SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip - 54 Anto Ketemu


__ADS_3

"Byakugan aktif!" Gumam Yosep lalu mengedarkan pandangan mencari markas Z-Sabtu sambil terus mengendarai motornya melewati jalanan terjal perkebunan tebu PG Jatitujuh. "Ketemu! ternyata di barat daya, yang berjaga juga sangat banyak ada sekitar 50 orang di luar dan 30 di dalam markas. Mode stealth!"


Motor yamaha R15 dan Yosep hilang serta suara motornya juga hilang dari pandangan. Yosep mulai mengatur strategi, "aku harus memecah fokus mereka, penjaga akan bergerak ke arah yang di serang. Aku akan menyelinap ke tempat yang penjagaannya kosong. Mata byakugan ini sangat berguna."


Di pintu pos penjaga, "gara-gara bos menangkap bawahan Setyo itu, waktu santai kita berkurang. Harusnya kita lagi ngopi-ngopi malah suruh berdiri dan berjaga terus kaya patung pancoran." Kata penjaga satu sambil menghisap cerutu lisong (cerutu lisong adalah cerutu yang ditaruh untuk sesajen).


"Ya nih guys, payah memang bos. Tidak bisa melihat anak buah bahagia, hmmm!" Kata penjaga dua.


Yosep sudah berada 500 meter dari markas Z-Sabtu dan memarkirkan motornya di semak-semak agar tidak ketahuan. "Senjata misil kendal aktif!" Kata Yosep memberikan perintah.


[Perintah suara diterima. Peluncuran stealth misil kendali akan dimulai 3...2...1. Misil berhasil di luncurkan]


Misil berhasil meluncur namun tidak kelihatan dan tidak bersuara. Yosep mengendalikan misil menuju sisi selatan markas.


"Duar!" Suara misil menghantam tanah. "Akh!" Pekik 10 penjaga yang terkena misil terluka berat lalu pingsan. "Ada yang menyerang dengan senjata berat, cepat amankan perimeter." Kata penjaga 4 yang berada di sisi barat markas.


"Nguing! nguing! nguing!" Suara alarm darurat yang ditekan penjaga. Semua penjaga bergerak ke arah selatan. "Bagus sisi timur, barat, dan utara penjagaan kosong. Aku akan masuk, Yosep berlari cepat dengan jurus moksala rudra. Secepat kilat sudah masuk ke dalam markas Z-Sabtu.


Yosep mengendap-endap agar tidak ketahuan. Yosep menotok leher bagian belakang satu persatu penjaga dengan jurus jari petir dan membuatnya pingsan. Lalu menyelinap lagi sudah 20 penjaga dalam markas yang sudah ia tumbangkan.


Pria bertopeng keluar dari ruangannya, bersama wanita hitam berpakaian ketat, dan seksi, bertopeng naga, serta membawa dua belati. "Nampaknya ada penyusup di markas kita dan berhasil melumpuhkan para penjaga, cepat cari dia!" Seru Pria bertopeng kura-kura.


"Siap komandan!" Kata wanita bertopeng naga, tubuhnya berkedip lalu menghilang dari pandangan.

__ADS_1


Yosep berhasil melumpuhkan 30 penjaga di dalam dan menemukan lokasi ruangan, dimana Anto disekap. Yosep melesat cepat dan meremas gagang pintu.


"Krak!" Suara gagang pintu hancur diremas Yosep dan menendang pintu lalu mengenai penjaga yang berjaga di belakang pintu serta membuatnya pingsan.


Yosep langsung menuju Anto dan membuka ikatanya. "Hai bro! whats up? Kamu tidak apa-apa bro?" Kata Yosep lalu memberikan pil kintamani untuk mengobati luka luar dan dalamnya.


"Aman bos!" Kata Anto. "Tokcer banget bos pilnya, badanku terasa sangat segar dan staminaku pulih kembali, luka-lukaku juga menghilang."


Yosep selalu membawa kemanapun pil yang telah dibuatnya untuk stok, jika ia sedang mengobati diluar rumah sakit. Berkat kantong plastik ajaib, ia bisa menyimpan apapun dan sebesar apapun tanpa harus khawatir tidak muat.


Yosep kembali menembakan misil pengendali dari motornya untuk mengecoh musuh. "Bro kau maju duluan, kita ke arah utara. Aku mengikuti dibelakang untuk melindungimu!" Seru Yosep lalu mengirimkan lokasi miliknya ke Siska, bahwa ia sedang melawan para penculik di markasnya dengan jumlah yang cukup banyak.


