SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip - 39 Antusias


__ADS_3

Keesokan harinya di Raimu CRC.


Seperti biasanya Yosep sudah bangun lebih awal. Untuk melakukan aktivitas rutin shalat tahajud, shalat shubuh dan shalat dhuha.


Kasno dan tim driver supercar sudah sampai jam 06.00 WIB dan memarkirkan 10 mobil supercar di depan Raimu CRC dan di tata sedemekian rupa.


Yosep jogging pagi hari untuk meningkatkan poin skill pengalaman miliknya dengan di temani Zahra mengelilingi komplek Ruko 5 kali putaran, push up 100 kali, pull up 100 kali, dan squat 100 kali serta sit up 100 kali.


"Hah, hah, hah, gila kamu mas. Zahra sudah gak kuat!" Kata Zahra dengan nafas terengah-engah, baru saja satu putaran Zahra udah terduduk lemas.


"Ya sudah kalau tidak kuat jangan dipaksakan." Kata Yosep lalu menggendong Zahra untuk kembali ke ruko dan membersihkan diri.


[Telolet]


[Selamat majikan mendapatkan 5 poin skill otot]


[Telolet]


[Status]


[Nama : Yosep Firmansyah


Umur : 19 tahun


Skill : Dokter lv max. Direktur lv max. Paranormal lv2. Pialang saham lv max


Property : Sawah 10 hektar, ruko 2 lantai sewa, perumahan elite Jatibarang City (VJC 01), 1% saham Ochobot Technology, 60% saham Wijaya Group, PT. Wijaya Shield]


[Skill experience : Dokter level max (10.000/10.000)


Direktur level max (10.000/10.000)


Pialang saham level max (10.000/10.000)


Paranormal level 2 (13/100)


Detektif level 1 (10/50)


Otot kuat level 1 (10/50)]


[Level majikan : menengah (390.500.000/1.000.000.000).]


[Majikan berkedip sebanyak 28.800 kali selama 24 jam mendapatkan uang dari berkedip Rp.1.440.000. Uang sudah ditransfer ke nomor rekening majikan]


[Saldo : 5.928.084.000 ]


[Misi yang belum terselesaikan]

__ADS_1


[Misi : Bantu ibu Mala menjual nasi box catering omset 100.000.000]


Hadiah : Lamborghini Veneno limited edition dan skill chef lv 1


Batas waktu : 1 bulan sisa waktu 26 hari 18 jam


Hukuman : Kehilangan uang di dalam rekening majikan dan berhutang 10 milyar pada Barjo system.


Status : progres 0% (0/100.000.000)]


[Misi : jadikan Zahra, Ziva, dan Rany sebagai istri majikan.


Hadiah : 100% saham Villa Jatibarang City.


Batas Waktu : 12 bulan


Hukuman : Majikan akan kehilangan mereka bertiga]


Status : progres 10% (0/100.000.000)]


[Inventory : Kitab ajian nawadewanata, kitab alkimia semesta, 10 kartu 10 kali lipat pengalaman, peta artefak bedawang sangaresi, 10 kartu undian roulete, ****** ***** cu pat kay, kantong plastik ajaib]


[Level konversi pemula setiap kali berkedip di hargai 50 rupiah]


[Cara menaikan level dengan menghabiskan uang. Semakin tinggi level semakin tinggi nilai konversi]


[Selamat menghabiskan uang majikan]


Tim dari Wijaya Shield juga sudah datang untuk mengamankan jalannya grand opening, di susul datangnya team kepolisian dari team Siska. Tim Wijaya Shield terdiri dari 50 orang dan tim Siska terdiri dari 20 orang termasuk Siska.


Grand opening akan dibuka jam 10.00 tapi antusias masyarakat sangat tinggi. Raimu CRC halaman parkirnya hampir penuh di isi kendaraan bermotor dan mobil. Bahkan ada yang sampai parkir di luar halaman parkir ruko.


Kemacetan di jalan pun terjadi. "Woy! minggir jangan halangi jalan saya, nanti saya ketinggalan grand opening CRC." Teriak pengemudi mobil honda brio.


"Kenapa terjadi kemacetan seperti ini?" Tanya pejalan kaki satu yang sedang mampir di warung Mpok Siti.


