SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip - 70 Telor Burungku Pecah


__ADS_3

Yosep akhirnya sampai di SMKN 1 Lelea, dan memarkirkan mobil bugati miiknya di tempat parkir. Suasana ramai dan ricuh para siswa dan siswi histeris melihat mobil yang keren terparkir di sekolahnya. Mereka berdua keluar dari mobil menuju ke ruang BKK untuk menuo pak Budi.


Rany juga sangat cantik dengan dres biru selutut, dan rambut pirang terang lurus, serta bibir pink alami, semua siswa yang melihatnya terpana dan mengeluarkan air liurnya.


"Bukankah itu kak Rany, sangat cantik!" Puji siswa kelas 12 jurusan teknik mesin.


"Ya sepertinya itu kak Rany, tambah cantik saja!" Puji siswa kelas 12 jurusan teknik komputer jaringan.


Banyak pujian sepanjang jalan menuju ruangan BKK yang terlontar dari para siswa namun Rany hanya bermuka datar dan menggenggam tangan Yosep makin erat, Rany hanya memberi isyarat bahwa dirinya adalah milik Yosep.


Tiba-tiba bola sepak melesat sangat cepat dan akan mengenai kepala Rany, telinga Yosep dan refleknya meningkat karena skill otot super dengan sigap menghadang laju bola yang akan mengenai kepala Rany.


"Plak!" Suara bola ditangkap oleh Yosep. "Siapa yang menendang bola ini!" Kata Yosep dengan raut muka sedikit kesal.


Tak ada satu pun siswa yanh menjawab, Yosep meremas bola sepak itu hingga meledak dan kempes.


"Duar! Pess!" Suara bola meledak lalu kempes. Yosep menatap dengan sorot mata yang tajam karena ia tahu siapa yang menendang bola itu ke arah Rany.


"Hai miskin rupanya kau sekarang sudah jadi babu kak Rany ya, hahaha!" Tawa Randy siswa kelas 12 teknik mesin. Randy adalah adik kelas Yosep anak buah Kartono yang sering membuly Yosep.


"Jaga mulutmu!" Teriak Rany dengan raut muka kesal.


"Kak Rany ngapain orang miskin dia di bela, lebih baik kau dengan bosku kak Kartono." Cibir Randy. "Ya kan teman-teman?"


"Ya donk bos kartono kan orang kaya, hahahaha. Daripada si miskin itu tahunya numpang hidup disekolah ini, hahahaha!" Cibir teman-teman Randy dengan tertawa terbahak-bahak.


Ya mungkin yang dikatakan Randy ada benarnya juga karena Yosep selalu mendapat beasiswa, semua biaya sekolahnya juga para donatur yang membiayai. Jadi bisa dikatakan Yosep hidup dari sekolah namun Yosep juha tahu balas budi, ia memberikan banyak piala dan gelar juara untuk sekolahnya jadi ada simbiosis mutualisme antara Yosep dan Sekolah.


"Kamu!-" Ucap Rany terpotong karena Yosep menarik tangan Rany dan menaruh telunjuknya di kedua bibirnya.


"Berani bertaruh denganku?" Tantang Yosep dengan menyeringai licik.

__ADS_1


"Jangan sok anak miskin!" Cibir Randy.


"Berani atau tidak, atau kau yang ayam sayur?" Ledek Yosep.


"Hahahaha, bos Randy si miskin bilang dia ayam sayur, hahahaha!" Kata teman-teman Randy serentak dengan tertawa.


"Berisik!" Teriak Randy. "Oke aku terima tantangannya, apa permainannya."


"Baik, permainannya cukup mudah tahan tendangan bolaku selama 3 kali jangan sampai masuk. Jika bisa menahan aku akan memberimu uang 100 juta, tapi jika kau gagal kalian semua harus jalan berjongkok dan menggonggong dengan hanya memakai ****** ***** saja. Apa siap?" Tanya Yosep.


"Jangan bercanda! bocah miskin sepertimu mana mungkin punya uang sebanyak itu!" Cibir Randy dengan berteriak.


"Terima atau tidak? Kalau tak percaya lihatlah saldo tabunganku di akun rekeningku!" Yosep memperlihatkan saldo akun rekening bank abc di smartphone miliknya.