Siska yang berada di kantor polres Indramayu segera bergegas membawa 100 anggota berpakaian lengkap.


"Bangsat! rupanya kau disini!' Umpat pria setinggi 200 centimeter, badannya besar, kekar dan penuh otot bertopeng harimau.


Pria bertopeng langsung menerjang Yosep menghantamkan pukulan yang kuat. Yosep merunduk dan pukulan itu mengenai tong berisi minyak.


"Bang!" Suara pukulan pria bertopeng mengenai tong. Pria bertopeng mengibaskan tangannya ke samping kanan Yosep. Pukulanya sangat kuat Yosep yang berhasil menangkis pukulan itu terpental, namun Yosep berhasil menyeimbangkan badan. "Jurus gada brahma!" Yosep langsung melesat dan menghantamkan pukulan ke arah dada pria bertopeng harimau.


"Bang! krak! bug!" Suara beradu pukulan, tangan pria bertopeng retak lalu terpental mengenai dinding dan pingsan. "Badan saja yang besar tapi kekuatan kaya ayam sayur tanpa tulang" Cibir Yosep.


"Dor! dor! dor!" Suara tembakan melesat ke arah Yosep. Yosep melihat peluru yang menuju dirinya sangat lambat lalu menangkap 3 peluru yang ditembakan dari senapan laras panjang Rifle 43 dan meremasnya.

__ADS_1


"Menyerang orang dalam keadaan tak siap itu hal yang curang. Tapi dalam peperangan itu adalah sebuah taktik. Keluarlah jangan bersembunyi di atap terus, atau aku yang akan kesana!" Teriak Yosep.


"Sial dia bisa mengetahui lokasiku, padahal aku bersrmbunyi di atap. Arah tembakan juga sudah aku pantulkan dari tiang baja anti peluru itu. Mana mungkin dia bisa menemukan titik lokasi tembaku." Pikir pria bertopeng phoenix.


Yosep menggunakan jurus moksala rudra untuk naik ke atap. Yosep melayang seperti menginjak batu untuk naik ke atap, padahal hanya udara yang ia injak. "Sial dia kemari! aku harus kabur!" Gumam pria bertopeng phoenix.


"Dor! dor! dor!" Suara tembakan pria bertopeng phoenix. Lagi-lagi Yosep menangkap peluru itu dengan mudah meskipun jarak tembaknya begitu dekat hanya 10 meter.


"Lebih baik menyerahlah!" Yosep menghilang dari pandangan dan muncul di belakang pria bertopeng lalu memukul lehernya dengan jurus jari bumi agar pria bertopeng pingsan.


"Buk!" Suara pukulan Yosep menghantam belakar leher pria bertopeng. "Dua komandan jatuh! aku harus bergegas Anto dalam bahaya lagi." Kata Yosep yang terus menggunakan byakugan miliknya, ternyata Anto sedang dengan perempuan bertopeng naga.


Siska sudah mengepung markas Z-Sabtu dan meringkus semua penjaga yang pingsan, terluka, dan juga menyerahkan diri. Pria bertopeng kura-kura berhasil kabur ke arah selatan namun terlihat oleh Siska dan mengejarnya.


"Hah, hah, hah, aku tak sanggup melawannya. Dia sangat kuat!" Kata Anto dengan nafas terengah-engah.


"Anto bergegas keluar! berkumpul dengan anggota polisi. Biar wanita ini aku yang menangani!" Kata Yosep sambil menyeret pria bertopeng harimau dan phoenix.


"Siap bos. Maafkan aku bos aku masih lemah!" Kata Anto lalu berlari ke arah pintu utara markas.


"Hebat juga kau bocah! tapi kekuatan mereka jauh dibawahku. Kali ini aku pasti mengirimmu ke alam baka, bocah ingusan!" Teriak Wanita bertopeng naga lalu melemparkan 10 belati miliknya.


Yosep menaruh kedua pria bertopeng lalu menghindari serangan lemparan belati wanita bertopeng dengan meliuk-liuk menggunakan jurus moksala rudra. Tubuh Yosep berkedip ketika belati akan mengenai dan membentuk bayangan diri Yosep.

__ADS_1


"Jleb! jleb! jleb!" Suara belati mengenai dinding, tiang, tong, dan kotak kayu.


__ADS_2