"Kamu tak tahu? Hari ini grand opening Raimu CRC, di media sosial lagi ramai tahu! Kita bisa foto selfie di 10 mobil sport supercar." Jawab pejalan kaki dua.


"Wow aku juga mau ikutan foto selfie kalau begitu." Pejalan kaki segera berlari ke arah ruko Raimu CRC.


"Mas Yosep, mas! gila mas diluar benar-benar gila!" Teriak Bondan.


"Kenapa memang Bondan?" Tanya Yosep dengan raut muka datar.


"Di luar mas pengunjungnya sangat banyak sudah seperti semut bertemu gula." Jawab Bondan.


Yosep yang sudah memakai seragam cosplay sasuke dewasa dengan pedang kusanaginya, melihat keluar.

__ADS_1


"Buju busrak! et dah, lah coba itu!" Yosep terkejut, matanya terbelalak melihat kerumunan pelanggan yang begitu banyak. "Semua bersiap, kita akan memajukan waktu grand opening, kita tidak bisa membuat pelanggan menunggu!"


Semua karyawan dan karyawati sudah menempati pos masing-masing. Pengamanan pengunjung diserahkan pada Anto dan Siska.


"Mas Yosep kamu memang sangat berbakat bisnis, lihat grand opening saja sampai ramai seperti ini!" Puji Siska.


"Terima kasih bu. Saya juga tak menyangka bakal seramai ini!" Kata Yosep dengan tersenyum ramah dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. l


Helikopter mengudara di atas ruko Raimu CRC dan parkir di belakang ruko yang tersedia halaman yang cukup luas. Dari helikopter keluar Jayus, Setyo, Rany, dan Ziva.


Ziva memakai dres putih selutut dan Rany memakai dres merah selutut juga. Zahra hari ini memakai hijab dan gamis berwarna orange. Ketiga wanita Yosep ini sangat cantik dalam balutan pakaian masing-masing.


"Woy cepat buka kafenya kami tak sabar makan!" Teriak salah satu pengunjung yang berada di antrian paling depan.


"Ya cepatlah!" Teriak pengunjung emak-emak disebelahnya.


Jayus, Setyo, Rany, dan Ziva tiba di depan pintu masuk Raimu CRC. Di depan pintu terpajang pita merah panjang yang akan dipotong oleh Mala.


"Mantu Ayah sungguh luar biasa!" Puji Setyo sambil tersenyem lebar dan menepuk-nepuk bahu Yosep.


"Dia juga mantu saya Setyo!" Teriak Jayus yang cemburu pada Setyo.


"Ayah tak menyangka kemampuanmu dalam berpromosi sungguh hebat nak!" Puji Jayus.


"Terima kasih kedua ayah mertua. Ini juga bukan kerjaku sendiri tapi kerja tim yang sangat profesional terutama ibu mertua yang sudah begadang bersama seluruh staff mempersiapkan semuanya." Kata Yosep.


Yosep sudah menceritakan sejujurnya pada Mala Bahwa Yosep menyukai Zahra, Rany, dan Ziva. Yosep berencana 1 tahun ke depan akan menikahi mereka bertiga serentak.


"Baik, untuk mempersingkat waktu mari kita potong pitanya." Teriak Yosep. Mala sudah memegang gunting untuk memotong pita.


"Yaaaay!" Teriak semua pengunjung.


Nehan dan panji juga ikut dalam antrian pengunjung. "Hai man! tolong kami man!" Teriak Nehan.


Yosep yang mendengar suara yang tak asing baginya menoleh. "Pak Anto tolong biarkan kedua orang itu masuk dia adalah saudara saya."


"Siap bos!" Teriak Anto lantang.


Yosep mengatakan hal seperti itu demi menyelamatkan Nehan dan Panji yang terjebak dalam kerumunan. Nehan dan Panji keluar dari kerumunan karena dibantu tim Wijaya Shield.


"Baik kita hitung bersama-sama!" Teriak Yosep.


"3..." Teriak serentak semua pengunjung.


"2..." Teriak serentak semua pengunjung.


"1... " Teriak serentak semua pengunjung.

__ADS_1


Mala memotong pita dengan guntingnya. "Yaaaaaay!" Teriak semua pengunjung.


"Silahkan masuk dan baris yang Rapi." Teriak Yosep menggunakan Toa.


__ADS_2