"Oke tapi jangan lari ya, hahaaha. Jika kau kalah juga kau harus telanjang berlari mengelili lapangan, hahaha!" Ejek Randy dengan tertawa.


"Baik!"


Yosep membelai rambut Rany untuk menenangkannya, lalu berbisik pelan. "Tenang saja sayang, percayalah. Aku pasti membuat Randy dan teman-temannya malu."


Randy sudah berada di depan gawang bersiap menghadang tendangan Yosep agar jangan sampai masuk. Randy adalah penjaga gawang handal dan pernah ikut PORDA (pekan olahraga daerah) mewakili tim sepakbola kabupaten Indramayu. Menghadang tendangan Yosep yang belum pernah menendang bola bukan masalah bagi Randy.


"Hai ambilkan bola yang lain. Aku sudah tak sabar melihat si miskin itu telanjang, hahahaha!" Seru Randy sambil tertawa.


Teman Randy memberikan bola sepak yang lain, dia membawa 4 bola sepak dari tempat alat-alat olahraga. Yosep menaruh bola di tanah, ia menaruh bolanya jauh tidak di titik pinalty.


"Eh miskin kenapa jauh-jauh! tendanganmu kan pelan kaya ayam sayur!" Ejek Randy.


"Sial mulutnya sudah kaya Barjo saja." Batin Yoseo dengan raut muka kesal.


"Lihat saja tendanganku, aku yakin pasti telor burungmu itu pecah jika terkena tendanganku!" Ejek Yosep.

__ADS_1


"Hahahahaha, telor burungnya pecah! Masa depan tak akan cerah jika telor burungnya pecah, hahahaha!" Saut salah satu siswi kelas 11.


Yosep memasang bolanya dengan jarak 20 meter cukup jauh. Yosep mengambil ancang-ancang untuk menendang bolanya.


"Duar!" Suara bola meledak terkena tendangan Yosep." Maaf-maaf tendangannya terlalu kencang, hehehe." Kata Yosep sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tertawa.


"Gluk!" Suara Randy menelan salivanya, wajahnya seketika pucat. Randy sangat paham jika orang menendang bola sampai meledak ia pasti memilik tenaga untuk menendang sangat kuat.


Yosep menaruh bola yang kedua. "Habislah kau kali ini! Bocah sok kaya!" Bati Yosep lalu menendang bola dengan keras namun tenaganya hanya 1% agar tidak membuat bola meledak lagi. Bola itu meluncur dengan cepat dan mengarah tepat di burung Randy.


"Buak! Aaaaakh!" Suara bola mengenai burung Randy dan suara Randy berteriak. Tubuh Randy terpental jauh hingga mengenai jaring dan membuatnya robek. Tubuh Randy terus meluncur dan menabrak penghalang lapangan.


"Brak!" Suara Randy menabrak penghalang. Rany tertawa terpingkal-pingkal. "Hahahaha, rasakan itu rasakan, hahaha!"


Para siswi pun tertawa terbahak bahak sampai perutnya sakit karena tertawa. "Hahahaha!"


Teman-teman Randy hanya membelalakan mata dan mulutnya menganga, seakan rahangnya mau jatuh ke tanah. "Habislah kita!" Kata salah satu anak buah Randy yang berambut mohawk seperti kipli lalu menepuk jidatnya.


Mereka mengendap-ngendap mau kabur, mau kemana kalian!" Yosep menarik kerah baju mereka satu persatu.


Hari sudah jam 15.00 waktu sekolah akan segera habis jadi para guru masih di dalam ruangan sibuk dengan berkas masing-masing.


"Tidak bos! Ampun bos Ampun!" Kata salah satu teman Randy.


"Ya bos ampun!" Kata teman Randy lainnya dengan wajah pucat pasi dan kencing di celana.


Randy sendiri masih terkapar dan memegangi burung miliknya yang sakit, terkena tendangan bola Yosep.


"Cepat lakukan janji kalian!" Teriak Yosep dengan sorot mata yang tajam. Randy pun berdiri dengan di papah teman-temannya. Mereka semua akhirnya melepas seragam mereka hanya meninggalkan celama dalam lalu berkeliling dengan berjongkok dan menggongong dengan suara anjing.


Semua siswa dan siswi mentertawakan Randy dan teman-temannya. Tapi Yosep tidak memperbolehkan untuk merekam dan menyebarkan video mereka di media sosial.

__ADS_1


__ADS_2