
Yosep meninggalkan Randy dan teman-temannya menuju ruang BKK untuk menemui pak Budi. Rany mengetuk pintu, "masuk!" Seru pak Budi dari dalam.
"Pak budi!" Panggil Rany.
"Ya! oh Rany mari masuk! Tambah cantik saja ya sekarang Rany." Puji Pak Budi. "Oh bro Yosep, waduh kemana saja. Bapak kangen tahu, bapak pusing ini dikasih tugas sama kepala sekolah yang baru suruh benerin mobil rusak buat praktek anak-anak."
"Halo pak bro! Saya ada saja kok pak. Itu bisa di atur pak, yang penting biasa es teh manis 3 gelas, hahahaha." Canda Yosep sambil tertawa.
"Beres. Ada apa nih rapi amat kalian berdua kaya orang pacaran mau kondangan?" Tanya Pak Budi sambil meledek.
[Telolet]
[Misi : Betulkan mobil praktek SMK N 1 Lelea yang rusak.
Hadiah : 100% Saham mobil Koyota
Batas waktu : 1 jam.
Hukuman : Majikan kehilangan burung
[Misi tidak dapat ditolak dan automatis diterima]
[Selamat menjalankan misi]
"Lagi serius muncul misi, membuatku pening aku! pening aku! pening aku!" Batin Yosep.
"Nanti mas Yosep yang jelaskan pak." Kata Rany dengan pipi merah merona.
"Saya jadi curiga jangan-jangan kalian pacaran ya?" Tanya pak Budi dengan raut muka menelisik. "Soalnya saya sering ngelihat Rany merhatiin kamu terus Yos."
"Ih bapak, jangan ngomong gitu pak. Saya jadi malu!" Kata Rany sambil menutup mulut pak budi.
"Ya ya bapak paham. Jangan lupa kalau nikah undang bapak ya, bapak janji akan makan sebanyak-banyaknya hidangan yang kalian sajikan di pesta perkawinan kalian." Canda Pak Budi.
"Aaamiiin." Ucap Rany dan Yosep bersamaan.
"Beres pak. Begini pak, kantor saya lagi nyari 100-200 karyawan siap kerja. Lusa sudah siap kerja tanpa tes dan tanpa interview langsung kerja. Gaji di awal 4 juta dan bonus 2 juta serta ada tempat tinggal." Jelas Yosep.
"Memang kerja dimana? Nama PT-nya apa? Alamatnya dimana? Boleh bapak melihat PT-nya?" Tanya pak Budi sambil nyerocos terus kayak wartawan.
"Saya doakan semoga pak budi mulutnya doer." Batin Yosep.
__ADS_1
"Bener-bener pak Budi ini mulutnya mirip mulut bebek, plus kaya petasan, berisik banget!" Batin Rany.
"Namanya Raimu CRC." Kata Yosep.
"Pffft, uhuk, uhuk, uhuk!" Pak budi menyemburkan teh yang akan sudah di minumnya dan terbatuk-batuk. "Apa!" Kata Pak Budi dengan mata terbelalak karena terkejut. "Jadi kafe yang viral dengan gudoudama cakenya itu!"
"Ya. Saya meminta seperti itu karena saya direktur di PT Raimu CRC." Kata Yosep
"Baiklah akan bapak segera informasikan ke siswa. Direktur?" Kata Pak budi dengan mulut menganga lalu memegang kening Yosep dan membalikan telapak tanganya pada kening Yosep. "Apa kamu lagi sakit?"
"Tidak pak! Mas Yosep tidak sedang sakit. Memang benar mas Yosep direktur di PT Raimu CRC." Jelas Rany.
"Baiklah tapi bapak minta syarat, tolong bantu bapak benerin mobil rongsokan itu hehehehe." Kata pak Budi sambil tertawa.
"Ya saya bantu. Tapi bapak langsung kirim ke semua sekolah pak, soalnya takut saya kekurangan orang jika hanya 100-200. Tak apalah jika lebih." Kata Yosep.
"Bisa diatur asal ada es teh manis tiga gelas dan hepengnya, hehehehe."
"Dasar bapak! Mata es teh manis lama-lama diabetes loh pak." Kata Rany
"Tenang saja, orang sudah ada dokter super di Indramayu, yang bisa menyembuhkan segala penyakit, masalah diabetes tak perlu khawatir." Kata Pak Budi sambil mengibaskan tangannya.
"Belum tentu mau pak ngobatin bapak yang suka es teh manis, tiga gelas lagi. Paling dokternya juga menolak jika tahu bapak suka es teh manis tiga gelas." Ejek Yosep.
"Memang bapak tahu siapa dokter super itu?" Tanya Yosep.
