"Terima kasih Jin!" Yosep menelan tiga butir pil nawadewanata lalu meraung keras. "Aaaargh! Saya harus membantu persalinan Ryuna dan Rany!"

__ADS_1


Di dalam ruangan bersalin, urat otot di perut Rany membesar berwarna merah kehitaman, perutnya pun semakin mengeras. "Dokter, sakit sekali dok!" teriak Rany dan Ryuna serentak. "Tolong dok, cepat keluarkan bayi kami dok!"


Deg!


Dokter Sista, suster Marni, suster Freya, Suster Siska dan juga suster Marimar yang memegangi perut Ryuna juga Rany melemas. Energi mereka terhisap oleh janin di dalam kandungan mereka berdua, "Dokter kami lemas," lirih suster Marimar, suster Freya, dan suster Marni, tubuh mereka bertiga tergeletak di permukaan lantai.


"Ya sus, aku juga!" balas lirih dokter Sista.


Brak!


Yosep masuk mendorong pintu ruang bersalin, "Dok! Sus! Apa yang terjadi? Kenapa kalian tergeletak di permukaan lantai?" Yosep membulatkan mata lalu memberikan pil sugriwa pada mereka berempat.


***


Di Ochobot City.


80% pasukan super elit telah dikuasai oleh bionex, alat cuci otak seperti cairan symbiote hitam yang menempel pada pori-pori kepala mereka. Dokter Yadna yang dirasuki Bayanaka menyuruh Jendral Atmojoyo untuk memulai penyerangan di Ochobot City, "Jendral hancurkan!" titah Dokter Yadna dari sambungan video conference.


"Baik yang mulia kaisar!" Jendral Atmojoyo yang terpengaruh Bionex, menekan tombol pada jam tangannya. "Musnahkan!"


Bionex mengambil alih 80% tubuh pasukan super elit Ochobot City, pupil mata mereka memerah dan mulai bergerak membantai semua penduduk Ochobot City dan juga 25% prajurit super elit yang tersisa.


"Tuan Albert markas telah diserang dan dikuasai, lebih baik tuan Albert jangan kembali. Ini suara terakhir dari saya, terima kasih banyak tuan Albert! Aaaakh!" Komandan Miramen terkontaminasi Bionex, dalam sekejap fasilitas Ochobot City di segitiga bermuda dan beberapa markas di seluruh dunia hancur oleh pasukan super elit yang dikuasai Bionex ciptaan Dokter Yadna yang dirasuki Bayanaka.


Albert menyeka air matanya mendengar suara terakhir dari Komandan Miramen. "Kenapa ayah? Apa yang terjadi?" tanya Dawi.

__ADS_1


"Kita belum bisa menikah lagi sayang, Ochobot City telah hancur. Aku terpaksa harus numpang hidup lagi dengan anak kita, hiks ... hiks ... hiks ... itu adalah pesan terakhir dari Komandan Miramen." Albert memeluk Dawi, mereka sedang terbang menuju Majalengka untuk menemui Rany dan Ryuna yang sedang bersalin.


__ADS_2