"Gak sih tapi namanya mirip kamu Yos. Namanya Yosep Firmansyah dan rumah sakitnya Budi Asih Technology, ya itu kalau gak salah. Saya juga dengarnya dari radio kesayangan saya." Kata Pak Budi.
"Pak rumah sakit Budi Asih itu rumah sakit papah saya. Dan dokter itu bapak tahu siapa? Ya orangnya di depan bapak ini!" Kata Rany sambil menunjuk Yosep.
"Apa! Jadi kamu dokter super itu." Kata Pak budi dengan mata terbelalak.
"Ya pak." Kata Yosep.
" Ampun suhu! Ampun dj! Ampun Bang jago! Maafkan fans beratmu ini dokter super." Kata Pak Budi sambil memeluk Yosep.
"Tunggu pak saya periksa, wah bapak benar-benar kena diabetes." Kata Yosep sengaja mengerjai pak Budi.
"Tolong Yos sembuhkan bapak Yos. Bapak tidak mau gara-gara diabetes burung bapak dipotong, bapak masih mau menikmati sarang burung Yos, tolong!" Kata Pak Budi dengan raut muka panik.
"Hahahaha!" Tawa Rany.
__ADS_1
"Pfffft, hahahahah!" Yosep yang tak bisa lagi menahan tawanya sampai perutnya sakit.
Mereka berdua tertawa terbahak-bahak karena berhasil mengerjai pak Budi. "Sudah pak, sudah! Kita ke bengkel saja. Saya sakit perut, hahahaha."
Pak Budi cemberut saja. "Ayo!" Kata Pak Budi dengan raut muka cemberut.
Mereka bertiga menuju workshop untuk melihat keadaan mesin mobil yang sudah rusak. Mesin mobil sudah diangkat dari rangka mobil koyota kijang. "Pak Budi mesin ini seperti bapak. Tua-tua rusak, hahahaha!" Ledek Yosep.
"Hahahaha!" Rany juga ikut tertawa.
"Sial kamu Yos, murid durhaka, hmph!" Kata Pak Budi dengan raut muka kesal lalu membuang muka dan menggembungkan pipinya.
"Ga pak becanda. Bapak tetap manis ko, asal setiap hari minum es teh manis tiga gelas, hehehehe. Nanti besok saya traktir deh makan apa saja di Raimu." Bujuk Yosep.
"Ok, ok, ok! Janji ya?" Kata pak Budi laki-laki paruh baya yang sudah beruban umurnya sudah hampir 50 tahun dengan kumis mirip pak raden.
"Ya beres. Besok bapak datang saja kesana , nanti saya berikan kamar VVIP buat bapak. Tapi kita mulai dulu ya, biar mobil ini berubah jadi muda lagi, hehehehe."
"Sip!"
Yosep membuka semua setelan bajunya hanya menyisakan celana pendek miliknya, maklum ia tidak mau baju kerennya. Nampak dada yang bidang dan otot-oto yang kekar dengan kulit sawo matang. Yosep menaruh semua pakaiannya di atas meja.
"Mas kamu mesum!" Kata Rany dengan suara pelan.
"Gak sayang, tapi hot!" Goda Yosep dengan berbisik pelan pada telinga Rany.
"Ih mas Yosep, apaan sih!" Kata Rany dengan pipi merag merona.
"Ehem, ehem!" Pak Budi berdehem keras. "Kalian ini mau membuat saya jadi setan!"
"Ya!" Teriak Yosep dan Rany bersamaan.
"Benar-benar menyusahkan punya murid seperti ini." Batin Pak Budi.
Yosep mulai membuka mesinnya satu persatu dan mengganti sparepart yang sudah usang atau korosi. Yosep mengecek setiap detail mesin rusak itu dengan sangat teliti, tanpa ada satu bagian pun yang ketinggalan. Mesin sudah dimasukan kembali ke kerangka bagian depan mobil.
"Ah sudah selesai!" Kata Yosep. Rany mengelap muka Yosep yang berkeringat, karena tangan Yosep penuh oli. "Kita coba! nyalakan pak staternya!" Seru Yosep.
"Ckkkkk! Vroom! Vroom! Vroom!" Suara mobil distarter dan berbunyi.
"Kamu selalu menjadi murid jenius disekolah ini Yos. Bapak sudah pusing mikirin bagaimana menghidupkan mesin ini. Eh ada kamu bapak tertolong, makasih ya Yos! Bapak tidak bisa memberikan apa-apa hanya es teh manis 3 gelas saja, hehehe!" Kata Pak Budi dengan tertawa.
__ADS_1
"Siap, beres pak. Es teh manis tiga gelaa juga jadi!" Kata Yosep sambil bergaya hormat seperti gerakan pasukan baris berbaris (PBB).